Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Yoga Terhadap Obesitas Fathia Radinda Salsabila; Khairun Nisa Berawi; Ramadhan Triyandi; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelebihan berat badan atau yang biasa disebut dengan obesitas merupakan masalah pada bidang kesehatan internasional yang mendesak. Obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktivitas fisik, gaya hidup, dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi. Obesitas menyebabkan terjadinya permasalahan Kesehatan pada masyarakat yang serius serta terjadi di banyak negara dan berpotensi mengancam kelangsungan pelayanankesehatan dasar. Salah satu cara untuk mencegah atau lepas dari obesitas adalah dengan menggunakan cara diet, berolahraga, dan yoga. Yoga merupakan cara baru yang banyak digemari oleh masyarakat karena tidak membutuhkan banyak energi. Yoga adalah teknik sederhana dan murah dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kebugarandan juga status kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa yoga dapat mengendalikan faktor risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan stres psikososial. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi pengaruh intervensi berbasis Yoga pada penilaian Obesitas. Metode penelitian ini dimulai dengan melakukan penelusuran artikel di Google Scholar,pubmed dan ncbi dalam rentang tahun yang telah ditentukan oleh peneliti serta menggunakan kata kunci obesitas, pencegahan obesitas, senam yoga, manfaat senam yoga. Hasil penelitian menemukan artikel mengenai pengaruh senam yoga terhadap obesitas menghasilkan beberapa kesimpulan seperti enam yoga efektif untuk menurunkan berat badan,mengoreksi IMT dan lain lain. Kata kunci: obesitas, senam yoga
Perbandingan Kadar Antioksidan Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica) Arini Puspita Sari; Muhammad Iqbal; Ihsanti Dwi Rahayu; Ramadhan Triyandi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kopi tidak hanya menjadi produk ekspor, tetapijuga sangat populer di kalangan penduduk. Banyak dari masyarakat Indonesia yang mengonsumsi kopi tanpa mengetahuikadar kandungan antioksidan yang dikonsumsi. Kopi memiliki kandungan aktif fenolik terbesar yaitu 1300-3700 mg dalam 100 gram kopi dengan golongan utama asam klorogenat (CGA) sebanyak 4-14% yang berfungsi sebagai antioksidan.Antioksidan adalah zat yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang dikenalsebagai radikal bebas. Pengukuran kadar antioksidan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Antara lain metode ujipengaisan radikal bebas DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Pertanyaan dalam review artikel ini adalah berapakahperbandingan kadar kandungan antioksidan yang ada didalam kopi Robusta  (Coffea canephora) dan Arabika  (Coffea arabica). Artikel ini menggunakan metode review artikel berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan secara inklusi yangdidapatkan dari mesin pencarian data google scholarship baik itu jurnal nasional ataupun internasional, textbook sertaartikel ilmiah yang dipublikasikan diatas tahun 2015. Hasil review yang didapat adalah kandungan kadar antioksidantertinggi pada kopi Robusta sebesar 9,88 ppm dan terendah 262,41 ppm. Kopi Arabika tertinggi sebesar 17,79 ppm danterendah 447,352 ppm. Kata kunci: Antioksidan, Kopi robusta, Kopi arabika
KONTAMINASI LOGAM BERAT (Cd, Pb, DAN Hg) PADA IKAN TERI (STOLEPHORUS INDICUS) Vadiyani Fricillya Puteri; Ramadhan Triyandi; Ihsanti Dwi Rahayu; Muhammad Iqbal
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam lingkungan adalah salah satu masalah global yang serius dengan efek kesehatan yang parah karena persistensi dan akumulasinya dalam organisme hidup. Ikan adalah makanan laut yang paling umum dikonsumsi secara global. Konsumsi ikan merupakan jalur utama paparan logam berat, seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), dan merkuri (Hg) pada manusia. Ikan teri (Stolephorus indicus) adalah ikan tingkat trofik rendah yang memakan zooplankton, udang, udang, dan amphipoda. Ikan teri merupakan salah satu komoditas perikan lauttertinggi di bandarlampung pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp 5.084.122.700 dengan volume penangkapan mencapai 237.552 kg. Pemantauan konsentrasi logam dalam ikan penting sebagai  bioindikator pencemaran lingkungan laut, menilai risiko kesehatan konsumsi ikan yang telah terkontaminasi, dan memastikan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan keamanan pangan.Kata kunci: Ikan teri, Kontaminasi, Logam berat, Stolephorus indicus
Eksplorasi Fitokimia Secara In Vitro: Potensi Tanaman Penghambat Xantin Oksidase Sebagai Terapi Hiperurisemia Warman, Ressalia Shoumadani; Muhammad Iqbal; Ramadhan Triyandi; Ihsanti Dwi Rahayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia adalah gangguan metabolisme akibat tingginya kadar asam urat dalam darah, dengan prevalensi 15% di Indonesia dan 34,2% secara global. Diperkirakan, kematian akibat gout meningkat 55% pada 2060. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh peningkatan aktivitas xantin oksidoreduktase (XOR) di hati atau gangguan ekskresi ginjal. Penghambatan XOR terbukti efektif menurunkan kadar asam urat. Indonesia memiliki lebih dari 9.609 spesies tanaman obat, beberapa di antaranya berpotensi sebagai antihiperurisemia melalui mekanisme penghambatan XOR. Allopurinol, obat standar untuk kondisi ini, dapat menimbulkan efek samping serius bila digunakan berlebihan. Oleh karena itu, terapi herbal menjadi alternatif yang menjanjikan. Review ini bertujuan membahas tanaman yang secara empiris mampu menurunkan asam urat dengan menghambat xantin oksidase. Pencarian artikel publikasi dilakukan di beberapa mesin pencari, seperti ResearchGate, ScienceDirect, Google Scholar menggunakan kata kunci "Antioksidan", “Asam Urat” "Hiperurisemia", "In Vitro", "Metabolit Sekunder" dan "Tanaman Obat" berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, yang menghasilkan 15 artikel. Pencarian literatur dibatasi pada artikel yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, dari 2015 hingga 2025. Hasil review menunjukkan bahwa tanaman tanaman tersebut memiliki potensi sebagai antihiperurisemia dengan mekanisme penghambatan enzim xantin oksidase.Kata Kunci: Antioksidan, Asam Urat, Hiperurisemia, In Vitro, Metabolit Sekunder, Tanaman Obat, dan Xantin Oksidase
Literature Review: Potensi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dalam Inovasi Sediaan Topikal serta Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ni Komang Sumantri; Ramadhan Triyandi; Femmy Andrifianie; Tri Umiana Soleha
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1188

Abstract

Penyakit infeksi dan stres oksidatif merupakan permasalahan kesehatan yang terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik dan kebutuhan akan sumber antioksidan alami. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif, meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri, yang diketahui memiliki beragam aktivitas farmakologis. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun sirih merah dalam inovasi sediaan topikal, serta mengkaji aktivitas antibakteri dan antioksidannya berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci yang relevan, dengan batasan tahun publikasi 2022-2026. Dari 101 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel utama dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah berhasil diformulasikan ke dalam berbagai sediaan topikal, yaitu gel, nano spray gel, krim, dan salep, dengan evaluasi fisik yang memenuhi standar kefarmasian. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 90% dengan nilai IC₅₀ sebesar 34,53 ppm (kategori sangat kuat). Aktivitas antibakteri menunjukkan efektivitas terhadap berbagai patogen termasuk MRSA, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan Propionibacterium acnes, dengan pola dose-dependent yang konsisten. Berdasarkan hasil kajian literatur, ekstrak daun sirih merah memiliki potensi farmakologis yang signifikan sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam. Aktivitas antioksidan yang kuat serta kemampuan menghambat berbagai bakteri patogen menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami untuk infeksi kulit dan kondisi yang berkaitan dengan stres oksidatif.
Review Literatur: Eksplorasi Antioksidan Pada Tanaman Obat Herbal Dengan Metode Fraksinasi Etil Asetat Dan N-Heksan Muhamad Farhan Akbar; Muhammad Iqbal; Ramadhan Triyandi; Asep Sukohar
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.876

Abstract

Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, stroke, dan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab penyakit ini adalah adanya stres oksidatif yang dipicu oleh kelebihan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Penggunaan antioksidan sintetis telah terbukti efektif, tetapi memiliki risiko efek samping jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi sumber antioksidan alami dari tanaman obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi aktivitas antioksidan berbagai tanaman lokal Indonesia melalui fraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-heksan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dari delapan jurnal nasional yang relevan, dipilih melalui pencarian sistematis di Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate dengan kata kunci seperti “aktivitas antioksidan”, “fraksinasi”, dan “tanaman obat”. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari berbagai tanaman seperti daun nyamplung, jamblang, kelor, pisang kepok, dan kopi robusta secara konsisten menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan nilai IC₅₀ di bawah 50 ppm yang dikategorikan sebagai sangat kuat. Hal ini dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan tanin yang larut dalam pelarut semi-polar. Kesimpulannya, fraksi etil asetat memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi dan pangan fungsional.
Literature Review: Hubungan Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Rawat Jalan Yessa Rahmadini Putri; Tri Umiana Soleha; Ramadhan Triyandi; Muhammad Iqbal
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.907

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat. Pelayanan Informasi Obat (PIO) berperan penting sebagai edukasi untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait penggunaan obat, manfaat terapi, serta risiko ketidakpatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PIO terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel jurnal nasional melalui Google Scholar dan Semantic Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi “pelayanan informasi obat”, “kepatuhan minum obat”, “pasien hipertensi”, dan “rawat jalan”. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan full-text, dan jenis penelitian asli; artikel yang tidak relevan atau tidak tersedia full-text dieksklusi. Hasil telaah menunjukkan sebagian besar studi melaporkan hubungan positif dan/atau pengaruh signifikan PIO terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Efektivitas PIO cenderung lebih baik ketika diberikan secara terstruktur dan didukung media edukasi (misalnya leaflet). Beberapa studi juga melaporkan perbaikan luaran klinis seperti penurunan tekanan darah dan peningkatan kualitas hidup. Dapat disimpulkan bahwa PIO berpotensi meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan dan perlu dioptimalkan melalui standar pelaksanaan serta tindak lanjut berkelanjutan.