Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA CAHAYA RANCAMAYA ISLAMIC BOARDING SCHOOL Hulwani, Latifah Zati; Priyatno, Agus; Indra, Syukri
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.20935

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sarana dan prasarana di SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School mempengaruhi hasil belajar siswa.. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif. Setiap siswa termasuk dalam populasi penelitian ini kelas X sampai kelas XII dengan total 92 orang, dan populasi ini digunakan sebagai sampel penelitian tanpa memanfaatkan rumus Slovin. Teknik-teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan membuat kuesioner (survei), wawancara, dan analisis dokumen. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,772, yang menunjukkan adanya korelasi positif antara ketersediaan sarana prasarana dengan hasil belajar siswa. IBM SPSS Statistics versi 22 digunakan dalam metode analisis data. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dan fasilitas, maka perhitungan nilai T hitung ditunjukan oleh perhitungan uji T sebesar 20,166 dan T tabel sebesar 1,986 dengan signifikan 0,000 < 0,05. H0 ditolak dan Ha diterima. Perhitungan uji determinasi sebesar 0,819 atau 81,9%, sedangkan sisanya sebesar 18,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
PEMETAAN TREN DAN ARAH PERKEMBANGAN PENELITIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM DI ERA DISRUPSI PENDIDIKAN: STUDI BIBLIOMETRIK (2017–2025) Priyatno, Agus; Kurniawan, Imam; Rusmiati Aliyyah, Rusi
At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): At Tadbir
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v6i1.1671

Abstract

Era disrupsi pendidikan yang ditandai oleh percepatan transformasi digital, perubahan kebijakan, serta dinamika global menuntut pengembangan kurikulum yang adaptif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan memetakan tren, struktur tema, dan arah perkembangan riset pengembangan kurikulum selama periode 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Google Scholar melalui aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci terkait pengembangan kurikulum dan disrupsi pendidikan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer melalui tiga teknik visualisasi, yaitu network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Hasil analisis menunjukkan bahwa tema-tema inti seperti curriculum, education, policy, learning, dan change menjadi pusat jejaring penelitian dengan keterkaitan yang kuat. Tren temporal memperlihatkan pergeseran fokus dari kajian konseptual menuju isu kontemporer seperti transformasi digital, inovasi pembelajaran, dan dampak pandemi COVID-19. Sementara itu, kepadatan penelitian masih didominasi aspek kebijakan dan perencanaan, dengan keterbatasan pada studi implementatif di tingkat praktik. Temuan ini mengindikasikan perlunya penelitian empiris dan kontekstual untuk menghasilkan model pengembangan kurikulum yang responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.
Comic strips as learning media in high school art education: A qualitative study Diaspita; Nasution, Ikhwanuddin; Sebayang, Vanesia Amelia; Saragih, Erikson; Priyatno, Agus
International Journal of Culture and Art Studies Vol. 10 No. 1 (2026): International Journal of Culture and Art Studies (IJCAS)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijcas.v10i1.24065

Abstract

This study examines the use of comic strips as a learning medium in high school fine arts education. It aims to explore how comic strips facilitate students’ understanding of artistic concepts, enhance motivation to learn, and shape classroom interactions. A descriptive qualitative approach was employed, involving classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. The participants consisted of a fine arts teacher and students from grades XI-1 and XI-2 at SMAN 4 Medan. The findings indicate that comic strips effectively support the learning process by bridging abstract art concepts with practical application. Students demonstrated increased intrinsic motivation, as reflected in their active engagement, creative exploration, and sense of ownership over their work. In addition, comic-based activities improved students’ understanding of visual elements such as composition, perspective, and expression. The use of comic strips also fostered a more collaborative and dialogic classroom environment, encouraging peer interaction and discussion. Despite challenges such as limited time, varying drawing abilities, and initial difficulties in developing story ideas, the medium proved adaptable and inclusive for diverse learners. These findings suggest that integrating comic strips into fine arts curricula offers a relevant and innovative pedagogical strategy. It supports the development of visual literacy, creativity, and student-centered learning, particularly in addressing the needs of contemporary learners in visually oriented educational contexts.
MANAJEMEN RAPAT OLEH PIMPINAN PONDOK PESANTREN MODERN NURUL HARAMAIN NWDI BOGOR Hakim, Luqmanul; Maryani, Novi; Priyatno, Agus; Haris, Ridwan; Suhartini, Een
An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 02 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan manajemen rapat di pesantren sebagaimana prinsip dan teori manajemen rapat di perkantoran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan mengumpulkan referensi-referensi melalui internet.  Manajemen rapat dijalankan dengan menerapkan prinsip  dalam pelaksanaan sebuah rapat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Dalam melakukan manajemen rapat personil yang dilibatkan yaitu pemimpin pesantren yaitu kyai, ustadz dan ustadzah, serta santri senior. Rapat dilakukan rutin satu minggu sekali yang disebut dengan rapat koordinasi dan rapat kerja yang dilakukan setiap satu tahun sekali saat awal tahun ajaran baru. Pimpinan pesantren belum mampu memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan pesantren. Pimpinan pesantren seharusnya mampu menjalin koordinasi dalam memecahkan masalah yang ada sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.