Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Padi Rakit Apung, Hidroponik Pekarangan, Pupuk Organik Cair Berbasis Mikroorganisme pada Kelompok Tani Mbuah Page dan Karang Taruna Desa Lau Solu Nasution, Lita; Sembiring, Riduan; Simbolon, Dedi Holden; Lisnasari, Srie Faizah; Sianturi, Rivai Wulan Rejeki; Pa, Desi Adelia Br; Tarigan, Selvida Riahta Br; Yatantri, Shefia Ana
Journal of Community Research and Service Vol. 9 No. 2: July (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v9i2.69990

Abstract

This community service program (PKM) aimed to strengthen the capacity of two partners—the Mbuah Page Farmers’ Group and the Youth Organization of Lau Solu Village—through outreach, training, hands-on implementation, and intensive mentoring on three appropriate technologies: floating rice rafts, backyard hydroponics, and the production of liquid organic fertilizer (LOF) based on local microorganisms. The methods included open outreach sessions, stepwise practical training, technology implementation on partners’ fields/yards, and weekly monitoring over three months using pre- and post-tests. Results show increased knowledge and skills among participants; a floating-raft prototype operated on flood-prone plots, an NFT (Nutrient Film Technique) backyard hydroponics system functioned as a demonstration unit, and household-scale LOF production became routine. Early impacts were observed in more efficient input use, greater availability of quick-harvest vegetables, and strengthened organizational governance within the Youth Organization. The program concluded with a sustainability plan comprising basic production kits for three cropping cycles, farm-business management training, and assistance in drafting proposals for support from the village government/BUMDes.
PENGARUH E-LEARNING BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Simbolon, Dedi Holden
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v6i1.5510

Abstract

E-learning merupakan peroses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan e-learning terhadap hasil belajar Konsep Dasar IPA pada mahasiswa PGSD Universitas Quality. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dalam bentuk Pretes-postest control group design dengan teknik pengumpulan data berupa instrumen tes hasil belajar dalam bentuk soal essay test sebanyak 10 soal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 orang dimana kelas eksperimen sebanyak 33 orang dan kelas kontrol sebanyak 32 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar mahasiswa untuk pre test kelas eksperimen sebesar 55.48, dengan standar deviasi 8.296. Rata-rata hasil belajar mahasiswa pre tes untuk kelas kontrol sebesar 58,25 dengan standar deviasi 7.662. Untuk post tes rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen sebesar 82.69 dengan standar deviasi 8.608 dan rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas kontrol sebesar 64.72 dengan standar deviasi 9.426. Secara signifikan, terdapat perbedaan yang hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Konsep Dasar IPA yang belajar dengan menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis e-learning dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Analisis Kinerja Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran di SDS RK Xaverius Namorambe Kartika Silalahi, Eka; Holden Simbolon, Dedi; Sebayang, Karmila
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja guru merupakan hasil kerja yang telah dicapai dalam proses pembelajaran ketika seorang guru selesai melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil belajar siswa di kelas. Keberhasilan pendidikan disekolah sangat ditentukan oleh kinerja gurunya, disamping itu guru juga harus memiliki kinerja yang baik dan dituntut memiliki komitmen serta konsep diri yang baik dalam membimbing dan melatih siswa di kelas. Kinerja seorang guru yang berkualitas akan berpengaruh terhadap mutu pembelajaran, mutu lulusan, mutu pendidikan dan pencapainya tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan proses belajar mengajar serta evaluasi proses dan hasil belajar di kelas. Kinerja Guru dilihat dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian ini seluruh guru yang mengajaar di SDS RK Xaverius Namorambe.Adapun teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawacara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru di SDS RK Xaverius Namorambe dalam aspek perencanaan pembelajaran termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 84,26%, dalam aspek pelaksanaan pembelajaran termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 88,52%, dan dalam aspek evaluasi pembelajaran dengan kategori tinggi dengan persentase 85,83%. Sehingga disimpulkan bahwa kinerja guru di SDS RK Xaverius Namorambe masuk dalam kategori tinggi
Respon Perkecambahan Benih Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Perlakuan Rendaman Cendawan Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin: Response of Germination of Shallot Seeds (Allium ascalonicum L.) with Immersion Treatment of Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin Nasuiton, Lita; Riduan Sembiring; Dedi Holden Simbolon; Magdalena Saragih; Swati Sembiring; Donatus Dahang; Rifa Diah Valahsya Sembiring; Rico Taruna Siregar; M. Fauzan Eren; Yolanda Febrima Tarigan
DINAMIKA PERTANIAN Vol. 42 No. 1 (2026): Jurnal Dinamika Pertanian Edisi April 2026
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/dp.2026.vol42(2).28157

Abstract

Background: The fungus Beauveria bassiana (Balsamo) Vuill is an entomopathogenic fungus widely used as a biological control agent against insect pests in plantation, food, and horticultural crops. Beyond its role as a biocontrol agent, B. bassiana has also been reported to enhance seed germination and early growth of shallot plants. Objective: his study aimed to determine the germination response of shallot seeds (Allium ascalonicum L.) to seed soaking treatment using B. bassiana at varying concentrations and soaking durations. Methods: TA field experiment was conducted from January to March 2026 using a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: concentration (V) and soaking duration (P). Parameters observed included germination percentage, germination rate, shoot height, leaf number, leaf length, root length. Results: The results showed that the concentration of 15 ml/L (V3) gave the best effect on all parameters, while the soaking duration of 9 hours (P1) was optimal and not significantly different from longer soaking durations. The combination treatment of V3P1 (15 ml/L + 9 hours) produced the highest germination percentage (35% at 25 days after planting), the best germination speed (11.3 days), as well as superior shoot height and root length. The ability of B. bassiana to enhance growth is thought to be due to the production of phytohormones such as auxin and gibberellin. Conclusions: In conclusion, soaking shallot seeds in a suspension of B. bassiana at a concentration of 15 ml/L for 9 hours is recommended to improve seed viability and growth
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pakan Ternak Kaya Protein Dedi Holden Simbolon; Eka Kartika Silalahi; Joen Parningotan Purba; Theresia Perbina; Alena Rosiana Manik
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 : April (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household waste is one of the major contributors to environmental problems in densely populated areas, including Kenangan Village in Percut Sei Tuan District. Limited waste management systems have led to the accumulation of organic waste, environmental pollution, and declining public health. At the same time, the rising cost of commercial animal feed has become an economic burden for low-income families. This community service program aims to provide an integrated solution through training on Black Soldier Fly (BSF) larvae cultivation to convert organic waste into animal feed and organic fertilizer. The implementation methods included lectures, discussions, demonstrations, hands-on practice, and field mentoring. The results indicate an improvement in the community’s understanding of organic waste processing, significant reduction of organic waste volume, and the production of maggot culture as livestock feed and organic fertilizer. In addition, participants were motivated to initiate small businesses based on maggot production and its residue. This program has proven to be effective as a circular economy solution that integrates waste management, household economic improvement, and community empowerment. The activity is recommended for broader and continuous implementation.
Pelatihan Penggunaan Lab Virtual Berbasis PhET Untuk Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPA Dedi Holden Simbolon; Eni Yusnita br Pardede; Theresia Perbina; Alena Rosiana Manik
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 7 : Agustus (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to enhance elementary school teachers’ competence in utilizing PhET Interactive Simulations as a virtual laboratory tool in science learning, particularly on the topic of “Changes in the States of Matter.” The program employed a workshop-based training model combined with two weeks of guided mentoring to ensure effective classroom implementation. The activities included technical training on operating PhET simulations, pedagogical training on designing inquiry-based lesson plans (RPP) and student worksheets (LKPD), independent practice sessions, and evaluation through pretest–posttest assessments and classroom observations. The results indicate a significant improvement in teachers’ technical and pedagogical skills, demonstrated by their ability to operate simulations independently, develop inquiry-oriented LKPD aligned with PhET features, and integrate simulations into structured inquiry learning steps. Classroom implementation further showed that PhET-based LKPD effectively increased students’ engagement, motivation, and conceptual understanding. In addition, post-training mentoring supported teachers in overcoming technical challenges and promoted sustainability of virtual laboratory practices at the school level. Overall, the program successfully strengthened teachers’ instructional capacity and supported more active, exploratory, and inquiry-based science learning aligned with the principles of the Merdeka Curriculum.
Penguatan Literasi Sains dan Nilai Kewarganegaraan melalui Edukasi Peduli Lingkungan Simbolon, Dedi Holden; Rehulina Sembiring, Polintan; Br Tarigane, Dwi Ebrena; Br Sinulingga, Rahayu
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i3.372

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi sains dan nilai-nilai kewarganegaraan siswa sekolah dasar melalui edukasi peduli lingkungan. Mitra kegiatan adalah SDN 064975 Medan dengan peserta 20 siswa kelas IV. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang mencakup koordinasi dan identifikasi kebutuhan, edukasi integratif IPA-PKN, praktik sains sederhana, pembiasaan perilaku peduli lingkungan, serta evaluasi dan refleksi. Program ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya integrasi pembelajaran IPA dan PKN, pembelajaran yang masih dominan teoritis, serta perlunya peningkatan kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa aktif berdiskusi, mampu membedakan sampah organik dan anorganik, menjelaskan hubungan sederhana antara perilaku manusia dan kondisi lingkungan, serta menyebutkan tindakan bertanggung jawab seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, dan bekerja sama membersihkan kelas. Kegiatan juga menghasilkan media edukasi sederhana berupa poster dan materi lingkungan yang dapat dimanfaatkan guru. Program ini berimplikasi bahwa edukasi lingkungan kontekstual dapat menjadi model praktis untuk memperkuat literasi sains, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kewarganegaraan lingkungan di sekolah dasar.
Pengabdian Internasional Di Universiti Malaya-Malaysia: Inovasi Hijau Untuk Penghidupan Berkelanjutan Bagi Masyarakat Pedesaan Di Malaysia Lita Nasution; Rikson Asman Fertiles Siburian; Dedi Holden Simbolon; Srie Faizah Lisnasari; Saipul Sihotang; Jacqueline Joseph; Riduan Sembiring; Desi Sri Pasca Sari Sembiring
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.30304

Abstract

Pengabdian ini mengeksplorasi penerapan inovasi hijau untuk penghidupan berkelanjutan di komunitas pedesaan di Malaysia melalui program pengabdian masyarakat internasional. Inisiatif ini mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam bidang pertanian, energi terbarukan, ekowisata, dan edukasi lingkungan dengan pendekatan partisipatif. Metodologi mencakup pemetaan sosial, keterlibatan komunitas, dan implementasi teknologi percontohan seperti kompos dari limbah kelapa sawit, industri bambu lokal, serta panel surya skala kecil. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan kapasitas masyarakat, dengan partisipasi aktif pemuda dan pendidik dalam program edukasi lingkungan.. Pemberdayaan ekonomi terlihat dari terbentuknya usaha komunitas dan penggunaan alat keuangan digital. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik lintas sektor terhadap inovasi hijau dapat menjadi model yang layak untuk keberlanjutan pedesaan dan direplikasi di wilayah serupa. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pembangunan berkelanjutan dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperluas praktik hijau di tingkat akar rumput.
Effectiveness of Bacillus nigr Liquid Organic Fertilizer on Early Growth Parameters of Coconut Plants Lita Nasution; Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Saipul Sihotang; Dedi Holden Simbolon
Journal of Information Technology, computer science and Electrical Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jitcse.v2i2.203

Abstract

The coconut palm (Cocos nucifera) is an economically and culturally significant crop widely cultivated in tropical regions, particularly in Indonesia. However, coconut productivity remains suboptimal due to aging plantations and poor soil conditions. To address this, biofertilizers such as Bacillus nigr have been proposed as sustainable alternatives to chemical fertilizers. This study aimed to evaluate the effect of Bacillus nigr-based liquid organic fertilizer (POC) on the early growth parameters of coconut plants aged 9 to 12 months. Conducted in Deli Serdang, North Sumatra, the experiment involved 38 coconut seedlings divided equally into treatment (POC) and control groups. Data on stem height were collected and analyzed using a T-test. The results demonstrated a statistically significant difference (p < 0.05) in stem height between the POC-treated and untreated plants, with notable growth advantages observed in the control group at 11 and 12 months. However, POC treatment showed promising effects at earlier growth stages (9–10 months). These findings suggest that Bacillus nigr-based POC may influence early vegetative growth, but long-term benefits and dosage optimization require further investigation. This study contributes to the growing body of knowledge on the role of microbial biofertilizers in sustainable coconut cultivation and offers insights for enhancing early-stage coconut growth using environmentally friendly agricultural practices.
Growth and Yield Response of Shallot (Allium ascalonicum L.) to Various Concentrations of Eco-Enzyme Fertilizer: English Swati Sembiring; Lita Nasution; Dedi Holden Simbolon; Magdalena Saragih; Donatus Dahang; Rajiv Ginting; Juliana Simbolon; Yolanda Febrima Tarigan; Rifa Diah Valahsya Sembiring; Indra Prabowo Pandiangan; Eristo Syahmana Tarigan; Sri Rejeki Silaban
Asian Multidisciplinary Research Journal of Economy and Learning Vol. 3 No. 5 (2026): Integrative Health and Sustainable Agriculture for Community Well-Being
Publisher : Argael Publisher, an imprint of CV. ARGA FARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70471/jh9ck595

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity with high economic value, but its productivity is often constrained by declining soil fertility associated with prolonged and intensive inorganic fertilization. This study evaluated the growth and yield response of shallot to various eco-enzyme fertilizer dosages and identified the most effective dosage under polybag-based open-field experimental conditions. The experiment was arranged in a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments and five replications: E0 (without eco-enzyme), E1 (100 mL plot⁻¹), E2 (200 mL plot⁻¹), E3 (300 mL plot⁻¹), and E4 (400 mL plot⁻¹). Each plot referred to one polybag experimental unit. The observed variables were plant height, number of leaves, number of tillers, fresh bulb weight, and dry bulb weight. The results showed that eco-enzyme dosage affected several vegetative variables at specific observation times, but the response was not uniform across all growth stages. E2 produced the highest plant height at 14, 28, and 42 days after planting (DAP), whereas E3 produced the highest leaf number at 28 DAP. Yield formation was more favorable under the lowest eco-enzyme dosage. Treatment E1 produced the highest fresh bulb weight (167.2 g plot⁻¹) and dry bulb weight (131.2 g plot⁻¹), corresponding to approximately 5.03% and 19.06% increases over the control, respectively. These findings indicate that 100 mL plot⁻¹ was the most efficient eco-enzyme dosage for improving bulb yield of Bima Brebes shallot under the conditions of this experiment.