Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Mengoptimalkan Usaha Mikro Dan Kecil Di Daerah Kelurahan Ciputat, Tangerang Selatan Wicaksono, Aulia Endarwati; Nisa, Khoirun; Akbar, Muhammad Raihan; Anam, Moh Khoirul; Yumna, Laila
Jurnal Pengabdian ADPIKS Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 Tahun 2024
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial (ADPIKS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mikro kecil menengah merupakan istilah umum dalam dunia ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008. UMKM memiliki peran penting khususnya dalam perspektif kesempatan kerja dan sumber pendapatan bagi masyrakat yang kurang mampu. Serta UMKM juga berperan dalam pembangunan ekonomi di perdesaan. Di akhir tahun 2019 masyarakat dunia dikejutkan dengan adanya covid-19. Pandemi covid-19 memberikan implikasi ekonomi,social, dan politik hampir diseluruh negara, termasuk di Indonesia. Sektor yang terkena dampak selama pandemi covid-19 adalah transportasi, pariwisata, perdagangan, kesehatan dan sektor rumah tangga. Dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 juga dirasakan sektor UMKM salah satunya di usaha kecil seperi pedagang. Para pedagang merasakan turumya penjualan, dan kekurangan modal. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan serta memasarkan sehingga menjadikanya lebih luas. Kegiatan yang dilaksanakan adalah : 1. Membuat daftar menu serta mengupgrade jumlah menu 2. Pembuatan goole maps serta email.
Mapping the Evolution of Islamic Da’wah in Indonesia: A Bibliometric Analysis and Future Research Directions Choirin, Muhammad; Mardhiah, Ainal; Bahri, Saiful; Hadiyan, Hadiyan; Yumna, Laila
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v13i1.1319

Abstract

This study examines the evolution of research related to Islamic da’wah in Indonesia, sourced from reputable Scopus-indexed journals from 1995 to 2023. It explores author productivity and related keywords that depict Islamic da’wah’s development in Indonesia. This research employs bibliometric analysis techniques and descriptive statistical approaches, utilizing the biblioshiny tool and R program to identify recommended research keywords with significant potential for future development. The research findings indicate that “social media” emerges as a frequently occurring keyword in studies on Islamic da’wah in Indonesia. Furthermore, two research paths emerge as recommendations for future development: the authority of Islamic da’wah in Indonesia and Islamic da’wah in the digital era. This investigation holds significant importance for stakeholders, including government authorities, Muslim preachers (da’i), and Muslim scholars, as it provides fundamental insights into the development of Islamic da’wah literature in Indonesia, thus offering prospective research directions.
IMPLEMENTASI AKAD QARDH & IJARAH MULTIJASA PADA PRODUK PEMBIAYAAN PENGURUSAN IBADAH HAJI (Tinjauan Fatwa DSN MUI Nomor 004/MUNAS X/MUI/XI/2020) Taufik, Azhar; Yumna, Laila
Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Emanasi Volume 6 Edisi 1 Tahun 2023
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi akad Qardh & akad Ijarah Multijasa pada produk pembiayaan pengurusan ibadah haji dengan menggunakan tinjauan Fatwa DSN MUI Nomor 004/MUNAS X/XI/2020. Objek penelitian ini adalah produk al-Hajj, yaitu produk pembiayaan pengurusan ibadah haji PT Al Ijarah Indonesia Finance (PT ALIF). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi akad Qardh dan akad Ijarah Multijasa yang diterapkan pada produk al-Hajj di PT ALIF sudah sesuai dengan ketentuan umum Fatwa DSN MUI Nomor 004/MUNAS X/MUI/XI/2020 tentang Pembayaran Setoran Awal Haji dengan Utang & Pembiayaan. Dimana imbal jasa yang diperoleh sudah menggunakan prinsip Ijarah, penalangan dana/hutang yang diberikan menggunakan akad Qardh, sehingga ketika terjadi wanprestasi, maka seluruh dana pinjaman pokok yang telah disetorkan akan dikembalikan secara utuh, hal tersebut dikarenakan produk al-Hajj merupakan produk jasa pembiayaan yang minim resiko karena agunan merupakan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) yang didapat dari Bank setelah PT ALIF menyetorkan setoran awal atas nama nasabah.
ANALISA KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM Yumna, Laila; Taufik, Azhar
Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Emanasi Volume 6 Edisi 1 Tahun 2023
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of Islamic financial institutions (LKS) which is quite massive, makes Islamic economic operational activities must have the nature of legal certainty. At present, specifically the fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) can be said to be material law in the sharia economy. Meanwhile, the Sharia Economic Law Compilation (KHES) is a formal and material law as a reference for judges at the Religious Courts in resolving sharia economic disputes. This research is a library research with a sociological approach. Where the purpose of this writing is to analyze KHES and DSN-MUI fatwas in providing space for the development of the Islamic economy through the synergy between the two in the perspective of legal sociology. The results of the research concluded that the existence of KHES was based on PERMA No. 2 in 2008 as a guideline and is binding on judges in the religious court in resolving the economic affairs of the Syrian regime. While the DSN MUI fatwa is bound to Syrian economic activities based on the absorption of fatwa-fatwa to the regulations of legislation such as PBI, PMK or SEOJK. On the basis of this, it causes KHES to have a higher position than DSN fatwa. Therefore, the fatwa issued by the DSN MUI should
ANALISA KOMPILASI HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM Yumna, Laila; Taufik, Azhar
Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Emanasi Volume 6 Edisi 1 Tahun 2023
Publisher : Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of Islamic financial institutions (LKS) which is quite massive, makes Islamic economic operational activities must have the nature of legal certainty. At present, specifically the fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) can be said to be material law in the sharia economy. Meanwhile, the Sharia Economic Law Compilation (KHES) is a formal and material law as a reference for judges at the Religious Courts in resolving sharia economic disputes. This research is a library research with a sociological approach. Where the purpose of this writing is to analyze KHES and DSN-MUI fatwas in providing space for the development of the Islamic economy through the synergy between the two in the perspective of legal sociology. The results of the research concluded that the existence of KHES was based on PERMA No. 2 in 2008 as a guideline and is binding on judges in the religious court in resolving the economic affairs of the Syrian regime. While the DSN MUI fatwa is bound to Syrian economic activities based on the absorption of fatwa-fatwa to the regulations of legislation such as PBI, PMK or SEOJK. On the basis of this, it causes KHES to have a higher position than DSN fatwa. Therefore, the fatwa issued by the DSN MUI should
Penanaman Nilai-Nilai Perilaku Ekonomi Islam Melalui Game Edukatif di SMP Islam Ramah Anak Kota Depok Yumna, Laila; Nurhadi, Nurhadi; Taufik, Azhar; Fitriansyah, Mahliga; Hunen, Ahmad; Aini, Virli Nur; Nurjannah, Hamidah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi ekonomi Islam yang rendah di kalangan masyarakat Indonesia, terutama pada generasi usia dini, menjadi tantangan besar dalam membentuk perilaku ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Berdasarkan survei Bank Indonesia, hanya 16,3% masyarakat yang tergolong well literate dalam ekonomi dan keuangan syariah. Rendahnya tingkat literasi ini berdampak pada lemahnya internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang merupakan inti dari perilaku ekonomi Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dasar perilaku ekonomi Islam kepada siswa usia 13-15 tahun di SMP Islam Ramah Anak Kota Depok melalui pendekatan game edukatif berbasis aktivitas keseharian. Pendekatan ini selaras dengan peta jalan literasi syariah dari KNKS yang merekomendasikan pembentukan karakter ekonomi pada fase tersebut melalui pembelajaran pengetahuan dasar ekonomi Islam yang diringi dengan praktik. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap observasi, persiapan materi, pelaksanaan kegiatan edukatif, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadinya peningkatan pemahaman nilai-nilai perilaku ekonomi Islam secara aplikatif pada siswa/i melalui aktifitas keseharian.
ASAS TRANSPARANSI DALAM PENGELOLAAN ZAKAT PERSPEKTIF PRINSIP MAQASHID SYARIAH: STUDI ATAS UU NO. 14 TAHUN 2008 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK Risdianto; Laila Yumna; Usman Alfarisi; Tajudin; Andi Hidayat; Siti Maerasoh; Rizadin Hijran Putra
HEI EMA : Jurnal Riset Hukum, Ekonomi Islam, Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, STI Syariah AL-Hilal SIgli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61393/heiema.v4i2.307

Abstract

Penerapan prinsip syariah dalam pengelolaan zakat secara umum dimuat dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Salah satu dari pengelolaan zakat yang harus diimplementasikan adalah asas transparansi. Sedangkan sebagai bentuk jaminan konstitusional terhadap hak atas keterbukaan informasi publik, transparansi atas penyelenggaraan fungsi pelayanan di Indonesia ditetapkan melalui UU Nomor 14 Tahun 2008. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asas transparansi dalam pengelolaan zakat melalui perspektif maqashid syariah dan mengevaluasi kesesuaian asas transparansi dengan UU Nomor 14 Tahun 2008. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif yuridis. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui literatur riview atau kepustakaan pada konsep maqashid syariah dan perundang-undangan terkait. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa asas transparansi dalam pengelolaan zakat merupakan kewajiban yang bersifat normatif dan sesuai dengan syariat. Hal ini tercantum sebagaimana Pasal 9 sampai dengan Pasal 11 UU Nomor 14 Tahun 2008 yang mewajibkan bagi lembaga zakat agar menyediakan informasi publik baik laporan keuangan maupun laporan kegiatan. Selain itu transparansi juga merupakan pengejawantahan dari maqashid syariah melalui penguatan etika, pemenuhan hak mustahik, pencegahan penyelewengan dana, edukasi publik dan distribusi yang adil dan berkelanjutan.
KONTEKSTUALISASI PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH MENURUT MAJELIS TARJIH MUHAMMADIYAH Yumna, Laila; Fakhrurazi; Nurhadi; M. Reza Prima; Hanum Aulia
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat fitrah merupakan kewajiban ibadah sosial yang memiliki fungsi spiritual sekaligus ekonomi dalam sistem Islam. Meskipun secara tekstual zakat fitrah disalurkan menjelang Idul Fitri, pendekatan tradisional yang bersifat konsumtif telah dikritisi oleh berbagai ulama dan lembaga keagamaan, termasuk Majelis Tarjih Muhammadiyah. Fatwa yang dihasilkan dalam Musyawarah Nasional Tarjih ke-31 pada tahun 2020 merekomendasikan pendistribusian zakat fitrah yang dapat didistribusikan sepanjang tahun, dan juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi mustahik melalui model zakat produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kontekstual distribusi zakat fitrah berdasarkan pandangan fikih klasik, fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan teori keadilan distributif Yusuf al-Qaradawi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif dan teknik content analysis terhadap literatur fikih klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi zakat fitrah secara produktif memiliki justifikasi fikih dari mazhab Hanafiyah, serta relevansi sosial dalam konteks kemiskinan struktural di Indonesia. Fatwa Tarjih menjadi instrumen normatif yang mendorong reformasi distribusi zakat, dengan menekankan aspek pemberdayaan ekonomi mustahik dan penguatan fungsi sosial zakat.
Evaluasi Penerapan Good Corporate Governance Pada Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Mizan Amanah Yumna, Laila; Muttaqien, M. Khaerul; Risdianto, Risdianto; Yuni, Kusnul Ciptanila; Alzalfaa, Alya; Nuraini, Virli; Maesaroh, Siti
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) memiliki peran strategis dalam mengelola dan mendistribusikan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, praktik tata kelola yang belum optimal, khususnya dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kepercayaan publik dan efektivitas lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana prinsip-prinsip GCG diterapkan di LAZNAS Mizan Amanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen dari laman resmi Mizan Amanah. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada lima prinsip GCG: transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GCG di Mizan Amanah telah menunjukkan tren yang positif, namun masih perlu penguatan pada sejumlah aspek struktural dan sistemik guna mencapai tata kelola yang lebih optimal dan berkelanjutan. Di mana, komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas direalisasikan melalui publikasi laporan keuangan tahunan. Sedangkan, aspek independensi dan pengawasan kelembagaan masih perlu diperkuat. Selain itu, digitalisasi pengelolaan zakat belum dioptimalkan secara maksimal, guna mendukung efisiensi dan perluasan jangkauan layanan
Belis Gading dalam Perkawinan Adat Lamaholot Desa Leworaja: Telaah Normatif Empiris dalam Perspektif Hukum Islam Insafiyah Lamablawa, Nurmata; Fakhrurazi, Fakhrurazi; Alfarisi, Usman; Zakaria, Endang; Nurhadi , Nurhadi; Fatmakartika, Rini; Yumna, Laila
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 5 No. 3 (2023): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v5i3.9949

Abstract

This study examines the practice of ivory belis in Lamaholot traditional marriage in Leworaja Village, Lembata Regency, East Nusa Tenggara. Belis in the form of elephant ivory is a customary requirement that has social, cultural, and honorary values for Lamaholot women. However, this practice often burdens men economically and raises normative issues in the perspective of Islamic law which emphasizes the simplicity of dowry and the prohibition of burdening prospective husbands. This research uses a qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews with traditional leaders, religious leaders, and local communities, as well as analysis of customary law documents and marriage fiqh. The results of the study show that ivory belis is seen as a symbol of self-esteem and kinship bonds, but in Islamic law this tradition cannot be positioned as a legal condition for marriage. Islam only requires a simple dowry which is the full right of the wife. Therefore, the practice of ivory belis requires reinterpretation in order to maintain the cultural values of the Lamaholot community while being in line with the principles of maqaṣid al-shari'ah which emphasizes convenience, justice, and benefits.    
Co-Authors Abdul Aziz, Rafly Abdul Hamid Adawiyah, Shefa Nadila Agus Hermanto Ahmad Tibrizi Soni Wicaksono Ainal Mardhiah Aini, Virli Nur Akbar, Muhammad Raihan Alfarisi, Usman Alfiyah Nurhovivah, Dede Alzalfaa, Alya Andi Hidayat Azhar Taufik Bisri Bisri Cahya, Raras Nilam Dede Riani Desmadi Saharuddin Dina Febriani Darmansyah Dwijayanto, Arik Fakhrurazi Fakhrurazi, Fakhrurazi Fathur Rachman Fatmakartika, Rini Fauzi Fauzi Gita Aprilia Gusniarti Gusniarti Hadiyan Hadiyan Hadiyan Hamli Syaifullah Hanum Aulia Hilal Ainun Fadilah Holianto, David Stevhen Hunen, Ahmad Ichwan Arifin Indriyani Idris Insafiyah Lamablawa, Nurmata Jumail . Khairunnisa, Dara Khoirun Nisa Kusnul Ciptanila Yuni K M. Reza Prima Mahliga Fitriansyah Mahliga Fitriansyah Moh Khoirul Anam Moh Khoirul Anam Moh. Khoirul Anam Muaz, Yusuf Ahmed Muhammad Choirin Muhammad Choirin Muhammad Hafizul Ilmi Muhammad Khaerul Muttaqien Muhammad Taufiki Mukti Ali Mutaqien, Mohammad Khaerul Muttaqien, M. Khaerul N. Oneng Nurul Bariyah Nadratuzzaman, Muh. Najmah Sabita Najwa Ulfah Siregar Nuraini, Virli NURHADI Nurhadi Nurhadi , Nurhadi Nurjannah, Hamidah Purwi Lestari Handayani Rahma Dayanti Rahmat, Muhammad Nur Rika Anggraini Rikza Maulan Risdianto Risdianto Risdianto Risdianto, Risdianto Rizadin Hijran Putra Ruwinah, Ruwinah Sa'diyah El Adawiyah Said, Muhammad Saiful Bahri Siti Maerasoh Siti Maesaroh Siti Shofiyah suharsiwi*, suharsiwi Suharsiwi, Suharsiwi Tajudin Tajudin Mas’ud Taufiqurohman, Hafizh Tiffanie Amandha Putri Tria Patrianti Ummah Karimah, Ummah Usman Alfarisi Usman Alfarisi Weny Savitry S. Pandia Wicaksono, Aulia Endarwati Yusuf Ahmed Muaz Zaenul Fikri Syamsuri Zakaria, Endang Zamzam, Rohimi