Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Farmaka

Studi Literatur: Penggunaan Antihistamin Dalam Terapi Kondisi Alergi Pada Masa Kehamilan Isman, Hasna Siti Munifah; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47338

Abstract

Antihistamin merupakan salah satu obat yang paling umum digunakan selama kehamilan dimana sekitar 10-15% wanita menggunakan obat antihistamin untuk meredakan mual dan muntah, serta gejala alergi selama masa kehamilannya. Pemilihan dan penggunaan obat-obatan pada masa kehamilan termasuk obat antihistamin dalam manajemen kondisi alergi perlu memperhatikan serta mempertimbangkan berbagai aspek, terutama terkait keamanannya baik bagi ibu maupun janin. Tujuan studi literatur ini yaitu untuk membahas terkait obat antihistamin sebagai terapi kondisi alergi, penggunaannya pada masa kehamilan, serta profil keamanannya bagi wanita hamil dengan mengumpulkan data dan informasi melalui pencarian literatur jurnal penelitian yang diakses secara daring melalui laman database Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Antihistamin generasi kedua lebih disukai dari generasi pertama baik pada pasien hamil maupun tidak hamil. Cetirizine atau loratadine lebih direkomendasikan berdasarkan pada data keamanan yang sangat baik dan telah direkomendasikan dalam banyak pedoman untuk kondisi alergi selama kehamilan, namun dengan tetap mempertimbangkan rasio risiko/manfaat bagi ibu dan kehamilannya.
Pengukuran Ketergunaan dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Sobat DM dengan Metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) Sufi, Nadia Adhani; Iskandar, Yoppi; Rindarwati, Asti Yunia
Farmaka Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i1.51015

Abstract

Diabetes melitus (DM) diketahui sebagai penyakit tidak menular disebabkan peningkatan gula darah (hiperglikemia). Jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan memunculkan berbagai macam komplikasi, diantaranya adalah retinopati, nefropati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Maka dari itu, kadar gula darah pada pasien diabetes harus dijaga agar tetap normal. Sobat DM merupakan aplikasi yang diperuntukkan untuk pasien diabetes dalam membantu menjaga gaya hidupnya sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur ketergunaan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan aplikasi Sobat DM bagi pasien DM dengan metode System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ). Metode yang dilakukan meliputi pembuatan media pengisian kuesioner, penyebaran kuesioner kepada responden, dan pengolahan data responden. Hasil penilaian aplikasi Sobat DM menggunakan metode SEQ menunjukkan bahwa mayoritas responden masih kesulitan dalam menggunakan aplikasi, khususnya pada fitur lapor efek samping dan membaca artikel. Sementara itu, pada penilaian menggunakan metode SUS menunjukkan nilai SUS 56,875 dengan skor keberterimaan “Marginal”, grade score “D”, dan adjective rating “Poor”. Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan dari aplikasi agar dibuat lebih sederhana lagi untuk memudahkan pengguna dan meningkatkan usability dari aplikasi. 
REVIEW ARTIKEL: PELAKSANAAN PELAYANAN HOME PHARMACY CARE PADA APOTEK DI INDONESIA Sagitasa, Salsa; Iskandar, Yoppi
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.55424

Abstract

Pelayanan Home Pharmacy Care merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di apotek yang dilakukan oleh apoteker. Pada layanan tersebut, apoteker bertanggung jawab memberikan informasi yang tepat tentang terapi obat, memastikan pasien memahami dan mematuhi penggunaan obat, sehingga meningkatkan keberhasilan terapi, terutama bagi pasien lanjut usia dan penderita penyakit kronis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mencapai 414% daria tahun 1990-2025. Review artikel ini membahas terkait implementasi pelayanan kefarmasian Home Pharmacy Care pada apotek-apotek di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan penelusuran pustaka melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan diperoleh sebanyak 25 artikel untuk dianalisis dan dibahas lebih lanjut. Berdasarkan 25 artikel yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa impelementasi Home Pharmacy Care pada apotek di Indonesia masih kurang maksimal. Dari total 377 apotek yang diteleti dalam 25 artikel tersebut, hanya 33 atau sekitar 8.75% apotek yang telah menjalankan pelayanan Home Pharmacy Care dengan maksimal. Sementara itu, 344 apotek lainnya belum maksimal atau belum pernah dilaksanakan karena kendala seperti kurangnya tenaga kefarmasian, kehadiran apoteker yang kurang maksimal, apoteker yang lebih fokus pada manajemen apotek, belum adanya petunjuk teknis yang jelas untuk pelaksanaan Home Pharmacy Care, serta kurangnya pemahaman terkait Home Pharmacy Care itu sendiri