Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pencegahan Stunting pada Balita melalui Upaya Penerapan Enam Prinsip Higiene Sanitasi Pangan Rumah Tangga: Prevention Stunting for Child Under Five Years Old through Implementation Efforts of Six Principles of Food Higiene Sanitatin on Household Gunawan, Asep Tata; Nuryanto, Nuryanto; Lukmitarani, Ratih; Utomo, Budi; Widiastuti, Anita
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i3.6038

Abstract

Consuming food contaminated with physical, chemical, and bacteriological substances can cause diarrhea and worms, which results in children under five years old experiencing lacking nutrition and growth disorders, putting them at risk of stunting. The six principles of food sanitation hygiene aim to reduce the risk of disease transmission and health problems from consuming food. These community empowerment activities aim to increase the knowledge of health cadres in preventing stunting for children under five years old through implementation efforts of six principles of food hygiene sanitation in households. The target of this activity was 47 health cadres. Activity stages include coordination, preparation of pocketbooks, training, and evaluation. Statistical analysis was conducted for differences in health cadres' knowledge levels before and after training using the dependent t-test. The results of the coordination show that there is support and participation from 3 built villages, including Pandak, Karangmangu, and Kemutug Kidul villages. Arranged a pocketbook on stunting prevention and six principles of food sanitation hygiene as a reference for health cadres for outreach to the community. The training showed increased health cadres' knowledge before and after the activity (p-value=0.001). The results of community empowerment can be used as input for policymakers at the Baturraden II Primary Health Center and the District Health Officer Banyumas to accelerate stunting reduction through counseling on six principle hygiene sanitation implementation in households in sustainable.
Faktor Penentu Tingkat Risiko Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Nuryanto Nuryanto; Teguh Widiyanto; Suparmin Suparmin; Fauzan Ma'ruf
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12823

Abstract

Air Minum Isi ulang (AMIU) menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhanair air minum yang murah dan praktis. Keberadaannya dapat menjadi potensi risiko penularan penyakit bagi masyarakat jika tidak dilakukan pengawasan risiko sanitasi DAMIU. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor penentu tingkat risiko sanitasi DAMIU. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan crossectional study. Populasi sebesar 30 unit DAMIU dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasional. Wawancara dengan responden untuk mengetahui karakteristik pengelola dan DAMIU serta peran petugas kesehatan. Observasi dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko sanitasi DAMIU menggunakan formulir terstandar dari Kementerian Kesehatan RI. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengelola, rutin perawatan dan penyuluhan petugas kesehatan berhubungan dengan tingkat risiko sanitasi DAMIU (p-value ≤ 0,05). Pengetahuan pengelola dan penyuluhan petugas kesehatan menjadi faktor penentu tingkat sanitasi DAMIU. Petugas kesehatan di Puskesmas secara rutin dan berkelanjutan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola tentang risiko sanitasi DAMIU.
Kadar Nitrat dan Nitrit Pada Air Minum Isi Ulang (AMIU) Widiyanto, Teguh; Nuryanto, Nuryanto; Suparmin, Suparmin
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.67995

Abstract

Latar belakang:.Air Minum Isi Ulang (AMIU) berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika kualitasnya tidak memenuhi syarat. Nitrat dan nitrit merupakan parameter wajib bagi kualitas air minum. Kadar nitrat dan nitrit yang melebihi baku mutu berdampak pada efek hematologi dan neurologis. Berdasarkan laporan menunjukkan bahwa pengelola Depot belum rutin melakukan pemeriksaan kualtas AMIU secara fisik, kimia dan mikrobologi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pemodelan suhu, kekeruhan, TDS dan pH dengan kadar nitrat dan nitrit pada AMIU.Metode: Jenis penelitian observasional anaitik dengan design study crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah AMIU di 18 Depot. Sampel adalah sebagian AMIU yang diambil dari 18 Depot. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan sampel meliputi suhu, kekeruhan, TDS, pH, nitrat dan nitrit pada AMIU. Data yang terkumpul, kemudian diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan uji regresi linear sederhana dan berganda untuk memprediksi nilai suhu, kekeruhan, TDS dan pH dengan kadar nitrat dan nitrit.Hasil: Hasil pemeriksaan sampel AMIU menunjukkan bahwa suhu (Mean=24,828; Median=24,950; Min-Max=23,400-26,000 dan Standar Deviasi (SD)=0,765), kekeruhan (Mean=0,286; Median=0,200; Min-Max=0,070-0,840 dan SD=0,229%), TDS (Mean=94,222; Median=90,000; Min-Max=85,000-116,000 dan SD=9,143), pH (Mean=7,120; Median=7,205; Min-Max=5,900-7,930 dan SD=0,618), nitrat (Mean=0,698; Median=0,058; Min-Max=0,010-0,183 dan Standar Deviasi (SD)=0,051) dan nitrit (Mean=0,039; Median=0,029; Min-Max=0,010-0,133 dan SD=0,033). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan kekeruhan dan TDS dengan kadar Nitrat dan nitrit. Persamaan model regresinya adalah nitrat=0,231+0,037*kekeruhan+0,003*TDS dan nitrit=-0,066+0,118*kekeruhan+0,001*TDS.Simpulan: Terdapat hubungan kekeruhan dan TDS terhadap kadar nitrat dan nitrit. Semakin meningkatnya  kekeruhan dan TDS, diprediksi dapat meningkatkan kadar nitrat dan nitrit pada AMIU. ABSTRACTTitle: Nitrate and Nitrite Levels in Refillable Drinking WaterBackground:. Refillable drinking water has the potential to cause health problems if the quality does not meet the requirements. Nitrates and nitrites are mandatory parameters for the quality of drinking water. Nitrate and nitrite levels that exceed quality standards have an impact on hematological and neurological effects. Based on the report shows that Depot managers have not routinely checked the quality of refillable drinking water physically, chemically and microbiologically. The objective of the study was to analyze the modeling of temperature, turbidity, TDS and pH with nitrate and nitrite levels in refill drinking water.Methods: Type of anaitic observational study with cross-sectional design study. The population in this study was refillable drinking water in 18 depots. The sample was a portion of refillable drinking water taken from 18 depots.. Data collection techniques through interviews, observations and sample testing include temperature, turbidity, TDS, pH, nitrate and nitrite in refillable drinking water. The data collected, then processed and analyzed statistically using a simple linear regression test and multiple to predict the value of temperature, turbidity, TDS and pH with nitrate and nitrite levels.Results: : The results of the examination of the refill drinking water sample showed that the temperature (Mean=24.828; Median=24,950; Min-Max=23,400-26,000 and Standard Deviation (SD)=0.765), turbidity (Mean=0.286; Median=0.200; Min-Max=0.070-0.840 and SD=0.229%), TDS (Mean=94.222; Median=90,000; Min-Max=85,000-116,000 and SD=9,143), pH (Mean=7,120; Median=7,205; Min-Max=5,900-7,930 and SD=0.618), nitrate (Mean=0.698; Median=0.058; Min-Max=0.010-0.183 and Standard Deviation (SD)=0.051) and nitrite (Mean=0.039; Median=0.029; Min-Max=0.010-0.133 and SD=0.033). The results of a simple linear regression test showed that there was a relationship between turbidity and TDS with nitrate and nitrite levels. The regression model equation is nitrate=0.231+0.037*turbidity+0.003*TDS and nitrite=-0.066+0.118*turbidity +0.001*TDS.Conclusion: There is a relationship between turbidity and TDS on nitrate and nitrite rates. The increasing turbidity and TDS are predicted to increase nitrate and nitrite levels in refill drinking water.