Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DESAIN DAN EVALUASI IN SILICO TURUNAN BARU PIRAZINAMIDA BERBASIS 1,2,4-TRIAZOL SEBAGAI KANDIDAT OBAT ANTITUBERKULOSIS Zulqurnain, Muhammad; Fikriya, Sakti Hidayati; Suharman, Andi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, sementara resistansi terhadap obat lini pertama seperti pirazinamida terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi dua turunan pirazinamida yang disubstitusi dengan gugus 1,2,4-triazol sebagai kandidat antituberkulosis baru melalui pendekatan in silico. Senyawa yang dirancang meliputi N-(1-(4-hidroksibenzil)-1H-1,2,4-triazol-3-il)pirazin-2-karboksamida (D) dan 6-kloro-N-(1-(4-hidroksibenzil)-1H-1,2,4-triazol-3-il)pirazin-2-karboksamida (E), yang diuji sebagai inhibitor enzim enoyl-[acyl-carrier-protein] reductase (InhA) dari Mycobacterium tuberculosis. Evaluasi dilakukan melalui analisis sifat fisikokimia, farmakokinetika, dan penambatan molekul. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua senyawa memenuhi seluruh parameter kelayakan obat (drug-likeness) utama berdasarkan aturan Lipinski, Ghose, dan Veber, dengan profil absorpsi oral yang baik serta risiko interaksi obat yang rendah. Hasil penambatan molekul memperlihatkan bahwa senyawa (E) memiliki energi bebas pengikatan (ΔG) sebesar −9,55 kcal/mol dan membentuk interaksi hidrogen serta π–π penting dengan residu tirosin (TYR) A:158, treonin (THR) A:196, dan kofaktor nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) A:500, menyerupai ligan referensi. Sementara itu, senyawa (D) juga menunjukkan interaksi stabil dan potensi penghambatan yang kompetitif. Dengan demikian, modifikasi struktur pirazinamida melalui penambahan gugus triazol dan hidroksifenil terbukti meningkatkan potensi penghambatan terhadap enzim InhA. Senyawa (E) menonjol sebagai kandidat inhibitor kompetitif yang potensial, sedangkan senyawa (D) tetap menjanjikan sebagai analog aktif untuk pengembangan obat antituberkulosis yang lebih spesifik dan efektif.
Relationship Between ChatGPT Use and Critical Thinking in Organic Chemistry Learning Fikriya, Sakti Hidayati; Zulqurnain, Muhammad; Suharman, Andi; Ad’hiya, Eka
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 18 No. 1 (2026): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v18i1.55951

Abstract

This study explored the relationship between ChatGPT use and critical thinking skills in Organic Chemistry learning among chemistry education students. A quantitative correlational research design was employed involving 87 undergraduate students enrolled in an Organic Chemistry course at Sriwijaya University. Data on ChatGPT use were collected through a four-point Likert-scale questionnaire covering frequency of use, perceived usefulness, ease of use, and ethical awareness, while critical thinking skills were assessed using a three-component test consisting of answer accuracy, scientific reasoning, and self-reported confidence level. Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation analysis. The findings revealed that most students frequently used ChatGPT to support their understanding of complex Organic Chemistry concepts and perceived it as helpful for improving learning efficiency. However, the Pearson correlation analysis showed no significant relationship between ChatGPT use and students’ critical thinking skills (r = −0.060, p = 0.581). The findings suggest that the ChatGPT use alone does not automatically enhance or diminish critical thinking skills. Its educational impact depends on how students critically evaluate, verify, and utilize AI-generated information. Therefore, pedagogical guidance is necessary to support the meaningful integration of AI-assisted learning in Organic Chemistry education.