Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

STIMULASI HASIL MELON ( Cucumis melo, L) DENGAN MENGGUNAKAN BIOTO GROW GOLD (BGG) SAHINDAH ARITONANG; SURTINAH SURTINAH
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 15 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v15i1.1481

Abstract

The experiment was conducted experimentally using non-factorial Randomized Design (RAL) with 5 (five) treatment levels without Bioto Grow Gold, Bioto Grow Gold 1 ml liter-1 water, Bioto Grow Gold 2 ml liter -1 water, giving Bioto Grow Gold 3 ml liter-1 water and giving Bioto Grow Gold 4 ml liter-1 water. The data analysis used variance and continued with a different test of Duncan treatment average at p 0.05. The results showed that BGG treatment had the significant effect on leaf length, leaf width, stem diameter, flowering age, fruit circumference, fruit weight, a thickness of flesh and sugar content of melon fruit. The best treatment is giving Bioto Grow Gold 3 ml liter-1 water.
OPTIMASI PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Dendrobium Sp. STADIA REMAJA DENGAN PEMBERIAN GROW QUICK LB SIRLYANA SIRLYANA; SURTINAH SURTINAH
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v15i2.1975

Abstract

The purpose of the research was to obtain concentration Grow Quick LB optimum for growth of seedlings of Orchid Dendrobium Sp.Environmental design used was complete Random Design. The design of the treatment given is concentration Grow Quick LB 0 cc l-1 water, 0.5 cc l-1 water, 1cc l-1 water, 1.5 l -1water, 2 ccl-1 water, and 2.5 cc l-1 water.The data obtained were analyzed using polynomial regression. The research results obtained that the higher seed, and number of leaves of Dendrobium orchids with optimum pemberianGrow Quick 1.5 LB cc l-1. of water.Optimum leaf length is obtained by the giving Grow Quick LB with a concentration of 0.3 cc l-1 of water.The width of the leaves and shoots of the optimum amount is obtained by granting the Grow Quick LB with a concentration of 0.2 cc l-1 of water.
PERBANDINGAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK YANG BERBEDA Sirlyana Sirlyana; Surtinah Surtinah
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 16 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v16i1.2293

Abstract

The purpose of this study was to obtain an alternative substitute for manure in the cultivation of Pakchoy plants. The experimental study was conducted using two treatments, namely manure and compost of sweet corn plants, the treatment was repeated 10 times, the statistical test used was the unpaired t-test. To achieve the objectives of the study, observations were made on the growth and yield of Pakchoy. The recommended research results are that sweet corn compost can be used as a substitute for manure in Pakchoy's culture
OPTIMASI HASIL MELON (Cucumis melo, L) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK BIO ORGANIK SURTINAH SURTINAH; SEPRITA LIDAR
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 16 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v16i1.2321

Abstract

Red Yellow Podsolic Soil (FMD) is a type of soil that dominates soil conditions in Pekanbaru, PMK soil with low fertility will be a limiting factor in increasing crop production. Melon is a horticultural plant that requires fertile and loose soil. Herbafarm is one of the bioorganic fertilizers that can cover the shortage of PMK land to increase its productivity. The treatment design tested was Herbafarm concentration consisting of H1 = without herbaceous; H1 = herb 2 ml liter-1 water; H2 = 4 ml liter-1 water; H3 = 6 ml liter-1 water; and H4 = 8 ml liter-1 water. The environmental design used is a completely randomized design. Data analysis uses a polynomial regression. Bio Organic Concentration Herbafarm which gives growth and melon yield is 6.8 ml liter-1 water, with an optimal fruit weight of 1683.08 grams.
FENOTIPIK AGRONOMIS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata, Sturt) DI KECAMATAN MARPOYAN DAMAI PEKANBARU Surtinah Surtinah
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.595 KB) | DOI: 10.24853/jat.3.2.97-101

Abstract

The aim of the study was to obtain varieties that provide the best agronomic results in the Marpoyan Damai location. The treatment design used is Varieties consisting of three varieties, namely; v1 = Sweet Boy, v2 = Sweet Lady, v3 = Bonanza, the environmental design used was a completely randomized design, with six replications. Data were analyzed by variance, and followed by Duncan's 5% distance test. Observations were made on the weighted cob, weight of cob without weight, cob length, ear length without weights, ear diameter, and sugar content of sweet corn seeds. The results obtained were Sweet Boy variety varieties which are the best varieties recommended to be developed at the Marpoyan Damai planting site.
Pemberdayaan Lahan Tidur (Kebun PKK) dengan Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata, Sturt) di Kelurahan Simpangtiga Surtinah Surtinah; Niken Nurwati
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.941 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a11

Abstract

Lahan terbuka yang diprogramkan sebagai kebun PKK di Kelurahan Simpangtiga terlihat memprihatinkan, tidak ada tanaman budidaya yang di tanam di kebun tersebut. Kebun PKK yang digarap merupakan pekarangan warga yang tidak dimanfaatkan, tetapi pengelolaannya sangat terbatas. Kegiatan pemberdayaan kebun PKK tersebut dengan tanaman jagung manis menjadi salah satu alternatif untuk menjadikan lahan tersebut berdayaguna, dan berhasil guna. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demontrasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa Pengetahuan ibu-ibu PKK meningkat dengan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan, berdasarkan evaluasi kuisioner setelah kegiatan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa kebun PKK yang dikelola dengan baik akan menghasilkan produksi pangan alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan anggota PKK, dan dapat menjadi sumber pemasukan bagi kas organisasi. Pengelolaan kebun PKK yang berupa lahan tidur harus dirumuskan dengan suatu kebijakan dari aparat Kelurahan, sehinggan tidak muncul kepentingan pribadi setelah kebun PKK berhasil guna. Perlunya kesadaran masyarakat akan kebutuhan pangan keluarga yang tidak dibebankan kepada pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab masyarakat juga dengan mengelola sumber daya alam yang ada.
Optimalisasi Pekarangan Sempit Dengan Tanaman Sayuran Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Surtinah Surtinah; Niken Nurwati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.346 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.1882

Abstract

           Budidaya sayur di pekarangan sempit merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menganekaragamkan pangan. Pekarangan yang sempit dapat dimanfaatkan secara efisien untuk berbagai hal, seperti kegiatan yang akan dilakukan ini yaitu mengelola sedemikian rupa pekarangan sempit untuk budidaya sayuran. Bila ibu-ibu rumah tangga dapat membudidayakan sendiri, maka sayuran yang dibutuhkan dapat diambil dari pekarangan sendiri. Sayuran yang diperoleh dari pasar tradisional maupun swalayan pada umumnya mengandung residu pestisida, sehingga membahayakan kesehatan.  Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara penyuluhan, pelatihan, pemberian bantuan paket, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh adalah, peningkatan pengetahuan sebesar 45,23% tentang cara membudidayakan sayur di pekarangan sempit, dan peningkatan pengetahuan tentang budidaya vertikultur sebesar 53,64%, dan  pemanfaatan pekarangan sempit memberikan sumbangan pendapatan sebesarRp. 7200,- hari-1.Kata Kunci:  Budidaya, sayur, pekarangansempit, keragamanpangan.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN MELAYU MOTIF SATWA Latifa Siswati; Surtinah; Rini Nizar
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.017 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v2i2.1223

Abstract

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga merupakan program pemerintah yang diciptakan untuk memberdayakan potensi ibu-rumahtangga sebagai pengelola dalam keluarga untuk meningkatkan kemampuannya dalam meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. Namun pada kenyataannya kelompok ibu-ibu pengajian hanya merupakan kumpulan untuk formalitas belaka, karena banyak diantara ibu rumahtangga yang menjadi anggota tidak paham tujuan organisasi itu dibentuk. Dan pada kenyataannya banyak ibu-ibu rumahtangga tidak berdaya dalam menanggulangi masalah ekonomi dalam keluarganya sendiri. Ibu-ibu rumahtangga yang tergabung dalam organisasi wirid pengajian Salimah di Kelurahan Rumbai, khususnya Ibu-ibu yang rutin berkumpul setiap miggu, merupakan ibu-ibu rumahtangga yang murni sebagai ibu rumahtangga. .Melalui pelatihan membuat hantaran pernikahan ini diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan mereka, sehingga mereka dapat mengejewantahkan keinginan mereka menjadi kenyataan. Tujuan kegiatan IbM ini adalah, meningkatan pengetahuan, dan ketrampilan mereka dalam membuat hantaran pernikahan. Metode yang digunakan untuk kegiatan IbM ini adalah penyadaran, demontrasi, dan Praktek langsung. Hasil kegiatan peserta telah terjadi peningkatan pengetahuan dari 80% menjadi 100%, cara membuat hantaran pernikahan dan merasakan sebelumnya 20% meningkat menjadi 100%
EKSPLORASI PLASMA NUTFAH GAMBIR DI KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU KABUPATEN KAMPAR Trisia Wulantika; Seprita Lidar; Surtinah Surtinah
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 2 (2019): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang bernilai ekonomi tinggi dan prospektif untuk dikembangkan secara komersial pada masa yang akan datang. Provinsi Riau termasuk penghasil gambir dimana Kecamatan yang memiliki perkebunan gambir paling luas adalah Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar seluas 4.104 Ha. Penelitian sebelumnya terkait variabilitas gambir oleh lidar et al di Desa Tanjung diperoleh hasil keragaman rendah dan variabilitas fenotipik juga rendah. Penelitian lanjutan ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total sampel 20 aksesi tanaman gambir di Desa Bandur Picak dan Gunung Malelo, analisis kemiripan menggunakan program ntsys ver 2.02, dari hasil analisis diperoleh koefisien kemiripan 0.22-0.89. Penelitian eksplorasi merupakan penelitian dasar yang sangat berguna sebagai database dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Kata Kunci : Gambir, Karakterisasi, Keragaman, Plasma Nutfah
Recommendations for the Development of Sweet Corn Varieties (Zea mays saccharata, Sturt) for Several Planting area in Pekanbaru Surtinah Surtinah; Niken Nurwati
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 3 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.389 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i3.3109

Abstract

Sweet corn is one commodity in great demand to day. Its production is very dependent on the variety in the plants and the location of planting. The aim of the study was to obtain varieties of sweet corn with high production, at suitable locations in Pekanbaru, which would be recommended for cultivation. The research method used is the experimental method with treatment design, namely the first factor is Variety which consists of 3 varieties of sweet corn, namely Sweet boy, Sweet Lady, and Bonanza, and the second factor is the location of planting, namely Rumbai Subdistrict, Bukit Raya District, and Marpoyan District peacefully. using factorial complete randomized design, with six replications. Observation parameters are weighted ear cob (g), ear length without weights (cm), the weight of cob without weighting (g), and sugar content of seeds (%). The data obtained were analyzed using Sidik Ragam and DMRT multiple distance test at the level of 5%. The recommendations givenfor planting in Rumbai Subdistrict are Sweet Lady varieties, for Bukit Raya District are Sweet Lady and Bonanza, and in Marpoyan Damai District are Sweet Boy varieties. The location that provides the highest sweet corn production is Bukit Raya, and the variety that provides the best production is Bonanza. Leaves of plants play a role in sweet corn production.