Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Identifikasi Tokoh Cerita Rakyat melalui Pendekatan Individual dan Media LKPD Syahriani
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 4 (2023): Juli 2023
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v2i4.317

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) sesuai--tidaknya kegiatan belajar-mengajar keterampilan identifikasi tokoh cerita rakyat melalui pendekatan individual dan media LKPD dengan rencana kegiatan belajar-mengajar; 2) besaran siswa tuntas dalam pembelajaran keterampilan identifikasi tokoh cerita rakyat melalui pendekatan individual dan media LKPD. Penelitian ini dilaksanakan di semester genap tahun ajaran 2022/2023 di SD Negeri 012 Tempuling. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah para siswa kelas IV- A SD Negeri 012 Tempuling. Mereka berjumlah 13 siswa yang belum mencapai KKM 70,00 dari 24 siswa kelas IV-A SD Negeri 012 Tempuling. Instrumen utama penelitian ini adalah RPP yang hanya berisi kegiatan belajar-mengajar. Instrumen lainnya adalah LKPD yang berisi 2 bagian. Pertama, teks cerita rakyat yang dilengkapi dengan tes pilihan ganda. Instrumen lainnya adalah pedoman observasi guna mengumpulkan data kegiatan belajar-mengajar dan instrumen tes identifikasi tokoh cerita rakyat. Untuk mengumpulkan data hasil belajar digunakanadalah tes keterampilan mengidentifikasi tokoh cerita rakyat yang berbentuk pilihan ganda jenis lisan/tulisan. Instrumen tes ini disusun secara objektif dan sistematis sehingga memenuhi syarat tes yang valid. Data kegiatan belajar dianalisis secara tematik sedangkan data hasil belajar keterampilan identifikasi tokoh cerita rakyat melalui pendekatan individual dan media LKPD dianalisis menggunakan statistik deskriptif yakni persen dan modus. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 1) kegiatan belajar-mengajar terlaksana sesuai dengan rencana kegiatan belajar-mengajar; 2) pada siklus pertama hanya 8 siswa yang dapat mencapai KKM 70,00; secara klasikal hanya 65,53 persen sedangkan untuk siklus kedua terdapat 4 siswa yang mencapai KKM 70,00; keterampilan identifikasi tokoh cerita rakyat melalui teknik tes opsi unik dan media LKPD bagi siswa kelas IV-A SD Negeri 012 Tempuling yang secara klasikal mencapai KKM 70,00.
DNA Barcoding sebagai Inovasi Bioteknologi untuk Identifikasi dan Konservasi Tanaman Lokal: Suatu Tinjauan Sistematis Syahriani; Hala, Yusminah
Biosel Biology Science and Education Vol. 15 No. 1 (2026): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v15i1.12116

Abstract

Limitations in accurate and efficient species identification techniques at various stages of development and sample conditions are major problems in the conservation of local plants. Conventional morphology-based identification approaches often encounter obstacles due to phenotypic variation and diagnostic character limitations. This study aims to examine the potential of DNA barcoding as a biotechnology innovation in supporting the identification and conservation of local plants. The research method used was a systematic literature study of national and international scientific articles published between 2020 and 2025. Data sources were obtained from the PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar databases, then analyzed thematically by grouping findings based on the type of genetic marker, identification procedure, and relevance to plant conservation. The results of the study show that DNA barcoding is a species identification technique carried out through the analysis of deoxyribonucleic acid sequences from specific standard marker genes. In plant taxonomy, chloroplast genes commonly used as genetic markers include ribulose bisphosphate carboxylase large chain, maturase K, and internal transcribed spacer. The genetic sequences obtained are then compared with a global database to accurately determine species suitability. This technique has been proven to provide fast and reliable species identification under various sample conditions. With these advantages, DNA barcoding has great potential as a key supporting tool in local plant conservation efforts. Keywords: DNA Barcode, Biotechnology, Plant Conservation