Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pembuatan Papan Komposit dengan Memanfaatkan Limbah Pelepah Kelapa Sawit dan Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Daur Ulang Meldayanoor Meldayanoor; Muhammad Indra Darmawan; Norhalimah Norhalimah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.689 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v7i1.116

Abstract

Limbah pelepah kelapa sawit merupakan salah satu limbah perkebunan kelapa sawit yang belum termanfaatkan dengan optimal. Limbah pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk dalam pembuatan papan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi papan komposit dan menganalisis kualitas karakterisasi fisik papan komposit dari limbah pelepah kelapa sawit dan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) daur ulang dalam pembuatan papan komposit berdasarkan sifat fisis yang terdiri dari kerapatan, kadar air, daya serap air, dan pengembangan tebal. Bahan baku papan komposit dibuat perbandingan pelepah kelapa sawit : plastik Polythylene Therepthalate (PET) dengan perbandingan 100% : 0%, 87,5% : 12%, 75% : 25%, 62,5% : 37,5%, dan 50% : 50%. Papan komposit dibuat dengan ukuran 13 cm ×13 cm × 1 cm dan menggunakan perekat lem putih Poly Vinyl Acetate (PVAc) sebanyak 100 gram. Pengujian sifat fisis papan komposit terdiri dari kerapatan, kadar air, daya serap air, dan pengembangan tebal. Data yang diperoleh dibandingkan dengan SNI 03-2105-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik papan komposit yaitu pada perlakuan 50% : 50% dapat dilihat dari hasil uji sifat fisis kerapatan 0,78 g/cm3 termasuk dalam kategori kerapatan sedang, kadar air 11,02%, daya serap air 17,27% dan pengembangan tebal 7,91%. Semakin kecil nilai kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal maka kualitas papan semakin baik.
EVALUASI KESEHATAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS, BEKAS TEBANGAN DAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI Meldayanoor Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.599 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v1i1.28

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya alam seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan manusia akan keperluan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga dalam pemanfaatannya harus benar-benar disesuaikan dengan ketersediaannya serta mempertimbangkan secara arif dan bijaksana dampak-dampak yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan.Akibat dari kegiatan pengrusakan lingkungan termasuk hutan yang tidak terkendali menyebabkan hutan semakin gundul sehingga fungsi hutan untuk mengatur kondisi tata air di dalam tanah menjadi berkurang, kondisi lahan dan kesuburan tanah semakin menurun serta terjadi erosi. Kerusakan fungsi hutan seperti kegiatan pembukaan areal hutan dapat menyebabkan kondisi kesehatan lahan semakin menurun secara fungsi produksi, fungsi hidrologis dan fungsi ekologis.Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dan analisa laboratorium dengan pengambilan sampel tanah, air, flora dan fauna pada tiga kawasan yang berbeda untuk mendapatkan nilai indeks fungsi kesehatan lahan yang diperoleh dari nilai indeks fungsi produksi, indeks fungsi hidrologis dan indeks fungsi ekologis. Metode ini diharapkan lebih dapat memberikan kajian yang komprehensif sehingga dapat mengetahui kesehatan lahan secara keseluruhan.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tingkat kesehatan lahan pada kawasan hutan produksi terbatas tergolong sehat dengan nilai indeks fungsi kesehatan lahan 0.74, kawasan hutan tanaman industri tergolong cukup sehat dengan nilai indeks fungsi kesehatan lahan 0.40 dan kawasan bekas tebangan yang ditumbuhi alang-alang kesehatan lahannya tergolong kurang sehat dengan nilai indeks fungsi kesehatan lahan 0.32.Penilaian kesehatan lahan menggunakan kajian terhadap fungsi lahan secara produksi yang diperoleh dengan menilai kesesuaian lahan dan IBE, secara hidrologis dengan menilai koefisien runoff, fluktuasi tinggi muka air sungai serta sedimentasi tersuspensi dan secara ekologis dengan menilai keanekaragaman jenis flora dan fauna yang dapat hidup, tumbuh dan berkembang pada masing-masing kawasan.
Analisis Kelayakan Penerapan Produksi Bersih pada Industri Tahu UD. Sugih Waras Desa Atu-atu Kecamatan Pelaihari Akhmad Zulmi; Meldayanoor Meldayanoor; Ema Lestari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.113 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.60

Abstract

Tahu merupakan salah satu komoditi yang cukup banyak diminati, tidak terkecuali di Kecamatan Pelaihari. Industri tahu menghasilkan banyak limbah padat maupun cair yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Perlu dilakukan penerapan produksi bersih untuk menanggulangi dampak limbah industri tahu terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses produksi dengan konsep produksi bersih menggunakan neraca massa, memberikan alternatif penerapan produksi bersih dan melakukan 3 analisis kelayakan; yaitu teknis, ekonomi dan lingkungan. Hasil penelitian menunj ukkan UD. Sugih Waras menghasilkan total limbah padat sebanyak 51,25 kg, dan limbah cair sebanyak 193,75 kg dalam sekali produksi. Alternatif penerapan produksi bersih yang dapat dilakukan yaitu menggunakan abu sisa pembakaran kayu dijual sebagai penurun pH tanah dengan keuntungan Rp. 1.840.000/bulan dan payback period selama 2,1 bulan, dengan pertimbangan kelayakan teknisdan lingkungan dari industri UD. Sugih Waras.
Evaluasi Sifat Kimia dan Sensoris Nata De Coco dengan Penambahan Ekstrak Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Meldayanoor Meldayanoor; Mariatul Kiptiah; Yuliana Ningsih; Titis Linangsari; Ema Lestari; Jesi Yardani; Almira Ulimaz; Muhammad Indra Darmawan; Mufrida Zein; Marlia Adriana; Agung Nugroho; Luthfina Ariyani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 02 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i02.185

Abstract

Nata de coco is a product resulting from a fermentation process from coconut water with the help of Acetobacter xylinum. To increase the functional value and taste of nata de coco, you can add red dragon fruit extract. This study aims to evaluate the chemical and sensory properties of nata de coco which did not have dragon fruit extract added (P0) and nata de coco which had dragon fruit extract added (P1). Parameters for observing chemical properties include water content, protein, vitamin C and fiber. Sensory evaluation was carried out using a hedonic test using 30 panelists, the parameters observed were aroma, texture, taste and color. Based on the results of the evaluation of the chemical and sensory properties of nata de coco to which dragon fruit extract was added, it can be concluded that the addition of dragon fruit extract can increase protein levels (1.57%) and vitamin C (0.25%), and reduce water content (93.16%) and fiber content (1.20%). Meanwhile, the hedonic test showed that the panelists preferred the texture, aroma and taste parameters of nata de coco without adding dragon fruit extract. In terms of color parameters, panelists preferred nata de coco with added dragon fruit extract.
Analisis Pengendalian Kualitas Kernel Pada Stasiun Nut Dan Kernel Di PT X: Analisis Pengendalian Kualitas Kernel Pada Stasiun Nut Dan Kernel Di PT X Hasbullah, Muhammad Hasyim; Darmawan, Muhammad Indra; Linangsari, Titis; Ningsih, Yuliana; Meldayanoor, Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v11i1.194

Abstract

Kernel processing at PT X has a problem where the resulting kernel has a high level of impurities that can affect the yield of palm kernel oil (PKO) to be processed. Threrefore, it is necessary to control kernel stations, using Statistical Process Control (SPC). The purpose of this research is to analyze kernel quality control at Nut and Kernel Stasions. The method in this study is Statistical Process Control (SPC) using 3 statistical tools namely check sheet, histogram and fishbone diagram. The results of the analysis of the tudy can be known the quality of the kernel in the parameters of dirt leves ecceeding the standards, namely by an average of 9.06% where the most dominant factor is the machine, 2 the main cause is the process of separation on the nutrition of the ripple mill is not optimal. PT X is preferred to be ecamined and regular anda regular ttreatments on the ripple mill machine every morning and the provision of directives to the operators to always adhere to the DOP applicable at each station.
Evaluation of the Characteristics of Transparent Solid Soap Fortified with Jeringau Rhizome Extract (Acorus calamus L) Hairiyah, Nina; Nuryati, Nuryati; Fatimah, Fatimah; Meldayanoor, Meldayanoor; Amalia, Raden Rizki; Lestari, Ema; Linangsari, Titis; Salmah, Siti
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i1.230

Abstract

Transparent solid soap is a widely used cleansing product, yet formulation improvements are needed to enhance antibacterial activity while maintaining skin safety. This study aimed to investigate the effect of adding sweet flag rhizome extract (Acorus calamus L.) on the physicochemical properties, foam stability, pH, and antibacterial activity of transparent solid soap. Four soap formulations were prepared with varying extract concentrations: F0 (control, without extract), F1 (0.1 g), F2 (0.3 g), and F3 (0.5 g). The evaluated parameters included moisture content, total fatty acid content, free alkali, free fatty acids, foam stability, pH, skin irritation, and bacterial inhibition zone diameter. Data were statistically analyzed using one-way ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. The results showed that the addition of sweet flag extract significantly (p < 0.01) affected all tested parameters. The F3 formulation exhibited the highest antibacterial activity with an inhibition zone diameter of 15.5 mm but exceeded the SNI (Indonesian National Standard) limits for moisture content and pH, indicating a potential risk of skin irritation. However, skin irritation tests revealed that formulations containing the extract did not cause noticeable irritation in most panelists. It can be concluded that sweet flag rhizome extract has potential as an antibacterial agent in transparent solid soap formulations, although further optimization is required to reduce pH and free alkali levels to ensure product safety.
Development of TOGA Edu-Tourism with Augmented Reality Technology Meldayanoor, Meldayanoor; Julianto, Veri; Darmawan, Muhammad Indra; Mustofa, Jupri; Adelia, Firda
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1268-1281

Abstract

The development of Edu-tourism based on family medicinal plants (TOGA) in Tirta Jaya Village, supported by Augmented Reality (AR) technology, can enhance education, environmental conservation, and local economic opportunities. This Edu-tourism initiative offers an innovative and sustainable tourism model that positively impacts the tourism sector and the economy.  This study aims to explore and analyze the potential for developing TOGA-based Edu-tourism with AR technology support as an innovative educational tourism model, providing benefits to the community and the environment, while adding value to sustainable local products. This study employs a qualitative descriptive approach with three main stages: a literature review and field data collection to analyze the potential of TOGA and AR technology; an evaluation of TOGA potential based on tourism attraction feasibility, flagship product prioritization, and value-added analysis using the Hayami method; and the development of AR components for interactive education. The results indicate that the combination of TOGA and AR technology can increase public awareness of health, medicinal plant conservation, and local economic empowerment through interactive educational tourism. The educational tourism attraction TOGA Tirta Jaya Village has a high feasibility index, with an average score above 79%, making it worthy of development.   Keywords: Added value; Augmented reality; Edu-tourism; Family medicinal plants (TOGA); TOGA products.