Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Performansi Sistem Jaringan Radio Over Fiber Untuk Pengaplikasian Telekomunikasi Dalam Ruangan Michelle Christine; Akhmad Hambali; Kris Sujatmoko
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Over Fiber (RoF) merupakan salah satu proses komunikasi serat optik dimana sinyal radio ditumpangkan ke transmisi serat optik. Dengan besarnya tuntutan keberhasilan proses telekomunikasi data, khususnya di dalam ruangan (indoor), RoF dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung keberhasilan proses telekomunikasi dengan sistem jaringan yang lebih efisien dalam segi pengaplikasiannya. Modulasi digital Differential Phase-Shift Keying (DPSK) digunakan untuk sistem jaringan ini. Bit rate pada penelitian adalah 1Gbps dan terdapat modulator eksternal Mach-Zehnder Modulator (MZM) untuk mendukung proses penumpangan sinyal radio pada sinyal optik. Sumber optik yang digunakan adalah CW Laser dan jarak maksimal kabel serat optik adalah 30 km. Photodetector jenis Avalanche Photodiode (APD) digunakan pada blok penerima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi power splitter dan jarak kabel serat optik mempengaruhi performansi sistem jaringan. Dimana semakin panjang jarak kabel serat optik dan semakin besar jumlah output port power splitter, semakin buruk nilai setiap parameter performansi. Dengan selisih nilai performansi pada setiap variasi perangkat 19,5%, hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi perangkat terbaik dengan nilai Bit Error Rate (BER) 2,34 x 10-12 adalah dengan menggunakan power splitter 1:2 dan jarak kabel serat optik 8 km untuk sistem jaringan radio over fiber. Serta performansi perangkat terburuk dengan nilai BER 9,74 x 10-7 pada saat sistem jaringan menggunakan power splitter 1:8 dan jarak kabel serat optik adalah 30 km. Kata kunci : Radio over Fiber, Indoor, DPSK, BER, Q-Factor. Abstract Radio Over Fiber (RoF) is one of the processes in optical fiber communication where radio signals are modulated in optical fiber. With the increasing number of demands in the success of a telecommunication data processing, especially indoor, RoF could be one of the solutions to support the success of telecommunication processing with a more efficient network system in terms of its application. Differential Phase-Shift Keying digital modulation is used for this network system. The bit rate in this research is 1Gbps and Mach-Zehnder Modulator (MZM) as an external modulator is used to support the modulation process of radio signal in the optical fiber. CW Laser is used as the optical source and the maximum fiber length is 30 km. Avalanche Photodiode (APD) Photodetector is used in the receiver block. Based on the results, it can be concluded that the variants of power splitter and fiber length can affect the network system’s performance. Where the longer fiber length and the bigger number of ports in the power splitter, the values of each performance parameter decreases. With each variants’s difference at 19.5%, the simulation result shows the best parameter performance with BER value 2,34 x 10-12 is by using 1:2 power splitter and 8 km optical fiber length. Where the worst parameter performance with BER value 9,74 x 10-7 is by using 1:8 power splitter and 30 km optical fiber length. Keywords: Radio over Fiber, Indoor, DPSK, BER, Q-Factor.
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Picocell Di Gedung Tamansari Parama Office Pt Wika Realty Aulia Hidayat; Kris Sujatmoko; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan internet dengan teknologi Broadband Wireless Access yang realtime seperti freecall, instant message, social media, video call dan lain sebagainya saat ini adalah suatu hal yang umum. Namun terkadang lemahnya sinyal atau level daya terima yang kurang menyebabkan tidak maksimalnya penggunaan layanan. Tamansari Parama merupakan gedung perkantoran dari PT WIKA yang juga melayani untuk penyewaan kantor perusahaan lain. Karyawan dan tamu yang berada di tempat tersebut mengeluhkan dengan adanya permasalahan kualitas sinyal yang kurang baik karena struktur bangunanannya meredam sinyal dari site outdoor. Sehingga diperlukan perencanaan jaringan picocell di gedung Tamansari Parama. Kurang kuatnya sinyal pada suatu tempat bisa diatasi dengan capacity planning serta coverage planning yang sesuai seperti menggunakan antena picocell. Hasil Perencanaan didapatkan nilai RSRP untuk lantai basement yaitu sebesar -74,67 dBm, lantai 1 dan mezzanine sebesar -73,12 dBm, lantai 2 s/d 5 sebesar -73,70 dBm, dan lantai 6 s/d 16 yaitu sebesar -70,91 dBm. Untuk nilai SIR pada lantai basement yaitu 8,90 dB, lantai 1 dan mezzanine sebesar 10,88 dB, lantai 2 s/d 5 sebesar 38,96 dB, dan lantai 6 s/d 16 yaitu sebesar 12,70 dB. Dari hasil simulasi telah memenuhi KPI (Key Performance Indicator). Kata kunci : LTE, Coverage Planning, Capacity Planning, RSRP, SIR, KPI. Abstract Internet services with realtime Broadband Wireless Access technology such as freecall, instant messages, social media, video calls and so on nowadays are a common thing. But sometimes the signal is weak or the receiving power level is lacking which causes the maximum use of services. Tamansari Parama is an office building from PT WIKA which also serves for leasing other company offices. Employees and guests in the area complained about the problem of poor signal quality because the structure of the building dampened the signal from the outdoor site. So it is necessary to plan a picocell network in the Tamansari Parama building. Lack of signal strength in a place can be overcome by capacity planning and coverage planning as appropriate, such as using a picocell antenna. Planning results obtained RSRP value for basement floor which is equal to -74,67 dBm, 1st and mezzanine floors amounting to -73,12 dBm, 2nd to 5th floor of -73,70 dBm, and 6th to 16th floor which is equal to – 70,91 dBm. For SIR values on the basement floor are 8,90 dB, 1st floor and mezzanine is 10,88 dB, floors 2 to 5 are 38.96 dB, and floors 6 to 16 are 12.70 dB. From the simulation results, it meets the KPI (Key Performance Indicator). Keywords: LTE, Coverage Planning, Capacity Planning, RSRP, SIR, KPI
Pengaruh Perubahan Bit Rate Optical Concentrator Photodetector Pada Visible Light Communication (vlc) Dhamara Kuncara Ningrum; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi atas teknologi masa depan yang dapat memberikan solusi terhadap keresahan pengguna jaringan. Sistem komunikasi optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi hal yang saat ini sedang di riset untuk menjadi teknologi dimasa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC). Kontribusi dari Tugas Akhir ini dapat mengetahui pengaruh perubahan bit rate dengan membandingkan pemambahan optical concentrator dan tanpa penambahan optical concentrator terhadap cakupan komunikasi, cakupan komunikasi yang terbesar di dapat cakupan luas sebesar 𝟐𝟓 𝒎𝟐 dan tersempit yaitu sebesar 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC, LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator Abstract The Final Project studies of future technologies that can provide solutions to the concerns of network users. Optical communication system is a communication system that is currently developing quite rapidly and is becoming the thing that is currently being researched to become a technology in the future, one that is develo ping rapidly is called Visible Light Communication technology. The contribution of this Final Project can determine the effect of changes in bit rate by comparing the addition of optical concentrators and without the addition of optical concentrators to the communication coverage, the largest communication coverage can be with a broad coverage of 𝟐𝟓 𝒎𝟐 and narrowest that is equal to 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC,LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator
Pengaruh Modulasi Ook Dan Qam Pada Komunikasi Cahaya Tampak Dengan Penambahan Reflektor Alfin Satya Maulana; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas Akhir ini melakukan studi mengenai Visible Light Communication (VLC) menggunakan komunikasi cahaya tampak dan udara sebagai media rambatnya. VLC menawarkan berbagai macam kelebihan, salah satunya dari kecepatan transfer data, dan keamanan yang sangat baik karena menggunakan cahaya sebagai media rambatnya. VLC juga tidak menimbulkan radiasi yang mengganggu kesehatan manusia. Tugas Akhir ini melakukan analisis VLC untuk mencari cakupan jarak komunikasi cahaya tampak. Teknik modulasi yang digunakan On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), On-Off Keying Return to Zero (OOK-RZ) dan Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), dengan penambahan reflektor berupa cermin pada ruangan tertutup berukuran 5 m x 5 m x 4 m. Pada sistem VLC berpengaruh pada skema modulasi untuk menentukan cakupan komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan daya LED sebesar 2 Watt dengan ketinggian 4 meter tepat di tengah ruangan. Modulasi OOK-NRZ mendapatkan jarak antara reflektor dengan receiver sejauh 4.77424 meter, OOK-RZ sejauh 3.81927 meter dan 4-QAM sejauh 5.00069 meter dengan batas Bit Error Rate (BER) sebesar 10-3 . Luas daerah cakupan yang dihasilkan dari komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ sebesar 18.84 m2 , OOK-RZ mendapatkan luas daerah cakupan sebesar 16 m2 dan 4-QAM mendapatkan sebesar 23 m2 . Kata kunci : Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM,BER Abstract This final task conducts a study of visible Light Communication (VLC) using the communication of visible and aerial light as the media of the vine. VLC offers a wide range of advantages, one of them from data transfer speeds, and excellent security because it uses light as its media of interest. VLC also does not cause radiation that interferes with human health. This final task performs the VLC analysis to look for the distance coverage of visible light communication. The modulation techniques used are On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), OnOff Keying Return to Zero (OOK-RZ) and Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), with the addition of a mirror in a closed room measuring 5 m x 5 m x 4 m. In the VLC system it is influential in the modulation scheme to determine the communication coverage of visible light by using the LED power of 2 watts with a height of 4 meters right in the middle of the room. Modulation OOK-NRZ gets the distance between the reflector with the receiver as far as 4.77424 meters, OOK-RZ as far as 3.81927 meters and 4-QAM as far as 5.00069 meters with a limit of Error Rate (BER) of 10-3 . The area of coverage resulting from light communication was seen by using OOK-NRZ modulation of 18.84 m2 , OOK-RZ getting the area coverage of 16 m2 and 4-QAM getting at 23 m2 . Keywords: Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM, BER
Penerapan Photovoltaic Sebagai Receiver Untuk Sinyal Audio Streaming Dengan Menggunakan Komunikasi Cahaya Tampak Andi Imam Dwi Rezky; Kris Sujatmoko; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LED (Light Emiting Diode) saat ini sebagian besar pemanfaatannya hanya sebagai indikator ataupun sebagai penerang suatu ruangan. Pada perkembangan teknologi ini banyak menciptakan inovasi- inovasi, yaitu LED saat sekarang ini dapat digunakan sebagai suatu media transmisi berkecepatan tinggi. Visible Light Communication (VLC) adalah sebuah system komunikasi yang memanfaatkan cahaya tampak sebagai media transmisi. Tugas akhir ini, dikembangkan suatu system VLC untuk mengirimkan suatu audio streaming.audio streaming di kirim melalui blok transmitter dengan memanfaatkan LED sebagai pengirim. Kemudian diterima oleh blok receiver dengan photovoltaic sebagai penerima informasi yang di kirimkan oleh LED. Adapun hasil proyek akhir ini adalah dapat membuktikan audio streaming dapat di kirim melalui system VLC dengan jarak 45 cm dan sudut 300 , semakin jauh jarak dan besar sudut maka semakin kecil arus yang dapat diterima photovoltaic. Kata kunci : visible light communication, light emiting diode, photovoltaic,audio streaming.
Perancangan Chatbot Penjualan Obat Bebas Berbasis Whatsapp Dengan Integrasi Robotic Process Automation (RPA) Muh. Iqbal Iswanto Djamal; Kris Sujatmoko; Iwan Iwut Tritoasmoro
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Layanan kesehatan mengalami banyak perubahan semenjak era new normal akibat pandemi COVID-19. Upaya pengurangan infeksi virus dengan pembatasan tatap muka manjadi masalah yang berdampak pada pelayanan kesehatan. Bagi pengusaha farmasi yang pendapatan utamanya dari penjualan alat kesehatan dan obat bebas mengalami penurunan omzet yang cukup parah ditambah munculnya ditributor obat online tidak resmi yang dengan klaim obat yang mereka jual sebagai obat COVID-19. Layanan telefarmasi dapat menjadi solusi bagi para apotek untuk menangani permasalahan di atas. Pada penelitian ini penulis akan merancang chatbot telefarmasi penjual obat dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang memanfaatkan metode Natural Language Processing (NLP) dan sistem yang terotomasi dengan Robotic Proces Automation (RPA). Setelah perancangan, penulis melakukan pengujian dengan metode kuesioner kepada 30 responden yang menunjukan hasil tes berupa skor sebesar 89%. Kata kunci— chatbot, robotic process automation (RPA), natural language processing (NLP), telefarmas
Perancangan Dan Analisis Sistem Komunikasi Free Space Optic Pada Telkom University Dan Pt Telkomsel Regional Jawa Barat Gerald ibram zuhdy; Kris Sujatmoko; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Free Space Optic (FSO) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan udara bebas (free space) sebagai media propagasi. FSO menggunakan sorotan cahaya untuk mengirim full-duplex Gigabit Ethernet throughput data, suara, dan komunikasi video secara simultan melalui udara. Sistem FSO memiliki berbagai keterbatasan. Kelemahan FSO yang terkenal adalah kepekaannya terhadap kondisi cuaca lokal - terutama terhadap kabut dan hujan, yang mengakibatkan hilangnya kekuatan sinyal optik pada jalur komunikasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk marancang dan mengevaluasi performansi sistem komunikasi FSO pada Telkom University dan PT Telkomsel Regional Jawa Barat menggunakan Wavelength Division Multiplexing (WDM) dengan teknik modulasi Amplitude Shift Keying (ASK) dan menyoroti beberapa faktor yang akan mempengaruhi kualitas pengiriman data, diantaranya pada kondisi kabut dan hujan. Penelitian ini melakukan perancangan komunikasi dengan menggunakan teknologi FSO pada Telkom University dan PT Telkomsel Regional Jawa Barat. Setelah itu, menganalisis pengaruh redaman cuaca hujan dan kabut menggunakan WDM dengan teknik modulasi ASK terhadap transmisi data. Cuaca yang digunakan berdasarkan cuaca umum yang terjadi pada lokasi perancangan. cuaca tersebut meliputi cuaca cerah, hujan ringan, hujan sedang, hujan lebat dan hujan sangat lebat. Setelah dilakukan optimasi pada setiap parameter berdasarkan struktur prioritas, diketahui bahwa untuk cuaca cerah dan hujan ringan memiliki nilai parameter yang paling efisien dibandingkan nilai parameter pada cuaca lainnya. Pada kondisi tersebut laju data sebesar 9.0 gbps berhasil diciptakan dengan parameter yang digunakan pada kedua cuaca tersebut adalah 35 dBm pada parameter optical amplifier gain, 30 dBm pada daya LASER dan receiver aperture yang digunakan sebesar 30cm. Cuaca yang menggunakan nilai parameter terbesar yang di input pada proses optimasi terjadi pada kondisi cuaca hujan sangat lebat. Untuk parameter dengan nilai redaman sebesar 13.86 dB/Km, dirancang laju bit 4.0 Gbps. Daya LESER yang digunakan 36.02 dBm., nilai receiver aperture yang digunakan adalah sebesar 50 cm. dan optical amplifier gain yang digunakan adalah sebesar 52 dBm. Kata Kunci: sistem Automatic meter Reading, Migrasi Jaringan, RSCP, Ec/No. Abstract Free Space Optic (FSO) is a communication system that uses free space as a propagation medium. The FSO uses light highlights to send full-duplex Gigabit Ethernet throughput of data, sound, and video communication simultaneously over the air. The FSO system has various limitations. The FSO's well-known weakness is its sensitivity to local weather conditions - especially against fog and rain, resulting in a loss of optical signal strength on communication lines. This research was conducted with the aim of designing and evaluating the performance of FSO communication systems at Telkom University and PT Telkomsel Regional West Java using Wavelength Division Multiplexing (WDM) with Amplitude Shift Keying modulation techniques (ASK) and highlighting several factors that will affect the quality of data delivery, including fog and rain conditions. This research conducts communication design using FSO technology at Telkom University and PT Telkomsel Regional West Java. After that, analyze the effect of rain and fog weather damping using WDM with ASK modulation techniques on data transmission. The weather used is based on the general weather that occurs at the design location. these include sunny weather, light rain, moderate rain, heavy rain and very heavy rain. After optimization of each parameter based on the priority structure, it is known that for sunny weather and light rain it has the most efficient parameter value compared to the parameter value in other weather. In these conditions the data rate of 9.0 gbps was successfully created with the parameters used in both weathers being 35 dBm on the optical amplifier gain parameter, 30 dBm on laser power and the aperture receiver used by 30cm. Weather that uses the largest parameter value input in the optimization process occurs in very heavy rainy weather conditions. For parameters with a damping value of 13.86 dB/Km, designed bit rate of 4.0 Gbps. LESER power used 36.02 dBm., the aperture receiver value used is 50 cm. and the optical amplifier gain used is 52 dBm. Keywords: automatic meter reading system, network migration, RSCP, Ec/No
Pemanfaatan Robotic Process Automation Dan Optical Character Recognition Dalam Otomatisasi Proses Rekrutmen Karyawan Muhammad Raihan; Kris Sujatmoko; Iwan Iwut Tritoasmoro
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Digitalisasi proses merupakan sebuah trend yang sedang marak dilakukan oleh sebagian besar industri saat ini. Banyak solusi instan untuk dalam implemdntasi digitalisasi proses, salah satunya adalah dengan memanfaatkan program Robotic Process Automation (RPA) dan Optical Character Recognition (OCR). Kedua program tersebut dapat digunakan untuk proses digitalisasi pada tahap penerimaan karyawan oleh Divisi HR. Tahapan yang akan dilalui pada sistem ini, yaitu : seorang karyawan yang telah lolos seleksi mengirim data KTP melalui email, selanjutnya diunduh menggunakan RPA. Data KTP akan diekstrasi dan dilakukan validasi. Setelah itu, data KTP disimpan ke dalam file Excel dan robot akan mensubstitusi data yang telah didapatkan kedalam template dokumen PKWT / PKWTT. Tahapan terakhir adalah mengunggah file ke dalam Google Drive. Terdapat dua parameter utama yang diuji, yaitu durasi pembuatan dokumen serta akurasi mesin OCR. Dari hasil yang diperoleh, dapat diketahui bahwa implementasi dari RPA dan OCR dalam proses rekrutmen karyawan ini dapat memangkas durasi sebesar 48.69% dibandingkan dengan proses manual. Selain itu, tingkat akurasi yang dihasilkan oleh sebuah mesin OCR tanpa dilakukan validasi dapat mencapai 95.95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan RPA dan OCR cukup efektif untuk diimplementasikan pada proses rekrutmen karyawan. Kata kunci—optical character recognition (ocr), robotic process automation (rpa), digitalisasi, otomatisasi, penerimaan karyawan
Pengaruh Random Orientation Terhadap Pulse Posisition Modulation (PPM) Pada Peforma Sistem Visible Light Communication (VLC) Muh Farhan Pratama R; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan teknologi yang sedang berkembang di era yang sedang maju saat ini. Perkembangan VLC tidak lepas dari pengaruh sistem komunikasi optik, yang dimana sebagai penggagas teknologi menggunakan cahaya dalam pengiriman informasi serta kecepatan mengirim informasi pada jaringan nirkabel yang lebih cepat. Penelitian ini telah melakukan analisis pada sistem VLC terhadap Random Orientation ke sudut penerima atau sisi receiver sebesar 0°, 25° dan 45° pada ruangan tertutup. Modulasi yang digunakan yaitu Pulse Posisition Modulation (PPM) sebagai pembawa data informasi dan frekuensi pada bit yang menjadi inputan pada arus masuk sebelum ditransimisikan. Informasi yang telah di proses dikumpul melalui Light Emitting Diode (LED) dan diteruskan ke User Equipment (UE). Hasil dari penelitian Tugas Akhir ini, nilai daya terima pada sudut orientasi 0° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 1,081×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,109×10ˉ3 Watt. Sudut orientasi 25° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 9,928×10ˉ2 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,039×10ˉ3 Watt.Sudut orientasi 45° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 6,261×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 1,285×10ˉ3 Watt.Kata Kunci : VLC, PPM, UE, LED, BER, Random Orientation.
Analisis Performansi Non Orthogonal Multiple Access Pada Komunikasi Cahaya Tampak Dengan Perubahan Sudut Orientasi Penerima Robby Awaludin; Nachwan Mufti Adriansyah; Kris Sujatmoko
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dibalik berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Visible Light Communication (VLC) terdapat beberapa kelemahan yang harus diatasi, salah satu kelemahan VLC adalah bandwidth modulasi yang terbatas. Hal ini dapat diatasi Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA). NOMA menggunakan Superposition Coding pada sisi penerima, dan Successive Interference Cancellation pada sisi pengirim, sehingga dapat memaksimalkan bandwidth yang tersedia dan meningkatkan datarate yang dicapai. Riset ini meneliti pengaruh sudut orientasi penerima acak dengan metode user groupingpada NOMA-VLC, dengan daya kirim sebesar 7 watt dan dimensi ruangan 5x5x3 meter3 . Hasil simulasi menunjukkan NOMA mampu meningkatkan performansi VLC dengan meningkatkan nilai SNR dan datarate pada tiap user. SNR mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5.6442 dB, dan datarate mengalami peningkatan rata-rata sebesar 18.0045 Mbps. Perubahan nilai orientasi sudut dari 0° sampai 35° mempengaruhi nilai SNR dan Datarate pada NOMA-VLC, Semakin besar nilai sudut orientasi penerima maka semakin kecil nilai SNR dan Datarate yang dicapai pada sisi penerima.Kata kunci: VLC, NOMA, LOS, NLOS, User Grouping, Random Orientation.