Tri Hesti Wahyuni
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN MORFOMETRI ORGANPENCERNAANSERTA SIFAT KUALITATIF WARNA BULU BELIBIS KEMBANG (Dendrocygna arcuata) DAN BELIBIS BATU (Dendrocygna javanica): Identification of Morphology and Viscera Morphometry and Qualitative Traitof Feather Color Wandering Whisling Duck (Dendrocygna arcuata)and Lesser Whistling Duck (Dendrocygna javanica) Nugraha Siwi; Tri Hesti Wahyuni; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.955 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i2.2724

Abstract

Identifikasi terhadap morfologi, morfometri dan sifat kualitatif warna bulu merupakan dasar daribeberapa proses seleksi dan pemuliaan burung belibis. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penciriutama ukuran dan bentuk serta sifat kualitatif warna bulu belibis kembang (Dendrocygna arcuata) dan belibisbatu (Dendrocygna javanica).Sampel yang diteliti sebanyak 10 ekor setiap species. Data dianalisismenggunakan Analisis Komponen Utama dengan bantuan Software Statistical Package Sosial Science, SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciri utama ukuran morflogi belibis kembang dan belibis batu adalahpanjang sayap dan panjang tibia, sedangkan penciri bentuk morfologi adalah panjang jari ketiga dan panjangsayap. Penciri utama ukuran panjang organ saluran pencernaan adalah panjang usus kecil, sedangkan penciriutama bentuk adalah panjang usus besar untuk keduanya. Penciri utama ukuran dan bentuk pada berat organsaluran pencernaan adalah berat hati dan berat ventrikulus, sedangkan penciri utama bentuk pada berat organpencernaan adalah berat hati dan berat usus kecil perbedaan pada sifat kualitatif warna bulu pada belibiskembang memiliki garis hitam tebal dari atas kepala sampai leher dan warna bulu putih yang tebal pada bagiantubuh belakang sampai ekor, belibis batu memiliki warna merah maroon mencolok pada bulu bagian dada.Kesimpulan, morfologi dan morfometri organ pencernaan belibis kembang lebih besar dari belibis batu.
ANALISIS FINANSIAL PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG DENGAN FERMENTASI BIOAKTIVATOR Starbio, Aspergillus niger dan Trichoderma viride DALAM RANSUM DOMBA JANTAN LOKAL LEPAS SAPIH: Financial Analysis of Utilization of Corn Cob With Bioactivator Starbio Fermentation , Aspergillus Niger and Trichoderma viride in Ration to the Weaning Males Local Sheep Rony Alviansyah; Hasnudi; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.168 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i3.2732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai usaha dari pemanfaatan tongkol jagung terhadapdomba lokal jantan lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 20 ekor domba dengan rataan bobot badanawal 8,6 ± 1,13 dengan menggunakan metode survey. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian iniadalah P0 (tongkol jagung tanpa fermentasi), P1 (tongkol jagung fermentasi starbio 0,5 %), P2 (tongkoljagung fermentasi Aspergillus niger 0,5%), P3 (tongkol jagung fermentasi Trichoderma viride 0,5%), P4(tongkol jagung fermentasi Aspergillus niger 0,25% dan Trichoderma viride 0,25%). Parameter yangdigunakan yaitu Total Biaya Produksi, Total Hasil Produksi, Analisis Laba-rugi, revenue cost ratio (R/Cratio) dan income over feed cost (IOFC). Hasil analisis laba-rugi tertinggi selama dua bulan adalah padaperlakuan P1 memberikan keuntungan Rp/ekor (107.382,68) dan terendah adalah P0 Rp/ekor (6.813,72).Rataan revenue cost ratio (R/C) tertinggi adalah P1 sebesar 1,19 dan terkecil pada perlakuan P0 sebesar0,99. Rataan income over feed cost (IOFC) tertinggi pada perlakuan P1 sebesar 160.582,68 dan terendahpada perlakuan P0 sebesar 47.545,62. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan tongkol jagungdengan bioaktivator starbio dalam pakan domba jantan lokal lepas sapih layak untuk di terapkan dalamusaha peternakan domba.
PENGGUNAAN PELEPAH KELAPA SAWIT FERMENTASI DENGAN BERBAGAI LEVEL BIOMOL+® PADA PAKAN TERHADAP KARKAS DOMBA LOKAL JANTAN: Utilization of Oil Palm Frond Fermented with Various Biomol+® Level in The Feed to A Local Male Sheep Carcass Ahmad Husin Hutabarat; Armyn Hakin Daulay; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.137 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan pelepah kelapa sawit fermentasi denganberbagai level biomol+ pada pakan terhadap karkas domba lokal jantan. Penelitian dilaksanakan di LaboratoriumBiologi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada bulan Desembersampai dengan Maret 2014 menggunakan 12 ekor domba lokal jantan lepas sapih dengan rata-rata bobot awal7,14±0,6 kg/ekor. Rancangan yang dipakai dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan4 perlakuan dan 3 ulangan dan diuji lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT). Perlakuan terdiri dari P0:fermentasi tanpa Biomol+®, P1: fermentasi dengan 5% Biomol+®, P2: fermentasi dengan 10% Biomol+®, P3:fermentasi dengan 15% Biomol+®. Parameter yang diteliti adalah bobot tubuh kosong, bobot karkas, persentasekarkas, lemak subkutan, lemak ginjal, lemak pelvis, lemak jantung. Hasil penelitian menunjukkan rataan bobottubuh kosong dengan perlakuan P0, P1, P2,dan P3 (kg/ekor) 6,6, 6,67, 7,31, dan 10,11. Rataan bobot karkas(kg/ekor) 2,43, 2,54, 2,81, dan 3,93. Rataan persentase karkas (%) 36,85, 38,05, 38,46, dan 38,74. Rataanpersentase lemak subkutan (%) 4,52, 2,83, 1,88, dan 2,05. Rataan persentase lemak pelvis (%) 0,15, 0,16, 0,14,dan 0,11. Rataan persentase lemak ginjal 1,44, 1,19, 1,27, dan 0,88. Rataan persentase lemak jantung (%) 0,70,0,67, 0,56, dan 0,46. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan pelepah kelapa sawit fermentasi denganberbagai level Biomol+® memberikan pengaruh sangat nyata terhadap bobot tubuh kosong, bobot karkas danberpengaruh nyata terhadap persentase lemak subkutan, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap persentaselemak karkas, persentase lemak pelvis, persentase lemak ginjal dan persentase lemak jantung.
UJI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KOMPLIT HASIL SAMPING UBI KAYU KLON® PADA DOMBA JANTAN LOKAL LEPAS SAPIH: Analyze The Digestibility of Dry Matter And Organic Matter Cassava Clones® Byproducts on The Weaning Local Male Sheep Berry Okta Libra; Tri Hesti Wahyuni; Edhy Mirwandhono
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.328 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i1.2741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecernaan bahan kering dan bahan organik hasil samping ubikayu klon yang pada domba jantan lokal lepas sapih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi TernakProgram Studi Peternakan Fakultas Pertanian Univesitas Sumatera Utara pada bulan September sampai Desember2013.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4ulangan. Perlakuan ini terdiri atas P0: (rumput hijauan 100 %); P1( hijauan 50% dan 50% pakan komplit); (P2 pakankomplit 100%).Hasil penelitian menunjukkan rataan kecernaan bahan kering (%) adalah 47,00, 52,43 dan 54,65.Rataan kecernaan bahan organik (%) adalah 50,19, 52,74, 54,81. Uji statistik menunjukan bahwa pemberian pakanhasil samping ubi kayu berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik.Kesimpulandari hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan hasil samping ubi kayulebih baik dari pada kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan rumput, sehingga pakan hasil samping ubikayu klon dapat digunakan sebagai pakan pengganti.
PENGARUH IMBANGAN HIJAUAN DAUN SINGKONG (Manihot utilisima) DENGAN KONSENTRAT TERHADAP KUALITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE): The Effect of Ratio Cassava Leaves (Manihot utilisima) with Concentrate on The Goat Milk Quality of Etawah Crossbreed Aidi Fitriansyah; Usman Budi; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.836 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas susu kambing PE dengan pemberian pakanhijauan daun singkong dan konsentrat pada imbangan yang berbeda. Pendekatan ini diharapkan akanmemberikan pengaruh positif terhadap kualitas susu kambing Peranakan Etawah (PE). Penelitian inidilaksanakan di peternakan kambing perah Peranakan Etawah di Jalan Kapas Kec.Hamparan Perak DesaKlambir V, Medan. Analisis komposisi kimia susu dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil PanganFakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2014.Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah RBSL (rancangan bujur sangkar latin) 3x3.Perlakuan terdiri dari 100% daun singkong : 0% konsentrat (P0); 80% daun singkong : 20% konsentrat (P1) dan60% daun singkong : 40% konsentrat (P2). Komposisi kimia susu yang dianalisis seperti protein, lemak, beratjenis, bahan kering dan bahan kering tanpa lemak.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa imbangan berbagaihijauan daun singkong (Manihot utilisima) dengan konsentrat tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata(P>0,05) terhadap protein, bahan kering, lemak dan bahan kering tanpa lemak susu, namun berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap berat jenis susu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan 100% daunsingkong : 0% konsentrat (P0) tidak dapat meningkatkan protein, bahan kering, lemak dan BKTL susu kambingtetapi dapat menurunkan berat jenis susu kambing Peranakan Etawah.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI POLA KOKOK PADA AYAM PELIHARA BERDASARKAN PENDEKATAN BIOAKUSTIK: Identification and Characterization of Crowing Pattern on Domestic Chickens Through Bioacoustic Approach Andika Verdian Ginting; Hamdan; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.749 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dasar karakteristik suara kokok, analisis suarakokok dan pola bioakustik pada kokok ayam. Penelitian dilaksanakan di Ai Martubung FarmKelurahan Martubung Bulan Juni sampai dengan September 2014. Penelitian menggunakan 11 jenisAyam Jantan dewasa yaitu Ayam Bangkok, Birma, Hutan, Kampung, Kate, Serama, Bagon, Magon,Saigon dan Suratani dengan masing-masing jenis terdiri dari 2 ekor. Analisis data penelitianmenggunakan Aplikasi Sound Forge Xp 10. Paramater yang diamati adalah jumlah suku kata kokok,durasi kokok, frekuensi gelombang dan frekuensi berkokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwaayam kampung memiliki durasi kokok terpanjang dengan durasi kokok selama 3,659 detik dan durasiyang tercepat adalah pada ayam Magon dengan durasi kokok selama 1,326 detik. Hasil analisis untukjumlah suku kata kokok menunjukkan bahwa ada 10 jenis ayam yang memiliki 4 suku kata kokok dan1 jenis ayam yang memiliki 3 suku kata yaitu ayam Suratani. Hasil analisis suara untuk frekuensipanjang gelombang kokok yaitu Ayam Serama memiliki frekuensi tertinggi sebesar 2747,5 Hz danyang terendah pada ayam Pakhoi sebesar 916 Hz. Kesimpulannya adalah bahwa setiap jenis ayammemiliki suara kokok yang berbeda dan memiliki ciri yang khas.
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI ANTARA SELEKSI BOBOT BADAN FASE STARTER TERHADAP PRODUKSI AYAM RAS PETELUR TIPE MEDIUM: Regression and Correlation Analysis between Starter Body Weight Selection Against Layer Medium Type Production Ericko Unutio; Hamdan; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.295 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara seleksi bobot badan starter (1 minggu)terhadap produksi telur, umur pertama bertelur, berat telur pertama dan bobot badan layer 19 minggu. Penelitianini dilaksanakan di CV. PTB Poultry Farm di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat padabulan April sampai Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan 200 DOC dengan bobot awal 39,33+2,63g.Dilakukan seleksi dengan cara menimbang 100 starter (1 minggu) dengan bobot badan 78,5+1,43g dan 100starter (1 minggu) non-seleksi dengan bobot badan 68.83+5.87g sebagai perbandingan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa seleksi bobot badan starter 1 minggu terhadap berat telur pertama mempunyai nilaitertinggi pada nilai korelasi (r = 0,722) dan nilai regresi (R=0,722). Sedangkan pada non-seleksi bobot badanstarter 1 minggu terhadap berat telur pertama mempunyai nilai tertinggi pada nilai korelasi (r = -0,357) dan nilairegresi (R=0,357). Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05) antaraseleksi dan non-seleksi bobot badan starter (1 minggu) terhadap produksi telur, umur pertama bertelur, berattelur pertama dan bobot badan layer 19 minggu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya seleksidan non-seleksi pada bobot badan starter (1 minggu) memberikan hasil yang tidak jauh berbeda pada produksitelur, umur pertama bertelur, berat telur pertama dan bobot badan layer 19 minggu.
PEMANFAATAN KULIT DAGING BUAH KOPI FERMENTASI MOL (MIKROORGANISME LOKAL) SEBAGAI RANSUM DALAM BENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS KELINCI PERANAKAN REX JANTAN LEPAS SAPIH (: Utilization of Pod Coffee Fermented by LMO (Local Micro-Organism) in Pellet Diet on Performances of Crossbred Weaning Male Rex Rabbits Muhammad Zainul Ihsan; Tri Hesti Wahyuni; Usman Budi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.329 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2756

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasimikroorganisme lokal (MOL) sebagai ransum dalam bentuk pelet terhadap performans kelinci peranakan rexjantan lepas sapih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Jl. Dr. Ahmad Sofyan FakultasPertanian Universitas Sumatera Utara pada selama 10 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 20 ekorkelinci peranakan rex jantan lepas sapih dengan bobot awal rata-rata 913,05 ± 60,49 g. Perlakuan terdiri atasP0= 30% kulit daging buah kopi tanpa fermentasi, P1= 10% kulit daging buah kopifermentasi, P2= 20% kulitdaging buah kopi fermentasi, P3= 30% kulit daging buah kopi fermentasi. Hasil penelitian menunjukan rataankonsumsi dengan beberapa perlakuan (P0, P1, P2, P3) yaitu 81,59, 78,86, 82,70 dan 84,23 (g/ekor/hari),kemudian pertambahan bobot badan (PBB) secara berturut-turut 38,25, 38,10, 39,61 dan 40,75 (g/ekor/hari) dankonversi ransum secara berturut-turut 2,13, 2,07, 2,09 dan 2,07. Hasil analisa keragaman menunjukan bahwapemanfaatan kulit daging buah kopi fermentasi dalam bentuk ransum pelet memberikan pengaruh yang tidahberbeda nyata (P≥0,05) terhadap peformans kelinci peranakan rex jantan lepas sapih. Kesimpulan dari penelitianini bahwa kulit daging buah kopi fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan kelinci peranakanrexjantan lepas sapih sampai level 30%.
EFEKTIVITAS CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI PENGENDALIAN Salmonella sp. PADA AYAM BROILER: Effectiveness of Earthworm (Lumbricus rubellus) to Control of Salmonella sp. On Chicken Broiler Suprayoga1, Suprayoga; Ma’ruf Tafsin; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.292 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i2.2760

Abstract

Pengendalian penyakit salmonellosis mengunakan antibiotik dapat meninggalkan residu sehinggapengunaan antibiotik yang terus menerus dan tidak efisien dapat menyebabkan mikroba resisten. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat pengendalian Salmonella sp dengan olahan cacing tanah dalam bentukekstrak, tepung dan bubur cacing tanah. Tahapan yang digunakan dalam penelitian adalah: Tahap Imengimbuhkan cacing tanah kedalam media agar, Tahap II uji sensitifitas Salmonella sp. Tahap III uji tantangpada 20 ekor ayam broiler, penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuanyaitu kontrol (P0), antibiotik komersil (P1), ekstrak (P2), tepung (P3) dan bubur (P4). Hasil penelitian padatahap I menunjukan bahwa pertumbuhan koloni Salmonella sp dapat diturunkan dengan olahan cacing tanah.Tahap II memiliki hasil penelitian Salmonella sp mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap olahancacing tanah. Tahap III uji tantang pada ayam broiler bahwa olahan cacing tanah dapat mengendalikanpertumbuhan Salmonella sp secara signifikan, dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa Salmonella sp dapatdikendalikan dengan olahan cacing tanah dan ekstrak cacing tanah merupakan olahan terbaik.Kata kunci:Cacing Tanah, Salmonella Sp, Ayam Broiler, Pengendalian
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO DAN KULIT BUAH PISANG YANG DIFERMENTASI BERBAGAI BIOAKTIVATOR TERHADAP PERFORMANS KAMBING KACANG JANTAN LEPAS SAPIH: Utilization of Fermented Cacao Pod and Banana Peel with Various Bio-Activator on Performances of Weaning Males Kacang Goat Oswald Agasy; Tri Hesti Wahyuni; Armyn Hakim Daulay
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.895 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v3i3.2765

Abstract

Pemanfaatan kulit buah kakao dan kulit buah pisang sebagai pakan ternak dapat dimaksimalkanmelalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan kulit buah kakaodan kulit buah pisang yang difermentasi terhadap performans kambing kacang jantan lepas sapih. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, UniversitasSumatera Utara selama 3 bulan, dimulai bulan September 2014-November 2014. Penelitian ini menggunakan 20ekor kambing kacang jantan lepas sapih dengan bobot awal 10,47±0,28 kg dan rancangan yang digunakanadalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas ransumkomplit yang mengandung 20 % kulit buah kakao + 30 % kulit buah pisang tanpa fermentasi (P0), Ransumkomplit yang difermentasi MOL (P1), Ransum komplit mengandung yang difermentasi isolat bakteri rumenkerbau (P2), Ransum komplit yang di fermentasi starbio (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rataan darimasing-masing perlakuan yaitu, P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut untuk rataan konsumsi pakan adalah 2844,63;241,61; 2420,72; dan 2641,93 g/ekor/minggu, rataan pertambahan bobot badan adalah 333,67; 311,67; 289,17;dan 389,17 g/ekor/minggu dan rataan konversi pakan adalah 7,53; 9,67; 6,06; dan 6,68. Kambing kacang yangdiberi perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badandan konversi pakan (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan berbagaibioaktivator dalam fermentasi kulit buah kakao dan kulit buah pisang dapat digunakan sebagai pakan kambingkacang jantan lepas sapih.