Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Novikadarti Rahmah, R.A. Gabby; Luthfi, Muhammad; Najib Febrya Rahman, Ainun; Septiani, Haryati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global maupun nasional. Permasalahan yang sering dihadapi pasien DM antara lain kurangnya pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetik serta lemahnya kemampuan dalam mengelola stres dan emosi. Selain itu, rendahnya dukungan keluarga turut berkontribusi terhadap menurunnya motivasi dan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan diri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif dan holistik untuk meningkatkan aspek pengetahuan dan psikososial pasien DM, khususnya pada kelompok lansia.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan luka kaki diabetes, kemampuan manajemen stres, regulasi emosi, serta memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus yang mengikuti kegiatan Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Jungkat.Metode: Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif yang disertai pembagian media edukasi berupa leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta lansia menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai perubahan pengetahuan pencegahan luka, tingkat stres (menggunakan PSS-10), kemampuan regulasi emosi, dan dukungan keluarga.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel yang diukur. Rata-rata pengetahuan pencegahan luka meningkat dari 45 menjadi 67,5. Tingkat stres menurun dari rata-rata 2,23 menjadi 1,57, menunjukkan perbaikan kemampuan manajemen stres. Kemampuan regulasi emosi meningkat signifikan dengan p value = 0,000, di mana kategori “baik” naik dari 6,7% menjadi 43,4%. Dukungan keluarga juga mengalami peningkatan, dengan kategori tinggi bertambah dari 6,7% menjadi 33,4% (p value = 0,000).Kesimpulan: Intervensi edukatif melalui ceramah, diskusi, dan latihan relaksasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stres, memperbaiki kemampuan regulasi emosi, dan memperkuat dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Mellitus. Pendekatan holistik ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas hidup pasien DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MAKAN BUAH DAN SAYUR PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH PERBATASAN Ikbal Fradianto; Ervina Lili Neri; Mita Mita; R.A Gabby N.R; Lukmanul Hakim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2700-2705

Abstract

Perilaku makan buah dan sayur merupakan salah satu fokus kesehatan komunitas pada anak usia sekolah. Makan sayur dan buah juga merupakan program gerakan masyarakat hidup sehat atau yang dikenal dengan GERMAS. Perilaku makan buah dan sayur membutuhkan aspek pengetahuan yang tepat. Pengetahuan dapat ditingkatkan pemberian edukasi pendidikan kesehatan. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan dan sangat membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, salah satu yang dapat menunjang hal tersebut adalah dengan makan buah dan sayur. Kegiatan ini dilakukan di daerah perbatasan antar negara Indonesia dan Malaysia, hal ini sangat penting guna menjamin terciptanya anak bangsa yang sehat dan selanjutnya dapat meningkatkan mutu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terkait makan buah dan sayur dengan edukasi Kesehatan. Hasil dari kegiatan ini terjadi pengetahuan pengetahuan dari sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi.
EDUKASI BAHAYA BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mita Mita; R.A, Gabby Novikadarti Rahma; Ikbal Fradianto; Ervina lili Neri; Suhaimi Fauzan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1664-1667

Abstract

Bullying menjadi masalah yang harus diperhatikan di bidang kesehatan di banyak negara, terutama kesehatan mental. Bullying merupakan masalah yang umunya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan kejadian yang bervariasi di berbagai negara. Perilaku kekerasan seperti bullying sedang menjadi perbincangan hangat setiap kalangan di Indonesiaia. KPAI mencatat dari tahun 2011 sampai 2019 ada 37.381 pengaduan kekerasan terhadap anak. Untuk kasus bullying di dunia pendidikan maupun social media mencapainya 2.473 laporan dan terus meningkat sampai saat ini. 50% dari 25 siswa di antaranya pernah mengalami bullying secara fisik, dan lebih dari 50% pernah mengalami tindakan bullying nonfisik. tindakan bullying ini harus dicegah karena dapat berdampak negative untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek dapat menurunkan minat siswa untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah maupun kegiatan lain di sekolah. Dampak jangka Panjang siswa akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan teman sebaya dan memiliki kecemasan terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya Oleh karena itu edukasi bahaya bullying sangat penting diberikan keapada anak sekolah, pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan memberikan ceramah tatap muka dan video edukasi terkait bullying, hasilnya menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan tentang bullying setelah di berikan edukasi.
Level of Community Knowledge on Preventive Measures for Dengue Hemorrhagic Fever in Sungai Laur Public Health Center Area Lestari, Triyuni; Novikadarti Rahmah, Gabby; Fradianto, Ikbal
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: In 2023, a total of 12 cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) were reported in the Sungai Laur Public Health Center area, accompanied by a low larval-freerate (ABJ) of 33.33%. This condition indicates a high risk of dengue transmission due to thepresence of mosquito breeding sites. Community knowledge plays a crucial role inpreventing and controlling DHF, as informed individuals are more likely to engage ineffective vector control practices. Therefore, this study aimed to assess the level ofcommunity knowledge regarding DHF prevention in the Sungai Laur Public Health Centerarea. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design. The samplingtechnique used was accidental sampling, involving 92 respondents residing in the SungaiLaur Public Health Center area. Data were collected using a structured questionnaire thatmeasured respondents’ knowledge related to DHF prevention strategies, includingenvironmental management and mosquito control measures. Data analysis was conductedusing univariate analysis to describe the distribution of knowledge levels amongparticipants. Results: The findings revealed that the majority of respondents, 54 individuals (58.7%),demonstrated good knowledge regarding DHF prevention. Meanwhile, 38 respondents(41.3%) were categorized as having poor knowledge. These results indicate that althoughmore than half of the community possesses adequate knowledge, a substantial proportionstill lacks sufficient understanding. Conclusion: Overall, the community in the Sungai Laur Public Health Center area shows arelatively good level of knowledge regarding DHF prevention. However, continuous effortsfrom health service personnel are essential to monitor, educate, and promote sustainablepreventive behaviors to further reduce the risk of DHF transmission.
The Relationship Between Family Support And The Quality Of Life Of Patients With Chronic Renal Failure Who Are Undergoing Hemodialysis Naceda, Piddy Lhoksuma Erlyana; Rahmah, R.A Gabby Novikadarti; Fahdi, Faisal Kholid; Fauzan, Suhaimi; Luthfi, Muhammad
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: family support can affect the quality of life of hemodialysis patients. With family support in providing motivation, CKD patients undergoing hemodialysis have a stimulus to improve their quality of life. This study aims to analyze the relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Hospital in Pontianak.   Methods: This study is quantitative in nature, using a correlational design with a cross-sectional approach. The sample was taken using the total sampling technique with a total of 74 respondents. Data collection was conducted using the Family Support and Quality of Life questionnaire. (KDQOL-SF TM 1.3). Statistical tests used the Spearman rank correlation test.   Results: The univariate analysis showed that most respondents were aged 46-65 years (56.8%) and were female (52.7%). Almost all respondents were married (90.5%) and had a high school education (40.5%), with the fewest respondents having a college education, totaling 12 people (16.2%), and the majority being unemployed (62.2%). Most respondents had good family support and a moderate quality of life (52.7%). The result of the Spearman correlation test between family support and quality of life among hemodialysis patients showed a correlation coefficient of rho = −0.016 with a p-value of 0.839 (p > 0.05). This finding indicates a very weak negative correlation and statistically non-significant relationship between family support and patients’ quality of life. Therefore, family support was not significantly associated with the quality of life of hemodialysis patients in this study.   Conclusion: In this study, it can be concluded that there is no relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSU Yarsi Pontianak.
EXPERIENCES OF PEOPLE LIVING WITH HIV IN OBTAINING HEALTH INFORMATION : A PHENOMENOLOGICAL STUDY Rahmawati, Nadia; Fradianto, Ikbal; Rahmah, R.A Gabby Novikadarti
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 1 (2026): VOLUME 10 ISSUE 1 APRIL 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss1/816

Abstract

People living with HIV (PLHIV) face a complex adaptation process after receiving an HIV diagnosis, particularly in understanding the disease and initiating antiretroviral therapy (ART). Health information plays a critical role in shaping self-acceptance, decision-making, and treatment adherence. This study aimed to explore the experiences of PLHIV in obtaining and interpreting health information. This study employed a descriptive qualitative design with a phenomenological approach. Twelve participants were purposively selected and were active members of a peer support group at Yayasan Pontianak Plus. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and observations. Data analysis was conducted using the Colaizzi method. The findings revealed that PLHIV obtain health information from various sources, including non-governmental organizations, peer communities, religious communities, books, social media, and healthcare professionals. Non-governmental organizations and peer communities emerged as the most dominant and meaningful sources because they provide both health education and emotional support. Healthcare professionals were also considered trusted sources of information, particularly regarding antiretroviral therapy. However, differences in participants’ experiences with the initial side effects of ART influenced how they interpreted the information they received. In conclusion, the experience of obtaining health information among PLHIV is multidimensional and shaped by interactions with multiple information sources. Collaborative and patient-centered educational approaches are needed to support treatment adherence and improve the quality of life of PLHIV.