Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Training on Digital Product Branding for MSMEs Irwan Moridu; Rini Hadiyati; Khas Sukma Mulya; Asmita Wulansari Dg. Liwang; Nurcahya Hartaty Posumah
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i3.852

Abstract

The purpose of community service activities is to stimulate the target audience's potential and creativity by including them in the development of Generation Z's creative economy through digitalization in the social age 5.0. The creative economy, developed as a concept in the social period 5.0, is a mainstay of technology and creativity, ideas, and human resources (HR) knowledge base. Creative industries in the social era 5.0, according to government programs, can become a reality if resources are available to meet digital, human, local, global, and balanced factors. Education, training, and mentorship are some of the methods used in this activity. This community service is intended at a group of Initiation (Muhammadiyah Luwuk University's Business Incubator) students. Among the programs implemented are those that explore student potential as a business goal, MSME innovation materials, and then training and mentorship related to product branding that encourages digital technical assistance. The findings demonstrated that the level of absorption (utilisation) of innovative MSMEs in Gen Z was high enough that they could be manufactured under private labels, notably in startup student groups (Muhammadiyah Luwuk University Business Incubator). As a result, students can unleash their potential and innovation in the creative economy sector before the complete digital society 5.0 phase.
Membidik Peluang Wirausaha yang Tepat Pada Generasi Milenial di SMK NEGERI 2 Kota Bima Akbar, Muhammad; Saputri, Nabila Dwita Meifianti Saputri; Nurlaila; Dinda; Nurhayati; Nursani; Mulya, Khas Sukma; Amelia, Rizky
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1, No 1, January (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi banyak generasi milenial yang mendirikan bisnis dengan berbagai bidang yang digeluti mulai dari fashion, perabotan rumah tangga sampai usaha kuliner. Generasi milenial ini merupakan generasi yang begitu dekat dengan dunia digital, sehingga dapat dengan mudah mendirikan sebuah bisnis. Akan tetapi banyak dari mereka yang merasa tidak mampu karena usahanya tidak berjalan dengan lancar atau mengalami kebangkrutan, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik penjualan. Kesiapan generasi milenial dibandingkan dengan generasi lainnya jauh lebih memmpuni dalam menghadapi perkembangan zaman dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Peranan generasi milenial saat ini sangat besar untuk membangun bangsa, cara berpikir generasi milenial yang luas dapat membuat perubahan dan dapat menjadi pelopor, bukan hanya sekadar mengikuti tren yang sudah ada, akan tetapi dapat menciptakan hal-hal yang baru di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar  memberikan pemahaman tentang cara membidik peluang usaha di kalangan generasi milenial, tepatnya untuk siswa di SMKN 2 Kota Bima. Secara umum tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung visi Indonesia emas yang terdapat pada pilar pertama dan mendukung pertumbuhan jumlah wirausahawan agar mendorong perekonomian Neraga.  Metode yang digunakah dalam kegiatana ini adalah seminar.
Evaluasi Usaha Tani Garam Rakyat: Studi Kasus Pertanian Garam Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Rizkan, Muhammad; Islamiati, Santri; Mulya, Khas Sukma; Nursani, Nursani; Akbar, Muhammad
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.25

Abstract

Pada tahun 2016–2021, Kecamatan Bolo menjadi lokasi pertanian garam yang memproduksi garam paling tinggi di Kabupaten Bima yaitu 62.526 ton. Sebagian produksi garam masih mengandalkan cara konvensional dan ini menjadi problem dan tugas bagi stakeholder dalam upaya meningkatkan hasil produksi. Masalah efisiensi produksi perlu perhatikan guna melihat besaran biaya dan pendapatan selama proses produksi dalam rangka evaluasi terhadap penerimaan usaha tani garam. Efisiensi usaha (R/C) rasio adalah tingkat efisiensi usaha tani yang dihitung dengan membandingkan antara nilai produksi yang diperoleh dengan biaya produksi yang dikeluarkan dalam satu kali musim panen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara langsung terhadap 40 responden dengan kriteria tertentu di 3 desa penghasil garam di Kecamatan Bolo. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai R/C Rasio usaha tani garam rakyat adalah sebesar 3,28 per rata-rata luas lahan garapan, artinya nilai R/C usaha tani garam tersebut lebih dari satu dan tergolong efisien.
Inovasi Pangan Lokal Dengan Brand “Karopo Jago” untuk Peningkatan Ekonomi di Desa Pajo Kabupaten Bima Hardinandar, Fajrin; Mulya, Khas Sukma; Amelia, Rizky; Syafruddin, Syafruddin; Rizkan, Muhammad; Akbar, Muhammad; Nursani, Nursani; Afrizanudin, Muhammad; Saputri, Adinda Riska; Amanda, Amanda; Faiz, Muhammad Alvin; Syahrul, Syahrul
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.19192

Abstract

Kabupaten bima merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, komoditas unggulan pertanian jagung di abupaten Bima lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar daerah, kemudian diolah dan dijual kembali ke masyarakat NTB. Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Bima tidak mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian mereka sendiri. Metodologi yang digunakan berbasis analisis studi kelayakan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Paji, Kabupaten Bima. Tim dosen dan mahasiswa kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Bima telah menghasilkan inovasi produk pangan Jagung dengan brand “Karopo Jago”. Produk ini telah di presentasikan di kegiatan Entrepeneruship Award VII di bangka Belitung. Inovasi produk ini selanjutnya telah diperkenalkan kepada masyarakat dan diimplementasikan dengan membentuk incubator bisnis di Desa Pajo. Pengembangan inovasi pangan lokal berbasis jagung dapat menciptakan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. selain itu, inovasi pangan lokal mendorong tumbuhnya industri pengolahan pangan, yang selanjutnya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.