Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR MELALUI SEKTOR PARIWISATA DI PULAU BAWEAN KABUPATEN GRESIK Bulqiyah, Hasanul; Jaya, Allan Firman; Syahrial, Mario Fahmi
JianE (Jurnal Ilmu Administrasi Negara) Vol. 5 No. 2 (2023): JianE: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jan.v5i2.6345

Abstract

Kebijakan pemerintah menjadi pedoman dalam menerapkan dan membangun sistem yang problematis. Seperti halnya pada sektor pariwisata di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, masih menjadi persoalan tidak dikelolanya pariwisata yang ada. Melalui kebijakan pemerintah yang tertuang pada Peraturan Daerah Kabupaten Gresik No. 8 Tahun 2011 tetang Rencana Tata Ruang Wilayah, sudah seharusnya destinasi pariwisata yang ada di Pulau Bawean mampu menghasilkan ekonomi bagi masyarakat setempat. Faktaya dilapangan tidak ditemukan terkait manajemen pariwisata. Melalui metode kualitatif dengan jenis deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi peran kebijakan pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata di Pulau Bawean dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Gresik mengenai pariwisata tidak di implementasikan di Pulau Bawean. Kebijakan yang ada tidak berperan secara sungguh-sungguh dalam pengembangan pariwisata yang ada di pulau Bawean sebagai peningkatan ekonomi masyarakat.
Strategi Diversifikasi Produk Gerabah Tuban Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar Irawatiningrum, Satya; Bulqiyah, Hasanul; Rohid, Nibrosu
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3448

Abstract

Karang Village, which is one of the villages in Semanding Subdistrict, has diversity in the livelihoods of its people. Likewise, the community-owned businesses have not yet shown a characteristic in Karang Village, which has an area of 156,002 Ha. Therefore, the service proposal team chose one type of business to be developed, namely pottery. There are quite a lot of pottery craftsmen in Karang Village, however, their economic conditions are far from prosperous. Seeing how complex the problems faced by partners are, it is necessary to prioritize the problems that will be overcome through this service activity, namely pottery diversification training and marketing promotion strategy training. The method goes through several stages, namely socializing the importance of diversifying pottery products. Partners can work directly to produce products other than pottery, finishing the product, and the pottery marketing stage. The results of this service are that the Karang Village community who participated in the training were able to make pottery in various forms, such as piggy banks, flower vases, ashtrays, and so on. As for marketing, these pottery products are marketed through social media. Keywords: training; pottery; marketing  Abstrak: Kelurahan Karang yang merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semanding memiliki keberagaman dalam mata pencaharian masyarakatnya. Begitu juga dengan usaha-usaha yang dimiliki masyarakatnya, belum menunjukkan suatu ciri khas di Kelurahan Karang yang memiliki luas wilayah 156.002 Ha. Oleh karena itu, tim pengusul pengabdian memilih salah satu jenis usaha yang ingin dikembangkan, yaitu gerabah. Pengrajin gerabah di Kelurahan Karang lumayan banyak, namun, kondisi ekonomi mereka sangatlah jauh dari kata sejahtera. Melihat betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi mitra, maka perlu prioritas terhadap permasalahan yang akan diatasi melalui kegiatan pengabdian ini, yaitu pelatihan diversifikasi gerabah dan pelatihan strategi promosi pemasaran. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya diversifikasi produk gerabah, kemudian mitra diberi kesempatan untuk berkarya secara langsung menghasilkan produk selain gendok, finishing produk tersebut, dan tahap pemasaran gerabah. Hasil dari pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Karang yang mengikuti pelatihan mampu membuat gerabah dalam bentuk bermacam-macam, seperti celengan, vas bunga, asbak, dan lain sebagainya. Sedangkan masalah pemasaran, produk-produk gerabah ini dipasarkan melalui media sosial. Kata kunci: pelatihan; gerabah; pemasaran
POLITISASI AGAMA DI PEMILIHAN PRESIDEN 2024 (STUDI KASUS KORPUS BAHASA DAN POLITIK DI PROVINSI JAWA BARAT, IN-DONESIA) Bulqiyah, Hasanul; Fikroh, Seviyenti
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4420.257-268

Abstract

Pemilihan presiden salah satu esensi dari demokrasi di Indonesia, pelibatan masyarakat dalam pemilu sebagai hak pilih menjadi peluang bagi kelompok kepentingan untuk memenangkan kandidat tertentu di kontestasi pelaksanaan pemilihan presiden. Tidak sedikit ditemukan proses yang kurang baik dalam mendapatkan suara di pemilu. Politisasi agama menjadi bagian dari politik praktis untuk mendapat suara di pemilu. Adanya politisasi agama memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan bangsa dan negara yang memiliki pluralitas cukup tinggi. Selain itu teks yang tersebar pada media yang berkaitan dengan politisasi agama pada pemilihan presiden juga mempengaruhi wacana dalam memilih. Politisasi agama dirasa menjadi pemecah bela bangsa, sehingga perlu adanya aturan mengenai politisasi agama di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengulas politisasi agama yang dibuat berdasar telaah korpus yang disusun dari teks berita daring dan cuitan di media sosial serta mengetahui motif lain dari politisasi agama yang dilakukan oleh sebagian tokoh dan ulama dalam pemilu. Metode kualitatif studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk mengeksplorasi politisasi agama di Provinsi Jawa Barat pada pemilu 2024, melalui observasi digital, korpus, wawancara, dan juga dokumentasi yang dilakukan pada berita daring dan cuitan di X serta Forum Lembaga Dakwah dan Ormas Islam, dan Majelis Ulama Indonesia sebagai tokoh masyarakat di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korpus yang paling muncul pada pemiliha presiden 2024 yang diambil dari berita daring dengan tingkat frekuensi paling tinggi yakni kata-kata seperti "Capres," "Prabowo," "Anies," "Islam," "Pemilih," dan "Ulama". Hasil lain menunjukkan bahwa agama dijadikan alat dalam kegiatan pemilihan presiden 2024 di Provinsi Jawa Barat. Secara harfiah, adanya agama dalam politik menjadikan dasar untuk memilih calon pemimpin, namun fakta yang terlihat pada pemilihan presiden 2024 bahwa agama bukan hanya menjadi dasar dalam memilih, melainkan menggenaralisir ummat Islam dalam memilih calon presiden yang telah ditentukan, melalui fatwa yang dikeluarkan oleh multaqo yang mengatas namakan sekelompok ulama Provinsi Jawa Barat. Dampak yang sangat krusial di tengah masyarakat dengan adanya persoalan ini, yakni terjadinya perbedaan persepsi yang bisa menimbulkan kegaduhan, ketidak rukunan antar saudara dan lain sebagainya yang dapat merugikan masarakat itu sendiri.
Analysis of Public Service Quality at the Class II TPI Atambua Immigration Office Buti, Graceana Elma Mau; Taek, Petrus Ans Gregorius; Sae, Donatus; Mbiri, Adeodatus Januario Barros; Bulqiyah, Hasanul
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 7, No 4 (2025): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v7i4.9800

Abstract

In the current era of rapidly advancing technology, the quality of public services has become an important issue frequently encountered across various sectors of public facilities. One visible indication is the continued existence of public complaints regarding suboptimal service delivery, often expressed through different technological platforms. This situation has led to the emergence of negative perceptions among the public toward government officials responsible for providing public services. This study aims to analyze and understand the quality of public services at the Immigration Office Class II TPI Atambua. In practice, the officers at the Immigration Office strive to improve service quality by focusing on public interest, integrity, and professionalism. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, referring to five dimensions of service quality: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. These five dimensions serve as the basis for evaluating the quality of services provided by the Immigration Office Class II TPI Atambua, with the expectation of achieving high-quality public service delivery. The results of the study indicate that the overall quality of public services in the passport application process at the Immigration Office Class II TPI Atambua is categorized as good. However, several aspects still require improvement, particularly in terms of service timeliness.