Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN (PSA) DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI KANKER PROSTAT DI RSUD DR. H. ABDOEL 1 MOLOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE 2019-2020 Panca Bayu; Exsa Hadibrata; Ramadhan Triyandi; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker prostat adalah kanker terbanyak ke-2 yang terdiagnosis pada laki- laki di seluruh dunia dan merupakan urutan ke-5 kanker terbanyak dari seluruh kanker. Kadar PSA merupakan penanda tumor yang baik dalam mendiagnosa karsinoma prostat sementara derajat histopatologi kanker prostat dapat diniliai dengan sistem Gleason score yang merupakan prediktor prognostik yang bagus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi kanker prostat di RSUD Dr. H. Abdoel Moloek provinsi Lampung periode 2019-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 85 sampel yang didapat menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: pasien adenokarsinoma prostat yang memiliki Low Grade Gleason Score dengan kadar PSA < 20 berjumlah 25 orang (29,4%) dan dengan kadar PSA ≥ 20 sebanyak 8 orang (9,4%). Sedangkan pasien dengan Moderate Grade GleasonScore yang memiliki kadar PSA < 20 berjumlah 8 orang (9,4%) dan yang memiliki kadar PSA ≥ 20 seba nyak 4 orang (4,7%), serta pasien dengan High Grade Gleason Score yang memiliki kadar PSA < 20 sebanyak 12 orang (14,1%) dan yang memiliki kadar PSA ≥ 20 sebanyak 28 orang (33%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi square didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi Gleason Score pada penderitaadenokarsinoma prostat. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi Gleason Score pada penderita adenokarsinoma prostat.Kata kunci: Gleason Score, Kadar PSA, Kanker Prostat
Spondilitis Tuberkulosis: Epidemiologi, Diagnosis, Tatalaksana, dan Prognosis Arifah Putri Desenia; Ahmad Fauzi; Ramadhan Triyandi; Fidha Rahmayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menempati urutan ketiga dengan kasus tuberkulosis paling banyak di Dunia setelah India dan China. Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi kronik yang paling banyak disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman tuberkulosis ditemukan di parenkim paru dan menyebabkan TB paru, tetapi bakteri ini juga mempunyai kemampuan untuk menginfeksi organ lain (TB ekstra paru) seperti pada tulang, kelenjar limfe, pleura, dan organ ekstra paru lain. Spondilitis tuberkulosis adalah suatu bentuk destruktif dari  tuberkulosis dan merupakan setengah dari semua kasus tuberkulosismuskuloskeletal. Diagnosis dini spondilitis tuberkulosis sulit untuk ditegakkan dan sering diduga sebagai neoplasma spinal  ataupun spondilitis piogenik lain. Biasanya diagnosis baru dapat ditegakkan pada stadium lanjut yaitu saat sudah terjadi deformitas tulang dan defisit neurologis. Diagnosis spondilitis tuberkulosis bergantung pada manifestasi klinis dan penemuan neuroimaging. Konfirmasi etiologi membutuhkan pemeriksaan Basil Tahan Asam pada mikroskop atau kultur dengan sampel yang diperoleh pada hasil biopsi dari lesi. Selain itu, pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Laju Endap Darah (LED) juga dapat dilakukan. Dengan penegakkan diagnosis dini dan pengobatan segera, prognosis umunya baik. Kata kunci: Mycobacterium tuberculosis, Tuberkulosis Ekstraparu, Spondilitis Tuberkulosis
Pengaruh Yoga Terhadap Obesitas Fathia Radinda Salsabila; Khairun Nisa Berawi; Ramadhan Triyandi; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelebihan berat badan atau yang biasa disebut dengan obesitas merupakan masalah pada bidang kesehatan internasional yang mendesak. Obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktivitas fisik, gaya hidup, dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi. Obesitas menyebabkan terjadinya permasalahan Kesehatan pada masyarakat yang serius serta terjadi di banyak negara dan berpotensi mengancam kelangsungan pelayanankesehatan dasar. Salah satu cara untuk mencegah atau lepas dari obesitas adalah dengan menggunakan cara diet, berolahraga, dan yoga. Yoga merupakan cara baru yang banyak digemari oleh masyarakat karena tidak membutuhkan banyak energi. Yoga adalah teknik sederhana dan murah dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kebugarandan juga status kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa yoga dapat mengendalikan faktor risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan stres psikososial. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi pengaruh intervensi berbasis Yoga pada penilaian Obesitas. Metode penelitian ini dimulai dengan melakukan penelusuran artikel di Google Scholar,pubmed dan ncbi dalam rentang tahun yang telah ditentukan oleh peneliti serta menggunakan kata kunci obesitas, pencegahan obesitas, senam yoga, manfaat senam yoga. Hasil penelitian menemukan artikel mengenai pengaruh senam yoga terhadap obesitas menghasilkan beberapa kesimpulan seperti enam yoga efektif untuk menurunkan berat badan,mengoreksi IMT dan lain lain. Kata kunci: obesitas, senam yoga
Perbandingan Kadar Antioksidan Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica) Arini Puspita Sari; Muhammad Iqbal; Ihsanti Dwi Rahayu; Ramadhan Triyandi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kopi tidak hanya menjadi produk ekspor, tetapijuga sangat populer di kalangan penduduk. Banyak dari masyarakat Indonesia yang mengonsumsi kopi tanpa mengetahuikadar kandungan antioksidan yang dikonsumsi. Kopi memiliki kandungan aktif fenolik terbesar yaitu 1300-3700 mg dalam 100 gram kopi dengan golongan utama asam klorogenat (CGA) sebanyak 4-14% yang berfungsi sebagai antioksidan.Antioksidan adalah zat yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang dikenalsebagai radikal bebas. Pengukuran kadar antioksidan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Antara lain metode ujipengaisan radikal bebas DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Pertanyaan dalam review artikel ini adalah berapakahperbandingan kadar kandungan antioksidan yang ada didalam kopi Robusta  (Coffea canephora) dan Arabika  (Coffea arabica). Artikel ini menggunakan metode review artikel berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan secara inklusi yangdidapatkan dari mesin pencarian data google scholarship baik itu jurnal nasional ataupun internasional, textbook sertaartikel ilmiah yang dipublikasikan diatas tahun 2015. Hasil review yang didapat adalah kandungan kadar antioksidantertinggi pada kopi Robusta sebesar 9,88 ppm dan terendah 262,41 ppm. Kopi Arabika tertinggi sebesar 17,79 ppm danterendah 447,352 ppm. Kata kunci: Antioksidan, Kopi robusta, Kopi arabika
KONTAMINASI LOGAM BERAT (Cd, Pb, DAN Hg) PADA IKAN TERI (STOLEPHORUS INDICUS) Vadiyani Fricillya Puteri; Ramadhan Triyandi; Ihsanti Dwi Rahayu; Muhammad Iqbal
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam lingkungan adalah salah satu masalah global yang serius dengan efek kesehatan yang parah karena persistensi dan akumulasinya dalam organisme hidup. Ikan adalah makanan laut yang paling umum dikonsumsi secara global. Konsumsi ikan merupakan jalur utama paparan logam berat, seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), dan merkuri (Hg) pada manusia. Ikan teri (Stolephorus indicus) adalah ikan tingkat trofik rendah yang memakan zooplankton, udang, udang, dan amphipoda. Ikan teri merupakan salah satu komoditas perikan lauttertinggi di bandarlampung pada tahun 2021 yaitu sebesar Rp 5.084.122.700 dengan volume penangkapan mencapai 237.552 kg. Pemantauan konsentrasi logam dalam ikan penting sebagai  bioindikator pencemaran lingkungan laut, menilai risiko kesehatan konsumsi ikan yang telah terkontaminasi, dan memastikan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan keamanan pangan.Kata kunci: Ikan teri, Kontaminasi, Logam berat, Stolephorus indicus