Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Marshall Stability of Porous Asphalt with Oyster Shell Ash Filler Substitution and High Density Polyethylene Rani, Hafnidar A; Syammaun, Tamalkhani; Adamy, Aulina; Zulaiha, Zulaiha
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.855

Abstract

Abstrak Aspal porus merupakan campuran beraspal yang memiliki rongga udara yang besar yang menyebabkan aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. Untuk meningkatkan nilai stabilitas diperlukan bahan tambah lain yang memiliki potensi seperti limbah Abu Cangkang Tiram (OSA) dan limbah High Density Polyethylene (HDPE). OSA mempunyai sifat kimia yang mengandung kapur dan silika yang berfungsi untuk keawetan dan mengunci antar agregat pada perkerasan jalan. Sedangkan HDPE memiliki kekuatan yang tinggi dan kaku serta perilaku untuk mengikat sehingga dapat memperkuat ikatan antara agregat dan OSA dan menambah perkuatan terhadap campuran aspal porus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (OAC) pada campuran aspal porus, dan menganalisis variasi persentase terbaik OSA dan limbah HDPE sebagai substitusi aspal pen 60/70. Pengujian yang dilakukan adalah pemeriksaan terhadap parameter Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi filler 50% OSA : 50% PC dengan 4%, 6% HDPE dapat meningkatkan nilai stabilitas Marshall pada campuran aspal porus serta memenuhi spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Kata kunci: aspal porus, marshall, abu cangkang tiram, HDPE   Abstract Porous Asphalt is the asphalt mix containing large air void resulting low stability of porous asphalt. The improvement of stability requires another potential additive material as Oyster Shell Ash (OSA) and High Density Polyethylene (HDPE) waste. OSA contains of chemical characteristics consisting of calcium and silica for durability and locking the aggregate and road pavement. While HDPE is rigid, high strength, and binder that it can strengthen the bond of aggregate and OSA as well as strengthen porous asphalt mix. The research aims to determine OAC to porous asphalt mix, and analyze the best percentage variation of OSA filler substitution and HDPE waste as asphalt pen 60/70 substitution. The test was carried out was Marshall Parameter investigation. The output explained that the variation of 50% OSA filler: 50% PC using 4%, 6% HDPE can improve the Marshall stability on porous asphalt mix and meet specification of Australian Asphalt Pavement Association (AAPA).   Keywords: Porous asphalt, marshall, oyster shell ash, HDPE
Strategi Adaptif Pengawas Sekolah dalam Melaksanakan Supervisi pada Masa Transisi Kurikulum Amri Firmansyah Depari; Dwi Santi; Teti Manurung; Fitriani, Fitriani; Ani Marsiah; Zulaiha, Zulaiha; Widya Wati; Nurma Hidayah
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i3.757

Abstract

Masa transisi kurikulum, seperti pergeseran dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka, menuntut adaptasi signifikan dari semua komponen pendidikan, termasuk pengawas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan secara mendalam strategi adaptif pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik dan manajerial pada kluster sekolah dasar di SDN 014 Teluk Piyai Pesisir, Kabupaten Rokan Hilir, selama masa transisi kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, penelitian ini berupaya menangkap pengalaman hidup *(lived experience) dan strategi riil yang diterapkan pengawas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pengawas kluster, empat kepala sekolah binaan, dan analisis dokumen pendukung (rencana pengawasan dan laporan hasil supervisi). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori utama strategi adaptif: (1) Transformasi Peran dari Inspektor menjadi Coach dan Fasilitator Perubahan, (2) Adaptasi Instrumen dan Fokus Supervisi, dan (3) Pemanfaatan Komunitas Belajar Profesional (KGP) sebagai Leverage Pembinaan. Pengawas beralih dari pemeriksaan kepatuhan administratif K-13 menjadi pendampingan filosofi dan konsep dasar Kurikulum Merdeka (seperti P5 dan Asesmen Diagnostik). Strategi ini menciptakan iklim coaching yang kolaboratif dan mempercepat diseminasi informasi dan implementasi kurikulum di tingkat sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transisi kurikulum sangat bergantung pada fleksibilitas, kesiapan mental, dan kompetensi coaching pengawas sekolah.