Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gestational Age and Premature Rupture of Membranes with Neonatal Asphyxia Destariyani, Elvi; Widiyanti, Desi; Yuniarti, Yuniarti; Yulyana, Nispi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i3.595

Abstract

Neonatal deaths in Southeast Asia are caused by asphyxia and in Indonesia asphyxia is the cause of infant death. The research was conducted with the aim of analyzing the relationship between premature rupture of membranes (PROM) and gestational age with neonatal asphyxia. The research uses a quantitative approach with a case control type of research. The research was carried out at Argamakmur Hospital in December 2022. The research population was mothers who gave birth at Argamakmur Hospital in January - October 2022 with a sample size of 214 subjetc with details in the case group of 107 subject and the control group of 107 subject. Data collection uses a data collection format. The collected data was subjected to univariate and bivariate data analysis. Bivariate analysis uses the Chi-Square test. Based on data analysis, it is known that there is a relationship between premature rupture and neonatal asphyxia and there is a relationship between gestational age and neonatal asphyxia. It is hoped that health workers will provide communication, information and education on factors that cause asphyxia as an early detection effort and provide opportunities for health workers in the Arga Makmur Hospital environment to take part in skills training in managing asphyxia
Effectiveness of Hot Herbal Compress and the Waistband to Reduce Height the Fundus of Uterus Widiyanti, Desi; Destariyani, Elvi; Yuniarti, Yuniarti; Yulyana, Nispi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i3.944

Abstract

The disrupted recovery process of postpartum mothers can lead to subinvolution which is one of the causes of postpartum hemorrhage, with the current incidence rate in Indonesia 5% - 20% of deliveries. Treatment in the postpartum period is influenced by cultural factors in the community such as the use of waistband and hot herbal compresses. The purpose of this study was to determine the effectiveness of hot herbal compresses and the use of waistband to reduce the height of the uterine fundus. This research method is quantitative with a Quasi-experimental approach with two group pre-posttest design with a total sample of 60 postpartum mothers and taken by using purposive sampling technique. The results showed that the average decrease in uterine fundal height in the hot herbal compress group and the waistband group had a significant difference with p value <0,05. In conclusion, there was a more significant decrease in the height of the fundus of uterus by giving hot herbal compresses. It is hoped that the use of hot herbal compresses by postpartum mothers as an alternative non-pharmacological therapy.
The Use of Pantyliners and Female Cleansing Soap Is Related to the Incident of Vucility in Teenage Women: Penggunaan Pantyliner Dan Sabun Pembersih Kewanitaan Berhubungan Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Bella Dian Syah Fitri; Nispi Yulyana; Dwie Yunita Baska; Demsa Simbolon; Lela Hartini
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10437

Abstract

Vaginal discharge is the discharge of fluid other than blood from the vagina outside the normal range, whether it has an odor or not, and is accompanied by local itching. One of the problems that often occurs in adolescents in reproductive health is vagina dischaerge. The purpose of this study was to determine the factors associated with the occurrence of vaginal discharge in female adolescents at SMA Negeri 2 Bengkulu City. The study design used a cross sectional design. A sample of 103 female adolescents at SMA Negeri 2 Bengkulu City was taken using the Accidental Sampiling method. Showed that 75.7% of female adolescents experienced vaginal discharge and 24.3% did not experience vaginal discharge. Based on the results of statistical tests, there is a relationship between knowledge and the incidence of vaginal discharge p value (0.026) OR (5.750), there is a reletionship between personal hyginene and the incidence of vaginal discharge p value (0.034) OR (4.340), there is a reletionship between the use of pantyliners and the incidence of vaginal discharge p value (0.001) OR (5.786), there is a relationmship between the use of feminine hygiene soap and the incidence of vaginal discharge p value (0.014) OR (3.591), the most dominant factor is the use of pantyliners OR 5.277. There is a reletionship between pantyliners, the use of feminine hygiene soap and the incidence of vaginal discharge in SMA Negeri 2 Bengkulu City.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Muda dengan Peningkatan Pengetahuan Remaja di Desa Sidoluhur Kabupaten Seluma Yulyana, Nispi; Dewi, Ratna; Widiyanti, Desi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21882

Abstract

Early Merriage (pernikahan dini) diartikan sebagai ikatan yang disahkan secara hukum antara dua lain jenis untuk membentuk sebuah keluarga berada di bawah batas umur dewasa atau pernikahan yang melibatkan satu atau dua pihak yang masih anak-anak dengan terpaksa atau tidak terpaksa. Program yang digalakkan untuk menurunkan pernikahan usia anak adalah Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang sudah dibuat dalam bentuk modul. (BKKBN),Tetapi sampai saat ini pernikahan usia anak masih terus terjadi. Untuk meningkatkan minat remaja diperlukan media yang menarik , praktis dan fleksible saat pemberian informasi dan konseling tentang PUP sehinga dapat  meningkatkan pengetahuan remaja tentang PUP. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan media cakram sebagai media penyuluhan.  Media cakram adalah alat perantara untuk pembelajaran yang berbentuk seperti piring atau bulat pipih seperti lingkaran yang memuat pembelajaran tertentu, pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata dan gambar atau foto dalam tata warna dan memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga pesan yang disampaikan mudah dicerna dan dipahami juga tidak terkesan menggurui. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan  remaja yang berada di wilayah Desa Sidoluhur dengan melakukan pemberdayaan pada karang taruna sebagai upaya pencegahan pernikahan usia muda. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pengembangan media edukasi dan instrument pengukuran, Sosialisasi, pendampingan karang Taruna dalam melakukan edukasi, evaluasi dan monitpring. evaluasi kegiatan yang telah dilakukan meliputi keberhasilan tentang peningkatan pengetahuan karang taruna dan remaja. kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan karang taruna dan remaja tentang pencegahan pernikahan usia muda.
Pengembangan Desa Mitra Melalui Kegiatan Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Anemia Pada Remaja Dewi, Ratna; Yulyana, Nispi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21824

Abstract

Remaja puteri memiliki risiko 10 kali lebih mungkin terkena anemia dibandingkan remaja Putera. Upaya untuk menurunkan kejadian anemia ini  diantaranya peningkatan pengetahuan remaja, deteksi gejala dini dan pemeriksaan kadar Haemoglobin (Hb). Sehingga, perlunya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang deteksi dini anemia pada remaja berupa kegiatan penyuluhan dengan media cakram dan deteksi dini anemia dengan pemeriksaan gejala dan pemeriksaan kadar Hb. Tahun 2023 diperoleh hasil pemeriksaan anemia diperoleh 25% remaja puteri mengalami anemia dari 35 orang remaja yang diperiksa Hb dan seluruh kader belum mempunyai pengetahuan yang baik tentang gejala dan cara deteksi gejala anemia.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dan remaja tentang anemia pada remaja puteri, serta meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini anemia dan pemeriksaan HB. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan persiapan, pelaksanaan berupa pelatihan dan pendampingan kader  dan kegiatan monitoring dan evaluasi. Hasil akhir diperoleh adanya peningkatkan pengetahuan kader dan remaja tentang anemia, Kader mampu melakukan deteksi dini gejala anemia dan mampu melakukan pemeriksaan kadar HB secara mandiri. Hasil pemeriksaan dari 20 remaja puteri terdeteksi anemia sebanyak 3 orang (15%). Diharapkan kader mampu melanjutkan kegiatan penyuluhan dan melakukan deteksi dini gejala anemia pada remaja puteri di Desa Sidoluhur dan melaporkan temuan hasil deteksi ini ke Bidan Desa ataupun ke Puskesmas sehingga remaja dengan anemia dapat memperoleh pengobatan lebih lanjut.