Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Distribusi Barium Terlarut pada Estuari dan Laut Padelegan Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Hidayatullah, Muhamad Aziz; Pratiwi, Wiwit Sri Werdi; Kartika, Ary Giri Dwi; Indriyawati, Novi; Efendi, Makhfud
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.49525

Abstract

Barium (Ba) merupakan salah satu elemen minor di perairan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi apabila dimanfaatkan sebagai produk garam turunan. Sumber utama Ba terlarut berasal dari sungai, dan estuari menjalankan peran penting sebagai pengontrol fluktuasi kadar Ba terlarut pada sungai sebelum masuk ke laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Ba terlarut, distribusi Ba terlarut dan korelasi Ba terlarut dengan salinitas. Kadar Ba terlarut diketahui dari hasil pengujian sampel air laut yang diambil di 9 titik mulai dari daerah estuari hingga laut lepas. Pengujian kadar Ba terlarut menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry sesuai SNI 06-6989.39-2005. Kadar Ba terlarut di Perairan Padelegan berkisar antara 0,009-0,003 mg/L. Hasil visualisasi distribusi kadar Ba terlarut tertinggi berada di estuari dan kadar terendahnya berada di stasiun laut lepas. Distribusi Ba terlarut dari estuari hingga laut lepas menunjukkan kadar yang menurun secara bertahap. Hasil korelasi antara kadar barium terlarut dengan salinitas berbanding lurus yang disebabkan oleh intrusi air laut.  Barium (Ba) is a minor element in marine waters which has high economic value when used as a derivative salt product. The main source of dissolved Ba comes from rivers, and estuaries play an important role as controlling fluctuations in dissolved Ba levels in rivers before they enter the sea. This research aims to determine dissolved Ba levels, dissolved Ba distribution and the correlation of dissolved Ba with salinity. Dissolved Ba levels are known from the results of testing seawater samples taken at 9 points from the estuary area to the open sea. Dissolved Ba levels were tested using Atomic Absorption Spectrophotometry based on SNI SNI 06-6989.39-2005. Dissolved Ba levels in Padelegan Water range between 0,009-0,003 mg/L. Visualization results of the distribution of the highest dissolved Ba levels are in estuaries and the lowest levels are at open sea. The distribution of dissolved Ba from the estuary to the open sea shows gradually decreasing levels. Correlation results between dissolved barium levels and directly proportional salinity caused by seawater intrusion.
Studi Komparasi Tipe Arus Pasang Surut Di Perairan Banda Besar Dengan Menggunakan Metode Admiralty Dan Least Square: Comparative Study Of Tidal Current Types In Bandalar Waters Using Admiralty And Least Square Methods Khairunnisa, Hanny; Kartika, Ary Giri Dwi; Jayanthi, Onie Wiwid; Zahrina W., Nadia; Agassi , Rifqi Noval
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v5i1.3

Abstract

Perairan Banda Besar terletak di Maluku Tengah yang berdekatan dengan Banda Neira. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen harmonik pasang surut dan jenis pasang surut di lokasi penelitian dengan menggunakan 2 metode yaitu metode admiralty dan metode kuadrat terkecil. Penelitian ini menggunakan 2 metode sebagai perbandingan jenis pasang surut air laut di perairan lain seperti Ambon, Fakfak dan Pulau Aru juga digunakan untuk perbandingan dan validasi. Perbandingan tipe pasang surut menggunakan tide book Pushidrosal tahun 2020. Pengolahan data menggunakan metode admiralty diperoleh hasil sebesar 1,5 untuk komponen utara dan 1,17 untuk komponen timur. Metode kuadrat terkecil dengan software Rstudio menghasilkan formzahl 1,02 untuk komponen utara dan 0,65 untuk komponen timur. Tipe pasang surut yang terjadi pada kedua metode ini adalah pasang surut campuran (mixed tide) yang berlaku semidiurnal.
Mutu produk saus hidrolisat kerang tahu (Meretrix sp.) fortifikasi garam konsumsi kadar NaCl 87%: Product quality of hydrolyzate tofu shell sauce (Meretrix sp.) fortification of consumption salt with 87% NaCl content Salsabila, Marwa; Asih, Eka Nurrahema Ning; Kartika, Ary Giri Dwi; Pratiwi, Wiwit Sri Werdi; Efendy , Makhfud
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i4.62321

Abstract

Kerang tahu sebagai sumber protein hewani dari laut Madura berpotensi dijadikan produk olahan inovatif saus kerang. Rekacipta inovasi saus kerang perlu penambahan garam konsumsi kadar NaCl 87% untuk menciptakan rasa yang kompleks serta unik dan enzim papain untuk mempermudah proses hidrolisis kerang sebagai bahan baku. Standar produk berdasarkan SNI 01-4275-1996 serta PerBPOM nomor 13 tahun 2019 adalah acuan yang digunakan agar produk aman dikonsumsi. Tujuan penelitian adalah menentukan formula terbaik serta menganalisis perbedaan signifikan penggunaan garam konsumsi dan enzim papain dengan konsentrasi yang berbeda terhadap karakteristik fisik, kimia serta mikrobiologi saus kerang (Meretrix sp.). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan metode eksperimen meliputi preservasi kerang, hidrolisis kerang, pembuatan saus, uji karakteristik saus, yaitu parameter fisika (viskositas), kimia (proksimat dan pH) serta mikrobiologi (Angka Lempeng Total dan E. coli). Perbandingan konsentrasi dalam proses hidrolisis dengan persentase kerang (%): garam konsumsi (%): enzim papain (%), yaitu 89,1:1:9,9 (F1), 85,5:5:9,5 (F2), 81:10:9 (F3), 76,5:15:8,5 (F4), 72:20:8 (F5), 67,5:25:7,5 (F6). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik fisik saus terbaik pada F2 dengan nilai viskositas 1.033±67,55 mPa.s. Berdasarkan SNI 01.4275:1996 dan PerBPOM nomor 13 tahun 2019 diketahui bahwa F3 merupakan formula terbaik berdasarkan karakteristik kimia dan mikrobiologi. Nilai prosimat F3 diantaranya kadar protein 3,81±0,03%, air 80,90±0,44%, abu 3,96±0,05%, lemak 1,57±0,18%, kabohidrat 9,74±0,69%, pH 5.90±0.00, sedangkan ALT 0,29x104 dan E. coli <3 MPN/g. Parameter fisik, kimia (air, abu, protein dan pH) dan mikrobiologi pada saus kerang memiliki perbedaan, sedangkan parameter kimia (lemak dan karbohidrat) tidak berbeda. Secara keseluruhan F3 direkomendasikan sebagai formula terbaik dan aman dikonsumsi masyarakat.
Kontaminasi Kadmium (Cd) serta Analisis Risiko Kesehatan Manusia melalui Konsumsi Kerang Tahu (Meretrix spp.) di Pesisir Bangkalan Nurrizal, Muhammad Naufal; Asih, Eka Nurrahema Ning; Kartika, Ary Giri Dwi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.29550

Abstract

Venus clams are a fishery commodity on the coast of Bangkalan and a source of animal protein for the local people. However, the accumulation of cadmium in these clams could pose a health risk to humans through consumption. Therefore, this study aims to assess the level of cadmium contamination in the environment and analyze the health risks of consuming venus clams on the coast of Bangkalan. Seawater, sediment, and venus clamps samples were taken at two stations (Bancaran and Sambilangan) in the coastal area of Bangkalan, then analyzed for cadmium (Cd) content using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The analysis results showed that cadmium in seawater at Bancaran Station (0.003 mg/L) and Sambilangan Station (0.008 mg/L) had exceeded the quality standard threshold. Conversely, the cadmium content in sediment and venus clams at both stations was still below the threshold. Based on Target Hazard Quotients (THQ) and Estimated Weekly Intakes (EWI), consumption of tofu clams from both stations did not pose a health risk. Kerang tahu banyak dimanfaatkan sebagai komoditas perikanan di pesisir Bangkalan dan menjadi salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat setempat. Namun, akumulasi kadmium dalam kerang tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia melalui konsumsi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat cemaran kadmium pada lingkungan serta menganalisis risiko kesehatan dari konsumsi kerang tahu di Pesisir Bangkalan. Pengambilan sampel air laut, sedimen dan kerang laut dilakukan di dua stasiun (Bancaran dan Sambilangan) di lingkup pesisir Bangkalan, kemudian dilakukan analisis kandungan cadmium (Cd) dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).  Hasil analisis menunjukkan kadmium pada air laut di Stasiun Bancaran (0,003 mg/L) dan Sambilangan (0,008 mg/L) telah melebihi ambang batas baku mutu. Sebaliknya kandungan kadmium di sedimen dan kerang tahu pada kedua stasiun masih dibawah ambang batas. Berdasarkan Target Hazard Quotients (THQ)dan Estiamted Weekly Intakes (EWI), konsumsi kerang tahu di kedua stasiun tidak berisiko terhadap kesehatan. 
Edukasi Tata Kelola dan Kandungan Gizi Limbah Cair Pemindangan Ikan Cakalang sebagai Bahan Petis Madura Berkualitas di Poklahsar Tuna Jaya Asih, Eka Nurrahema Ning; Ismawati, Nurul; Fitriani, Atiqah; Pratiwi, Wiwit Sri Werdi; Abidah, Indah Wahyuni; Kartika, Ary Giri Dwi; Nuzula, Nike I
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20886

Abstract

Background: Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan limbah pemindangan ikan cakalang perlu dilakukan karena limbah ini berpotensi mencemari perairan namun kaya nutrisi. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra tentang pentingnya mengelola dan memanfaatkan limbah pemindangan ikan menjadi produk petis Madura yang bernilai gizi tinggi. Metode: Kegiatan melibatkan mitra yaitu Poklahsar Tuna Jaya dan pihak terkait. Tahapan kegiatan yang dilakukan berupa persiapan, penyuluhan, implementasi dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilengkapi dengan kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi penyuluhan. Hasil: Berdasarkan skala likert setelah penyuluhan dilaksanakan menunjukan 95% paham, 3% cukup paham dan 2% tidak paham mengenai pentingnya manajemen kelola limbah hasil pemindangan ikan. Respon peserta juga menunjukan 95% paham, 4% cukup paham dan 1% tidak paham mengenai kiat serta tahapan mempertahankan kandungan gizi pada air limbah hasil pemindangan ikan agar menghasilkan petis merah non histamin. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berimplikasi mampu meningkatkan pemahaman mitra dalam mengelola dan mempertahankan nilai gizi limbah pemindangan guna mempersiapkan bahan baku petis merah Madura berkualitas.
Co-Authors ., Siddiqoh Aan Putri Nurjanah Abidah, Indah Wahyuni Agassi , Rifqi Noval Agustina, Ninik Allicya Imelda Putri Amalia Hariyanti Amalia Hariyanti Amalia Hariyanti Aries Dwi Siswanto Arya Galin Fakhrul Islam Zain Arya Galin Fakhrul Islami Zain Ashari Wicaksono Asih, Eka Nurrahema Ning Bahri Fadloli Bahri Fadloli Denatri, Ardelia Humaimah Desi Suryana Suci Dewi Anugrah Fitri Diah Ayu Setyawati Diah Pitaloka Dwi Syadina Putri Dwi Syadina putri Dwi Syadina Putri Efendi, Makhfud Efendy , Makhfud Effendy, Makhfud Eka Nurrahema Ning Asih Eka Putri Rahayu Fadholi, Bahri Fitri, Dewi Anugrah Fitriani, Atiqah Hafiludin, H Hariyanti, Amalia Hidayatullah, Muhamad Aziz Iffan Maflahah Ilham Andika Aprianto Indriawati, Novi Irsyadatul Fikriah Ismawati, Nurul Kartika Dewi Kartika Dewi Khairunnisa, Hanny Mahfud Effendy Maisaroh, Dian Sari Makhfud Efendy Makhfud Efendy Makhfud Efendy Makhfud Efendy, Makhfud Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Mery Fajaria Agustini Misbakhul Munir Moch. Syaifullah Mohammad Rahem Mu’min, Bisri Khairul Mubarok, Wafiyudin Sari Muh. Syaifullah Ninik Agustina Novi Indriyawati Nurrizal, Muhammad Naufal Nuzula, Nike I Nuzula, Nike Ika Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Putri Ayu Rahmadani Putri Ayu Rahmadani Putri Ayu Rahmadani Putri, Allicya Imelda Putri, Dwi Syadina R. Nandi Fausil Akbar Rahmadani, Putri Ayu Ramadhani, Andini Rizky Rizqiyeh, St. Romi Ariyanto Rosdyana Silmy, Siti Salsabila, Marwa Setiawati, Sulastiana Siddiqoh . Siti Rosdyana Silmy Sofiya, Lely Sri Astutik Suci, Desi Suryana Susanti, Oktora Syaifullah, Moch Wafiyudin Sari Mubarok Widiyawati, Devita Wiwid Sri Werdi Pratiwi wiwit Sri Werdi Pratiwi Wiwit Sri Werdi Pratiwi Wiwit Sri Werdi Pratiwi, Wiwit Sri Werdi Zahrina W., Nadia