Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Komunikasi krisis Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung Barat menghadapi pandemi Covid-19 Venus, Antar; Octavianti, Meria; Karimah, Kismiyati El; Arifin, Hadi Suprapto
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.29799

Abstract

Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) sebagai sebuah organisasi resmi yang dibentuk pemerintah Kabupaten Bandung Barat, memilliki peran yang sentral dalam menghadapi krisis yang dialami oleh hampir sebagian besar pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat. Banyak pekerja di berbagai subsektor ekonomi kreatif terpaksa dirumahkan karena sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan banyak pelaku ekonomi kreatif yang akhirnya gulung tikar karena tidak bisa menjalankan roda perekonomiannya selama pandemic berlangsung. Penelitian ini berupaya untuk mencari tahu mengenai bagaimana komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemic Covid-19. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, focus group discussion, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan komunikasi krisisnya, Fekraf KBB sudah menjalankan seluruh prinsip dan tahapan dari komunikasi krisis dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi yang relevan dengan kondisi krisis yang dihadapi. Crisis preparedness, initial respons, corrective & reaction, serta evaluation merupakan tahap komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB. Media komunikasi yang digunakan dalam komunikasi krisis ini terbatas pada media online dan media sosial. Hampir seluruh prinsip komunikasi krisis diaplikasikan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini, yaitu adanya tim komunikasi, melakukan kontak dengan media, mengumpulkan fakta-fakta, tidak menutup informasi, hati-hati dalam menyampaikan informasi, satu suara, dan menggunakan banyak saluruan komunikasi.
Golkar party’s utilization of TikTok for the 2024 election campaign Pradana, Yudhis Salvania; Mirawati, Ira; Octavianti, Meria
Manajemen Komunikasi Vol 7, No 2 (2023): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v7i2.44605

Abstract

The successful political communication between politicians and the general public demands the utilization of social media, including TikTok, which is currently being utilized by the Golkar Party in preparation for the 2024 elections. This article examines the strategies of political communication in utilizing social media as a means of a political campaign, along with the potential opportunities and challenges that arise during the campaign. This research employs a qualitative descriptive method, collecting primary data through interviews with informants from the Golkar responsible for managing their official TikTok account. The research was conducted from October 2022 to January 2023. The results show that the utilization of TikTok by the Golkar as a campaign platform is driven by several reasons, including adaptation to reach the younger generation, leveraging TikTok’s unique features and wide reach, alignment between party leadership and team enthusiasm, expanding efforts towards democratic campaigns, and being a pioneer among political parties in TikTok utilization. This process involves audience acquisition, content direction, and human resource management. Planning the target audience and message, content design, key messages, and audience interaction are crucial aspects. The experience of Golkar can serve as an example of utilizing TikTok in politics. Challenges faced include content direction, staying up-to-date, consistency, software proficiency, and consolidating the user base.