Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN ABON IKAN GABUS (HARUAN) DI DESA SUNGAI LUMBAH Ridho Fahlevie Pangestu; Raga Samudera; Fuzi Maulana Ash'ari
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12889

Abstract

ABSTRAKIkan gabus (haruan) merupakan salah satu komoditas air tawar dengan ekonomi tinggi dan dikenal dengan banyak nama lokal atau daerah. Adanya kandungan gizi dan potensi ekonomi tinggi pada ikan gabus diperlukan upaya dalam peningkatan nilai tambah produk. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pengolahan ikan gabus menjadi produk olahan. Kegiatan pascapanen merupakan diversifikasi hasil tangkapan dan budi daya yang memiliki value-added sebagai sumber protein. Komoditas olahan sifatnya mudah busuk sehingga diperlukan tindakan penanganan yang cepat, tepat, dan benar setelah panen. Berdasarkan hal tersebut pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pengolahan hasil ikan haruan menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan oleh ibu rumah tangga yang ada di Desa Sungai Lumbah menjadi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah. Metode yang digunakan dengan cara presentasi, Tanya jawab, demonstrasi cara kepada ibu rumah tangga di Desa Sungai Lumbah. Hasil Kegiatan pemberdayaan masyarakat berdasarkan pretest dan posttest yang dilaksanakan diketahui sasaran menjadi tahu, mengerti dan memahami tentang proses pengolahan dan pengemasan ikan gabus (haruan). Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukan (1) Peserta antusias dan aktif dalam mengikuti setiap kegiatan melalui  demonstrasi cara pengolahan dan pengemasan serta penyampaian materi terkait pemasaran online; (2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta memotivasi masyarakat dalam pengolahan dan pengemasan abon ikan gabus (haruan); (3) Tumbuhnya sikap dan minat peserta untuk melakukan inovasi produk menjadi meningkat.Kata kunci :   Pemberdayaan, Ibu Rumah Tangga, Ikan Gabus, Inovasi Produk.
Penggunaan Bawang Putih (Allium sativum L) sebagai Desinfektan pada Proses Penetasan Telur Itik Gunawan, Aam; Sugiarti, Sugiarti; Samudera, Raga; Zakir, Muhammad Irwan; Tursiah, Tursiah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.426 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.18214

Abstract

ABSTRAKRendahnya daya tetas telur dapat diakibatkan oleh kontaminasi mikroorganisme ke dalam pori-pori telur. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung bahan aktif antibakteri dan antijamur yang berfungsi sebagai desinfektan alami untuk sterilisasi telur tetas.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan bawang putih yang terbaik sebagai desinfektan untuk sterilisasi telur tetas itik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari (A0) larutan bawang putih 0%, (A1)larutan bawang putih 5%, (A2) larutan bawang putih 10% dan (A3) larutan bawang putih 15%. 400 butir telur tetas itik Mojosari dibagi ke dalam 20 unit satuan percobaan, setiap unit percobaan menggunakan 20 butir telur. Hasil analisis ragam diperoleh bahwa konsentrasi larutan bawang putih sampai dengan 15% tidak berpengaruh terhadap fertilitas, daya hidup embrio, mortalitas embrio, dan daya tetas telur itik.Kata kunci: Bawang putih, daya tetas, fertilitas, Telur tetas ItikUse of Garlic (Allium Sativum L.) as a Disinfectant in the Hatching Process of Duck EggsABSTRACTThe low hatchability of eggs can be caused by the contamination of microorganisms into the egg pores. Garlic (Allium sativum L) contains antibacterial and antifungal active ingredients that function as natural disinfectants for sterilization of hatching eggs. This study aims to determine the best concentration of garlic solution as a disinfectant for sterilizing duck eggs. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of (A0) 0% garlic solution, (A1) 5% garlic solution, (A2) 10% garlic solution and (A3) 15% garlic solution. 400 Mojosari duck eggs were divided into 20 experimental units, each experimental unit using 20 eggs. The results showed that the concentration of garlic solution up to 15% did not affect fertility, embryo viability, embryo mortality, and hatchability of duck eggs.Keywords: garlic, hatchability, fertility, hatching duck eggs
Analysis of the Cost Efficiency of Using Feed with Different Types of Feed and Ducks Gunawan, Aam; Hapsah, Audita; Sugiarti, Sugiarti; Rostini, Tintin; Samudera, Raga
Jurnal Agrosci Vol 1 No 5 (2024): Vol 1 No 5 Mei 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v1i5.268

Abstract

This study examined how cost-effective it was to raise three distinct kinds of ducks using three different types of feed. The results of this study should help researchers and the general public, particularly breeders, by supplying information on the kinds of feed and duck varieties that are more cost-effective in duck farming. Three distinct types of feed and three distinct breeds of ducks were used in this investigation. The study used an experimental design with a factorial pattern (3 x 3) and a completely randomized design (CRD), with three replications made up of two components with the codes factor A and factor B. A1 (feed BR1), A2 (feed PP3), and A3 (feed mix) make up factor A, which is the type of feed. Duck types comprise factor B, which includes B1 (Peking duck), B2 (Mojosari duck), and B3 (MA duck). The factors that were observed were feed cost per gain (FCG), economic efficiency of ration usage (EEPP), and efficient use of rations (FE). The acquired data were subjected to variance analysis (ANOVA), and the Duncan multiple range test (DMRT) was used to determine how the treatments differed. The study indicated that variables A and B did not interact in treatments. Regarding the cost-effectiveness of using feed, factor A had a highly significant effect (P > 0.01). However, factor B had no discernible impact. This study concludes that the PP3 type of ration, which uses the more efficient Peking duck, has the best cost-efficiency when using rations. Based on the study findings, the recommendation is to employ Peking ducks fed PP3 diets to raise broiler ducks to their maximum body weight while minimizing ration expenses.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN ABON IKAN GABUS (HARUAN) DI DESA SUNGAI LUMBAH Ridho Fahlevie Pangestu; Raga Samudera; Fuzi Maulana Ash'ari
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12889

Abstract

ABSTRAKIkan gabus (haruan) merupakan salah satu komoditas air tawar dengan ekonomi tinggi dan dikenal dengan banyak nama lokal atau daerah. Adanya kandungan gizi dan potensi ekonomi tinggi pada ikan gabus diperlukan upaya dalam peningkatan nilai tambah produk. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pengolahan ikan gabus menjadi produk olahan. Kegiatan pascapanen merupakan diversifikasi hasil tangkapan dan budi daya yang memiliki value-added sebagai sumber protein. Komoditas olahan sifatnya mudah busuk sehingga diperlukan tindakan penanganan yang cepat, tepat, dan benar setelah panen. Berdasarkan hal tersebut pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pengolahan hasil ikan haruan menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan oleh ibu rumah tangga yang ada di Desa Sungai Lumbah menjadi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah. Metode yang digunakan dengan cara presentasi, Tanya jawab, demonstrasi cara kepada ibu rumah tangga di Desa Sungai Lumbah. Hasil Kegiatan pemberdayaan masyarakat berdasarkan pretest dan posttest yang dilaksanakan diketahui sasaran menjadi tahu, mengerti dan memahami tentang proses pengolahan dan pengemasan ikan gabus (haruan). Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukan (1) Peserta antusias dan aktif dalam mengikuti setiap kegiatan melalui  demonstrasi cara pengolahan dan pengemasan serta penyampaian materi terkait pemasaran online; (2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta memotivasi masyarakat dalam pengolahan dan pengemasan abon ikan gabus (haruan); (3) Tumbuhnya sikap dan minat peserta untuk melakukan inovasi produk menjadi meningkat.Kata kunci :   Pemberdayaan, Ibu Rumah Tangga, Ikan Gabus, Inovasi Produk.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN PRODUK MINUMAN TANAMAN OBAT KELUARGA “BUBUK JAHE DAN KUNYIT” DI DESA BERINGIN Raga Samudera; Ridho Fahlevie Pangestu; Muhammad Ilmi Hidayat; Yarna Hasiani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12890

Abstract

ABSTRAKJahe dan kunyit  merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di indonesia, yang mana penanaman nya tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, hasilnya pun cukup memberikan nilai ekonomis untuk masyarakat. Salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah maupun memperpanjang masa simpan diperlukan adanya kegiatan pascapanen meliputi pengolahan maupun pengemasan produk olahan jahe dan kunyit seperti bubuk minuman, jamu dan sebagainya. Pengolahan hasil pertanian bertujuan menekan kehilangan setelah panen, baik kualitas maupun kuantitasnya, meningkatkan nilai ekonomi bahan hasil pertanian sehingga dapat menjadi produk-produk pangan yang memenuhi kebutuhan konsumsi. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pemberdyaan melalui pengolahan dan pengemasan produk minuman bubuk jahe dan kunyit merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan bagi ibu rumah tangga di Desa Beringin. Pemanfaatan nilai guna dari jahe dan kunyit untuk diolah menjadi berbagai produk olahan seperti bubuk minuman, guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan maupun minat berwirausaha. Metode yang digunakan dengan cara presentasi, tanya jawab, demonstrasi cara kepada ibu rumah tangga di Desa Beringin. Hasil Kegiatan pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat bagi sasaran terlebih dengan adanya respon, sikap, minat dan antusias peserta yang hadir sangat tinggi dan berjalan lancar sehingga proses informasi dan inovasi yang diberikan dapat diterima dengan baik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukan (1) Peserta memberikan respon yang positif dengan tingginya minat serta antusias dalam setiap tahapan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan; (2) Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam inovasi produk dan teknologi pengemasan produk minuman “bubuk jahe dan kunyit”; (3) Tumbuhnya minat dan menambah pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan produk yang bernilai ekonomi.Kata kunci :   Pemberdayaan, Ibu rumah tangga, Jahe dan Kunyit, Produk olahan.   
Analisis Komoditas Unggulan Subsektor Peternakan di Kabupaten Barito Kuala Ash'ari, Fuzi; Hasiani, Yarna; Samudera, Raga
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 12 No 2 (2022): Vol 12 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v12i2.219

Abstract

One way to develop superior agricultural products in the livestock sub-sector in the region is to identify the dominant sub-sector of livestock products in the region. This study aims to identify the leading livestock sector in Barito Kuala Regency. The process of collecting data was carried out using a survey method based on secondary data. Secondary data collection was sourced from documents and data from the livestock sub-sector owned by the Central Statistics Agency (BPS) of Barito Kuala Regency and South Kalimantan Province. The method used for data analysis is in the form of Location Qoutient (LQ) analysis to determine the base and non-base subsectors. The input data in the calculation is the number of livestock populations in a times series from 2017 to 2020. Based on the results of Location Qoutient (LQ) analysis, the LQ value of dairy cattle, horses, sheep and laying hens is 0, broilers with an LQ value of 0, 51 and ducks at 0.95 were categorized as non-basic commodities, while the largest LQ value was (1). Free-range chicken by 6.19 then (2). The Muscovy duck is 5.74, (3). Pig of 4.72, (4). Buffalo cattle of 4.13, (5). Beef cattle of 3.01, and (6). Goat by 1.30. The livestock commodities are categorized as basic commodities. The potential of livestock commodities can not only be developed for the needs of the area itself but can also be fulfilled in the surrounding area.
Sosialisasi Manajemen Pemeliharaan Itik Petelur Di Desa Andaman II Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Rizkie Elvania; Muhammad Irwan Zakir; Raga Samudera; Arini Indah Susilowati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.15423

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Andaman II, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menerapkan manajemen pemeliharaan itik petelur yang baik dan berkelanjutan. Potensi peternakan itik di desa ini cukup besar terutama peternakan itik petelur, namun masih terkendala oleh metode pemeliharaan tradisional, manajemen pakan yang belum optimal, dan rendahnya penerapan sanitasi kandang. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi lapangan mengenai sistem pemeliharaan intensif yang meliputi pemilihan bibit unggul, formulasi pakan seimbang berbasis bahan lokal, pengendalian penyakit, dan pengelolaan kandang higienis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menerapkan sistem pemeliharaan intensif serta terbentuknya kelompok diskusi peternak sebagai wadah berbagi pengalaman dan konsultasi teknis. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas ternak itik dan efisiensi usaha peternakan di Desa Andaman II.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBIBITAN AYAM RAS PETELUR DI BANJARBARU (STUDI KASUS PADA USAHA PEMBIBITAN AYAM RAS PETELUR DI CV. CIPTA UTAMA FARM) Fahmi Arief; Raga Samudra; Ridho Fahlevie Pengestu
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1634

Abstract

Usaha pembibitan ayam ras petelur menjadi usaha yang populer dikarenakan permintaan akan bibit ras ayam petelur yang tinggi menjadikan salah satu usaha menjanjikan jika dikerjakan dengan layak, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha pada peternakan pembibitan ayam ras petelur. Penelitian dilaksanakan di Kota Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan studi kasus pada usaha pembibitan ayam ras petelur di CV. Felio Cipta Utama. Hasil penelitian pada usaha pembibitan ayam ras petelur di CV. Felio Cipta Utama adalah biaya total sebesar Rp 168.974.000, penerimaan sebesar Rp 214.640.000, keuntungan sebesar Rp 45.666.000. Kelayakan Usaha meliputi; Break Event Point harga sebesar Rp 57.086 dan Break Event Point produksi sebesar 2.363 ekor. Nilai Benefit Cost Ratio sebesar 0,27, dan Hasil Payback Period sebesar 2,06 periode panen. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha pembibitan ayam ras petelur di CV. Felio Cipta Utama dinyatakan layak untuk dilanjutkan usahanya.