Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MINUMAN SEHAT ES LUMUT KELOR (MINSET ES LUMER) DI UPT SMA NEGERI 5 BANTAENG Wina Eka Cahyani; Marisna Eka Yulianita; Kamariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.457

Abstract

Latar belakang : Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah penanggulangan anemia. Anemia ialah suatu keadaan di mana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari kadar normal untuk kelompok orang berdasarkan usia dan jenis kelamin, pada Wanita remaja kadar Hb normal ialah 12-15 gr/dl. Daun kelor sendiri merupakan salah satu tanaman lokal yang sudah berabad-abad dikenal sebagai tanaman serbaguna, kaya nutrisi dan berkhasiat obat.Tujuan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan daun kelor menjadi olahan es lumut kelor yang dapat diolah menjadi minuman pengganti tablet tambah darah bagi remaja putri. Fokus sasaran dari kegiatan ini adalah siswi kelas X-XI yang berjumlah 50 orang.Metode: Kegiatan Pengabdian ini di lakukan dengan menggunakan media proyektor dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan pembagian olahan daun kelor berupa es lumut kelor.Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Minuman Sehat Es Lumut Kelor Sebagai Pengganti Tablet Fe Untuk Pemenuhan Zat Besi Dalam Mencegah Anemia Pada Remaja Putri dari rata-rata 54,0% menjadi 100%.kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pencegahan anemia siswi SMA Negeri 5 Bantaeng sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
PERI (PEMBERIAN EDUKASI REMAJA TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE) DI SMPN 33 SINJAI Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi; Suciawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.605

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi gizi. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kesehatan reproduksi, dan produktivitas. Tujuan: Edukasi tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe menjadi upaya strategis dalam pencegahan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMPN 33 Sinjai pada Mei 2025 dengan melibatkan 37 siswi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah penyuluhan. Metode ceramah digunakan dengan bantuan media PowerPoint, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum penyuluhan, sebanyak 69,2% siswi memiliki pengetahuan kurang tentang Anemia. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: 86,5% responden menunjukkan pengetahuan cukup. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar sekitar 51,35% dalam jumlah siswa yang memahami materi dengan lebih baik setelah intervensi dilakukan. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Penyuluhan gizi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Anemia. Edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur sangat diperlukan sebagai langkah preventif jangka panjang untuk menurunkan angka anemia di kalangan remaja.
HUBUNGAN TINDAKAN KEPERAWATAN PRE OPERATIF DENGAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN DENGAN FRAKTUR DI RUMAH SAKIT DR.DODI SARJOTO LANUD SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR Marisna Eka Yulianita; Afriani Nur
Jurnal Mitrasehat Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v4i1.148

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan yang terus-menerus akan kesedihan danketidakpastian, cemas berbeda dengan rasa takut, dimana cemas di sebabkan oleh hal-hal yangtidak jelas termasuk di dalamnya klien yang akan menjalani operasi.pada bulan Januari sampaibulan Desember 2013 terdapat 585 klien yang menjalani operasi fraktur di Rumah sakit Dr.Dodisarjoto lanud Sultan Hasanuddin Makassar dengan jenis kecemasan yang bervariasi karenamereka tidak tahu konsekuensi pembedahan dan takut terhadap prosedur itu sendiri.Tujuan penelitian Untuk mengetahui Hubungan Tindakan keperawatan pre operatifterhadap tingkat kecemasan pada klien dengan fraktur yang akan dilakukan tindakan operasi diRumah Sakit DR.Dodi Sarjoto Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.Jenis Penelitian adalah survei analitik dengan metode Cross Sectional . Penelitian inidilaksanakan di Rumah Sakit DR.Dodi Sarjoto Lanud Sultan Hasanuddin Makassar. Waktupenelitian ini berlangsung selama 4 minggu,dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel.Hasil penelitian diuji dengan uji alternative Fisher Exact untuk melihat hubunganantara tindakan keperawatan preoperatif dan tingkat kecemasan didapatkan adanya hubunganantara tingkat kecemasan dan tindakan keperawatan dalam signifikansi nilai α < 0,.05 denganmenggunkan uji Chisquare .Simpulan penelitian ini adalah Terdapat hubungan tindakan keperawatan preoperatifterhadap tingkat kecemasan pada klien fraktur yang dirawat di ruang bedah Rumah SakitDR.Dodi Sarjoto Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.
Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Karies Gigi Di Dusun Bilaji Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa Marisna Eka Yulianita; Chitra Dewi; Kasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.248

Abstract

Karies gigi adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email. menurut WHO tembakau membunuh lebih dari 5 juta orang pertahun dan diproyeksikan akan membunuh 10 juta orang sampai tahun 2020, dari jumlah itu 70% korban berasal dari negara berkembang yang didominasi oleh kaum laki-laki sebesar 700 juta terutama di Asia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Karies Gigi Di Dusun Bilaji Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Observasional Analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi berjumlah 300 penduduk yang merokok dengan sampel 75 orang penderita Karies gigi, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square didapatkan nilai p=0.000 (p<α) maka dapat disimpulkan ada hubungan antara Kebiasaan Merokok dengam Kejadian Karies Gigi Di Dusun Bilaji Kecamatan Baromboong Kabupaten Gowa. Simpulan dari kebiasaan merokok sangat berpengaruh terhadap karies gigi di Dusun Bilaji Kabupaten Gowa. Disarankan yang merokok agar menjaga kebersihan giginya
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN (RELAPSE) PADA PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI BNNP SULAWESI SELATAN Ismaya; Esse Puji Pawenrusi; Marisna Eka Yulianita
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.576

Abstract

Latar belakang: Terjadinya kekambuhan (relapse) pada penyalahguna narkotika yang telah mengikuti rehabilitasi menjadi hambatan tersendiri bagi upaya pemberantasan narkotika. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan bahwa dari 6.000 penyalahguna narkotika yang menjalani proses penyembuhan setiap tahun, sekitar 40% diantaranya kembali menggunakan narkotika. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan/relaps pada penyalahguna narkotika di Klinik Pratama Adi Pradana BNN Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang penyalahguna narkotika yang sedang atau pernah mengalami kekambuhan (relapse) pasca mengikuti program rehabilitasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil: Analisis menunjukkan nilai signifikansi p = 0,016 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi diperoleh yaitu r =-0,484. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan/relapse pada penyalahguna narkotika. Hasil ini bermakna semakin kuat dukungan keluarga, semakin rendah kekambuhan. Kesimpulan: Semakin tinggi dukungan keluarga yang dirasakan responden, maka kekambuhan (relapse) akan semakin rendah. Oleh karena itu, pihak keluarga diharapkan mampu untuk menyediakan waktu dan memberikan pendampingan terhadap anggota keluarga yang sedang menjalani masa rehabilitasi. Selain itu, diharapkan pihak penyedia layanan meningkatkan layanan rehabilitasi berbasis pendampingan keluarga.