Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANDROGRAPHOLIDA DAN SENYAWA TURUNANNYA DARI TANAMAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) SEBAGAI ANTIHIPERLIPIDEMIA Dinda Nur Afra; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.105 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21869

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan salah satu tanaman bahan obat yang sudah lama dimanfaatkan untuk beberapa masalah kesehatan. Andrographis paniculata memiliki senyawa aktif andrographolida yang dikenal memiliki aktivitas anti-inflamasi dan kini diketahui juga memiliki aktivitas antihiperlipidemia. Tujuan dilakukan review ini adalah untuk mengetahui aktivitas andrographolida dan senyawa turunannya sebagai antihiperlipidemia. Dosis efektif andrographolida sebagai antihiperlipidemia yang di uji pada mencit dan tikus adalah 50-100 mg/kg dan dapat menurunkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) hingga 36%.Kata kunci: Andrographis paniculata, andrographolida dan antihiperlipidemia.
Review Artikel: Aktivitas Antihiperlipidemia dari Tanaman Allium tuberosum Rottl. ex Spreng Alya Luthfiyani Heryadi; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.592 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22064

Abstract

Hiperlipidemia mengacu kepada tingginya konsentrasi lipid, trigliserida, dan kolesterol dalam darah. Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor resiko dari penyakit kardiovaskular. Allium tuberosum merupakan tanaman yang berasal dari Cina dan sering digunakan untuk bahan untuk memasak. Namun akhir-akhir ini penggunaannya sebagai pengobatan tradisional telah meningkat. Tanaman ini termasuk ke dalam genus Allium yang memiliki kandungan kaya akan senyawa sulfur. Dari penelitian yang telah dilakukan, Allium tuberosum memiliki aktivitas antihiperlipidemia yaitu mengakibatkan penurunan regulasi kadar trigliserida (TG), total kolesterol (TC) dan secara signifikan mengatur tingkat lipoprotein densitas tinggi (HDL).Kata Kunci : Allium tuberosum, senyawa sulfur, antihiperlipidemia
AKTIVITAS TANAMAN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lam.) SEBAGAI ANTIHIPERLIPIDEMIA VINI FAKHRIYANI ULFAH; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1715.56 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22219

Abstract

Hiperlipidemia merujuk pada peningkatan kadar lipid dalam darah, kolesterol, dan trigliserida. Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor terjadinya penyakit kardiovaskular. Selain obat konvensional, banyak pengobatan yang dilakukan menggunakan tanaman herbal (Jamu). Guazuma ulmifolia adalah tanaman asli Amerika yang secara tradisional digunakan untuk mengobati obesitas, diare, batuk, dan sakit perut. Pada beberapa studi menunjukkan bahwa pemberian Guazuma ulmifolia dapat menurunkan kadar lipid darah karena kandungan tanin dan mucilago dapat mengurangi absorpsi lemak.Kata kunci: Hiperlipidemia, Guazuma ulmifolia, Jamu
ETNOFARMASI DAN ULASAN BIOPROSPEKTIF TUMBUHAN OBAT LIAR DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL KAMPUNG ADAT CIKONDANG, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT REZA ABDUL KODIR; Moelyono Moektiwardoyo; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.491 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.11487

Abstract

Tumbuhan liar menyimpan potensi keragaman senyawa bioaktif. Penggunaan tumbuhan liar sebagai obat telah lama dilakukan oleh berbagai masyarakat etnis, termasuk masyarakat etnis Sunda yang tinggal di Kampung Adat Cikondang. Pendataan tumbuhan liar berpotensi obat dapat berkontribusi pada ditemukan berbagai obat baru. Telaah etnofarmasi dan bioprospeksi tumbuhan obat liar Kampung Adat Cikondang bertujuan untuk inventarisasi dan meninjau potensi penemuan obat baru. Penelitian ini dilakukan melalui metode participant observation dan wawancara kepada masyarakat yang dilanjutkan dengan analisis kuantitatif dari tumbuhan tersebut menggunakan use value (UV), relative frequency of citation (RFC), dan relative importance (RI). Tumbuhan dengan nilai tertinggi ditelaah dengan tinjauan pustaka untuk dilihat potensinya sebagai kandidat obat baru. Hasil menunjukkan terdapat 35 jenis dalam 22 suku tumbuhan liar yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat Kampung Adat Cikondang. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Eupatorium inulifolium Kunth. (Asteraceae; ki rinyuh) adalah tumbuhan liar paling berpotensi dengan nilai UV, RFC, dan RI berturut-turut 0,5; 0,6; 0,33. Telaah pustaka menunjukkan bahwa E. inulifolium berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat baru seperti kandidat obat kanker. Perlu telaah lebih lanjut mengenai informasi keamaan (toksisitas) penggunaan E. inulifolium sebagai obat.
ARTIKEL TINJAUAN: STUDI KIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN SELEDRI (Apium Graviolens L.) YOPPI ISKANDAR
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.809 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17618

Abstract

Penggunaan tanaman sebagai obat untuk mengobati penyakit telah banyak digunakan sejak zaman dahulu dan berbagai bagian tanaman dapat digunakan untuk kesehatan masyarakat. Tanaman seledri (Apium graveolens L.) memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat antiinflamasi, antioksidan, antikalkuli, antidiare,  dan juga  antijamur. Ini adalah karena telah dibuktikan bahawa tanaman seledri mempunyai kadar flavonoid yang tinggi. Aktivitas dari tanaman seledri telah diamati. Tanaman seledri diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antikalkuli, antidiare,  dan juga  antijamur. Ianya mempunyai banyak flavonoid sehingga banyak keuntungan darinya.Kata kunci: Seledri, antiinflamasi, antioksidan, antikalkuli, antidiare,  antijamur, flavonoid
STUDI KANDUNGAN KIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L.) CHU YUAN SHAN; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.418 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17610

Abstract

Sejumlah besar jurnal yang berbincang terhadap aktivitas farmakologi tumbuhan kunyit, Curcuma longa L. telah diterbitkan. Dalam jurnal-jurnal tersebut telah menunjukkan efek terapi seperti antiinflamasi, antioksidan,  antivirus, antibakteri, dan antijamur dan aktivitas lain-lain dari kunyit. Kurkumin atau diferuloylmethane dengan rumus kimia (1,7-bis (4-hidroksi-3-methoxyphenyl) -1,6-heptadiene-3,5-dione) dan kurkuminoid lainnya merupakan zat fitokimia yang terutama dari Curcuma longa L. Kurkumin adalah komponen yang penting dalam kunyit yang bertanggungjawab atas aktivitas-aktivitas biologis tersebut. Tulisan ini menyusun terhadap aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa kimia dari tumbuhan kunyit.Kata kunci: aktivitas farmakologi, senyawa kimia, kunyit, kurkumin
Review Artikel :KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN BIOAKTIVITAS Ocimum Basilicum L. Salsabila Zahra; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.441 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13770

Abstract

Ocimum basilicum L. merupakan spesies dari famili Lamiaceae yang tersebar di berbagai negara tropis salah satunya Indonesia. Secara empiris, khasiat yang dimiliki beragam. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan dan skrinning data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai senyawa kimia yang terkandung serta bioaktivitas yang dilaporkan baik secara in silico, in vitro maupun in vivo. Aktivitas farmakologi yang ditimbulkan diantaranya analgesik, sedatif, anti-inflamasi, antioksidan, anti-aging, antimikroba, antifungi dan antivirus diakibatkan oleh senyawa eugenol, linalool, β-Caryophyllene dan senyawa minyak atsiri lainnya. Disarankan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk memperoleh produk fitofarmaka.Kata kunci     : Ocimum basilicum L., kemangi, minyak atsiri, bioaktivitas
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK BUAH CANTIGI UNGU (Vaccinium varingiaefolium (Bl.) Miq.) GHALIB SYUKRILLAH SYAHPUTRA; Yoppi Iskandar; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.144 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10511

Abstract

Saat ini Bilberry telah dikenal dikalangan optamologis sebagai tumbuhan obat yang dapat berperan dalam kesehatan mata. Di sekitar kawah pegunungan Patuha (Bandung selatan) dapat dijumpai tumbuhan yang cukup mendominasi vegetasi di daerah tersebut yaitu tumbuhan cantigi ungu (Vaccinium varingiaefolium (Bl.) Miq.). Melalui pendekatan kemotaksonomi maka cantigi ungu dapat berpotensi sebagai obat untuk memelihara kesehatan mata. Diet antioksidan merupakan tindakan preventif dalam menanggulangi gangguan kesehatan, salah satunya seperti yang telah dilaporkan bahwa diet antioksidan dapat membantu memelihara kesehatan penglihatan khususnya dapat berpotensi mengobati katarak (Carey et al., 2011; Varma et al., 2012). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui khasiat antioksidan yang dimiliki tumbuhan cantigi ungu. Tahapan metode yang dilakukan yaitu pengumpulan bahan, ekstraksi, pengukuran kadar flavonoid total dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak buah cantigi ungu menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Dari hasil penelitian kadar flavonoid total ekstrak cantigi ungu yaitu 37.6 ppm ekuivalen kuersetin. Untuk pengujian kemampuan antioksidan cantigi ungu lebih rendah dibanding vitamin C dan tablet ekstrak bilberry dari data IC50 yang didapat yaitu IC50 vitamin C 5.710 ppm; IC50 Ekstrak cantigi ungu 242.924 ppm; IC50 Tablet Ekstrak bilberry 44.994 ppm.Kata kunci : Vaccinium, Cantigi ungu, Bilberry, Antioksidan
PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PADA MASA PANDEMIK COVID-19 KHOIRIYAH, SHAHNAZ DESIANTI; Majid, Tiara Salsabila; Berliana, Alif Virisy; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27324

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan pedoman yang digunakan tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian di apotek saat pandemik COVID-19 dapat dilakukan secara online untuk meminimalkan pasien keluar rumah namun tetap mengutamakan keefektifan pengobatan dan kepatuhan pasien. Apotek juga dapat melakukan pengiriman obat secara langsung ke tempat tinggal pasien untuk tetap memastikan pasokan obat pasien di rumah. Saat masa pandemik penting untuk memberikan edukasi kepada pasien untuk tidak meminum obat yang kadaluwarsa karena kekurangan obat atau untuk menghindari kunjungan farmasi, serta mendorong pasien untuk menggunakan jasa konsultasi online dan jasa pengiriman obat ke tempat tinggal yang disediakan oleh apotek jika memungkinkan. Pelayanan kefarmasian lainnya yaitu mengedukasi pasien terutama pasien dengan penyakit kronis mengenai penyakit dan terapi yang dijalani untuk meningkatkan kepatuhannya dalam pengobatan. Dengan demikian pelayanan kefarmasian di apotek tetap dapat dilakukan dengan modifikasi-modifikasi yang dapat meminimalkan penyebaran dan penularan COVID-19.Kata kunci: Standar Pelayanan Kefarmasian, Pelayanan Kefarmasian, COVID-19.
Review Artikel: Efektifitas, Efisiensi, dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Mobile Health untuk Diabetes Mellitus Tipe-2 Yu'tika, Anugerah; Iskandar, Yoppi; Indarwati, Asti Yulia
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53658

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular kronis dengan pravelensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. MHealth adalah salah satu intervensi kesehatan seluler berbasis teknologi yang dipakai sebagai upaya peningkatan pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan efektifitas, efisiensi, dan kemudahan penggunaan aplikasi mobile health pada pasien DM tipe 2. Metode penulisan ini menggunakan pencarian pada database Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci seperti, effectivity, efficiency, usability, mHealth dan DM tipe 2 dengan menggunakan 40 artikel yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2018 sampai 2023. Penggunaan aplikasi mobile health dapat memberikan efikasi dengan penurunan kadar HbA1c, gula darah puasa 2 jam post prandial, dan profil lipid pada pasien DM tipe 2 dengan efisiensi dari segi klinis dan ekonomis. Selain itu terkait kemudahan penggunaan aplikasi diabetes bagi pasien DM tipe 2 bervariasi dengan didukung oleh latar belakang sosial dan pendidikan pengguna. Peran tenaga kesehatan professional sangat diperlukan untuk mempromosikan aplikasi mobile health sekaligus cara penggunaannya.Keywords: Efektivitas, efisiensi, mobile health, diabetes mellitus tipe-2ABSTRACTType 2 diabetes mellitus is a chronic non-communicable disease with increasing prevalence, including in Indonesia. MHealth is one of the technology-based cellular health interventions used as an effort to improve the treatment of type 2 diabetes mellitus. The purpose of this paper is to describe the effectiveness, efficiency, and ease of use of mobile health applications in type 2 DM patients. This writing method uses searches on the Pubmed and Google Scholar databases with keywords such as, effectivity, efficiency, usability, mHealth and DM type 2 using 40 relevant articles published between 2018 and 2023. The use of mobile health applications can provide efficacy with reduced HbA1c levels, 2-hour postprandial fasting blood sugar, and lipid profiles in type 2 DM patients with clinical and economical efficiency. In addition, the ease of use of diabetes applications for type 2 DM patients varies with the support of the user's social and educational background. The role of health professionals is very necessary to promote mobile health applications as well as how to use them.Keywords: Effectiveness, efficiency, mobile health, type-2 diabetes mellitus