Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan Karakteristik Kebutuhan Parkir Pada Perhotelan Di Kota Manado Manabung, Helmut; Rompis, Semuel Y. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 7, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of tourism industry in Manado City in 2017 along with the growth of supporting facilities in meeting the development of the tourism industry one of the hotel development. As one of the supporting facilities built hotels must have criteria - criteria that can meet the needs of visitors or residents. Parking criteria are important in the transportation system within the hotel area and give effect to the transportation system outside the hotel area. In general, one of the causes of reduced road capacity is parking of vehicles using the road as parking lot of vehicles / on street parking. In order to avoid the occurrence of this congestion is expected that in certain places such as shopping centers, schools / campuses, economic activity centers and others there must be provide with parking place (off street parking) so as to minimize disruption to the capacity of roads. The construction of hotels in the city of Manado had generate   large enough of trip generation from various regions to enter this region. The trip generation or attraction movement that occurs can be such that of the trip generation of people and the trip generation of motor vehicles. The magnitude of these trip generation would causes the need of  the  adequate parking facilities so that the traffic flow which quite busy in the area  of Boulevard and  Jendral Sudirman street will not be disturbed. That is why the knowledge is needed about the characteristics of parking requirements for the existing hotel areas.                The aims of this research were to  provide characteristics of parking needs in some existing hotels in Manado City and to know parameters that affect the parking needs of some hotels in Manado City, so that it can be used as a future approach to resolve the problem of disruption in the capacity of roads.                  Methods used in this study were consist of literature study, primary data collection, secondary data collection and forecasting model using linear regression equation.Results of data analysis revealed that: (1).The regression equation of the car parking requirement with the parameters of the hotels with the best r2 accuracy and qualified statistical testing is the need for car parking which is related to the number of employees and the number of meeting rooms. The standard in the form of regression equation is Y = 1.562 . X0.678 r2=0,841; (2). Based on the analysis with multiple regression the relationship of hotel parameters to the needs of the car park is the number of meeting room, the number of employees and the occupancy rate of the hotel. With the equation as follows: Y = - 56,005 - 4,571 x1 + 0.331 x2 + 1,066 x3, with r2 = 0.999. (3). The number of rooms in the hotel proved to have a large influence on the needs of motor parking at this hotel is indicated by the largest correlation test results among other independent variables, where the relationship between the needs of motor parking with the number of rooms indicated by the equation as follow: Y = - 56,005 - 4,571 x1 + 0.331 x2 + 1,066 x3 ; r2 = 0.993.   Keywords: parking characteristics, disruption, reduced road capacity, trip generation, multiple-regression  
Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Angkutan Umum di Terminal Malalayang Manado Pangalila, Wiranda Maria; Jansen, Freddy; Rompis, Semuel Y.R.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal angkutan umum Malalayang merupakan salah satu terminal tipe A yang ada di Kota Manado, dimana terminal Malalayang Manado melayani Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (ANGKOT), dan Angkutan Pedesaan. Pada saat ini terminal Malalayang menjadi fasilitas utama dalam hal prasarana transportasi. Baik tidaknya terminal Malalayang Manado sangat mempengaruhi kelancaran proses transportasi dan juga sangat mempengaruhi masyarakat yang menggunakan terminal. Sehingga diperlukan evaluasi kinerja pelayanan terminal angkutan umum khususnya Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Perintis (DAMRI). Studi ini menggunakan metode yaitu pengambilan data dengan metode survey kendaraan dilapangan selama 5 hari dimulai dari jam 06:00-18:00. Untuk analisis menggunakan metode Antrian, menghitung Time Headway Masuk, dan Time Headway Keluar, dan mengevaluasi terminal tipe A Malalayang berdasarkan standar terminal terminal tipe A. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh tingkat kedatangan angkutan pada jam-jam sibuk dan jumlah kedatangan angkutan paling tinggi terjadi pada pagi hari jam 07:00-08:00 dan siang hari pada jam 12:00-13:00, dan sore hari pada jam 15:00-18:00. Berdasarkan hasil survey selama 5 hari, Time Headway masuk terendah terjadi pada pagi hari, sedangkan Time Headway keluar terendah terjadi pada sore hari, dan mengevaluasi terminal Malalayang berdasarkan Standar Terminal tipe A, diketahui bahwa Terminal Malalayang Manado untuk fasilitas utama telah memenuhi standar dan untuk fasilitas penunjang terdapat 4 fasilitas yang tidak dimiliki terminal ini, berdasarkan peraturan Direktorat Jendaral Perhubungan Darat. Diperoleh hasil luas lahan di Terminal Malalayang Manado sebesar 15.000 m2 lebih kecil dari luasan standar terminal tipe A, yaitu 3 ha atau 30.000 m2, dengan hasil ini disimpulkan bahwa Terminal Malalayang Manado belum memenuhi syarat sebagai terminal tipe A baik dari segi fasilitas maupun berdasarkan luasan standar terminal tipe A.
Karakteristik Pelaku Perjalanan Dalam Memilih Rute – Studi Kasus : Jl. Manado - Airmadidi Masinambow, Christmas E. L.; Rompis, Semuel Y. R.; Sendow, Theo K.
TEKNO Vol 16, No 69 (2018): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktentuan perilaku pelaku perjalanan dalam memilih rute mempunyai banyak variasi yang perlu dipertimbangkan, faktor utama ketidaktentuan adalah persepsi pengguna jalan terhadap pemilihan rute perjalanan.. Pemerintah Republik Indonesia telah memutuskan untuk membangun jalan tol Manado Bitung yang sekarang ini dalam proses pembangunan, dan disebelah utara jalan nasional Manado Bitung telah dibangun jalan yang diberi nama jalan Sukarno, dengan adanya tiga rute jalan yang akan ditempuh dari Manado-Airmadidi tentunya para pelaku perjalanan dapat memilih rute perjalanannya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serta variabel yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam memilih rute dari Manado ke Airmadidi atau sebaliknya. Penelitian ini dilakukan pada 200 responden. Karakteristik repondennya 50% responden berumur 21-25 tahun, 55% responden berjenis kelamin perempuan dan 45% responden berjenis kelamin laki-laki, 36% responden berpenghasilan Rp.2.500.000,- sampai Rp.5.000.000,-, 40% responden pekerjaannya adalah PNS/TNI/POLRI. Berdasarkan hasil pengujian dengan analisis data regresi multinomial logistik kategori jalan nasional, variabel waktu tempuh yang ditujukan pada logit 1 berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan sukarno dibanding jalan nasional dengan p-value 0.003≤0.005, dan pada logit 2 variabel waktu tempuh berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan tol Manado Bitung dibanding jalan nasional dengan p-value 0.001≤0.005 kemudian variabel kemacetan yang ditunjukan pada logit 1 berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan sukarno dibanding jalan nasional dengan p-value 0.00≤0.005, dan pada logit 2 variabel kemacetan berpengaruh siginifikan terhadap keputusan pemilihan rute jalan tol Manado Bitung dibanding jalan nasional dengan p-value 0.000≤0.005.
PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI (Studi Kasus: Jln. Piere Tendean) Angreini, Sri Ariati; Rompis, Semuel Y. R.; Rumayar, Audie L. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan moda merupakan tahapan penting dalam perencanaan transportasi. Transportasi yang handal, aman dan nyaman merupakan beberapa alasan responden untuk memilih moda transportasi yang akan di gunakan dalam mencapai tempat tujuan. Kota manado merupakan kota dengan tingkat penggunaan mobilitas yang tinggi khusunya di Jalan Piere Tendean. Jumlah pendapatan yang beragam membuat seseorang harus memilih kriteria moda transportasi yang akan digunakan sesuai dengan pendapatan yang didapat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik pelaku perjalanan, serta mengetahui besarnya probabilitas dalam pemilihan moda.Survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 600 responden berisi karakteristik pelaku perjalanan, meliputi sosio ekonomi, dengan menggunakan metode Stated Preference, kemudian diolah dengan analisa regresi untuk mendapatkan persamaan utilitas. Selanjutnya dari persamaan utilitas dibentuk berdasarkan pendapatan untuk menganalisa pengaruh pendapatan terhadap pemilihan moda transportasi. Pemodelan pemilihan moda dilakukan dengan Model Multinomial Logit.Hasil yang di peroleh menunjukkan bahwa terdapat 46% responden berpendapatan rendah, 45% responden berpendapatan menengah dan 9% responden berpendapatan tinggi, dengan beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan seperti, tingkat Pendidikan, jenis pekerjaan kepemilikan kendaraan pribadi serta moda transportasi yang aman dan efektif bagi responden. Selanjutnya dari hasil penelitian menunjukan probabilitas pemilihan moda dari keseluruhan moda transportasi, kendaraan pribadi memiliki probabilitas paling tinggi pada setiap golongan seperti pada golongan pendapatan rendah sebesar 0.38, pendapatan menengah 0.35 dan pendapatan tinggi sebesar 0.45, sedangkan untuk Kendaraan online memiliki probabilitas, untuk golongan pendapatan rendah 0.35, pendapatan menengah 0.35 dan pendapatan tinggi 0.33, dan untuk angkutan umum memiliki probabilitas paling rendah yaitu untuk golongan pendapatan rendah 0.25, pendapatan menengah 0.27, dan pendapatan tinggi 0.20. Kata Kunci: Stated Preference, Pemilihan Moda, Pendapatan, Multinomial Logit
ANALISIS PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP KINERJA JALAN DI KOTA GORONTALO Rachman, Ari Putra; Rompis, Semuel Y. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Gorontalo merupakan Ibukota Provinsi Gorontalo yang selain merupakan pusat kegiatan pemerintahan, sosial, politik, pendidikan dan kebudayaan, juga merupakan pusat kegiatan perekonomian daerah Gorontalo. Sebagai pusat perdagangan, industri dan pariwisata, Kota Gorontalo juga memiliki kawasan yang sering mengalami kemacetan. Penelitian ini menganalisa pengaruh tata guna lahan terhadap kinerja jalan. Analisa harus didasarkan pada hambatan samping yang dipengaruhi oleh tata guna lahan. Data hambatan samping tersebut diidentifikasi menjadi hambatan samping tinggi dan hambatan samping rendah yang menjadi dasar hubungan antara kecepatan, volume dan kepadatan. Analisa Greenshield, Greenberg, Underwood dilakukan pada masing-masing lokasi. Lokasi pertama yakni Kawasan Pendidikan yang kapasitas pada ruas jalan Jaksa Agung Soeprapto turun 46% akibat pengaruh hambatan samping di sepanjang segmen jalan. Lokasi kedua yakni kawasan barang dan jasa yang kapasitas pada ruas Jalan H.B. Yassin turun 24% akibat pengaruh hambatan samping di sepanjang segmen jalan, dan Lokasi ketiga yakni kawasan peribadatan yang kapasitas pada ruas jalan A.R Konio turun 39% akibat pengaruh hambatan samping di sepanjang segmen jalan. Berdasarkan hal di atas dapat diketahui bahwa perlu adanya tambahan rambu-rambu lalu lintas pada titik-titik kemacetan sehingga persentase kemacetan akibat hambatan samping akan berkurangnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Gorontalo masih banyak terjadi kemacetan akibat hambatan samping yang dipengaruh tata guna lahan, terutama pada kawasan pendidikan, peribadatan, barang dan jasa, sehingga perlu menambah rambu-rambu lalu lintas, pembangunan jembatan penyeberang jalan dan pelebaran Trotoar.  Kata kunci: kapasitas, kemacetan, hambatan samping
PENGGUNAAN KENDARAAN PENYIDIK BERBASIS GPS UNTUK MEMPERKIRAKAN KEADAAN LALULINTAS Rombot, Prylita; Rompis, Semuel Y. R.; Waani, Joice E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indirect vehicle growth rate will increase the risk of traffic problems, one of the problems caused by congestion that resulted in disruption of a trip. One of the parameters that can be used to estimate traffic situation is speed, the lower traffic speed means the worse traffic conditions on the road. Speed information is required as input on the traffic information system as speed data has a big impact on congestion.The research methods in this study use the data information obtained from Global Positioning System (GPS) data via GPS-based test vehicles. When the test vehicle position data from control centre can connect directly to the road network information system, the average traffic speed on the various road segments can be known in real time. After knowing the average speed, the approach and prediction of a traffic condition on a road network using Greenshield, Greenberg, and Underwood modelling using data taken from traffic light survey in the first field, forecasting speed data is repaid in the equation gained from the selected modelling so that the data volume and density of forecasting speed data can be known.The research conducted a survey of the field traffic twice, where the traffic survey data in the second field was taken as a comparator to correct the errors and inaccuracies of forecasting data and field data.The accuracy of the GPS forecasting data and in-field data is measured by using a root approach of the average quadratic error Root Mean Square Error (RMSE) and the absolute value of Mean Absolute Error (MAE), which is largely the result of the RMSE and MAE < from 15% which means that the data can be used. Keywords : traffic, speed, investigation, vechicles, estimate
PEMODELAN AKSELERASI KENDARAAN RODA EMPAT DAN RODA DUA MENGGUNAKAN DATA KENDARAAN PENYIDIK DI KOTA MANADO Pasila, Recky; Rompis, Semuel Y. R.; Jansen, Freddy
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akselerasi merupakan kemampuan kendaraan untuk merubah kecepatan persatuan waktu. Akselerasi dibagi menjadi 2 yaitu akselerasi (+) biasa disebut percepatan dan akselerasi (-) biasa disebut perlambatan (deselerasi). Salah satu masalah utama akselerasi yaitu untuk mencari konsumsi bahan bakar, karena itu untuk mencari konsumsi bahan bakar diperlukan pemodelan akselerasi yang dibuat dalam model persamaan regresi. Untuk membuat pemodelan akselerasi tergolong cukup sulit karena diperlukan survey kendaraan penyidik dengan data pengambilan kecepatan detik per detik.Penelitian ini bertujuan mencari pemodelan akselerasi dalam model regresi linier dan regresi non linier, yang berlokasi pada jalan Jendaral Ahmad Yani, jalan Wolter Mongisidi, jalan Piere Tendean, jalan Samratulangi dengan panjang jalan keseluruhan 4.73 km dengan durasi waktu survey 3 jam. Ruas penelitian dibagi menjadi 7 ruas untuk memperbanyak tinjauan pemodelan. Jumlah kendaraan penyidik yang digunakan yaitu 30 kendaraan roda 4 dan 30 roda 2, cara survey menggunakan GPS dengan bantuan aplikasi Manado Trafik Tracker yang akan diinstall pada smart phone masing-masing pengendara kendaraan penyidik. Hasil penelitian didapatkan bahwa model terbaik yang sering muncul yaitu model regresi linier, logarithmic, dan quadratic pada deselerasi kendaraan roda 4 dan roda 2 model terbaik yaitu regresi quadratic dengan besar R2 kendaraan roda 4 = 0.668 (66.8%) dan untuk kendaraan roda 2 R2 0.753 (75.3%), begitu pula untuk akselerasi kendaraan roda 2 dan roda 4 model terbaik adalah regresi quadratic dengan besar R2 untuk kendaraan roda 4 yaitu 0.804 (80.4%) dan untuk kendaraan roda 2 R2 0.663 (66,.3). dari 2 perbandingan kendaraan roda 4 dan roda 2 tidak memiliki perbedaan model yang signifikan. Kata Kunci: Akselerasi, Deselerasi, Kendaraan, Roda Empat, Roda Dua, Traffic Tracker.
Calibration of Traffic Incident Simulation Models Using Field Data Rompis, Semuel; Habtemichael, Filmon
http://dx.doi.org/10.31427/IJSTT.2019.2.1.3
Publisher : Unijourn Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presents a methodology to calibrate a traffic incident simulation model, particularly in a freeway. The queue length was used as the objective of the simulation model calibration in this study. The simulation model was set up using Traffic Simulation Model PTV. VISSIM. Multiple incident durations were simulated, and the generated queue lengths were compared to the observed queue lengths. The observed queue lengths were estimated using the LWR model and shockwave speeds calculated using the field data. The results confirm that calibrated VISSIM incident model can signify the shockwave propagation speeds and queue length in the event of freeway incident. Such a model can be implemented as an instrument for setting up traffic management strategies to alleviate the incident&rsquo;s impact.
MODEL HUBUNGAN ANTARA KETIDAKRATAAN PERMUKAAN JALAN DENGAN NILAI KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN PADA RUAS JALAN NASIONAL DI KOTA MANADO (STUDI KASUS : RUAS JALAN BATAS KOTA MANADO – TOMOHON DAN JALAN MONGINSIDI). Kalengkongan, Laurina Octaviana; Waani, Joice E.; Rompis, Semuel Y. R.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian terhadap kondisi perkerasan jalan merupakan aspek yang paling penting dalam hal menentukan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalan. Nilai kondisi jalan ini nantinya dijadikan acuan untuk menentukan jenis program evaluasi yang harus dilakukan, apakah itu program peningkatan, pemeliharaan berkala, atau pemeliharaan rutin. Selama ini metode yang sering digunakan sebagai evaluasi kondisi jalan adalah metode International Roughness Index (IRI), selain metode IRI ada juga metode Pavement Condition Index (PCI) untuk menentukan nilai kerusakan permukaan jalan yang menggambarkan nilai struktural dari suatu perkersan jalan. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mendapatkan model hubungan antara Nilai Kerusakan Permukaan Jalan menggunakan metode PCI dengan Nilai Ketidakrataan Jalan menggunakan metode IRI agar dapat mempermudah proses survei dalam mengevaluasi kondisi jalan.Dalam penelitian ini, survei atau pengukuran Ketidakrataan Permukaan Jalan dilakukan dengan menggunakan alat Roughometer sedangkan Indeks Kondisi Jalan diperoleh dari pengukuran/penilaian secara visual secara langsung dilapangan. Studi kasus yang dipilih adalah ruas jalan Batas Kota Manado – Tomohon dan ruas jalan R. W. Monginsidi Manado. Dari hasil kedua parameter ini dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan suatu persamaan korelasi.Berdasarkan hasil analisis menunjukkan nilai PCI ruas jalan Batas Kota Manado – Tomohon adalah 87,6211, yang termasuk kategori sangat baik. Untuk ruas jalan R. W. Monginsidi Manado adalah 82,5678 yang termasuk kategori baik. Nilai IRI  untuk ruas jalan Batas Kota Manado – Tomohon adalah 3,5571 yang termasuk kategori baik. Untuk ruas jalan R. W. Monginsidi adalah 4,0166 masuk dalam kategori sedang.Persamaan yang didapat dari kedua parameter ini adalah IRI = 7,7475 x e-0,009PCI dengan R2 = 0,374. Hasil analisis korelasi adalah – 0,615 yang menunjukkan korelasi berlawanan arah. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan jenis – jenis kerusakan permukaan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) yang berpengaruh terhadap nilai ketidakrataan jalan dengan metode International Roughness Index (IRI). Kata kunci: evaluasi, kondisi, perkerasan, pengukuran, ketidakrataan, PCI, IRI, pemeliharaan.
ANALISA PARKIR DI BADAN JALAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS PADA SUATU RUAS JALAN Untu, Steeve G.; Rompis, Semuel Y. R.; Waani, Joice E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecepatan, Arus (volume, flow) dan Kepadatan adalah 3 variabel untuk mempelajari ilmu Teknik lalu lintas. Pada bidang transportasi, hubungan antara kecepatan dan volume banyak dipakai untuk merencanakan, mengelola dan menentukan kebijakan aturan lalu lintas. Secara khusus, aliran lalu lintas merupakan gambaran dari suatu kombinasi pergerakan setiap kendaran secara terpisah-pisah, dan gambaran pergerakan pengendara serta kendaraannya. Kegiatan parkir di badan jalan menjadi salah satu variabel yang mempengaruhi kinerja lalu lintas pada ruas jalan, dengan memperhatikan hal tersebut, maka penulis meneliti pengaruh kegiatan parkir pada badan jalan, Jalan Ahmad Yani Manado terhadap kapasitas jalan, melalui 3 model arus lalu lintas (Greenshield, greenberg dan underwood). Perhitungan kapasitas jalan dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 digunakan untuk menentukan kapasitas jalan Ahmad Yani Manado. Sedangkan Model Greenshield, Model Greenberg, dan Model Underwood digunakan untuk menghitung nilai kapasitas jalan saat adanya kendaraan parkir pada ruas tersebut. Hasil perbandingan antara kapasitas jalan pada saat adanya parkir badan jalan dengan kapasitas saat tidak adanya parkir, diperoleh nilai pengaruh aktivitas parkir terhadap kapasitas jalan.Sesuai hasil penelitian, nilai Qmax di analisa berdasarkan perbandingan perhitungan nilai kapasitas maksimum pada saat jam sibuk dimana banyak kendaraan parkir menggunakan metode Greenshields, Greenberg dan Underwood dengan  nilai kapasitas jalan A. Yani yang dihitung dengan MKJI 1997, Dimana Perhitungan MKJI 1997 digunakan sebagai perbandingan, disebabkan karena pada saat tidak ada kendaraan parkir, volume arus lalu lintas tidak pernah mencapai volume maksimum, sehingga kapasitas tidak pernah tercapai.Setelah dilakukan perhitungan dan Analisa, akibat adanya parkir pada badan jalan, nilai kapasitas jalan A. Yani turun sebesar 24% s/d 27%. Nilai tersebut didapatkan setelah membandingkan nilai kapasitas maksimum tiga model arus lalu lintas (Greenshields, Greenberg dan Underwood) dengan nilai kapasitas jalan yang dihitung dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Selanjutnya, dapat disarankan untuk diadakan pengambilan data kembali pada hari yang sama, dengan waktu dimana terdapat kendaraan parkir, untuk kemudian dibuat perhitungan dan perbandingannya, sehingga dapat diberikan solusi untuk memaksimalkan arus jalan A. Yani Manado. Kata kunci: Kecepatan, arus, kepadatan, kapasitas, lalulintas, parkir