Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENGETAHUAN PETUGAS TERHADAP PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS KEPADA PIHAK KETIGA DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Elva Meilia Sari; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/0xzbdw76

Abstract

Pelepasan informasi rekam medis kepada pihak ketiga merupakan proses yang penting karena berkaitan dengan kerahasiaan data pasien serta harus dilaksanakan sesuai regulasi dan Standar Prosedur Operasional (SPO). Selain itu, rekam medis memiliki nilai hukum sehingga setiap proses pelepasan informasi harus dilakukan tepat sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, pelaksanaan di lapangan masih menunjukkan adanya ketidaksesuaian prosedur, ketidaklengkapan dokumen, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Kondisi tersebut tidak terlepas dari tingkat pemahaman petugas yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pengetahuan petugas dalam pelaksanaan pelepasan informasi rekam medis kepada pihak ketiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif yang dilengkapi kuantifikasi sederhana. Desain penelitian bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari tiga petugas rekam medis dan satu informan triangulasi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta dengan objek penelitian berupa seluruh berkas pengajuan pelepasan informasi pada bulan Februari 2026 yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pelepasan informasi rekam medis, sedangkan variabel independen meliputi man, method, material, dan machine. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel man memiliki tingkat kesesuaian sebesar 40% dan ketidaksesuaian 60%, variabel method menunjukkan 100% tidak sesuai, serta variabel material menunjukkan 100% tidak lengkap. Sementara itu, variabel machine menunjukkan kondisi yang sepenuhnya memadai 100%. Dengan demikian, pengetahuan petugas dalam pelaksanaan pelepasan informasi rekam medis kepada pihak ketiga masih belum optimal, terutama pada aspek kepatuhan terhadap SPO, kelengkapan dokumen, dan penerapan prosedur pelayanan.
ANALISIS BRIDGING PENDAFTARAN ONLINE DENGAN APM BAGIAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN MENGGUNAKAN METODE HOT-FIT DI RSUD DR. MOEWARDI Wahyu Dwi Cahyo; Aries Widiyoko; Frestiany Regina Putri
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8e97r046

Abstract

Seiring perkembangan digital, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik yang mewajibkan rumah sakit menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara terintegrasi. Salah satu implementasinya adalah bridging pendaftaran online dengan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang bertujuan untuk mempercepat proses registrasi dan mengurangi antrean pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bridging pendaftaran online dengan APM menggunakan metode HOT-FIT di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan HOT-FIT jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang terdiri dari 5 petugas pendaftaran rawat jalan dan 1 informan triangulasi yaitu kepala unit rekam medis Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek human, sistem membantu mempercepat proses pendaftaran dan mempermudah pelayanan pasien. Pada aspek organization, manajemen memberikan dukungan melalui penyediaan APM di setiap lantai, penyusunan SOP, pelatihan, serta koordinasi antar unit. Pada aspek technology, sistem berjalan dengan cepat dan lancar selama kondisi server stabil, namun masih terdapat kendala pada technology. Pada aspek net benefit, penggunaan APM mampu mengurangi antrean pasien sehingga meningkatkan efisiensi kerja petugas. Kesimpulannya, implementasi bridging pendaftaran online dengan APM di RSUD Dr. Moewardi telah berjalan cukup baik, didukung oleh jaringan LAN dan perangkat yang memadai, serta mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan mempercepat proses pendaftaran pasien. Namun, perlu dilakukan peningkatan pada aspek technology guna mengoptimalkan kinerja sistem.
ANALISIS KESESUAIAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK  TERHADAP STANDAR AKREDITASI BERDASARKAN MRMIK 10 DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET Bintang Salaam; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widiyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/6wha1c57

Abstract

Rumah sakit wajib memenuhi standar akreditasi untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien, termasuk pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME) melalui elemen MRMIK 10. Di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret, studi pendahuluan November 2025 menemukan RME dasarnya sesuai, namun ada kendala pada otoritas pengisian, hak akses informasi, dan keamanan data. Penelitian ini menganalisis kesesuaian RME terhadap standar akreditasi untuk mendukung transformasi digital. Tujuan penelitian mencakup analisis kesesuaian RME terhadap tiga aspek utama MRMIK 10 Otoritas pengisian rekam medis beserta isi/formatnya, Hak akses dalam pelepasan informasi serta Otentifikasi, keamanan, dan kerahasiaan data. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif, dilakukan di RS UNS dengan melibatkan 4 informan, melalui wawancara mendalam, observasi, serta triangulasi sumber. Analisis data mengikuti reduksi, display, dan verifikasi. Hasil menunjukkan penerapan RME umumnya sesuai, yaitu role-based access untuk pengisian via SIMRS, verifikasi identitas, SOP untuk pelepasan informasi, serta login, log aktivitas, dan enkripsi untuk keamanan meski ada kendala seperti pembaruan format formulir, pelatihan tidak merata, dan kebijakan akses suboptimal. Kesimpulannya, RME di RS UNS mendukung standar akreditasi MRMIK 10 secara keseluruhan, dengan saran sosialisasi rutin, update formulir, dan penguatan kebijakan keamanan digital untuk perbaikan berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Mojosongo Boyolali yang Dimoderasi oleh Jenis Pembayaran Elsa Melva; Aries Widiyoko; Sri Wulandari
MEDIKA TRADA Vol 7 No 1 (2026): MEDIKA TRADA (JTEMP) Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v7i1.188

Abstract

Service quality is a factor that can influence the level of patient satisfaction in obtaining health services. This study aims to determine how service quality can influence outpatient satisfaction with the type of payment as a moderating variable at the Mojosongo Boyolali Community Health Center. This study used a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 355 respondents selected using a simple random sampling technique. Data were collected by distributing questionnaires with a Likert scale of 1 to 4 to patients at the Mojosongo Boyolali Community Health Center. Data analysis used validity tests, reliability tests, and Moderated Regression Analysis (MRA) tests. The results showed that service quality can influence outpatient satisfaction with a significance value of 0.000 (<0.05) and a coefficient of determination (R2) of 0.682. The results of the moderation test showed that the type of payment was unable to moderate the effect of service quality on patient satisfaction with a significance value of the interaction variable of 0.054 (>0.05). This indicates that the type of payment does not influence the extent of patient satisfaction. Therefore, to increase the satisfaction of outpatients at the Mojosongo Boyolali Community Health Center, comprehensive improvements in service quality need to be continuously carried out.
Analisis Kesenjangan Klinis-Finansial Akibat Ketidakakuratan Pengodean Klinis DM di RSU Muhammadiyah Metro Nurlutfia Ifianto; Aries Widiyoko
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8718

Abstract

Abstrak Pengodean klinis sesuai kaidah merupakan hal penting untuk menentukan akurasi kode penyakit. Diagnosis DM, kaidah ICD-10 memerlukan digit ke-4 yang akurat untuk dapat menggambarkan kompleksitas terkait komplikasi DM. Studi pendahuluan di RSU Muhammadiyah Metro menunjukkan kesenjangan klinis dan finansial akibat ketidakuratan pengodean klinis pada kasus rawat inap diagnosis DM. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, jumlah Populasi 345 rekam medis diagnosis DM jumlah sampel 185 rekam medis. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil studi dokumentasi melalui audit pengodean klinis dari 185 sampel rekam medis terdapat 7 rekam medis yang memenuhi 5 elemen penilaian mutu meliputi: 79 rekam medis akurat persentase ketidakakuratan 57,30% 166 rekam medis relevan persentase ketidaksesuaian 10,27% 161 tepat waktu pengisian persentase ketidaksesuaian 12,97% 38 rekam medis lengkap persentase ketidaklengkapan 79,46% 95 rekam medis terbaca persentase ketidakterbacaan 48,65%. Berdasarkan hasil simulasi sistem INA-CBGs 74 rekam medis berpotensi mengalami kenaikan nilai klaim simulasi kenaikan Rp. 135.549.100.- 19 rekam medis berpotensi mengalami penurunan nilai klaim simulasi penurunan Rp. 35.036.200.-. ketidakakuratan pengodean klinis disebabkan coder tidak menulis kode diagnosis DM dengan digit ke-4 yang sesuai, dokter tidak menegakkan diagnosis sekunder hasil pemeriksaan penunjang serta catatan medis dan pemeriksaan penunjang yang tidak lengkap. Kata kunci: Klinis, Finansial, DM, Kesenjangan, Ketidakakuratan.
Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap Triwulan 1 Tahun 2026 di RSUD Kota Salatiga Christina Ika Permatasari; Aries Widiyoko; Sinta Novratilova
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus: Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i3.3339

Abstract

Pending claims in the National Health Insurance (JKN) reimbursement process can delay hospital cash flow and disrupt service management. This study aimed to analyze the factors causing pending inpatient BPJS Health claims at Salatiga Regional General Hospital using administrative, medical, coding, and 5M (Man, Method, Material, Machine, and Money) perspectives. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and document review involving inpatient claim officers, coders, and the Casemix unit. The findings revealed that pending claims were caused by incomplete administrative documents, including medical resumes, Participant Eligibility Letters (SEP), and supporting examination results. Medical factors included inappropriate hospitalization indications and incomplete clinical documentation, while coding factors involved inaccurate diagnosis and procedure coding due to non-specific diagnoses, incomplete supporting documents, and differences in interpretation between hospital coders and BPJS verifiers. Based on the 5M analysis, the material factor was identified as the dominant cause, particularly the incompleteness of medical record documentation required for claim verification. Strengthening documentation completeness, improving coordination among healthcare professionals, and conducting regular claim evaluations are expected to reduce pending claims and improve the efficiency of BPJS Health claim management
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI RAWAT INAP BERDASARKAN INDIKATOR BARBER JOHNSON DI RSAU DR.SISWANTO Oktavia Depa Margareta; Aries Widiyoko; Sri Suparti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9xag0r28

Abstract

Efisiensi pelayanan rawat inap merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit yang dapat diukur menggunakan indikator BOR, AvLOS, TOI, BTO serta dianalisis menggunakan Grafik Barber Johnson. Hasil studi pendahuluan di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo menunjukkan bahwa beberapa indikator efisiensi rawat inap belum memenuhi standar ideal sehingga penggunaan tempat tidur belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakefisienan pelayanan rawat inap berdasarkan pendekatan 5M+1E (Man, Material, Method, Money, Market, dan Environment). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari petugas pendaftaran rawat inap, petugas pelaporan, kepala rawat inap, dan kepala rekam medis sebagai informan triangulasi yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR tahun 2022-2025 masih berada di bawah standar ideal Barber Johnson, nilai AvLOS tahun 2022–2023 masih di bawah standar, sedangkan tahun 2024–2025 telah mencapai batas minimal standar. Nilai TOI pada seluruh periode penelitian melebihi standar ideal, sedangkan nilai BTO tahun 2022,2023 dan 2025 berada dalam rentang standar, sedangkan tahun 2024 diatas standar. Grafik Barber Johnson menunjukkan bahwa titik perpotongan indikator pada tahun 2022–2025 masih berada di luar daerah efisiensi. Disimpulkan bahwa pelayanan rawat inap di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo tidak mencapai efisiensi berdasarkan indikator Barber Johnson dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang berkaitan dengan aspek 5M+1E.