Claim Missing Document
Check
Articles

Analyzing The Requirements Needed To Align The To-Be Defined OWOW Concept For Boon Edam Service Processes With The SAP FSM Application Wijaya, Natalia Violi Kristena; Fauzi, Rokhman; Ramadani, Luthfi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Currently, field services are essential in the service sector. Field services set them apart from other services because they offer the opportunity for companies to engage directly with their customers. Technicians as company representatives will have a major impact on customer satisfaction when they perform field services. The better the field service provided, the more satisfied customers are with the company's performance. Therefore, having good field service is the main key to staying afloat in this tight service competition. As the legacy SAP Work Manager at Boon Edam no longer supports them in the service area, the Boon Edam company wants to implement the new SAP Field Service Management (FSM) in hopes of helping them achieve their Global Service Strategy. By analyzing the current situation of how the Boon Edam Service process works and investigating how SAP FSM works, it is hoped that the advice given will help align One Way of Working (OWOW) for Service and SAP FSM. Therefore, it is hoped that the implementation of the SAP FSM Application will run smoothly. The deliverable of the assignment given is an advice in the creation of the to-be defined One Way of Working (OWOW) for Boon Edam Service. The to-be defined OWOW for Service is described in the form of a process flow where this process flow has to include alignment of how Boon Edam Service and SAP FSM work. The main strategy used by the author is to conduct a gap analysis which helps identify what is still missing in the alignment process and how to improve it. At the end of the research, the requirement analysis from the gap analysis resulted that not all alignment processes between the desired requirements and SAP FSM functionality went smoothly. There were also some miss requirements have been found where it seems no functionality within the SAP FSM can carried out in accordance with the desired requirement. Moreover, SAP FSM can cover most of the desired requirements that Boon Edam has. Finally, as part of the recommendation, research on finding out of the box functionality of SAP FSM should be continued. Through that, Boon Edam can maximize the use of SAP FSM and minimize the amount of customization.Keywords—One Way of Working (OWOW), SAP Field Service Management (FSM), gap analysis, alignment process.
Arsitektur Generik Untuk Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten/Kota Ramadhani, Azzahra Siti; Ramadani, Luthfi; Falahah, Falahah
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Kesehatan masyarakat merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan, pencegahan, dan pemberantasan penyakit. Sistem Informasi Kesehatan merupakan suatu aturan yang didalamnya tedapat sebuah data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi, dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara sistematis untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk merancang arsiektur generik untuk Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Kabupaten/Kota berdasarkan tiga study case antara lain yaitu Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kota Palangkaraya, Kota Jakarta Timur, Puskesmas Menteng, dan Puskesmas Cakung. Perancangan arsitektur generik ini menggunakan TOGAF ADM karena detail dan dapat memberikan pemahamanan arsitektur yang mudah dipahami. Pada TOGAF ADM ini terdapat beberapa fase seperti Primary Phase, Architecture Vision Phase, Business Architecture Phase, Data Architecture Phase, Application Architecture Phase, dan Technology Architecture Phase serta dari setiap fase tersebut akan menghasilkan beberapa artefak, cataog, dan matriks. Penelitian in dilakukan sampai Technology Architecture Phase dengan menggambarkan kondisi eksisting dan kondisi target. Sehingga hasil dari penelitian ini adalah berupa blueprint yang menggambarkan usulan sesuai dengan kebutuhan bisnis.Kata kunci—arsitektur generik, sistem informasi kesehatan, TOGAF ADM, blueprint
Asesmen Dan Peningkatan Manajemen Proyek Sistem Informasi Pada Area Procurement Management Dan Quality Management Menggunakan PMMM (Studi Kasus : PuTI Universitas Telkom) Farras, Muhammad Faishal; Santosa, Iqbal; Ramadani, Luthfi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Dalam rangka meningkatkan Manajemen Proyek Sistem Informasi pada PuTI Universitas Telkom, perlu adanya asesmen serta peningkatan untuk mengetahui dan menilai tingkat kematangan manajemen proyek sehingga proyek bisa berjalan sesuai dengan perencanaan awal pada PuTI. Salah satu model yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan Manajemen Proyek Sistem Informasi pada PuTI yaitu Project Management Maturity. Penelitian ini berfokus pada pendekatan Project Management Maturity Model (PMMM) sebagai alat untuk menilai tingkat kematangan manajemen proyek sistem informasi pada PuTI Universitas Telkom dengan metode tahapan COBIT 2019 implementation, dan merancang instrument penelitian berupa self-assessment. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan self-assessment, kemudian dilakukan pengumpulan data evidence untuk mendukung penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa tingkat kematangan pada knowledge area procurement dan quality management, dari penelitian ini didapatkan bahwa tingkat kematangan pada knowledge area procurement management berada pada level 1 (Initial Process) dimana belum adanya metode, praktik serta standar yang ditetapkan, kemudian belum adanya dokumentasi secara lengkap dan menyeluruh pada knowledge area procurement management. Sedangkan pada knowledge area quality management berada pada level 5 (Optimizing Process) dimana PuTI telah menyadari dan menjalankan manajemen proyek kualitasnya dengan baik sesuai standarisasi ISO 20000 dan ISO 21001. Diharapkan dengan menggunakan model pendekatan seperti ini dapat membantu PuTI Universitas Telkom dalam meningkatkan tingkat kematangan manajemen proyeknya.Kata Kunci — proyek, manajemen proyek, Project Management Maturity Model (PMMM), procurement management, quality management.
Asesmen Dan Peningkatan Manajemen Proyek Sistem Informasi Pada Area Cost Management Dan Human Resources Management Menggunakan PMMM (Studi Kasus : PuTI Universitas Telkom) Anggraini, Bella Tantriana Dwi; Santosa, Iqbal; Ramadani, Luthfi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan dan perkembangan dalam berbaga bidang. Dengan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan manajemen proyek sistem informasi dan meningkatkan menilai manajemen proyek pada unit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan manajemen proyek sistem informasi pada area cost management dan human resources management menggunakan PMMM. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan model Design Science Reasesrch yang dilakukan pada PuTI Universitas Telkom. Penelitianini menggunakan manajemen proyek sistem informasi berbasis Project Management Maturity Model (PMMM) menggunakan Implementasi COBIT 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi literatur, dan pencarian dokumen terkait. Hasil penelitian yng telah dilakukan menujukan bahwa dalam penyelenggaraan PMMM, berdasarkan area cost managemennya masih terpisah pisah pendokumentasiannya, manajemen Human Resources Management masih belum sempurna karena belum jelas mengenai tanggung jawab setiap bagiannya. Oleh karena itu, dilakukan analisis resiko guna mengurangi kesenjangan dan masalah yang muncul dengan menggunakan template responsibility assignment matrix dan template Organization charts and position descriptions.Kata Kunci — proyek, manajemen proyek, project management maturity model, human resource management, cost management
Perancangan Enterprise Architecture pada Divisi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Puskesmas Kecamatan Cakung Fikri, Ikhsan Tasef Nur; Ramadani, Luthfi; Dewi, Fitriyana
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Salah satunya dengan terus menggencarkan program vaksinasi kepada tenaga kesehatan. Hal tersebut diharapkan menambah imun para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan baik di rumah sakit maupun puskesmas. Namun pada pelayanan hingga operasional puskesmas dan suku dinas perlu dilakukannya evaluasi. Tidak terkecuali pelayanan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) diantaranya Poli TB, Poli HIV, Poli Hepatitis, Poli Surveilans Vektor, dsb. Ditemukan beberapa pelayanan yang belum efektif dan efisien bahkan dapat menghambat pelayanan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Membuat model Enterprise Architecture (EA) yang dapat mengintegrasikan proses bisnis, informasi, data dan aplikasi untuk mencapai misi dan visi menggunakan metodologi TOGAF ADM pada divisi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasilnya terciptanya blueprint architecture yang berupa kondisi eksisting dan target pada bisnis, sistem informasi, dan teknologi. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah terciptanya usulan pembuatan aplikasi SIP2P yang dapat mengintegrasikan data sekaligus mengagregasikan data sehingga proses pembuatan rencana kegiatan divisi P2P menjadi lebih efektif dan efisienKata kunci- suku dinas kesehatan jakarta timur, puskesmas kecamatan cakung, divisi pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P), enterprise architecture, TOGAF ADM.
Perancangan Enterprise Architecture pada Divisi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Puskesmas Kecamatan Cakung Kamilah, Shahnaz; Ramadani, Luthfi; Dewi, Fitriyana
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Salah satunya dengan terus menggencarkan program vaksinasi kepada tenaga kesehatan. Hal tersebut diharapkan menambah imun para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan baik di rumah sakit maupun puskesmas. Namun pada pelayanan hingga operasional puskesmas dan suku dinas perlu dilakukannya evaluasi. Tidak terkecuali pelayanan Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Informasi (P2I) yang mengelola proses pelaporan rekam medis yang belum efektif dan efisien bahkan dapat menghambat proses pelaporan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Membuat model Enterprise Architecture (EA) yang dapat mengintegrasikan proses bisnis, informasi, data dan aplikasi untuk mencapai misi dan visi menggunakan metodologi TOGAF ADM pada divisi Perencanaan, Pengendalian, dan Informasi (P2I) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasilnya terciptanya blueprint architecture yang berupa kondisi eksisting dan target pada bisnis, sistem informasi, dan teknologi. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah terciptanya usulan pengintegrasian antar aplikasi sekaligus mengagregasikan data sehingga proses pembuatan rencana kegiatan divisi P2I menjadi lebih efektif dan efisienKata kunci- suku dinas kesehatan jakarta timur, puskesmas kecamatan cakung, divisi perencanaan, pengendalian, dan informasi (P2I), enterprise architecture, TOGAF ADM.[1]Alif Miftahul Jannah. (2019). Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Togaf Adm Pada Fungsi Kesehatan Dalam Sistem Manajemen Puskesmas Berbasis Smart City [Telkom University].[2]Amalia, Herdiyanti. Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker Di Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur Jl. Matraman Raya No. 218.[3]Yunis, Roni. Perancangan Model Enterprise Architecture Dengan Togaf Architecture Development Method. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.[4]David, Immanuel Kristian. Perancangan Arsitektur Sistem Informasi Enterprise Pada Puskesmas. Program Studi Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.[5]Mwanyika, H., Lubinski, D., Anderson, R., Chester, K., Makame, M., Steele, M., & de Savigny, D. (2011). Rational Systems Design for Health information Systems in Low-Income Countries: An Enterprise Architecture Approach. Journal of Enterprise Architecture, 7(4), 60–69.[6]Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (2022). Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022.[7]Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (2022). Update Terbaru Perkembangan Data Kasus Dan Vaksinasi Covid-19 Di Jakarta Per 24 Agustus 2022.[8]Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2019). Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 159 Tahun 2019 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Kesehatan. 1–9.[9]Hafiez, F. A. (2021). Jumlah Penduduk Ibu Kota Mencapai 10,56 Juta, Jakarta Timur Terpadat. Medcom.[10]Yovadiana, A. (2021). Pembangunan Enterprise Architecture Pada Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten/ Kota Menggunakan Framework Togaf Adm (Studi Kasus: Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Dan Puskesmas Menteng).[11]Infokes. (2021). Manual Book ePuskesmas. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 2013–2015.[12]Insani, L. M. (2017). Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Togaf Adm Pada Fungsi Rawat Inap Di Rumah Sakit Santo Yusup Bandung.[13]Jakarta, G. P. D. (2016). Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 386 Tahun 2016 Tentang Pembentukan, Organisasi Dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat.[14]Larasati, S. T. (2021). Perancangan Enterprise Architecture Menggunakan Metode Togaf Adm Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (Dp3akb) Provinsi Jawa Barat.[15]Nirmala Maulana Achmad. (2022). Nakes di Jakarta Timur Mulai Divaksinasi Covid-19 Booster Kedua, Kasudinkes: Target 3.000. Kompas.[16]Nufus, Wilda. 2020. “Integrasi Data Corona Dinilai Penting untuk Tentukan Kebijakan Pemerintah”.[17]Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Republik Indonesia No 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Peraturan Presiden, 004185, 1–35.[18]Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Puskesmas, 1 (2019).[19]Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan. (2014).[20]Perencanaan Arsitektur Enterprise Menggunakan TOGAF ADM Studi Kasus Puskesmas Gedeg 2020.[21]Perencanaan Arsitektur Sistem Informasi Enterprise Pada Puskesmas[23]Sanjaya, G. Y., Hanifah, N., Prakosa, H. K., Djadi, N. K. H. W., Kusuma, D. S. R., Rahmanti, A. R., Putri, I. E., Abi, A., Novratilova, S., & Christianto, D. (2017). DHIS2 Indonesia. 109.[24]Sanny, Yusuf M. Enterprise Architecture Planning Sistem Informasi Puskesmas Pasirkaliki. Program Studi Magister Manajemen Konsentrasi Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana – Universitas Komputer Indonesia.[25]Sekretariat Negara. (2012). Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem Dan Transaksi Elektronik. Media Hukum, 7(2), 70.[26]Session, R. (2007). A Comparison Of The Top Four Enterprise Architecture Methodologies. ObjectWatch, Inc.[27]Sianturi, E., Sihombing, K. P., Widiyanto, T. W. W., Argaheni, M. D. N. B., Ediana, D., & M, M. (2021). Sistem Informasi Kesehatan. Yayasan Kita Menulis, 118.[28]Siwi, R. P., Saedudin, R., & Hanafi, R. (2016). Perancangan Enterprise Architecture Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Jurnal Rekayasa Sistem Dan Industri, 3(4), 82–90.[29]Stansfield, S., Orobaton, N., Lubinski, D., Uggowitzer, S., & Mwanyika, H. (2008). The Case For A National Health Information System Architecture; A Missing Link To Guiding National Development And Implementation. Making The Ehealth Connection, 1–9.[30]Ruzaik, F. (2008). Comparative Study of e-Government Enterprise Architecture by Primary Attributes of 3 Asian Countries. JSI UI, 61–64.[31]Putra, Y. P., & Hadiana, A. (2020). Designing Enterprise Architecture for Public Health Center Based on TOGAF Architecture Development Method. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 879(1).[32]Surendro, Kridanto. Pemanfaatan Enterprise Architecture Planning Untuk Perencanaan Strategis Sistem Informasi.[33]Susanti, H. D., Arfamaini, R., Sylvia, M., Vianne, A., D, Y. H., D, H. L., Muslimah, M. muslimah, Saletti-cuesta, L., Abraham, C., Sheeran, P., Adiyoso, W., Wilopo, W., Brossard, D., Wood, W., Cialdini, R., Groves, R. M., Chan, D. K. C., Zhang, C. Q., Josefsson, K. W., … Aryanta, I. R. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2017 Tentang Strategi E-Kesehatan Nasional. Jurnal Keperawatan. Universitas Muhammadya Malang, 4(1), 724–732.[34]The Open Group2018 The Togaf® Standard, Version 9.2[35]Visual Paradigm (2022). What is BPMN? Visual Paradigm Web Site.[36]Visual Paradigm. (2021a). How to Perform Stakeholder Management in TOGAF? Visual Paradigm Web Site.[37]Visual Paradigm. (2021b). What is Value Chain Analysis? Visual Paradigm Web Site.[38]Wisnu Saputra, Agus Nani, L. A. (2016). Enterprise Architecture Planning Sistem Informasi Puskesmas Pasirkaliki. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 4(2), 15–22.[40]Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.[41]Zamrodah, Y. (2017). Petunjuk Teknis Aplikasi Komdat Kesga. 15(2), 1–23. 
Managing Information Technology Risks to Achieve Business Goals: A Case of Pharmaceutical Company Ramadani, Luthfi; Izzati, Berlian Maulidya; Tarigan, Yosephine Mayagita; Rosanicha, Rosanicha
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/joiv.7.2.1816

Abstract

Extant literature has shown that sectoral characteristics play a critical role in business value creation through information technology (IT). Therefore, managing IT and its associated risks needs to consider specific industrial traits to understand the distinct business nature and regulations that shape IT-enabled business value creation. This study presents an in-depth analysis of business goals, IT processes, and IT risks in the case of a pharmaceutical company through which appropriate controls are designed to ensure business value creation through IT. Drawing on a case study of a pharmaceutical company in Indonesia, we found that managing IT risks in the pharmaceutical industry entails two main objectives: 1) ensuring compliance with external laws and regulations as well as internal policies, 2) supporting the optimization of business functions, processes, and costs. Throughout one year of engagement during the project, this study identified ten risks associated with the operation of business processes. Risks are dominated by moderate levels given the current state of controls and appetite, most of which emerge from the company’s existing internal processes. Internal actors are involved in all risks, with most events occurring due to laws and regulations. Further, the study designs and elaborates IT risk controls by drawing from COBIT 5 Seven Enablers. Overall, IT risk management through cascading processes of analysis ensures the alignment of IT risk controls with achieving business goals in the pharmaceutical industry.
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 di DISKOMINFOSAN Kabupaten Sukabumi Ginanjar, Muhamad Gilang; Ramadani, Luthfi; Nugraha, Ryan Adhitya
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 10, No 3 (2021): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v10i3.2943

Abstract

Teknologi Informasi (TI) sudah menjadi inti dari suatu proses bisnis ke semua sektor termasuk sektor pemerintahan. Hal ini menuntut lembaga resmi negara di Indonesia untuk mengembangkan tata kelola TI melalui penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik. Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi merupakan Dinas yang mempunyai tugas untuk membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan di Komunikasi, Informatika dan Persandian. Dalam pelaksanaannya Dinas Komunikasi, informatika dan persandian Kabupaten Sukabumi mempunyai fungsi, salah satu diantaranya adalah pengelolaan e-government daerah. Agar dapat mengetahui sejauh mana sistem tata kelola TI untuk membangun good governance berbasis e-government dibutuhkan evaluasi tata kelola teknologi informasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 yang pada proses domain EDM04 Ensured Resource Optimization, APO12 Managed Risk, BAI08 Managed Knowledge, DSS03 Managed Problems dan MEA03 Managed Compliance with External Requirements dan menggunakan COBIT 2019 Implementation Methods sebagai metode impelementasi. Sistematika penelitian ini dimulai dengan melakukan studi dokumen dan wawancara terkait faktor desain dibantu oleh design toolkit yang mengacu pada COBIT 2019 Design Guide yang diterbitkan oleh ISACA. Setelah itu dilakukan analisis dan penilaian terhadap tingkat kapabilitas Dinas berdasarkan COBIT 2019 Governance and Management Objective. Selanjutnya pembuatan perancangan rekomendasi solusi pada aspek people,process dan technology untuk mengatasi kesenjangan berdasarkan temuan kesenjangan dari hasil penialaian kapabilitas sehingga dapat meningkatkan nilai tata kelola teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi. Kata kunci : COBIT 2019; Teknologi Informasi; Tata Kelola Teknologi Informasi
Co-Authors Afrananta, Geldisen Agnes Yemima Amalia Yovadiani Andini, I Dewa Ayu Nyoman Usi Anggraini, Bella Tantriana Dwi Aprianti Putri Sujana Artamevia, Mima Augustina Asih Rumanti Aulina Meidinah Karim Auliya, Feby Nandha BASUKI RAHMAD Berlian Maulidya Izzati Cantika Dewi Fortuna Dewi, Setiani Rahma Dhata Praditya Dwianti, Indah Dwinanda, Muhammad Farrel Fadhil Alreyhan Pahrevi Falahah . Farah Luthfia Farras, Muhammad Faishal Fauzi, Rokhman Fauziah, Rainy Happy Shahisa Fikri, Ikhsan Tasef Nur Fikrotun Nadiyya Fitriyana Dewi Ginanjar, Muhamad Gilang Hadi Hariyanto Iqbal Santosa Juniarti, Feni Kamilah, Shahnaz Kirana, Shilvy Chandra Lita Vieryna Luki Aisha Kusuma Wardani Lukman Abdurrahman M. Agung Rizaldi M. Agung Rizaldi Monica Suryatama Deby Muhamad Gilang Ginanjar Muhdiantini, Cindy Mukti, Iqbal Yulizar Murahartawaty Murahartawaty Muzakki, Abdul Ghani Nazhara Aurellia Hakim Nurseha, Ema Pua Note, Faizal Ghiffary Purno Tri Aji Puspito, Dewa Cetra Prabasworo Putra, Bagas Wahyu Qonita, Muthiah R. Wahjoe Witjaksono Rahmat Mulyana Rahmat Mulyana Ramadhane, Titisari Ramadhani, Azzahra Siti Rasyid Ramadhani Dharmawan Riska Dwi Yuliati Risma Sri Nur Hasanah Riverinda Rijadi, Safara Cathasa Rosanicha, Rosanicha Ryan Adhitya Nugraha Ryan Adhtya Nugraha Ryan Adhtya Nugraha Sari Dewi Budiwati Setiawan, Herro Arya Shafira Fatimah Azzahra Siti Fildzah Nadhilah Suhermawan Sologia, Filia Eunike Suryatiningsih Tarigan, Yosephine Mayagita Tiara Aurellia Putri Insyra Titisari Ramadhane Uli Artha Wijaya, Natalia Violi Kristena Yahdi Siradj Yani, Mega Fitri Yulizar Mukti, Iqbal Zafira Chairunnisa Heriansjah Putri