Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Berbasis Manajemen Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Apendisitis Dengan Nyeri Akut Syokumawena Syokumawena; Devi Mediarti; Kayati Zabillah
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.72

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering menimbulkan nyeri, terutama pada pasien pascaoperasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan dalam penelitian ini ialah penerapan berbasis manajemen nyeri pada pasien pasca bedah apendistis dengan nyeri akut. Dengan demikian metode yang digunakan ialah deskriptif dengan melakukan studi kasus pada pasien pasca operasi apendisitis di RS Muhammadiyah Palembang tahun 2025, melalui penerapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi. Dari penelitian tersebut diadaptkan hasil yang menunjukkan adanya penurunan skala nyeri setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam, yaitu dari skala 6 menjadi 2 pada pasien pertama dan dari skala 5 menjadi 2 pada pasien kedua. Dengan demikian, teknik relaksasi napas dalam terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien pascaoperasi apendisitis dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
Pelaksanaan Manajemen Nyeri Akut Melalui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gastritis Syokumawena Syokumawena; Devi Mediarti; Wafika Dwi Maharani
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i1.75

Abstract

Gastritis adalah peradangan mukosa lambung akibat infeksi atau iritasi yang sering menimbulkan nyeri akut di daerah epigastrium. Penanganan keperawatan dapat dilakukan melalui manajemen nyeri, salah satunya dengan kompres hangat sebagai terapi nonfarmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan manajemen nyeri akut melalui asuhan keperawatan pada pasien gastritis dengan menggunakan kompres hangat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien gastritis berusia 57 tahun dan 42 tahun yang dirawat di ruang rawat inap Ahmad Dahlan RS Muhammadiyah Palembang. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari melalui observasi, wawancara, serta pengisian instrumen studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat sebagai intervensi manajemen nyeri selama tiga hari mampu menurunkan intensitas nyeri pada kedua pasien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompres hangat merupakan tindakan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan nyeri akut pada pasien gastritis.
Implementasi Manajemen Hiperglikemi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Mediarti, Devi; Syokumawena, Syokumawena; Rahmawati, Jihan Salsabila
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3745

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by blood glucose levels exceeding normal values over a long period. The term blood glucose is often referred to by the public as blood sugar. According to data from the South Sumatra Provincial Health Office, diabetes mellitus has been the most prevalent disease for three consecutive years, from 2020 to 2022. In 2020, there were 172,044 cases of diabetes, which increased to 279,345 cases in 2021. The signs and symptoms that can be found in patients with type 2 DM include polyuria (frequent urination), polydipsia (often feeling thirsty), polyphagia (frequent eating), and unexplained weight loss. To address this issue, nursing interventions are carried out with the aim of managing the risk of blood glucose instability. After three visits, it is hoped that the patient's blood glucose levels can stabilize through appropriate interventions, namely hyperglycemia management. Methods: In this case study, a case study design with a descriptive method is used. The approach used is the nursing care approach. The case study subjects consist of 2 patients with type 2 diabetes mellitus. The first patient is 67 years old and the second patient is 46 years old, both having the same nursing problems. This case study was conducted in the inpatient room of Ahmad Dahlan Hospital Muhammadiyah Palembang. Data collection techniques were through observation, interviews, and filling out case study instruments over 3 days in the care room. Result: After the implementation for 3 days, both subjects experienced a decrease in glucose levels with criteria showing a reduction through the management of hyperglycemia. Conclusion: This indicates that monitoring blood glucose levels in patients with diabetes mellitus is essential in order to know their glucose levels and help them maintain proper control.