Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MAKAN BUAH DAN SAYUR PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH PERBATASAN Ikbal Fradianto; Ervina Lili Neri; Mita Mita; R.A Gabby N.R; Lukmanul Hakim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2700-2705

Abstract

Perilaku makan buah dan sayur merupakan salah satu fokus kesehatan komunitas pada anak usia sekolah. Makan sayur dan buah juga merupakan program gerakan masyarakat hidup sehat atau yang dikenal dengan GERMAS. Perilaku makan buah dan sayur membutuhkan aspek pengetahuan yang tepat. Pengetahuan dapat ditingkatkan pemberian edukasi pendidikan kesehatan. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan dan sangat membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, salah satu yang dapat menunjang hal tersebut adalah dengan makan buah dan sayur. Kegiatan ini dilakukan di daerah perbatasan antar negara Indonesia dan Malaysia, hal ini sangat penting guna menjamin terciptanya anak bangsa yang sehat dan selanjutnya dapat meningkatkan mutu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terkait makan buah dan sayur dengan edukasi Kesehatan. Hasil dari kegiatan ini terjadi pengetahuan pengetahuan dari sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi.
EDUKASI BAHAYA BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mita Mita; R.A, Gabby Novikadarti Rahma; Ikbal Fradianto; Ervina lili Neri; Suhaimi Fauzan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1664-1667

Abstract

Bullying menjadi masalah yang harus diperhatikan di bidang kesehatan di banyak negara, terutama kesehatan mental. Bullying merupakan masalah yang umunya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan kejadian yang bervariasi di berbagai negara. Perilaku kekerasan seperti bullying sedang menjadi perbincangan hangat setiap kalangan di Indonesiaia. KPAI mencatat dari tahun 2011 sampai 2019 ada 37.381 pengaduan kekerasan terhadap anak. Untuk kasus bullying di dunia pendidikan maupun social media mencapainya 2.473 laporan dan terus meningkat sampai saat ini. 50% dari 25 siswa di antaranya pernah mengalami bullying secara fisik, dan lebih dari 50% pernah mengalami tindakan bullying nonfisik. tindakan bullying ini harus dicegah karena dapat berdampak negative untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek dapat menurunkan minat siswa untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah maupun kegiatan lain di sekolah. Dampak jangka Panjang siswa akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan teman sebaya dan memiliki kecemasan terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya Oleh karena itu edukasi bahaya bullying sangat penting diberikan keapada anak sekolah, pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan memberikan ceramah tatap muka dan video edukasi terkait bullying, hasilnya menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan tentang bullying setelah di berikan edukasi.
EXPERIENCES OF PEOPLE LIVING WITH HIV IN OBTAINING HEALTH INFORMATION : A PHENOMENOLOGICAL STUDY Nadia Rahmawati; Ikbal Fradianto; R.A Gabby Novikadarti Rahmah
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 1 (2026): VOLUME 10 ISSUE 1 APRIL 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss1/816

Abstract

People living with HIV (PLHIV) face a complex adaptation process after receiving an HIV diagnosis, particularly in understanding the disease and initiating antiretroviral therapy (ART). Health information plays a critical role in shaping self-acceptance, decision-making, and treatment adherence. This study aimed to explore the experiences of PLHIV in obtaining and interpreting health information. This study employed a descriptive qualitative design with a phenomenological approach. Twelve participants were purposively selected and were active members of a peer support group at Yayasan Pontianak Plus. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and observations. Data analysis was conducted using the Colaizzi method. The findings revealed that PLHIV obtain health information from various sources, including non-governmental organizations, peer communities, religious communities, books, social media, and healthcare professionals. Non-governmental organizations and peer communities emerged as the most dominant and meaningful sources because they provide both health education and emotional support. Healthcare professionals were also considered trusted sources of information, particularly regarding antiretroviral therapy. However, differences in participants’ experiences with the initial side effects of ART influenced how they interpreted the information they received. In conclusion, the experience of obtaining health information among PLHIV is multidimensional and shaped by interactions with multiple information sources. Collaborative and patient-centered educational approaches are needed to support treatment adherence and improve the quality of life of PLHIV.