Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERSEPSI GURU SD TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN STEAM PADA KURIKULUM MERDEKA Mutiara Anugrah Rastami; Tia Citra Bayuni; Sri Wahyuningsih; Siti Fadilah
Elementary School and Education Journal Vol. 2 No. 1 (2026): ESEJ- ELEMENTARY SCHOOL AND EDUCATION JOURNAL
Publisher : Elementary School and Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi guru sekolah dasar terhadap pelaksanaan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berbasis STEAM dipandang penting karena dapat menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama di antara peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa angket survei dengan skala Likert empat poin, data diperoleh melalui menyebar survei secara online melalui google from yang dirancang untuk menilai persepsi guru pada aspek pemahaman konsep STEAM, kesiapan pelaksanaan, dukungan sarana dan prasarana, serta manfaat pembelajaran bagi siswa. Responden penelitian terdiri atas guru-guru sekolah dasar dari berbagai sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pandangan positif terhadap pembelajaran STEAM, terutama dalam hal peningkatan kreativitas siswa dan kesesuaian dengan tuntutan keterampilan abad ke-21. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan bagi guru, serta tantangan dalam mengintegrasikan antar bidang pelajaran. Hasil pembahasan menekankan bahwa dukungan kelembagaan dan peningkatan kompetensi profesional guru berperan penting dalam keberhasilan penerapan STEAM. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya program pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana pendukung, serta pengembangan panduan praktis agar implementasi pembelajaran STEAM di sekolah dasar dapat berjalan lebih optimal dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Samick Indonesia Catur Sasi Kirono; SRI WAHYUNINGSIH
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i2.1345

Abstract

Abstrak Lingkungan kerja yang baik berperan penting dalam mendukung dan meningkatkan kinerja yang berkualitas. Keselamatan dan kesehatan kerja merupak hal terpenting yang selalu ditekankan dalam setiap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Samick Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik sampel purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan penyebaran angket kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, secara simultan lingkungan kerja serta keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Pengembangan Pokdarwis dan SDM UMKM dalam Meningkatkan Efisiensi serta Efektivitas Bisnis Sri Wahyuningsih; Catur Sasi Kirono; Fifi Hanafia; Nabila Nurfitria
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 4 No 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program was designed to enhance the capacity of the Sukaragam Village community in adopting the Machida hydroponic system for melon cultivation as an innovative and sustainable agricultural practice. The community encountered several challenges, including limited understanding of hydroponic technology, inadequate technical skills in cultivation management, and insufficient knowledge of business management and agricultural marketing. The program was implemented through several stages, including needs assessment, educational outreach, technical training, hydroponic installation practice, mentoring, monitoring, and evaluation. The outcomes demonstrated improved participant knowledge and practical skills in assembling hydroponic systems, managing nutrient solutions, and cultivating melons using the Machida method. Furthermore, a hydroponic demonstration plot was established as a continuous learning facility and as the foundation for developing an independent community hydroponic farming group. This initiative is expected to improve agricultural productivity, create new entrepreneurial opportunities, and strengthen community economic resilience. In addition, the program supports the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy through collaborative engagement between lecturers, students, and the local community.
Dari Sampah Menjadi Berkah melalui Gerakan Sedekah Sampah Berbasis SDGs untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan Sri Wahyuningsih; Anisa Fitriani; Dika Febrianto; Deni Sasmita Nugraha; Eka Maulana; Sutisno .; Indra Permana; Nani Sa’idatul Maulida; Andreas Fajar Purba; Damar Reymoza; Syalaysha Sekar Al Fatiha; Fuzi Febriani; Nanda Anggria Rahayu; Seni Aprilia; Nabila Nurfitria; Cherisa Zirly Fera
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 4 No 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household waste with resale value in Kampung Pasir Randu RT 006/RW 003, Sukasari Village, Serang Baru Sub-district, has not yet been managed in an organised manner. Plans to establish a conventional waste bank have been hampered by the lack of suitable storage facilities, meaning residents have had to rely on garages or makeshift empty buildings, even though such facilities are crucial to the sustainability of waste management. These constraints on land and budget have led to the need for a more streamlined management model, one that can operate without large-scale facilities whilst still fostering community participation. This issue has become increasingly urgent because final disposal sites frequently receive unsorted waste due to weaknesses in the upstream system; consequently, a participatory model based on neighbourhood units (RTs) has become an urgent priority that requires an immediate response, whilst also serving as a tangible manifestation of the Tri Dharma of Higher Education in community service. This community service initiative aims to design and implement a waste-for-charity model that is adaptable to the limited resources and budget in Pasir Randu Village, to encourage residents’ participation in sorting and collecting waste of economic value, and to evaluate the effectiveness of this scheme as an alternative to conventional waste banks. The method used was descriptive qualitative research employing a participatory action research approach, with Community Service Programme (KKN) students acting as facilitators who supported residents from problem identification through to evaluation. Data was collected through participatory observation, interviews and documentation, covering seven stages ranging from problem identification, scheme formulation, coordination with vendors, community outreach and education, determination of collection points, Excel-based record-keeping and a trial of collective sales, to final evaluation and documentation. The targeted outcomes include the establishment of a waste-for-charity model based on collection points without permanent storage facilities; the agreement of waste criteria and prices with vendors; increased active participation by residents in sorting and collecting waste; the provision of a transparent and easily replicable Excel recording system; and the completion of at least one collective sales transaction. This initiative also aims to produce a final report and a scientific article to serve as material for evaluating sustainability and as a basis for replicating the programme in other RT/RW areas facing similar constraints in terms of facilities.