Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) NISPI YULYANA; DESI WIDIYANTI; ELVIDES TARIYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4090

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia pada tahun 2018, diketahui 1 dari 9 anak perempuan berusia 20-24 tahun menikah sebelum usia 18 tahun. Pemanfaatan smartphone yang terbilang mudah dibawa, mudah diakses dan terjangkau sebagai media dalam pembelajaran akan sangat memberikan dampak bagi remaja agar terhindar dari pernikahan dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan pendewasaan usia perkawinan pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen with control group design. Hasil: Hasil penelitian didapat kelompok intervensi sebelum diberikan intervensi nilai mean 4,63±1,15, setelah diberikan intervensi nilai mean meningkat menjadi 12,83±1,14, dan pada kelompok kontrol sebelum diberikan intervensi nilai mean 6,17±1,02, setelah diberikan intervensi nilai mean meningkat menjadi 11,10±1,34, Rerata skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi adalah 4,63dan setelah diberikan intervensi terjadi peningkatan pengetahuan dengan rerata 1,14 beda mean 8,2 dan ada pengaruh media video terhadap pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan pada remaja putri di Kota Bengkulu. Kesimpulan: Hasil penelitian ini media video dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga meningkatkan kesehatan reproduksinya.
PENGGUNAAN BIRTH BALL TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Oriza Zativa Beru Barus; Desi Widiyanti; Nispi Yulyana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19422

Abstract

Persalinan dan kelahiran normal merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dengan adanya kontraksi rahim pada ibu. Kejadian nyeri pada ibu bersalin, 15% mengalami nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan nyeri hebat dan 20% persalinan disertai nyeri sangat hebat. Sebanyak 67% ibu merasa khawatir terhadap nyeri pada saat persalinan, oleh karena itu, perlu dipertimbangkan tentang bagaimana cara mengatasi nyeri tersebut. Penanganan dan pengawasan nyeri persalinan terutama pada kala I sangat penting, karena sebagai titik penentu apakah ibu bersalin dapat menjalani persalinan dengan normal atau diakhiri dengan suatu tindakan dikarenakan adanya penyulit yang diakibatkan oleh nyeri yang sangat hebat. Nyeri pada persalinan dapat dikurangi dengan menggunakan metode farmakologi dan nonfarmakologi. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan menggunakan birth ball yaitu bola karet yang berisi udara yang digunakan untuk mengurangi kecemasan serta nyeri pada punggung pada saat hamil maupun bersalin. Desain penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan bentuk studi kasus. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan subyek penelitian memiliki skala nyeri 4-6 (nyeri sedang) dan setelah penggunaan birth ball sebanyak 2 periode dengan waktu 30 menit pada masing - masing periode terjadi penurunan skala nyeri menjadi 1-3 (nyeri ringan). Terjadi penurunan tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif setelah penggunaan birth ball.
DETERMINANTS OF THE INCIDENCE OF LOW BIRTH WEIGHT IN SMALL FOR GESTATIONAL AGE (SGA) AND APPROPRIATE GESTATIONAL AGE (AGA) IN RSUD Dr. M YUNUS BENGKULU Nispi Yulyana; Rialike Burhan; Elvi Destariyani; Rolita Efriani; Iis Mulyati
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.42

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a baby weighing less than 2500 grams regardless of gestational age. The causative factors for the incidence of LBW include small for gestational age (SGA), appropriate gestational age (AGA), and both. This study aimed to determine the determinants of LBW IN SGA and AGA incidence. This observational study uses secondary data with a case-control design. The population in this study were all newborns recorded in the register of the Perinatology Room at RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu in 2020-2021, with a total population of 577. The case sample was 223 (SGA = 63 and AGA = 160), taken by total sampling and the control group with a comparison of 1:1 for SGA and AGA. The analysis used univariate, bivariate using chi-square, and multivariate with multiple logistic regression. The results showed that preeclampsia, gemelli, and PROM were significantly related to the incidence of LBW in SGA with p-value <0.05. Maternal age, preeclampsia, and PROM were significantly associated with the incidence of LBW in AGA with p <0.05. The most influential factor in the incidence of LBW in SGA was gemelli (OR=10,759), and the most effective on the incidence of LBW in AGA was preeclampsia (OR=2,476). It is hoped that the hospital can improve its capabilities, skills, and infrastructure to handle maternal and neonatal emergencies through training and seminar.
PEMBERIAN EDUKASI ANEMIA MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DENGAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 19 DAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH HIDAYATUL QOMARIYAH KOTA BENGKULU TAHUN 2023 YULIANTI, LINDA ALIFIA; YULYANA, NISPI; WIDIYANTI, DESI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6332

Abstract

Pendahulan: World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa anemia pada saat ini remaja yang mengalami anemia masih tinggi. Prevalensi anemia di dunia 40-88% pada tahun 2019. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu tahun 2022, bahwa terdapat daerah yang remaja putri mengalami risiko anemia. Daerah tersebut berada di Padang Serai dengan jumlah risiko anemia 26 atau 12,2 % siswa dari 212 siswa remaja putri yang terjaring. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di SMP Kota Bengkulu. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment dengan rancangan “Pretest-Posttest Two Group Design”. pengambilan sampel menggunakan proportional Random Sampling dengan jumlah sampel 23 orang. Metode penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil dan pembahasan: Hasil uji wilcoxon nilai P-Value pengetahuan dan sikap 0,000<0,05 pada kelompok media video sehingga ada pengaruh media video erhadap pengetahuan dan sikap remaja putri di SMP Kota Bengkulu. Pada kelompok leaflet P-Value 0,000<0,05 sehingga ada pengaruh leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri di SMP Kota Bengkulu. Kesimpulan: ada perbedaan efektivitas media video dengan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) DI SMAN 03 KOTA BENGKULU BURHAN, RIALIKE; SURIYANTI, MELSYAH; YULYANA, NISPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6333

Abstract

Pendahuluan: Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sebagai upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga pada saat perkawinan mencapai usia minimal 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Batasan usia ini dianggap sudah siap baik dipandang di sisi kesehatan maupun perkembangan emosional untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Metode: Jenis penelitian ini adalah dengan metode cross sectional. Populasi pada penelitian adalah siswa di SMAN 03 Kota Bengkulu kelas XI berjumlah 389 orang pengambilan sampel berjumlah 86 orang, menggunakan teknik proportionate Stratified Random sampling. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil uji chi square menunjukkan nilai OR 3,333 artinya responden yang memiliki pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan kurang baik lebih berisiko 3 kali lipat dari pada responden yang memiiki pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan yang baik dan nilai P Value 0,019 (<0,05) artinya ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di SMAN 03 Kota Bengkulu 2023. Kesimpulan: Berdasarkan hasil peneitian yang telah dilakukan di SMA N 03 Kota Bengkulu, dapat disimpulan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di SMAN 03 Kota Bengkulu.
Peningkatan Potensi Wirausaha Melalui Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Anak Melalui Pijat Bayi di Desa Sidoluhur Dewi, Ratna; Hartini, Lela; Yulyana, Nispi; Savitri, Wewet
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15445

Abstract

Baby spa kini sedang menjadi tren di kalangan keluarga muda. Tren tersebut mungkin terjadi karena bisnis ini diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi. Kegiatan pijat bayi pada masyarakat Indonesia perannya masih dipegang oleh dukun bayi. Kegiatan pijat bayi di daerah Seluma terutama wilayah kecamatan Sukaraja pada umumnya dilakukan oleh dukun bayi dengan tanpa pelatihan dan belum menjadi suatu usaha dikarenakan belum memiliki sertifikat keahlian sebagai terapis pijat bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah terlaksananya kegiatan PkM dengan dihasilkannya wirausaha Pijat Bayi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak di Desa Sidoluhur Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Metode pelaksanaan kegiatan berupa menciptakan wirausaha pijat bayi dengan mengikutsertakan masyarakat (dukun bayi) dalam pelatihan baby spa melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil kegiatan pada pengabdian kepada masyarakat berupa tersedianya wirausaha homecare pijat bayi dan pojot literasi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak melalui pijat bayi di desa Sidoluhur kecamatan Sukaraja kabupaten Seluma. Diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya peningkatan Kesehatan anak, terdapatnya tenaga pijat bayi yang memiliki sertifikat keahlian.
PENGARUH SENAM YOGA DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP TINGKAT NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 02 KOTA BENGKULU Shovina, Dian Shovina; Darwis, Darwis; Yulyana, Nispi
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 3 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v3i1.678

Abstract

Dysmenorrhoea is a common problem for women worldwide. Worldwide, the prevalence of dysmenorrhoea cases is 90% (1,769,425 people). Non-pharmacological treatments for dysmenorrhoea include yoga exercises and warm compresses. The purpose of the study was to determine the effect of yoga exercises and warm compresses on the pain level of dysmenorrhoea of adolescent girls studying at SMPN 02 Bengkulu City in 2024. The study was a quasy experiment with pre-test and post-test design involving two groups. The sample consisted of 40 people, consisting of 20 yoga exercises and 20 warm compresses. Purposive sampling technique was used to collect the sample. Wilcoxon and Mann Whitney tests were used to analyse the data. The results showed that there was an effect of yoga exercises (pvalue 0.000) and warm compresses (pvalue 0.000) on the level of dysmenorrhoea pain with a mean difference in yoga exercises (1.30) and warm compresses (2.15). The Mann-Whitney test results show that yoga exercises are less effective than warm compresses (0.65) in reducing dysmenorrhoea. Yoga exercises and warm compresses are expected to reduce dysmenorrhoea. However, warm compress is the best way to reduce pain that is immediately felt when the intervention is carried out.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI ESSENTIAL OIL LEMON DAN ESSENSIAL OIL PEPPERMINT TERHADAP NYERI HAID (DISMENORE) CHOTIMAH, AYUDYA HUSNIL; WIDIYANTI, DESI; YORITA, EPTI; YULYANA, NISPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan tahap kehidupan dimana orang mencapai proses kematangan emosional, psikososial, dan seksual, yang ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi dan segala konsekuensinya. Perkembangan seksual masa remaja pada wanita ditandai dengan menstruasi. Dismenore menjadi salah satu penyebab morbilitas yang tinggi pada perempuan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Aromaterapi Peppermint dan Aromaterapi Lemon terhadap dismenore (dismenore) pada remaja putri di SMPN 05 Kota Bengkulu tahun 2024. Metode: Penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian two group pretest-posttest desain yaitu rancangan quasi eksperimen dengan cara sampel mengukur intensitas nyeri dismenore remaja putri sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami dismenore yang diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 34 responden dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara juga dengan menggunakan Numerik Rating Scale (NRS) dalam mengukur intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Metode analisis Bivariat yang dipakai menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil dan Pembahasan: Hasil uji analisis terdapat Efektifitas penurunan nyeri dismenore sesudah diberikan intervensi aromaterapi lemon dan aromaterapi peppermint dengan nilai p-value (0.819) > 0,05 berarti tidak ada signifikan penurunan antara 2 kelompok. Tetapi nilai rata-rata dan standar deviasi lebih tinggi lemon daripada peppermint, yan berarti aromaterapi lemon lebih efektif disbanding aromaterapi peppermint. Kesimpulan: Diharapkan bagi siswa remaja yang mengalami nyeri dismenore dapat mengetahui tentang penanganan nyeri dismenore dengan pengobatan Non-Farmakologi untuk mengurangi nyeri dismenore agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.
PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MENARCHE PADA SISWI DI SD NEGERI 77 KOTA BENGKULU TAHUN 2024 TUNNISYA, KARIMA; YULYANA, NISPI; YUNIARTI, YUNIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, menarche biasanya terjadi pada usia tiga belas tahun, namun terkadang dapat terjadi pada usia sembilan atau tujuh belas tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pemahaman remaja tentang menarche di SD Negeri 77 Kota Bengkulu tahun 2024 dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui video. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan single group pre- and post-test design sebagai metodologi penelitiannya. Sebanyak 149 siswi SD Negeri 77 Kota Bengkulu di kelas IV dan V yang belum mencapai menarche menjadi populasi penelitian. Dengan menggunakan 38 siswi sebagai responden, algoritma Lameshow digunakan untuk pengambilan sampel. Uji Wilcoxon Signed Rank digunakan dalam analisis statistik. Hasil dan Pembahasan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan siswi tentang menarche adalah 8,61 sebelum menerima intervensi media video, dan 13,71 setelah menerimanya. Nilai p sebesar 0,000 < 0,05 juga diperoleh yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media video terhadap pengetahuan siswi tentang menarche. Kesimpulan: Saran untuk sekolah diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah terkait program yang akan dilaksanakan khususnya tambahan edukasi kepada siswi di sekolah tentang menarche, misalnya tingkat kolaboratif, peran tenaga kesehatan seperti melakukan posyandu remaja yang bekerja sama dengan UKS atau BK yang ada di SD tersebut dan diharapkan penggunaan video dapat diberikan untuk tindakan selanjutnya.
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA FLAYER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMP PESANTREN SALAFIYAH HIDAYATUL QOMARIAH KOTA BENGKULU TAHUN 2024 FERANICA, ELVINA MAGRIZA; YULYANA, NISPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi dan dapat berdampak buruk pada kemampuan belajar dan kesehatan mereka. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana pendidikan kesehatan melalui media flayer dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariah Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan metode pra eksperimental One Group Pretest-postest. Sebanyak 120 responden terlibat dalam penelitian ini berasal dari kelas VII dan VIII di SMP Pesantren Salfiyah Hidayatul Qumariyah. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data informasi responden berupa pengetahuan tentang anemia dilakukan dengan pengisian kuisioner sebanyak 12 pertanyaan oleh responden. Sedangkan untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan melalui media flayer terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia, data dilakukan pemeriksaan, pengkodean, entry data dan cleaning data. Selanjutnya data dianalisis dengan cara univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian sebagian besar dengan pengetahuan kurang (59,2%) sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan, dan hampir sebagian responden dengan pengetahuan cukup (50,0%) setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Hasil uji analisa bivariat didapatkan nilai p-value = ≤ α 0,000 yang menunjukan ada Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kadar Hb Ibu Hamil TM II dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan kurang (59,2%) sebelum penyuluhan kesehatan, namun setelah diberikan penyuluhan, hampir sebagian besar pengetahuan mereka meningkat menjadi cukup (60,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan kesehatan melalui media flayer dengan peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariah Kota Bengkulu tahun 2024.