Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

OPTIMASI PROSES FORTIFIKASI GARAM DENGAN REMPAH KUNYIT(Curcuma Domestica Val.) TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C Mery Fajaria Agustini; Ary Giri Dwi Kartika; Makhfud Effendy; Iffan Maflahah
Juvenil Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v1i4.8936

Abstract

ABSTRAKPermasalahan kekurangan zat gizi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun salah satunya kekurangan mikronutrien. Kekurangan mikronutrien menjadi permasalahan yang serius didunia industri pangan sehingga dibutuhkan solusi untuk memperbaiki zat gizi pada pangan. Salah satu solusi perbaikan zat gizi pada pangan adalah fortifikasi. Fortifikasi merupakan penambahan zat mikro pada pangan untuk meningkatkan nilai gizi pangan tersebut. Adanya penelitian ini yaitu Garam fortifikasi dengan rempah kunyit (Curcuma Domestica Val.)  diharapakan menghasilkan produk pangan yang banyak mengandung  zat gizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) tubuh. Namun, dalam proses fortifikasi beberapa kandungan gizi berkurang pada pangan akibat degradasi oleh panas seperti vitamin C rusak pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan fortifikasi terhadapa kandungan vitamin C. Metode penelitian ini adalah uji pendahuluan untuk dasar penelitian utama, penelitian utama untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pemanasan terhadap kandungan vitamin C, mengetahui vitamin C memenuhi atau tidak AKG serta mengetahui kandungan proksimat pada produk terbaik. Hasil uji pendahuluan yaitu kadar air sebesar 1,9%, kadar NaCl sebesar 78,975% dan kadar vitamin C 108,57 mg/l. Penelitian utama suhu dan waktu berpengaruh terhadap kandungan vitamin C dengan kenaikan suhu dan lama durasi pemanasan kadar vitamin C semakin menurun. Kadar Vitamin C pada sampel A1B1 (170,75 mg/l), A2B1 (154,5 mg/l), A3B1 (150,075 mg/l), A1B2 (147,1925 mg/l) dan A2B2 (146,5 mg/l)  memenuhi AKG kelompok usia dan ibu hamil sedangkan A3B2 (45 mg/l) hanya memenuhi AKG bayi dan anak-anak dan sampel A1B3 (31,5825 mg/l), A2B3 (28,25 mg/l), A3B3 (22 mg/l) tidak memenuhi AKG kelompok usia dan ibu hamil. Produk terbaik A2B3 dengan kandungan vitamin C 28,25 mg/l, kadar air 4,23% dan NaCl 77,396 dan kandungan proksimat kadar lemak 3%, protein 8%, serat kasar 7%, abu 35%, dan  karbohidrat 43% memenuhi BSN teknologi panganKata Kunci: Garam, Kunyit (Curcuma Domestica Val.), Vitamin C, Fortifikasi dan optimasiABSTRACTThe problem of nutrient deficiency in Indonesia is increasing from year to year, one of which is the lack of micronutrients. The lack of micronutrients is a serious problem in the world food industry so that solutions are needed to improve nutrition in food. One solution to improve nutrition in food is fortification. Fortification is the addition of micro-substances to food to increase the nutritional value of the food. The existence of this research is fortified salt with turmeric spices (Curcuma Domestica Val.) Is expected to produce food products that contain lots of nutrients according to the Nutrition Adequacy Rate (RDA) of the body. However, in the process of fortification some of the nutrient content is reduced in food due to heat degradation such as vitamin C is damaged at high temperatures. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and heating time of fortification on the content of vitamin C. This research method is a preliminary test for the basis of the main research, the main research to determine the effect of temperature and heating time on the content of vitamin C, knowing vitamin C meets or does not RDA and knowing Proximate content of the best products. Preliminary test results are water content of 1.9%, NaCl levels of 78.975% and vitamin C levels of 108.57 mg / l. The main research temperature and time affect the content of vitamin C with an increase in temperature and duration of heating duration of vitamin C decreases. Vitamin C levels in samples A1B1 (170.75 mg / l), A2B1 (154.5 mg / l), A3B1 (150.075 mg / l), A1B2 (147.1925 mg / l) and A2B2 (146, 5 mg / l) meets the AKG of the age group and pregnant women while A3B2 (45 mg / l) only meets the AKG of infants and children and A1B3 samples (31.5825 mg / l), A2B3 (28.25 mg / l), A3B3 (22 mg / l) does not meet the RDA of the age group and pregnant women. The best A2B3 product with vitamin C content of 28.25 mg / l, water content of 4.23% and NaCl 77.396 and proximate content of 3% fat, 8% protein, 7% crude fiber, 35% ash, and 43% carbohydrates meet BSN food Technology.Keywords: Salt, Turmeric (Curcuma Domestica Val.), Vitamin C, Fortification and optimization
SEBARAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR LAUT SEBAGAI BAHAN BAKU GARAM DI PERAIRAN PADELEGAN PAMEKASAN Amalia Hariyanti; Onie Wiwid Jayanthi; Ashari Wicaksono; Ary Giri Dwi Kartika; Makhfud Efendy; Dwi Syadina Putri; Putri Ayu Rahmadani
Juvenil Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i4.12828

Abstract

ABSTRAKProduksi garam di desa Padelegan menggunakan metode tradisional yaitu memanfaatkan sinar matahari dalam proses penguapan serta menggunakan bahan baku air laut. Lokasi pengambilan bahan baku berada dekat dengan daratan, hal ini dapat berpotensi bahan baku tercemar oleh limbah pembuangan aktivitas manusia. Limbah daratan berkontribusi dalam pencemaran logam berat, salah satunya timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kandungan logam berat timbal (Pb) pada 9 titik sampling yang mewakili daerah pantai, transisi antara pantai dengan laut lepas, dan area laut lepas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel diuji kandungan logam timbal (Pb) menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat timbal (Pb) di perairan Padelegan melebihi ambang batas baku mutu air laut yang ditetapkan Keputusan menteri Lingkungan Hidup No 51 tahun 2004, kandungan Pb tertinggi pada titik 7 sebesar 1,0815 mg/l sedangkan kandungan Pb terendah berada pada titik  5 yakni 0,6332 mg/l.Kata Kunci: Bahan baku, garam, timbal, pamekasan, AASABSTRACTSalt production in Padelegan uses traditional methods, utilizing sunlight in the evaporation process and using sea water as raw materials. The location for taking raw materials is close to the mainland, this can have the potential for raw materials to be polluted by waste disposal of human activities. Land waste contributes to heavy metal pollution, one of which is lead (Pb). The purpose of this study was to analyze the heavy metal content of lead (Pb) at 9 sampling points representing the coastal area, the transition between the coast and the high seas, and the high seas area. The method used in this research is descriptive, while the determination of the research location uses purposive sampling method. Samples were tested for lead (Pb) metal content using AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). The results showed that the heavy metal content of lead (Pb) in the waters of Padelegan exceeded the seawater quality standard set by the Minister of Environment Decree No. 51 of 2004, the highest Pb content at point 7 was 1.0815 mg/l, while the lowest Pb content was at point 5 is 0.6332 mg/l.Keywords: Raw materials, salt, lead, pamekasan, AAS
DISTRIBUSI NITRAT DI PERAIRAN PADELEGAN SEBAGAI BAHAN BAKU GARAM YANG BERKUALITAS Dwi Syadina putri; Onie Wiwid Jayanthi; Ashari Wicaksono; Ary Giri Dwi Kartika; Makhfud Effendy; Amalia Hariyanti; Putri Ayu Rahmadani
Juvenil Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v2i4.12822

Abstract

ABSTRAKPulau Madura merupakan pulau yang identik sebagai pulau penghasil garam. Produksi garam memerlukan bahan baku garam berupa air laut yang berkualitas sehingga mampu mendapatkan hasil produk garam yang memiliki mutu tinggi, dapat ditinjau dari parameter kimia yaitu nitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrat yang sesuai untuk bahan baku produksi garam.   Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan alat water sampling vertical. Pengambilan data diambil pada lokasi pesisir, pantai, dan laut lepas. Rata-rata kandungan nitrat pada lokasi penelitian adalah 0.840067 mg/L. Kandungan nitrat tertinggi berada titik 8 yaitu dengan nilai 1.3307 mg/L. Kandungan nitrat tersebut di atas ambang batas baku mutu untuk biota di perairan sehingga kualitas perairan tersebut kurang sesuai untuk dijadikan bahan baku garam yang berkualitas.Kata kunci: Garam, Kualitas Perairan, Nitrat, Bahan Baku Garam ABSTRACT Madura Island is an island that is identical as a salt-producing island. Salt production requires salt as raw material in the form of quality seawater so as to be able to obtain high quality salt products, which can be viewed from the chemical parameter, namely nitrate. This study aims to determine the nitrate content at different depths. The method used in this study is a descriptive method and for sampling using a purposive sampling method using a vertical water sampling device. Data collection was taken at coastal, coastal, and offshore. The average nitrate content at the study site was 0.840067 mg/L. The highest nitrate content is at point 8 of 1.3307 mg/L.. The nitrate content is above the quality standard threshold for biota in the waters so that the quality of the waters is not suitable to be used as raw material for quality salt. Keywords: Salt, Water Quality, Nitrate, Salt Raw Material
Pengaruh Perbedaan Metode Pembuatan Garam Sehat Rendah Natrium Terhadap Kadar NaCl, Air dan Sodium Romi Ariyanto; Ary Giri Dwi Kartika
Juvenil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i1.15344

Abstract

ABSTRACTGaram merupakan salah satu komoditas penting dalam dunia industri pangan untuk pemberi rasa asin pada makanan. Konsumsi garam oleh masyarakat dianggap berlebih sehingga rentan menimbulkan penyakit seperti hipertensi. Salah satu faktor yang mem pengaruhi penyakit hipertensi yaitu kelebihan asupan Natrium pada makanan. Penggunaan garam dapur biasa yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Berdasarkan hal tersebut untuk mengurangi konsumsi Natrium yang berlebihan pada garam dilakukan penelitian proses produksi garam rendah Natrium. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar NaCl yang terkandung pada hasil garam yang dihasilkan. Tahapan penelitian meliputi: pengambilan bahan baku air laut, percobaan proses produksi garam sehat rendah Natrium dengan ke-3 perlakuan, pengukuran parameter (kepekatan air laut, ketinggian air, intensitas cahaya dan suhu air), uji kualitas hasil garam serta anilisis pengaruh pengukuran parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar NaCl yang didapatkan berbeda signifikan antara perlakuan ke-1 kontrol, perlakuan ke-2 dengan penambahan air laut satu kali, dan perlakuan ke-3 dengan penambahan air laut hingga dua kali. Penambahan air laut pada penelitian ini menunjukkan bahwa dapat menurunkan hasil kadar NaCl dan Natrium pada garam yang dihasilkan. dimana hasil kadar NaCl perlakuan ke-1 didapatkan niilai sebesar 90 % , perlakuan ke-2 didapatkan kadar NaCl nilai sebesar 66 % , dan kadar NaCl perlakuan ke-3 didapatkan nilai sebesar 61 % . Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa pemberian perlakuan yang berbeda mampu mempengaruhi kandungan kadar NaCl pada garam yang dihasilkan.Kata Kunci: Garam, Natrium , kualitas garamABSTRAKSalt is one of the important commodities in the food industry for giving salty taste to food. Consumption of salt in public is considered too much, so that susceptible cause disease like hypertension. One of the factors that in fluence hypertension is too much sodium in take in food. Using too much regular salt can causing of hypertension. Based on this, to reduce sodium consumption in salt, research is carried out on low -sodium salt production processes. The purpose of this study was to determine the level of NaCl contained was generated of the salt. The research stages include: taking seawater raw materials, experimenting the production process of healthy low-sodium salt with the 3 treatments, measuring parameters (seawater density, water level, light intensity and water temperature), testing the quality of salty ields and analyzing the effect of parameter measurements. Show Generated that the NaCl levels obtained were significantly different between the first treatment control, the second treatment with addition of seawater once, and the third treatment with the addition of seawater up to two times. The addition of sea water in this study shows that it can reduce the results of NaCl and Sodium levels in the resulting salt. Where the results of the NaCl content of the first treatment obtained a value of 90 % , the second treatment obtained a NaCl value of 66 % , and the NaCl content of the third treatment obtained a value of 61 % . The results of this study can indicate that different treatments can affect the content of NaCl levels in the generated salt.Keywords: Salt, Natrium, quality salt
Pengaruh Penambahan Natrium Hidroksida (NaOH) Terhadap Kandungan Magnesium Pada Bittern Dalam Ekstraksi Magnesium Hidroksida Mg(OH)₂ Nike Ika Nuzula; Aan Putri Nurjanah; Ary Giri Dwi Kartika; wiwit Sri Werdi Pratiwi; Onie Wiwid Jayanthi
Juvenil Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v3i4.17974

Abstract

ABSTRAKProduksi garam pada pulau Madura sangat tinggi yang dilakukan secara terus menerus pada musim kemarau menggunakan metode tradisional dengan media tanah maupun geomembrant (Zainuri et.al 2016) sehingga menghasilkan limbah bittern yang melimpah. Bittern memiliki kandungan mineral salah satunya magnesium (Mg) yang dapat dijadikan inovasi baru yakni senyawa magnesium hidroksida Mg(OH)₂ dengan cara ekstraksi. Penambahan natrium hidroksida NaOH dalam kstraksi magnesium hidroksida pada penelitian ini dilakukan dengan berdasarkan perbandingan antara mol magnesium dan mol natrium hidroksida yakni 1:0,90; 1:0,95; 1:1; 1:1,05; 1: 1,1 dengan tujuan mengetahui perlakuan yang paling optimal. Berdasarkan hasil uji ANOVA dengan siginifikasi sebesar 0,605 yang artinya tidak ada pengaruh secara nyata pada penambahan natrium hidroksida pada bittern. Jika dilihat dari data perlakuan dengan perbandingan mol 1 : 1 yakni sebesar 76802,70833 mg/Kg merupakan perlakuan yang paling optimal dari semua perlakuan dan perlakuan perbandingan mol 1 : 0,90 yakni sebesar 75858,245 mg/Kg merupakan perlakuan yang paling rendah.Kata Kunci: Bittern, Magnesium, Natrium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida.ABSTRACTSalt production on the island of Madura is very high which is carried out continuously during the dry season using traditional methods with soil and geomembrane media resulting in abundant bittern waste. Bittern contains minerals, one of which is magnesium (Mg) which can be used as a new innovation, namely magnesium hydroxide Mg(OH)₂ by extraction. The addition of sodium hydroxide NaOH in the extraction of magnesium hydroxide in this study was carried out based on the ratio between moles of magnesium and moles of sodium hydroxide, namely 1: 0.90; 1:0.95; 1:1; 1:1.05; 1: 1.1 with the aim of knowing the most optimal treatment. Based on the results of the ANOVA test with a significance of 0.605, which means that there is no significant effect on the addition of sodium hydroxide to bittern. When viewed from the treatment data with a mole ratio of 1: 1, which is 76802.70833 mg/Kg, it is the most optimal treatment of all treatments and a mole ratio of 1: 0.90, which is 75858.245 mg/Kg, is the lowest treatment.Keyword: Bittern, Magnesium, Natrium Hydroxide dan Magnesium Hydroxide.
Pengolahan Data Arus Laut menggunakan Bahasa Program R Diah Pitaloka; Onie Wiwid Jayanthi; Ary Giri Dwi Kartika; Ashari Wicaksono; Muh. Syaifullah; Irsyadatul Fikriah
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i2.49511

Abstract

Penggunaan bahasa pemrograman merupakan salah satu dari penerapan kemudahan teknologi, melalui pemrosesan, pengolah, serta analisis data ,berupa output data yang jelas dan akurat secara cepat dan relevan. Bahasa program R dinilai cukup baik sebagai alat simulasi model, baik melalui kemampuan kalkulasi dan manipulasi data, maupun pada kemampuan peragaan grafik dan visualisasi data. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui tahapan pengolahan data arus menggunakan bahasa program R. Keunggulan bahasa pemrograman tersebut ialah bersifat open source dan dapat digunakan untuk mengolah big data. Pengambilan data arus menggunakan instrumen Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dilakukan secara insitu menggunakan metode eulerian. Perekaman data dilakukan selama 3 hari di kawasan Perairan Pademawu, Pamekasan, Madura. Data diolah menggunakan bahasa pemrograman R versi 4.1.2. dengan memanfaatkan software R-Studio.  Pengolahan data tersebut akan menghasilkan grafik dan stick plot arah dan kecepatan komponen arus U (Timur-Barat) dan V (Selatan-Utara). Visualisasi tersebut menginterpretasikan karakteristik arus di lokasi penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini ialah tahapan pengolahan data arus menggunakan bahasa program R diantaranya yaitu pre-pengolahan data, pengolahan data, dan post-pengolahan data. Pada tahapan post-processing data, dihasilkan 442 records dan 21 variable dataset sebagai bahan visualisasi stick plot dan grafik garis U-V yang dapat menginterpretasikan karakteristik arus laut di kawasan penelitian.   Using a programming language is one of the applications of technological convenience, through data processing, processing, and analysis, in the form of clear and accurate data output that is fast and relevant. The R programming language is considered quite good as a model simulation tool, both through its calculation and data manipulation capabilities, as well as in its graphical display capabilities and data visualization. The aim of this research is to know the stages of data processing using the R programming language. The advantage of this programming language is that it is open-source and can be used to process big data. Current data collection using the Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) instrument was carried out in situ using the Eulerian method. Data recording was carried out for 3 days in the Pademawu Waters, Pamekasan, Madura. Data is processed using the R programming language version 4.1.2. it is using R-Studio software. Processing the data will produce graphs and stick plots of the direction and velocity of the U (East-West) and V (South-North) current components. The visualization interprets the characteristics of the currents at the research location. This study concludes that the stages of processing data flow using the R programming language include data pre-processing, data processing, and post-data processing. At the data post-processing stage, 442 records and 21 dataset variables were produced as visualization materials for stick plots and U - V line graphs that can interpret the characteristics of ocean currents in the research area.
Pola Persebaran Vertikal dan Horizontal Total Suspended Solid di Perairan Padelegan, Pamekasan Diah Ayu Setyawati; Nike Ika Nuzula; Onie Wiwid Jayanthi; Ary Giri Dwi Kartika; Eka Putri Rahayu
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i2.49510

Abstract

Perairan Padelegan terletak di Kecamatan Pademawu bagian selatan pesisir Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Daerah ini termasuk salah satu daerah yang memproduksi garam paling tinggi di Kabupaten Pamekasan. Kualitas perairan adalah aspek penting dalam menghasilkan garam dengan kualitas bagus. Salah satu parameter yang memengaruhi kualitas perairan yaitu Total Suspended Solid (TSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kadar TSS secara vertikal dan horizontal di perairan Padelegan. Pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan metode untuk analisa kandungan TSS yaitu metode gravimetri SNI 6989.3:2019, serta persebaran kandungan TSS secara vertikal dan horizontal menggunakan software Ocean Data View. Hasil penelitian menunjukan nilai TSS di permukaan perairan Padelegan berkisar antara 189-230 mg/L; pada kolom perairan sebesar 210-239 mg/L; dan pada dasar perairan sebesar 245-273 mg/L. Persebaran TSS secara vertikal menunjukan semakin meningkat  dari permukaan menuju dasar perairan. Sedangkan persebaran TSS secara horizontal menunjukkan tren yang semakin meningkat dari laut lepas menuju muara. Uji korelasi antara TSS dengan parameter kualitas air menggunakan RStudio menghasilkan nilai koefisien yaitu korelasi antara TSS dengan pH, suhu, salinitas, DO, dan kecerahan secara urut sebesar -0,32, 0,27, -0,42, -0,14, dan -0,44. Semakin rendah kadar TSS di perairan, maka menghasilkan garam yang lebih berkualitas. Kadar TSS yang tinggi pada perairan dapat meningkatkan nilai kekeruhan dan berpengaruh terhadap banyaknya pengotor yang terkandung pada garam.    The Padelegan waters are located in Pademawu District, in the southern part of the Pamekasan Regency, East Java. This area is one of the areas that produces the highest salt in Pamekasan Regency. Water quality is an important aspect in producing good quality salt. One of the parameters that affect water quality is Total Suspended Solid (TSS). This study aims to determine the distribution of TSS levels vertically and horizontally in Padelegan waters. In this study using purposive sampling method. While the method for analyzing TSS content is the gravimetric method SNI 6989.3: 2019, as well as the vertical and horizontal distribution of TSS content using Ocean Data View software. The results showed that the TSS values on the surface of the Padelegan waters ranged from 189-230 mg/L; in the water column of 210-239 mg/L; and at the bottom of the waters of 245-273 mg/L. The distribution of TSS vertically shows an increasing trend from the surface to the bottom of the waters. While the distribution of TSS horizontally shows an increasing trend from the high seas to the estuaries. The correlation test between TSS and water quality parameters using RStudio yielded coefficient values, namely the correlation between TSS and pH, temperature, salinity, DO, and brightness, respectively, -0.32, 0.27, -0.42, -0.14, and -0.44. The lower the TSS level in the waters, the higher quality salt will be produced. High TSS levels in waters can increase turbidity values and affect the amount of impurities contained in salt.
Distribusi Nitrogen Anorganik Terlarut di Perairan Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan R. Nandi Fausil Akbar; Ary Giri Dwi Kartika; Wiwid Sri Werdi Pratiwi; Makhfud Effendy
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i2.50156

Abstract

Perairan Padelegan merupakan wilayah perairan kompleks yang terdiri dari ekosistem mangrove, estuari, kegiatan akuakultur dan tambak garam. Kegiatan akuakultur dan produksi garam tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan dan kandungan nitrogen anorganik terlarut di perairan Padelegan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang distribusi nitrogen anorganik dan persen komposisinya pada setiap titik di perairan Padelegan. Pengambilan sampel air dilakukan di perairan Padelegan pada 9 titik. Konsentrasi nitrogen anorganik terlarut memiliki nilai tertinggi terletak di perairan peralihan di sebelah barat, dan konsentrasi terendah terdapat di laut lepas di sebelah tenggara. Persen komposisi distribusi nitrogen anorganik terlarut pada semua titik didominasi oleh kadar amonium (>80%) disusul oleh nitrat (<15%), dan nitrit (<1%). Hasil penelitian menunjukkan nitrogen anorganik terlarut tertinggi pada titik 4 sebesar 7,93 mg/L dan kandungan terendah pada titik 8 sebesar 6,432 mg/L. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan kadar amonium yang mendominasi dalam persen komposisi kandungan nitrogen anorganik terlarut, selanjutnya disusul oleh nitrat dan nitrit. Padelegan waters are complex waters that consist of mangrove, estuary, aquaculture and salt pond ecosystems. These aquaculture and salt production activities can affect the quality of the waters and the content of dissolved inorganic nitrogen in Padelegan waters. This study aims to examine the disorder of inorganic nitrogen and the percent composition at each point in Padelegan waters . Water sampling is carried out in Padelegan waters at 9 points. The highest value of dissolved inorganic nitrogen concentration is located in transitional waters to the west, and the lowest concentration is found in offshore waters to the southeast. Percent of the composition of dissolved inorganic nitrogen distribution at all points is dominated by ammonium content ( >80%) followed by nitrate ( <15% ), and nitrite ( <1%). The results showed the highest dissolved inorganic nitrogen at point 4 was 7.93 mg/L and the lowest content at point 8 was 6.432 mg/L. Based on these results, it puts ammonium levels dominating in percent composition of dissolved inorganic nitrogen content, its cells are overtaken by nitrates and nitrites.
Distribusi Nutrien Dan Klorofil-A Di Perairan Pedelegan, Pademawu, Kabupaten Pamekasan Ilham Andika Aprianto; Ary Giri Dwi Kartika; Wiwit Sri Werdi Pratiwi; Makhfud Effendy
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 2 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i2.49513

Abstract

Pantai Pedelegan merupakan salah satu pantai kawasan wisata yang terletak di Kabupaten Pamekasan. Perairan Padelegan dekat dengan ekosistem mangrove, estuari dan berdekatan dengan tambak garam. Ekosistem tersebut merupakan penunjang kesuburan perairan yang dapat diketahui dari kadar nutrient dan distribusi klorofil-a yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nutrien dan biomassa fitoplankton serta hubungannya dengan parameter kualitas perairan. Pengambilan sampel dilakukan pada sembilan titik. Metode yang digunakan menganalisis kandungan nitrat yaitu bursin asam sulfanilat, fosfat dengan spektrofotometer secara asam askorbat, silika menggunakan metode nessler dan biomassa fitoplankton menggunakan metode APHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nutrien di perairan Padelegan memiliki distribusi yang berbeda-beda. Kadar nitrat, fosfat dan klorofil-a tertinggi terletak pada titik empat yang merupakan daerah peralihan menuju laut lepas pada arah barat daya. Sedangkan kadar silika tertinggi ditunjukkan pada titik dua yang merupakan daerah pesisir pada arah barat laut. Berdasarkan hasil korelasi rank spearman, silika menunjukkan korelasi yang paling kuat terhadap klorofil-a dibandingkan dengan nutrien lainnya dengan nilai rho(ρ) sebesar 0,5435. Selanjutnya ditambahkan, suhu adalah parameter kualitas air yang memiliki keeratan paling kuat dengan klorofil-a (rho(ρ) = 0,3766). Peningkatan kadar klorofil-a di perairan padelegan berkaitan erat dengan peningkatan kadar nutrien. Pedelegan Beach is one of the beaches in the tourist area located in Pamekasan Regency. Padelegan waters are close to mangrove ecosystems and estuaries and adjacent to salt ponds. This study aims to determine the distribution of nutrients and phytoplankton biomass and their relationship to water quality parameters. Sampling was carried out at nine points using the SNI 6989.59:2008 method. The method used to analyze the nitrate content is brucine sulfanilic acid, phosphate with an ascorbic acid spectrophotometer, silica using the Nessler method, and phytoplankton biomass using the APHA method. The results showed that nutrient levels in Padelegan waters had different distributions. The highest levels of nitrate, phosphate, and chlorophyll-a are located at point four which is a transitional area to the high seas in the southwest direction. While the highest silica content is shown at the second point , a coastal area in the northwest direction. Based on the Spearman rank correlation results silica showed the strongest correlation to chlorophyll-a compared to other nutrients with a rho(ρ) value of 0.5435. Furthermore, the temperature is a water quality parameter that has the strongest affinity with chlorophyll-a (rho(ρ) = 0.3766). The increase in chlorophyll-a levels in Padelegan waters is closely related to the increase in nutrient levels.
Potensi Bakteri Halofilik Ekstrim dari Tambak Garam Tradisional sebagai Penghambat Aktivitas Bakteri Salmonella sp. Eka Nurrahema Ning Asih; Dewi Anugrah Fitri; Ary Giri Dwi Kartika; Sri Astutik; Makhfud Efendy
Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i3.35372

Abstract

Infeksi bakteri Salmonella sp. di perairan dapat merugikan perikanan budidaya, menurunkan kualitas hasil perikanan tangkap dan merusak kualitas produk olahan perikanan. Perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi dan mencegah aktivitas bakteri Salmonella sp. pada beberapa sektor perikanan tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sumberdaya bakteri halofilik yang hidup melimpah di air meja kristalisasi tambak garam tradisional sebagai agen penghambat aktivitas bakteri Salmonella sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri halofilik ekstrim yang dikultur dari tambak garam tradisional Pamekasan-Madura sebagai penghambat aktivitas bakteri Salmonella sp.. Metode yang digunakan dalam penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu isolasi, purifikasi, uji pewarnaan gram dan uji zona hambat bakteri. Karakteristik morfologi dan pengelompokan gram bakteri halofilik ekstrim diamati dibawah mikroskop binokuler model CX43RF dengan tipe kamera digital MDCE-5C. Uji aktivitas isolat bakteri halofilik ekstrim terhadap Salmonella sp. dilakukan dengan uji zona hambat menggunakan metode overlay dan difusi. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa isolat bakteri halofilik esktrim mampu menghambat aktivitas Salmonella sp. dengan kisaran zona hambat berdiameter 4,28 mm dan 2,45 mm. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi awal untuk dipertimbangkan dalam pengembangan pemanfaatan bakteri halofilik ekstrim di bidang bioteknologi khususnya farmakologi laut kedepannya. Salmonella sp. in the waters can be detrimental to aquaculture, reduce the quality of captured fishery products and damage the quality of processed fishery products. Research needs to be done to overcome and prevent the activity of Salmonella sp. in some of the fisheries sectors. One of the efforts that can be done is to utilize the halophilic bacteria resources that live abundantly in the crystallization table water of traditional salt ponds as agents that inhibit the activity of these bacteria. This study aims to determine the potential of extremely halophilic bacteria cultured from Pamekasan-Madura traditional salt ponds as inhibitors of Salmonella sp. bacteria activity. The method used in this study consisted of several stages, namely isolation, purification, gram staining test, and bacterial inhibition zone test. Morphological characteristics and gram grouping of extremely halophilic bacteria were observed under a CX43RF binocular microscope with a digital camera type MDCE-5C. Activity test of extremely halophilic bacteria isolates against Salmonella sp. was carried out by testing the zone of inhibition using overlay and diffusion methods. The results showed that the extreme halophilic bacteria isolates were able to inhibit the activity of Salmonella sp. with a range of 4.28 mm and 2.45 mm diameter inhibition zones. The results of this study are expected to be initial information to be considered in the development of the use of extremely halophilic bacteria in the field of biotechnology, especially marine pharmacology in the future.
Co-Authors ., Siddiqoh Aan Putri Nurjanah Abidah, Indah Wahyuni Agassi , Rifqi Noval Agustina, Ninik Allicya Imelda Putri Amalia Hariyanti Amalia Hariyanti Amalia Hariyanti Aries Dwi Siswanto Arya Galin Fakhrul Islam Zain Arya Galin Fakhrul Islami Zain Ashari Wicaksono Asih, Eka Nurrahema Ning Bahri Fadloli Bahri Fadloli Denatri, Ardelia Humaimah Desi Suryana Suci Dewi Anugrah Fitri Diah Ayu Setyawati Diah Pitaloka Dwi Syadina Putri Dwi Syadina putri Dwi Syadina Putri Efendi, Makhfud Efendy , Makhfud Effendy, Makhfud Eka Nurrahema Ning Asih Eka Putri Rahayu Fadholi, Bahri Fitri, Dewi Anugrah Fitriani, Atiqah Hafiludin, H Hariyanti, Amalia Hidayatullah, Muhamad Aziz Iffan Maflahah Ilham Andika Aprianto Indriawati, Novi Irsyadatul Fikriah Ismawati, Nurul Kartika Dewi Kartika Dewi Khairunnisa, Hanny Mahfud Effendy Maisaroh, Dian Sari Makhfud Efendy Makhfud Efendy Makhfud Efendy Makhfud Efendy, Makhfud Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Makhfud Effendy Mery Fajaria Agustini Misbakhul Munir Moch. Syaifullah Mohammad Rahem Mu’min, Bisri Khairul Mubarok, Wafiyudin Sari Muh. Syaifullah Ninik Agustina Novi Indriyawati Nurrizal, Muhammad Naufal Nuzula, Nike I Nuzula, Nike Ika Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Onie Wiwid Jayanthi Putri Ayu Rahmadani Putri Ayu Rahmadani Putri Ayu Rahmadani Putri, Allicya Imelda Putri, Dwi Syadina R. Nandi Fausil Akbar Rahmadani, Putri Ayu Ramadhani, Andini Rizky Rizqiyeh, St. Romi Ariyanto Rosdyana Silmy, Siti Salsabila, Marwa Setiawati, Sulastiana Siddiqoh . Siti Rosdyana Silmy Sofiya, Lely Sri Astutik Suci, Desi Suryana Susanti, Oktora Syaifullah, Moch Wafiyudin Sari Mubarok Widiyawati, Devita Wiwid Sri Werdi Pratiwi wiwit Sri Werdi Pratiwi Wiwit Sri Werdi Pratiwi Wiwit Sri Werdi Pratiwi, Wiwit Sri Werdi Zahrina W., Nadia