Articles
PEMBENTUKAN KELOMPOK IBU HAMIL PEDULI STUNTING PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) WILAYAH DESA SIDOLUHUR DAN CAHAYA NEGERI KEC SUKARAJA KABUPATEN SELUMA
Maigoda, Tonny;
Hartini, Lela;
Yaniarti, Sri;
Yulyana, Nispi;
Widiyanti, Desi;
Eliana, Eliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The World Health Organization (WHO) reports an increase in stunting incidence data globally. The incidence of stunting in Indonesia is 24.4%, while the incidence of stunting in Bengkulu Province is 22.1%. The incidence of stunting in Seluma Regency is 24.7%. The Sidoluhur and Cahaya Negeri village areas are in Sukaraja District with the Babatan Community Health Center area with a stunting incidence of 3.6%.This activity aims to form a group of pregnant women concerned about stunting through health cadres as an intermediary for health services for pregnant women so that they can provide information to pregnant women so they can reduce the incidence of stunting in Seluma Regency.The method of this community service activity is to form a forum for pregnant women to care about stunting through posyandu cadres as intermediaries who will provide health education to pregnant women in Sidoluhur and Cahaya Negeri villages, Sukaraja District, Seluma Regency.This activity produced committed cadres and the formation of a group of pregnant women concerned about stunting which was supported by all parties, namely the Head of Sukaraja District, Head of Community Health Center, Village Head, Coordinating Midwife, Village Midwife. The final result was that there was provision to increase cadres' knowledge and Stunting Care in the First 1000 Days of Life (HPK) in Sidoluhur and Cahaya Negeri Villages, Sukaraja District, Seluma Regency.It is hoped that with the formation of a group for pregnant women concerned about stunting as a forum for reducing the incidence of stunting in the villages of Sidoluhur and Cahaya Negeri, the implementation and assistance of cadres can be continued so that they can help the government program to reduce stunting.
The Effectiveness Of Giving Jatropha Curcas L. Sap Solution To The Frequency Of Toddler Diarrhea
Stellata, Alyxia Gita;
Yulyana, Nispi;
Eliana, Eliana;
Maigoda, Tonny Cortis
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jkm.v10i8.15633
Latar Belakang: Diare adalah penyebab kematian kedua (14%) terbanyak di Indonesia untuk anak di bawah 5 tahun. Pengobatan non-medis yang sering digunakan pada penderita diare adalah pemanfaatan zat “Tanin” pada getah jarak pagar.Tujuan: penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas larutan getah jarak pagar terhadap frekuensi diare balita tanpa dehidrasi dibandingkan dengan zink.Metode: Metode penelitian quasi eksperimental, populasi balita usia 2-4 tahun dengan diare akut tanpa dehidrasi di wilayah kerja puskesmas sukamerindu. Sampel intervensi sebanyak 15 orang dan kontrol 15 orang yang diambil secara accidental sampling. Penelitian berlangsung ditanggal 2-28 Januari 2019 di Kota Bengkulu. Analisis penelitian menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Perbedaan rata-rata frekuensi BAB yang mengkonsumsi larutan getah jarak pagar adalah 4 sedangkan pada kelompok zink perbedaan rata-rata frekuensi diare adalah 0.27. Sehingga perbedaan rata-rata frekuensi diare antarkedua kelompok adalah 4 dengan nilai p=0.002.Kesimpulan: Larutan getah jarak pagar lebih efektif untuk mengurangi frekuensi buang air besar (BAB) balita dengan diare akut tanpa dehidrasi dibandingkan dengan zink.Saran: Diharapkan getah dari tanaman Jathropha L. Curcas dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diare pada balita karena sudah terbukti efektif untuk mengurangi frekuensi diare akut tanpa dehidrasi. Kata kunci: Diare; getah jarak pagar; zink; frekuensi BAB; balita ABSTRACT Background: Diarrhea is the second leading cause of death (14%) in Indonesia for children under five years. Non-medical treatment often used in patients with diarrhea is using "tannin" substances in the sap of Jatropha curcas.Purpose: This study aimed to assess the effectiveness of Jatropha curcas sap solution on the frequency of defecation diarrhea in toddler without dehydration compared with zinc.Method: Quasi-experimental research method, the population of children aged 2-4 years with acute diarrhea without dehydration in the working area of Sukamerindu Public Health Center. The intervention sample was 15 people, and the control group of 15 people was taken by accidental sampling. The research conducted on January 2-28, 2019, in Bengkulu City—research analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney test.Results: The average frequency difference of defecation in the Jatropha Curcas L. sap solution group was 4, while the zinc group was 0.27. So the difference in the average frequency of diarrhea between the two groups was 4 with a p-value = 0.002.Conclusion: Jatropha Curcas L. sap solution is more effective in reducing the frequency of defecation in toddlers with acute diarrhea without dehydration than zinc.Suggestion: It is expected that the sap from the Jathropha L. Curcas plant can be used to treat diarrhea in toddlers because it has been proven effective in reducing the frequency of acute diarrhea without dehydration. Keywords: Diarrhea; Jatropha Curcas L. sap; zinc; defecation frequency; toddler
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Kunjungan Nifas Di Puskesmas Sidomulyo
Putri, Siska;
Yulyana, Nispi;
Dewi, Ratna
Midwifery Care Journal Vol. 4 No. 4 (2023): October 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/micajo.v4i4.9678
The main indicator is the maternal mortality rate that can be used to evaluate the effectiveness of a maternal health program (MMR). Husband's understanding and support affects postpartum visits.The purpose of this study was to investigate how maternal compliance with postpartum visits at the work area of Sidomulyo Health Center in Bengkulu City is related to knowledge and husband's support. The design of this study was analytical with a cross-sectional perspective. In 2021, Sidomulyo Health Center in Bengkulu City will receive 176 mothers with children over 42 days old. 62 mothers with children over 42 days old were selected for the sample. Purposive sampling was used as the sampling method. The chi-square statistical test was used in data analysis with univariate and bivariate models.The majority of women have little knowledge (51.6%),good knowledge (48.4%), the majority do not receive help (54.8%), the majority receive support (45.2%), majority non-compliant (56.5%), and majority compliant (43.5%), according to research results using univariate analysis. According to the study's bivariate statistical results, acquaintances have a p-value of 0.023 ± 0.05 and spousal support has a p-value of 0.000 ± 0.05 for each variable. Wherever they are tasked with helping more mothers get postpartum visits, Puskesmas looks for suggestions to further strengthen their role in promoting the benefits of postpartum visits
PEKERJAAN BERHUBUNGAN DENGAN EMISIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU
Meilanti;
Mizawati, Afrina;
Yulyana, Nispi
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 2 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33088/jbj.v1i1.277
Faktor yang dapat menyebabkan masalah pada tingkat keparahan pasien emesis gravidarum antara lain faktor predisposisi yaitu paritas, usia ibu, mola hidatidosa kehamilan ganda; faktor organik yaitu alergi, perubahan metabolik akibat hamil dan resistensi ibu menurun; faktor psikologi yaitu rumah tangga retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan (Maryunani, 2016). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Menurut (Notoatmodjo, 2018), survey cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach).Hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 55 orang responden hamil berada pada usia tidak beresiko dan sebanyak 5 orang responden ibu hamil berada pada usia hamil dengan resiko tinggi. Pada tabel distribusi frekuensi pekerjaan diatas didapatkan informasi bahwa sebanyak 19 orang tidak bekerja sedangkan 41 orang bekerja, dan didapatkan informasi bahwa sebanyak 31 orang dengan status kehamilan primigravida sedangkan 29 orang dengan status paritas multigravida. Hasil penelitian ini dimanfaatkan pihak puskesmas dan praktik klinik bidan dalam pencegahan dan penanggulangan terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL
Rizkianti, Noza;
Wahyuni, Elly;
Yulyana, Nispi
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 2 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33088/jbj.v1i1.286
Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) minimal enam kali (K4) masih tergolong rendah. Secara nasional masih berada dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu sebesar 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung pada bulan Desember 2021 – Januari 2022 sebanyak 45 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan Regresi binary logistic.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan usia responden dengan kunjungan antenatal care (p=0,006), paritas dengan kunjungan ANC (p=0,024), pendidikan dengan kunjungan ANC (p= 0,044) dan pengetahuan dengan kunjungan ANC (p=0,005) dan faktor yang paling mempengaruhi kunjungan antenatal care adalah pengetahuan p = 0,018. .Saran untuk Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Bengkulu Utara meningkatkan upaya promosi dan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan antenatal care sesuai jadwal untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan dan persalinan.
Gestational Age and Premature Rupture of Membranes with Neonatal Asphyxia
Destariyani, Elvi;
Widiyanti, Desi;
Yuniarti, Yuniarti;
Yulyana, Nispi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jika.v6i3.595
Neonatal deaths in Southeast Asia are caused by asphyxia and in Indonesia asphyxia is the cause of infant death. The research was conducted with the aim of analyzing the relationship between premature rupture of membranes (PROM) and gestational age with neonatal asphyxia. The research uses a quantitative approach with a case control type of research. The research was carried out at Argamakmur Hospital in December 2022. The research population was mothers who gave birth at Argamakmur Hospital in January - October 2022 with a sample size of 214 subjetc with details in the case group of 107 subject and the control group of 107 subject. Data collection uses a data collection format. The collected data was subjected to univariate and bivariate data analysis. Bivariate analysis uses the Chi-Square test. Based on data analysis, it is known that there is a relationship between premature rupture and neonatal asphyxia and there is a relationship between gestational age and neonatal asphyxia. It is hoped that health workers will provide communication, information and education on factors that cause asphyxia as an early detection effort and provide opportunities for health workers in the Arga Makmur Hospital environment to take part in skills training in managing asphyxia
Effectiveness of Hot Herbal Compress and the Waistband to Reduce Height the Fundus of Uterus
Widiyanti, Desi;
Destariyani, Elvi;
Yuniarti, Yuniarti;
Yulyana, Nispi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36590/jika.v6i3.944
The disrupted recovery process of postpartum mothers can lead to subinvolution which is one of the causes of postpartum hemorrhage, with the current incidence rate in Indonesia 5% - 20% of deliveries. Treatment in the postpartum period is influenced by cultural factors in the community such as the use of waistband and hot herbal compresses. The purpose of this study was to determine the effectiveness of hot herbal compresses and the use of waistband to reduce the height of the uterine fundus. This research method is quantitative with a Quasi-experimental approach with two group pre-posttest design with a total sample of 60 postpartum mothers and taken by using purposive sampling technique. The results showed that the average decrease in uterine fundal height in the hot herbal compress group and the waistband group had a significant difference with p value <0,05. In conclusion, there was a more significant decrease in the height of the fundus of uterus by giving hot herbal compresses. It is hoped that the use of hot herbal compresses by postpartum mothers as an alternative non-pharmacological therapy.
THE EFFECT OF SPINNING WHEEL MEDIA ON ADOLESCENT’S KNOWLEDGE ABOUT PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR AT SMAN 01 BENGKULU CITY
Yusinta Damayanti;
Nispi Yulyana;
Ratna Dewi
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36419/jki.v17i2.1177
Background: Sexual behavior includes any action motivated by the desire to have sexual intercourse, either with the same or opposite sex. 80% of adolescents are in a relationship, with 40% going on their first date between the ages of fifteen and seventeen (SDKI, 2017). Lack of education about sexual behavior before marriage is one of the contributing problems. Objective: To determine the effect of spinning wheel media on adolescents' knowledge about premarital sexual behavior.Research Methods: A quasi-experimental design with pre-post control two groups was used in this study. A total of 64 female students of SMA Negeri 01 Bengkulu City became the research sample. The sampling method used was proportional stratified random sampling. The research data were analyzed using Independent T-Test. Results: Adolescent knowledge about sexual behavior before marriage is influenced by spinning wheel media, as shown by the ρ value of 0.000. The results showed an increase in the average knowledge score of 26.46 points after intervention with spinning wheel media, while through disc media, there was an increase of 21.67 points. Conclusion: The use of spinning wheel media is more influential than disc media on adolescents' knowledge of premarital sexual behavior. Keywords: Premarital Sexual Behavior; Spinning Wheel; Knowledge
A PENGARUH MEDIA FLIPBOOK TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU: PENGARUH MEDIA FLIPBOOK TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA BENGKULU
Lela Hartini;
Deta Hidayati;
Nispi Yulyana
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 4 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33088/jbj.v4i2.1328
Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan imunitas bayi. Namun, tingkat cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kandang, Kota Bengkulu, masih rendah, yaitu 27%. Upaya pendidikan kesehatan melalui media yang menarik seperti flipbook dianggap efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas flipbook dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest. Ukuran sampel adalah 38 partisipan. Teknik pengambilan sampel purposif digunakan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan rata-rata ibu menyusui setelah menerima pendidikan menggunakan flipbook (p<0,005). Hal ini menunjukkan bahwa flipbook efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Flipbook efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Media ini dapat digunakan sebagai metode pendidikan alternatif dalam pelayanan kesehatan ibu di puskesmas.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Muda dengan Peningkatan Pengetahuan Remaja di Desa Sidoluhur Kabupaten Seluma
Nispi Yulyana;
Ratna Dewi;
Desi Widiyanti
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v8i1.21882
Early Merriage (pernikahan dini) diartikan sebagai ikatan yang disahkan secara hukum antara dua lain jenis untuk membentuk sebuah keluarga berada di bawah batas umur dewasa atau pernikahan yang melibatkan satu atau dua pihak yang masih anak-anak dengan terpaksa atau tidak terpaksa. Program yang digalakkan untuk menurunkan pernikahan usia anak adalah Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang sudah dibuat dalam bentuk modul. (BKKBN),Tetapi sampai saat ini pernikahan usia anak masih terus terjadi. Untuk meningkatkan minat remaja diperlukan media yang menarik , praktis dan fleksible saat pemberian informasi dan konseling tentang PUP sehinga dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang PUP. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan media cakram sebagai media penyuluhan. Media cakram adalah alat perantara untuk pembelajaran yang berbentuk seperti piring atau bulat pipih seperti lingkaran yang memuat pembelajaran tertentu, pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata dan gambar atau foto dalam tata warna dan memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga pesan yang disampaikan mudah dicerna dan dipahami juga tidak terkesan menggurui. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja yang berada di wilayah Desa Sidoluhur dengan melakukan pemberdayaan pada karang taruna sebagai upaya pencegahan pernikahan usia muda. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pengembangan media edukasi dan instrument pengukuran, Sosialisasi, pendampingan karang Taruna dalam melakukan edukasi, evaluasi dan monitpring. evaluasi kegiatan yang telah dilakukan meliputi keberhasilan tentang peningkatan pengetahuan karang taruna dan remaja. kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan karang taruna dan remaja tentang pencegahan pernikahan usia muda.