Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna work life balance di tengah tekanan kerja yang dialami perawat generasi milenial di rumah sakit. Dengan tingginya tuntutan pelayanan kesehatan, sistem kerja shift, beban kerja, serta tekanan emosional dalam pekerjaan menjadikan perawat rentan mengalami ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan pekerjaan. Kondisi tersebut semakin kompleks pada generasi milenial yang cenderung memiliki perhatian tinggi terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Kondisi tersebut semakin komplek pada generai milenial yang mana memiliki orientasi tinggi kepada kualitas hidup, kesehatan mental, kesejahteraan psokologis dan dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pangalaman subjektif perawat generasi milenial yang bekerja di rumah sakit swasta dan menjalankan pekerjaan dengan sistem shift. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi makna pengalaman yang dialami informan. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap bahwa work life balance bagi perawat generasi milenial tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tetapi juga sebagai upaya mencapai kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial. Penelitian ini juga diharapkan menemukan berbagai strategi coping yang dilakukan perawat, seperti manajemen waktu, pemanfaatan dukungan keluarga dan rekan kerja, serta pengelolaan kesehatan mental. Temuan penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan tenaga kesehatan, serta menjadi masukan bagi rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan perawat.