Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Speed, Density, and Crash Relationship in Urban Arterial Roads Kriswardhana, Willy; Sulistyono, Sonya; Widiarti, Wiwik Yunarni; Rahmawaty, Tiara Ayu
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/civense.v6i2.401

Abstract

Vehicle speed has an essential role in the occurrence of traffic accidents. Increasing the number of vehicles operating on the road will further increase the risk of traffic accidents because it is not balanced with discipline in driving. This study's purpose is to analyze the relationship between speed and traffic accidents that occurred in Gadjah Mada and Hayam Wuruk Road, Jember, through several variations of calculations. The independent variables used are average speed and 85th percentile speed and density, while the dependent variable used is the accident rate. The analysis used is a correlation test that determines the level of closeness of the relationship between the two variables and a regression test that helps estimate the relationship between the two variables through a regression equation model that will be selected based on conditions in the field. The results of this study indicate that lower speed is associated with a lower accident rate. Meanwhile, lower vehicle density leads to an increase in the accident rate. Speed management to improve traffic safety in Indonesia is needed. Direction for future research is presented.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA KEBIJAKAN REAKTIVASI JALUR KERETA API LINTAS KLAKAH – LUMAJANG – PASIRIAN Sulistyono, Sonya; Yogatama, Mochamad Aditya; Listyawati, Ratih Novi
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 2 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the past, Lumajang Regency had rail-based transportation, namely trains from Klakah District to the south to Lumajang City and the endpoint was in Pasirian District. Based on the RTRW of Lumajang Regency 2012 – 2032, the RTRW of East Java Province for 2011 – 2031, and the Master Plan of the Indonesian Railways Program, there is a plan to reactivate the Klakah – Lumajang – Pasirian railway line. This study uses primary data obtained through questionnaires distributed at the research location with the Stated Preference technique to find out each respondent when faced with two or more alternative choices offered by analytical techniques using a qualitative descriptive approach to obtain an overview of the existing conditions on the research object. This study refers to three qualitative factors of mode selection, namely in terms of comfort, reliability, and safety. The results of this study showed that 57% of respondents chose trains in terms of comfort, 56% of respondents chose trains in terms of safety and 44% of respondents chose trains in terms of reliability. ABSTRAK Dahulu Kabupaten Lumajang memiliki transportasi berbasis rel yakni kereta api dari Kecamatan Klakah, ke arah selatan menuju Kota Lumajang dan titik akhirnya berada di Kecamatan Pasirian. Berdasarkan dokumen RTRW Kabupaten Lumajang 2012 – 2032, RTRW Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 – 2031 dan Rencana Induk Program Perkeretaapian Indonesia terdapat rencana pengaktifan kembali jalur kereta api lintas Klakah – Lumajang – Pasirian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan pada lokasi penelitian dengan teknik stated preference untuk mengetahui setiap responden jika dihadapkan oleh dua atau lebih pilihan alternatif yang ditawarkan dengan teknik analisa menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif guna memperoleh gambaran dari kondisi eksisting pada objek penelitian. Penelitian ini mengacu tiga faktor kualitatif pemilihan moda yakni segi kenyamanan, keandalan, dan keamanan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 57% responden memilih kereta api terhadap segi kenyamanan, 56% responden memilih kereta api terhadap segi keamanan, dan 44% responden memilih kereta api terhadap segi keandalan.
TRAFFIC IMPACT ANALYSIS OF SPBU TANJUNGWANGI BANYUWANGI: Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan SPBU Tanjungwangi Banyuwangi Prastana, Oki Indra; Sulistyono, Sonya; Arifin, Syamsul
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.7 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i01.3745

Abstract

Tanjungwangi public refueling station is an infrastructure that is being built in Banyuwangi which is located around the port of Ketapang. Based on the Regulation of the Minister of Communications No. 75 Year 2015 on the Implementation of Traffic Impact Analysis stated that stations at least have one dispenser that must do Traffic impact analysis. Analysis conducted includes seizure analysis, performance analysis and analysis segment queue. Which Analysis conducted based on Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Survey conducted includes seizure, traffic volume survey inventory survey and survey roads long time service gas stations. The results were obtained seizure of 142 MC/hour, 39 LV/hour, 18 HV/hour on working days and 136 MC/hour, 50 LV/hour, 15 HV/hour on holidays. This doesn’t have any significant influence on performance analysis that are still in the LOS B criteria. SPBU Tanjungwangi adalah suatu prasarana yang sedang di bangun di Kabupaten Banyuwangi yang letaknya sekitar pelabuhan Ketapang. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas menyatakan bahwa SPBU yang memiliki minimal 1 dispenser wajib dilakukan Andalalin. Analisis yang dilakukan meliputi analisa bangkitan, analisa kinerja ruas dan analisa antrian. Dimana analisa kinerja ruas jalan yang dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Survey dilakukan adalah survey bangkitan, survey volume lalu lintas survey inventarisasi ruas jalan dan survey lama waktu pelayanan SPBU. Hasil penelitian diperoleh bangkitan sebesar 142 MC/jam, 39 LV/jam, 18 HV/jam hari kerja dan 136 MC/jam, 50 LV/jam, 15 HV/jam hari libur. Hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ruas yang masih dalam kriteria LOS B.
FEEDER ROUTE PLANNING OF PUBLIC TRANSPORTATION IN JEMBER: Perencanaan Jaringan Trayek Ranting Angkutan Umum Perkotaan Jember Wulan, Dewi Sri Asmoro; Sulistyono, Sonya; Nurtanto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.82 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i01.3746

Abstract

The Reduce performance of urban public transport in Jember can not separated from several factors, among other are less convenient conditions in terms of service, overlapping route, no improvement for route network made by local authority, and cheap moator loans which cause many poeple use motor vehicles. The Worst effect if this thing continous increase population of motor vehicles. At the same time nowdays, new land-use patterns have grown in urban areas which potentially have large demand but still unserved by public transport. Seeing these problems, public branch route network planning is needed as well as the requirment of public transportation fleets in accordance with the legislation. From the planning conducted, it was found 8 plan branch routes and the fleet needs.From such palnning it was expected that it can reduce the overlapping route and accomodate all urban areas in order to served by public transport. Menurunnya kinerja angkutan umum perkotaan jember tidak lepas dari beberapa faktor antara lain kondisi kurang nyaman dalam segi pelayanan, overlapping trayek, belum dilakukan perbaikan jaringan trayek oleh pihak berwenang, dan kredit motor yang murah sehingga masyarakat banyak yang menggunakan kendaraan bermotor. Dampak terburuk bila hal ini terus berlanjut, populasi kendaraan bermotor akan meningkat tiap tahunnya. Kemacetan lalu lintas, pemborosan BBM serta polusi udara juga akan meningkat. Disaat yang sama saat ini mulai tumbuh pola tata guna lahan baru di wilayah perkotaan yang berpotensi demand besar namun belum terlayani angktan umum. Melihat masalah tersebut perlu dilakukan sebuah perencanaan jaringan trayek angkutan umum ranting dan kebutuhan armadanya yang sesuai dengan konsep perundang-undangan. Dari perencanaan yang dilakukan didapatkan 8 rute rencana serta kebutuhan armadanya. Diharapakan dari perencanaan tersebut dapat mengurangi overlapping dan mengakomodasi seluruh wilayah perkotaan agar terlayani oleh angkutan umum.
EVALUATION OF AC-BC MIXTURES STABILITY AND FLOW VALUES ON THE USE OF ANALOG AND DIGITAL MARSHALL TEST EQUIPMENT: Evaluasi Nilai Stabilitas dan Flow Campuran AC-BC Pada Penggunaan Alat Uji Marshall Analog dan Digital Sulistyono, Sonya; Badriani, Ririn Endah; Zakaria, Zakaria
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 02 (2017): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.517 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v1i02.6035

Abstract

Marshall test-equipment is used to determine the stability of the flow and MQ of AC-BC pavement. It can be an analog and a digital test-equipment. Analog test-equipment reading the data manually dependens on the operator skills. While the digital test equipment uses a computer system produces maximum data with minimum operator. The research is conducted based on a mixture SNI 06-2489-1991 AC-BC with five variation of asphalt content. The presumptions of the test result of Marshall characteristic are found out as: the direct observation-analogue gets the stability (kg) = 1490.49; Flow (mm) = 4.48; MQ (kg / mm) = 335.55. The visualization analogue gets the stability (kg) = 1482.91; Flow (mm) = 4.44; MQ (kg / mm) = 336.48. The digital test-equipment gets the stability (kg) 1508.36; Flow (mm) = 4.42; MQ (kg / mm) = 342.93. Based on the three different analysis evenly show that there are no different significantly from the test result by using the direct observation-analogue, the visualization analogue, and the digital Marshall test-equipment. Alat uji Marshall digunakan untuk mengetahui stabilitas terhadap kelelehan plastis (flow) dan MQ dari lapis perkerasan AC-BC. Tipe alat pengujian Marshall dapat berupa analog dan digital. Alat uji analog dengan pembacaan data manual sangat bergantung pada ketrampilan operator. Alat uji digital menggunakan sistem komputer, sehingga menghasilkan data maksimum dengan operator minimum. Penelitian dilaksanakan berdasarkan SNI 06-2489-1991 pada campuran AC-BC dengan lima variasi kadar aspal. Hasil pengujian didapatkan nilai rata-rata alat uji analog pengamatan langsung: stabilitas (kg) = 1490,49; Flow (mm) = 4,48; MQ (kg/mm) = 335,55. Alat uji analog pengamatan perekaman video: stabilitas (kg) = 1482,91; Flow (mm) = 4,44; MQ (kg/mm) = 336,48. untuk alat uji digital menghasilkan stabilitas (kg) = 1508,36; Flow (mm) = 4,42; MQ (kg/mm) = 342,93. Berdasarkan analisa perbedaan tiga rata-rata menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan hasil pengujian menggunakan alat uji Marshall analog pengamatan langsung, perekaman video dan digital.
PASSENGER CAR EQUIVALENT AT SIGNALIZED INTERSECTIONS WITH COUNTDOWN TIMER IN MALANG CITY Anggoro, Dikka; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad; Sulistyono, Sonya
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.617 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.6441

Abstract

Passenger car equivalents (PCE) is used in highway capacity analysis to convert a mixed vehicle flow into an equvalent passenger car flow. PCE value for a vehicle is not constant but varies with traffic and roadway conditions arround. In this study, PCE for motorcycle, light vehicle and heavy vehicle were developed at signalized intersection on saturation condition with and without countdown timer (CDT) in Malang City and to evaluate the value of analysis pcu and MKJI 1997 pcu. PCE data were collected at five intersection; Ciliwung, Dieng, BCA, L.A. Sucipto and Rampal intersection. A digital video camera was utilized for data collection and linier regresion method was used to calculate the PCE values. The analysis result shows for the average pcu value for the type of motorcycle (MC) at countdown timer on and off condition is 0,294 and 0,293. As for the types of heavy vehicles (HV) at countdown timer on and off conditions are 1.565 and 1.507. While to evaluate the pcu value, there is a significant difference between the value of pcu analysis results with the value of MKJI 1997 with a level of confidence in the significance of 95%. For percentage of motorcylce type (MC) if the percentage value of 75% the pcu value will increase. While for heavy vehicle type (HV) if the percentage is above 1.5% then the value of emp will increase because HV type has big dimension. Ekivalensi mobil penumpang (emp) digunakan untuk analisis kapasitas jalan. Nilai emp untuk kendaraan tidaklah konstan atau sama tetapi memiliki nilai yang bervariasi. Pada penelitian ini mencari nilai emp untuk jenis kendaraan sepeda motor (MC) dan kendaraan berat (HV) pada simpang bersinyal pada kondisi jenuh dengan menggunakan countdown timer (CDT) pada kondisi on dan off. Data nilai emp dikumpulkan pada lima simpang di Kota Malang; Simpang Ciliwung, Dieng, BCA, L.A. Sucipto dan Rampal. Video kamera digunakan untuk merekam dan pengumpulan data dan untuk menghitung nilai emp menggunakan metode regresi linier. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai rata-rata untuk sepeda motor pada kondisi CDT on dan off ialah 0,294 dan 0,293. Sedangkan untuk kendaraan berat (HV) untuk kondisi CDT on dan off ialah 1,565 dan 1,507. Sedangkan untuk evaluasi nilai emp terdapat perbedaan yang signifikan diantara nilai emp hasil analisis dengan nilai emp MKJI 1997 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Untuk persentase jenis MC, apabila persen kendaraan bermotor meningkat sebesar 75% maka nilai empnya akan meningkat. Sedangkan untuk HV, apabila persen kendaraan berat (HV) meningkat sebesar 1,5% maka nilai empnya akan meningkat dikarenakan dimensi yang besar.
THE EFFECT OF USING A COUNTDOWN TIMER ON THE SIGNALIZED INTERSECTIONS PERFORMANCE IN MALANG CITY: Pengaruh Penggunaan Countdown Timer Pada Simpang Bersinyal di Kota Malang Maliq, Tatang Maulana; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi; Sulistyono, Sonya
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 02 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.214 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i02.6442

Abstract

The high growth of the population in Malang will trigger an increase in the activity of its, resulting in increased traffic. Increased traffic demands will add to traffic congestion problems on roads and intersections. One way of traffic engineering to improve signaled intersection performance is to equip traffic signals with countdown timers. This additional instrument serves to inform the duration of the signal setup time. This study aims to determine the effect of countdown timer use on saturation flow, performance and safety factor signalized intersection in Malang. The paired sample t-teste statistical method is used to see the influence of the countdown timer on saturation flow, and the impact on the performance and safety of the intersection arm. The use of countdown timer can increase the value of saturation flow, so the capacity of the intersection also increased 5-22% with decreasing delay time 5-13 sec/smp. But the less positive impact on the safety factor intersection, because there is an increase in the movement of vehicles before the green time. Tingginya pertumbuhan jumah penduduk di Kota Malang akan memicu peningkatan aktifitas penduduk sehingga berdampak pada meningkatnya lalu lintas. Peningkatan tuntutan lalu lintas akan menambah masalah kemacetan lalu lintas pada ruas jalan dan simpang. Salah satu cara rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan kinerja simpang bersinyal adalah melengkapi sinyal lalu lintas dengan countdown timer. Instrumen tambahan ini berfungsi menginformasikan durasi waktu pengaturan sinyal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan countdown timer terhadap arus jenuh , kinerja dan faktor keselamatan simpang bersinyal di Kota Malang. Metode statistik paired sample t-teste digunakan untuk melihat pengaruh countdown timer terhadap arus jenuh, dan dampak pada kinerja serta keselamatan lengan simpang. Penggunaan countdown timer mampu meningkatkan nilai arus jenuh, sehingga kapasitas lengan simpang juga mengalami peningkatan 5-22% dengan penurunan waktu tundaan 5-13 detik/smp. Tetapi kurang berdampak positif terhadap faktor keselamatan simpang, karena terjadi peningkatan pergerakan kendaraan sebelum waktu hijau.
Rancangan Pedestrian Area Kawasan Kampus Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember (Studi Kasus : Jl. Jawa, Jl. Kalimantan, Jl. Mastrip dan Jl. Riau: Design Of Pedestrian Area Campus Area Sumbersari District, Jember Regency (Case Study : Jl. Jawa, Jl. Kalimantan, Jl. Mastrip, Jl Riau) Bahanan, Zakaria; Sulistyono, Sonya; Revana, Dano Quinta
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i2.35169

Abstract

Pedestrian di area kampus lambat laun mengalami perubahan fungsi, yang saat ini menjadi fungsi lain, seperti contoh fungsi perdagangan serta sebagai fungsi area kosong yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Berdasarkan pengamatan secara eksisting didapatkan juga beberapa titik lokasi pedestrian yang tidak sesuai dengan fungsi yang seharusnya, seperti di area jalan jawa dan jalan kalimantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan desain pengembangan pedestrian. Dalam proses penelitian dilakukan terhadap 100 responden, hasil data resonden selanjutnya diolah menggunakan analisis IPA dan Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedestrian di area kampus masih banyak ditemukan permasalahan yang ada. Hasil permasalahan pada kawasan pedestrian meliputi lampu penerangan yang rusah, tidak terdapat jalur difabel pada beberapa titik dan masih banyak lagi. Berdasarkan hasil IPA didapatkan variabel prioritas penanganan meliputi meliputi Ketersediaan jalur difabel, desain atau langgam pedestrian, ketersediaan penerangan pedestrian/jalan, tempat sampah, vegetasi, dan ketersediaan rambu. Atas dasar tersebut diterapkan konsep walkability untuk pedestrian.
Model Hubungan Arus, Kecepatan, Dan Kepadatan Di Jalan Empat Lajur Dua Arah Kriswardhana, Willy; Widanar, Marco Sukma; Arifin, Syamsul; Sulistyono, Sonya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.539 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.273

Abstract

Arus lalu - lintas pada Jalan Gajah Mada dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan perkembangan pada daerah Jalan Gajah Mada ini. Untuk menemukan suatu model transportasi yang sesuai pada jalan ini, terlebih dahulu diperlukan pengetahuan mengenai karakteristik lalu - lintas dan model hubungan antar karakteristik tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis model hubungan antar karakteristik volume (V), kecepatan (S) dan kepadatan (D) lalu - lintas sesuai dengan kondisi yang ada dengan dasar pedoman Manual Kapasitas Jalan Indoneia (MKJI 1997). Survei data meliputi volume dan kecepatan lalu - lintas dengan metode manual counting, sedangkan analisis model meliputi model Greenshield, Greenberg dan Underwood. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk arah kota model yang sesuai dilihat dari nilai (R2) adalah Model Underwood sebesar 0,393 dan untuk arah luar kota yaitu Model Greenberg dengan nilai (R2) sebesar 0,43. Untuk nilai kapasitas yang mendekati hasil dari metode MKJI 1997 pada arah kota maupun arah luar kota yaitu Model Underwood.
Co-Authors Abda Abda Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Akhmad Hasanuddin Angelina, Callista Anggoro, Dikka Antonius Cahya Prihandoko Arief Rachman Eka Putra, Arief Rachman Eka Arif Rifai, Arif Bahanan, Zakaria Budi Hendrawan Cahyadi Setya Nugraha Candra Karisma, Candra Dadang Supriyanto Dano Quinta Revana Darmawan, Ahmad Reza Dewi Sri Asmoro Wulan, Dewi Sri Asmoro Dwi Nurtanto Eko Hengky Prayitno Elsa Tri Mukti Firmansyah, Mohammad Rizal Gagas Hikmah Pradana Grandis Zulfikar, Grandis Harnen Sulistio Heri Wahono Iin Ervina, Iin Ike Fibriani Imma Widyawati Agustin Inas Ade Zahra Ivan Agusta Farizhka Januar Ferry Irawan Jojok Widodo Soetjipto Ludfi Djakfar Maemonah, Maemonah Maliq, Tatang Maulana Mirtha Firmansyah Mohammad Rizal Firmansyah Muhammad Noor Dwi Eldianto Muhammad Saad, Muhammad Muhammad Zainul Arifin Nara Maika Putri, Nara Maika Ni Nyoman Suartini Nunung Nuring Hayati Oki Indra Prastana, Oki Indra Putra, Januar Adi Rahmawan Budi Satryo, Rahmawan Budi Rahmawaty, Tiara Ayu Raka Aminul Ramadhani Ratih Novi Listyawati Ririn Endah Badriani, Ririn Endah Rizqi Choirul Wahdana Robit Dahnial Rr. Dewi Junita Koesoemawati Saiful Bukhori Setio Ramadhan, Setio Silfi Galuh Navitasari Slamet Widodo Sofia, Lisda Sofyan Sauri, Sofyan Sri Sukmawati Sri Wiwoho Mujanarko Syamsul Arifin Tiara Ayu Rahmawaty Tiopan Herny Manto Gultom Tri Tjahjono Umroh Makhmudah Widanar, Marco Sukma Willy Kriswardhana Windi Eka Yulia Retnani Wiwik Yunarni Widiarti Yogatama, Mochamad Aditya Yuliana Sukarmawati Zakaria Zakaria