Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN EKSTRAK GETAH DAN KULIT BUAH MUDA TARAP (ARTOCARPUS ODORATISSIMUS) SEBAGAI LARVASIDA NABATI Umi Latifah; Vincentia Ade Rizkya; Maria Selviana Joni; Nasrullah Tamrin; Tri Astuti Sugiyatmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i7.2786

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, highlighting the need for effective and environmentally friendly vector control strategies. Botanical larvicides derived from local plants offer a promising alternative to synthetic insecticides. This study evaluated the larvicidal activity of young tarap (Artocarpus odoratissimus) fruit sap and peel extracts against mosquito larvae. Six treatment groups were used: negative control, positive control, peel filtrate, sap filtrate, peel powder, and peel sediment, with 25 larvae per group and three replicates. Larval mortality was recorded after 24 and 48 hours. The positive control caused 100% mortality at both observation times. Among the botanical treatments, peel filtrate showed 95% mortality at 24 hours and 100% at 48 hours, while peel powder and peel sediment achieved 99–100% mortality after 48 hours. Sap filtrate produced lower but substantial mortality (89% at 48 hours). These findings indicate that young tarap fruit peel exhibits strong larvicidal activity and has considerable potential for development as an eco-friendly botanical larvicide for dengue vector control.
POLA ASUH OPTIMAL MELALUI EDUKASI GIZI DI DAERAH PESISIR Mega Octamelia; Tri Astuti Sugiyatmi; Yeti Maretha; Selvia Febrianti; Teresia Suminta Rotua Situmorang
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6341

Abstract

Status gizi didefinisikan sebagai keadaan fisiologis seseorang yang dihasilkan dari hubungan antara asupan dan kebutuhan zat gizi serta dari kemampuan tubuh untuk mencerna, menyerap, dan menggunakan zat gizi tersebut. Status gizi pada anak akan mempengaruhi kualitas hidup anak. Keadaan status gizi anak merupakan penentu keberhasilan pembangunan suatu negara atau Human Development Index (HDI).Anak usia satu hingga lima tahun berada pada tahap perkembangan yang rentan dan krusial ketika sel-sel otak mereka tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada tahap pertumbuhan sebelumnya. Masalah gizi pada balita dapat mengakibatkan   gangguan   kesehatan   dan kesejahteraan balita.  Asupan makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua secara umum atau oleh pola asuh secara khusus (misalnya praktik pengasuhan makanan). Pentingnya pengetahuan orang tua terhadap asupan makanan sehat dapat meningkatkan praktik pengasuhan anak sehingga berdampak pada pola makan dan perilaku makan anak. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari Identifikasi Kebutuhan, Perencanaan Kegiatan, Koordinasi dan Komunikasi, Penyusunan Materi dan Media Edukasi serta Pelaksanaan Kegiatan berupa penyuluhan tentang gizi dan pemberian makanan tambahan berupa telur. Kegiatan ini dilaksanakan di RT. 21 Tanjung Pasir, Kelurahan Mamburungan Timur. Peserta yang berpartisipasi sebanyak 25 peserta. Diakhir kegiatan peserta diberi kesempatan untuk bertanya terkait materi gizi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi didapatkan bahwa topik yang disampaikan cukup menarik yang dapat dilihat dari antusias masyarakat yang terlibat saat sesi tanya jawab.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Karyawan Embung Persemaian di Kota Tarakan Maria Selviana Joni; Vincentia Ade Rizky; Umi Latifah; Tri Astuti Sugiyatmi
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v4i2.3804

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a promotive and preventive effort that aims to improve the degree of public health through behavior change. Nursery reservoir employees have a high risk of exposure to the work environment in the form of dirty water, biological waste, and pathogenic microorganisms. This community service activity was carried out to increase the knowledge and practice of PHBS among employees of the nursery reservoir in Juata Tarakan based on national PHBS indicators. The implementation method includes counseling, demonstration, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed a significant increase in employee knowledge, with an average pre-test score of 58.7 increasing to 78.3 in the post-test. The statistical test resulted in a value of p = 0.000 (p < 0.05), which confirms the effectiveness of PHBS educational interventions in improving workers' health knowledge and behavior. These findings provide practical implications that counseling-based education and demonstrations can be an effective strategy in encouraging the implementation of PHBS in risky work environments. Thus, this activity is expected to be able to support the creation of a healthier work environment, increase productivity, and become a model for community-based occupational health interventions.
Analisis Epidemiologi Spasio-Temporal Infeksi Dengue Tahun 2016–2025 di Tarakan Tri Astuti Sugiyatmi; Vincentia Ade Rizky; Maria Selviana Joni; Rachmat Saleh; Umi Latifah
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v4i3.6688

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a serious public health problem in Tarakan City, Indonesia, with case numbers fluctuating annually. This study aimed to analyze trends in DHF incidence and map the spatial distribution of cases and the Larval-Free Index (LFI) in Tarakan City from 2016 to 2025. A descriptive observational study with a retrospective approach was conducted using secondary data obtained from the Tarakan City Health Department. The variables analyzed included the number of DHF cases, incidence rate (IR), case fatality rate (CFR), endemicity status of subdistricts, and the 2025 LFI. Descriptive analysis and Geographic Information System (GIS)-based spatial mapping were performed. The results showed fluctuating trends in DHF incidence throughout the study period. In 2025, 90 cases were reported, with an IR of 35.2 per 100,000 population and a CFR of 1.11%. Most cases occurred in endemic areas. Spatial analysis revealed an uneven distribution of cases, with some urban villages showing lower LFI values but higher dengue incidence. These findings indicate that GIS-based mapping can support the identification of priority areas for surveillance, vector control, and sustainable larval source reduction programs.
Efektivitas E-Modul Berbasis Video Terhadap Peningkatan Keterampilan Klinis Mahasiswa Pada Pembelajaran Skill Laboratory Ni&#039;mah Hidayatul Laili; Avinda Sari Kanthi Rahayu; Eka Nurul HPS; Vincentia Ade Rizky; Maria Selviana Joni; Umi Latifah; Rachmat Saleh; Awaluddin Awaluddin; Nasrullah Tamrin; Adipura Atmadja Egok; Tri Astuti Sugiyatmi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.403

Abstract

Pembelajaran keterampilan klinis pada mahasiswa kedokteran merupakan komponen penting dalam membentuk kompetensi profesional yang terstandar. Proses pembelajaran di skill laboratory sering menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu praktik, variasi kemampuan mahasiswa, serta kurangnya media pembelajaran yang dapat diakses secara fleksibel. . Pembelajaran keterampilan klinis di skill laboratory membutuhkan media yang efektif untuk menunjang peningkatan kemampuan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas e-modul berbasis video terhadap peningkatan keterampilan klinis mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test design melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penggunaan e-modul pada mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi, keterampilan prosedural, serta kepercayaan diri mahasiswa dalam melakukan tindakan klinis. Sebagian besar responden juga memberikan penilaian positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan materi, dan fleksibilitas akses e-modul berbasis video. Kesimpulan penelitian ini adalah e-modul berbasis video efektif dalam meningkatkan keterampilan klinis mahasiswa dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung pada kegiatan skill laboratory.