Claim Missing Document
Check
Articles

THE IMPORTANCE OF CHILDREN CORRECTIONAL INSTITUTION PROGRAM EVALUATION: AN EFFORT TO FULFILL CHILDREN'S RIGHTS Adlia Rahma Maulida; Hadiyanto Abdul Rachim; Eva Nuriyah Hidayat
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35808

Abstract

Abstract. The process of evaluating the quality of a program is essential in a service organization. This research aims to evaluate the service program process for correctional students at LPKA Class II Jakarta. This research is based on the evaluation concept according to Pietrzak et al which consists of four dimensions of service process evaluation: best practice standards, agency policies, process goals, and client satisfaction. This research method uses a qualitative approach using non-participatory observation techniques, in-depth interviews and a literature study. The research results show that the quality of the Development Program services at LPKA Class II Jakarta in the best practice standard dimension is under the SOP, institutional policies are running according to provisions, and long-term and short-term process goals have been implemented. In client satisfaction, service quality has been met, and LPKA Class II Jakarta has implemented a sound education service management system by implementing fair and non-discriminatory coaching. It can be concluded that the ongoing coaching program has been run by applicable provisions and standards with the implementation of process objectives and the fulfilment of inclusive education services. In the absence of social workers in the correctional sector at LPKA Class II Jakarta, some roles are not being carried out. This research further recommends the application of social welfare science and the part of correctional social workers in the practice of developing students in correctional institutions.Keywords: Program evaluation; correctional;  children against the law Abstrak. Proses evaluasi kualitas suatu program sangat penting dalam suatu organisai pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses program layanan kepada correctional students pemasyarakatan di LPKA Kelas II Jakarta. Kajian ini didasarkan atas konsep evaluasi menurut Pietrzak, dkk yang terdiri dari empat dimensi evaluasi proses pelayanan; standar praktik terbaik, kebijakan lembaga, tujuan proses, dan kepuasan klien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Pembinaan di LPKA Kelas II Jakarta dalam dimensi standar praktik terbaik berjalan sesuai SOP, kebijakan lembaga berjalan sesuai ketentuan, pada tujuan proses jangka panjang dan jangka pendek sudah terlaksana. Dalam dimensi kepuasan klien kualitas layanan sudah terpenuhi dan pihak LPKA Kelas II Jakarta sudah menerapkan sistem manajemen pelayanan pendidikan yang baik dengan memberlakukan pembinaan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Dapat disimpulkan bahwa program pembinaan yang berlangsung sudah berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku dengan terlaksananya tujuan proses serta terpenuhinya pelayanan pendidikan yang inklusif. Dengan tidak adanya pekerja sosial di bidang koreksional pada LPKA Kelas II Jakarta, ada peran-peran yang tidak terlaksana. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan penerapan ilmu kesejahteraan sosial dan peran pekerja sosial koreksional dalam praktik pembinaan terhadap correctional students di lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Evaluasi program, Pembinaan, Anak berhadapan dengan hukum
PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PENERAPAN COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI LOKAL Mirajani, Inara; Aritonang, Johan Immanuel; Damayanty, Siska; Humaedi, Sahadi; Darwis, Rudi S.; Hidayat, Eva Nuriyah; Raharjo, Santoso Tri; Santoso, Meilanny Budiarti
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52787

Abstract

Desa wisata merupakan salah satu strategi pengembangan ekonomi lokal yang telah banyak diterapkan di berbagai negara. Pengembangan desa wisata tidak hanya melibatkan aspek pariwisata, tetapi juga perlu memperhatikan pemberdayaan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam pengembangan desa wisata adalah community development, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan dampak penerapan community development dalam pengembangan desa wisata terhadap peningkatan ekonomi lokal. Melalui tinjauan literatur, studi ini akan menjelaskan prinsip-prinsip dasar community development, strategi implementasi, dan pendekatan yang digunakan dalam konteks pengembangan desa wisata. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa penerapan community development dalam pengembangan desa wisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi lokal. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengambilan keputusan, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan pemanfaatan sumber daya lokal, desa wisata dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Village tourism is one of the local economic development strategies that has been widely implemented in various countries. The development of tourist villages not only involves aspects of tourism, but also needs to pay attention to the empowerment of local communities. The method used in the development of tourist villages is community development, which aims to increase community participation in the development and optimize local resources. This study aims to analyze the concept and impact of the application of community development in the development of tourist villages on improving the local economy. Through a literature review, this study will explain the basic principles of community development, implementation strategies, and approaches used in the context of tourism village development. The results of the literature review show that the application of community development in the development of tourism villages has great potential in improving the local economy. By involving local communities in the decision-making process, skills training, local business development, and utilization of local resources, tourist villages can become a sustainable source of income for local communities.
URGENSI INTERVENSI KRISIS PADA NARAPIDANA REMAJA DENGAN GANGGUAN MENTAL DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN Enggarati, Lanita; Santoso, Meilanny Budiarti; Hidayat, Eva Nuriyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.56378

Abstract

Intervensi krisis sangat penting bagi narapidana remaja dengan gangguan mental di lembaga pemasyarakatan karena mereka menghadapi kerentanan mental yang tinggi akibat kehilangan kebebasan  dan  kondisi  penjara  yang keras. Penelitian menunjukkan narapidana remaja lebih rentan terhadap stres, depresi, dan ideasi bunuh diri dibandingkan narapidana dewasa. Kajian ini menggunakan metode studi literatur, dengan mengumpulkan data sekunder dari penelitian terdahulu  tentang  intervensi  krisis  dan  gangguan  mental  pada narapidana remaja. Intervensi krisis membantu narapidana mengelola kondisi mental melalui langkah-langkah seperti mendefinisikan masalah, memastikan keselamatan, memberikan dukungan, mengeksplorasi alternatif, merencanakan tindakan, dan memastikan komitmen. Psychological First Aid (PFA) juga penting untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan. Program seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbukti efektif dalam mengurangi stigma, meningkatkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan efikasi diri petugas dalam menangani gangguan mental. Implementasi intervensi krisis ini krusial untuk memastikan narapidana remaja dapat menjalani rehabilitasi dengan kondisi mental yang lebih baik, mengurangi risiko bunuh diri, memperbaiki gejala kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
ARBITRASE ADAT SEBAGAI PENYELESAIAN SENGKETA SUMBER DAYA ALAM ALTERNATIF Imamulhadi, Imamulhadi; Hidayat, Eva Nuriyah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.57070

Abstract

Penyelesaian sengketa terkait sumber daya alam di Indonesia yang diselesaikan secara alternatif di luar pengadilan berdasarkan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif. Namun terdapat beberapa kondisi tidak ideal bagi masyarakat adat apabila model penyelesaian sengketa arbitrase, mediasi, negosiasi, dan konsiliasi dipaksakan berlakunya kepada mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktipftif dengan pendekatan yuridis sosiologis untuk menjelaskan arbitrase adat  sebagai penyelesaian sengketa sumber daya alam alternatif. Kearifan masyarakat adat yang mengimplementasikan  falsafah adat dan prinsip-prinsip sebagai turunannya dalam peradilan adat, merupakan landasan kuat alasan diterimanya peradilan adat sebagai bagian dari penyelesaian sengketa sumber daya alam di luar pengadilan. Settlement of disputes related to natural resources in Indonesia which are resolved alternatively outside of court based on Law no. 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternatives. However, there are several conditions that are not ideal for indigenous peoples if the dispute resolution model of arbitration, mediation, negotiation and conciliation is imposed on them. This research uses a descriptive research method with a sociological juridical approach to explain customary arbitration as an alternative natural resource dispute resolution. The wisdom of indigenous peoples who implement customary philosophy and its derivative principles in customary justice is a strong basis for accepting customary justice as part of resolving natural resource disputes outside of court.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENANGANI KASUS PERDAGANGAN MANUSIA PADA WANITA DAN ANAK-ANAK Azzahra, Aisyah Rasya Syafa; Peachilia, Ifally Pramesia Putri; Hidayat, Eva Nuriyah
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 4 No 2 (2022): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v4i2.705

Abstract

Criminal cases of human trafficking in women and children become an international spotlight. This cases that begin with a job seekers who migrate outside the region. Many factors cause this trade, including the lack of public knowledge about human trafficking information, poor families who come from remote or slum areas, limited education, family economic crisis, immigrant workers, school dropouts, victims family violence, women and street children, and sexual exploitation. Although this crime is still difficult and complicated to overcome. However, the social workers can help provide a protection and services to victims. There are several institutions that deal with this problem, including the Women's Social Protection House, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, and the Ministry of Law and Human Rights, Social Affairs, the National Agency for the Placement and Protection of Indonesian Migrant Workers (BNP2TKI), the Ministry of Social Affairs, the Indonesian Police and Attorney General's Office. This study aims to determine the role of social workers related to problems in handling cases of trafficking in women and children. The research method technique uses a literature review technique that contains theories that are relevant to the research problems. A social workers in practice have several roles that must be carried out, a role as a facilitator, a role as a broker, a role as a mediator, a role as a defender and a role as a protector, where are used in several interventions for handling the rehabilitation of human trafficking in women and children.
Peran Pekerja Sosial dalam Eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) Perikanan Thesalonika Thesalonika; Tiara Rahmawati; Eva Nuriyah Hidayat
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.9045

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiamana peran pekerja sosial dalam isu eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) perikanan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini bahwa Indonesia merupakan negara maritim dengan 17.499 pulau dan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. Potensi ini menjadikan Indonesia sebagai negara pemasok pekerja perikanan terbesar ketiga di dunia. Namun, hukum yang menaungi mereka, terutama Anak Buah Kapal (ABK) masih lemah. Hal ini terbukti dengan adanya 5.371 kasus penelantaran serta eksploitasi ABK Indonesia yang terlapor di tahun 2020. Kejahatan ini telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) ABK. Pekerja sosial sebagai profesi yang menempatkan HAM sebagai dasar praktiknya memiliki peran penting dalam masalah ini. Simpulan penelitian ini bahwa pekerja sosial dapat melaksanakan tugas dan perannya sebagai solusi dalam masalah ini melalui advokasi, praktik dengan pendekatan berbasis hak, intervensi penyebab terjadinya ekploitasi ABK, dan melalui layanan konseling kepada korban eksploitasi ABK. Kata Kunci: Anak Buah Kapal (ABK), Eksploitasi, Hak Asasi Manusia, Pekerja Sosial.
THE IMPORTANCE OF CHILDREN CORRECTIONAL INSTITUTION PROGRAM EVALUATION: AN EFFORT TO FULFILL CHILDREN'S RIGHTS Maulida, Adlia Rahma; Rachim, Hadiyanto Abdul; Hidayat, Eva Nuriyah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35808

Abstract

Abstract. The process of evaluating the quality of a program is essential in a service organization. This research aims to evaluate the service program process for correctional students at LPKA Class II Jakarta. This research is based on the evaluation concept according to Pietrzak et al which consists of four dimensions of service process evaluation: best practice standards, agency policies, process goals, and client satisfaction. This research method uses a qualitative approach using non-participatory observation techniques, in-depth interviews and a literature study. The research results show that the quality of the Development Program services at LPKA Class II Jakarta in the best practice standard dimension is under the SOP, institutional policies are running according to provisions, and long-term and short-term process goals have been implemented. In client satisfaction, service quality has been met, and LPKA Class II Jakarta has implemented a sound education service management system by implementing fair and non-discriminatory coaching. It can be concluded that the ongoing coaching program has been run by applicable provisions and standards with the implementation of process objectives and the fulfilment of inclusive education services. In the absence of social workers in the correctional sector at LPKA Class II Jakarta, some roles are not being carried out. This research further recommends the application of social welfare science and the part of correctional social workers in the practice of developing students in correctional institutions.Keywords: Program evaluation; correctional;  children against the law Abstrak. Proses evaluasi kualitas suatu program sangat penting dalam suatu organisai pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses program layanan kepada correctional students pemasyarakatan di LPKA Kelas II Jakarta. Kajian ini didasarkan atas konsep evaluasi menurut Pietrzak, dkk yang terdiri dari empat dimensi evaluasi proses pelayanan; standar praktik terbaik, kebijakan lembaga, tujuan proses, dan kepuasan klien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Pembinaan di LPKA Kelas II Jakarta dalam dimensi standar praktik terbaik berjalan sesuai SOP, kebijakan lembaga berjalan sesuai ketentuan, pada tujuan proses jangka panjang dan jangka pendek sudah terlaksana. Dalam dimensi kepuasan klien kualitas layanan sudah terpenuhi dan pihak LPKA Kelas II Jakarta sudah menerapkan sistem manajemen pelayanan pendidikan yang baik dengan memberlakukan pembinaan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Dapat disimpulkan bahwa program pembinaan yang berlangsung sudah berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku dengan terlaksananya tujuan proses serta terpenuhinya pelayanan pendidikan yang inklusif. Dengan tidak adanya pekerja sosial di bidang koreksional pada LPKA Kelas II Jakarta, ada peran-peran yang tidak terlaksana. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan penerapan ilmu kesejahteraan sosial dan peran pekerja sosial koreksional dalam praktik pembinaan terhadap correctional students di lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Evaluasi program, Pembinaan, Anak berhadapan dengan hukum
ANALISIS KONFLIK AL ZAYTUN DENGAN FORUM INDRAMAYU MENGGUGAT Nulhaqim, Soni Ahmad; Nadilla, Hanifah Fatwa; Rahma Putri, Nadila Auludya; Irfan, Maulana; Hidayat, Eva Nuriyah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i1.66109

Abstract

Konflik merupakan ketidaksesuaian antara dua pihak atau lebih sehingga, jika konflik tidak dikelola dengan baik maka dapat berdampak terhadap timbulnya kerusuhan dan kerusakan fisik maupun non fisik. Konflik yang marak terjadi saat ini yaitu konflik horizontal berbasis keagamaan salah satunya yaitu konflik antara Forum Indramayu Menggugat (FIM) dengan Pondok Pesantren Al-Zaytun yang disebabkan oleh tuntutan dari FIM terhadap penyimpangan ajaran agama Pondok Pesantren Al-Zaytun. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan resolusi konflik menurut Nulhaqim, et al. (2017) mengenai konflik antara Forum Indramayu Menggugat (FIM) dan Al-Zaytun meliputi peristiwa konflik, pemicu konflik, penyebab konflik, dan resolusi konflik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mencari berbagai sumber referensi melalui jurnal ilmiah serta website berita terkait topik penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa konflik antara FIM dengan Al-Zaytun terjadi karena tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh Al-Zaytun yang tidak sesuai ajaran agama dan FIM sebagai perwakilan masyarakat Indramayu melakukan tuntutan agar pimpinan Al-Zaytun dapat diselidiki secara hukum. Conflict is a mismatch between two or more parties so that, if the conflict is not managed well, it can have an impact on riots and physical and non-physical damage. The conflicts that are currently rife are religious-based horizontal conflicts, one of which is the conflict between the Forum Indramayu Menggugat (FIM) and the Al-Zaytun Islamic Boarding School which is caused by demands from the FIM regarding deviations from the Al-Zaytun Islamic Boarding School's religious teachings. The aim of this research is to describe and explain the stages of conflict resolution according to Nulhaqim, et al. (2017) regarding the conflict between the Forum Indramayu Mengguggat (FIM) and Al-Zaytun including conflict events, conflict triggers, conflict causes, and conflict resolution. This research method uses a literature study method by searching for various reference sources through scientific journals and news websites related to the research topic. The results of the research explain that the conflict between FIM and Al-Zaytun occurred due to deviant acts committed by Al-Zaytun which were not in accordance with religious teachings and FIM as a representative of the Indramayu community demanded that Al-Zaytun's leadership be legally investigated.
ANALISIS PROGRAM PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI YAYASAN SAHABAT YATIM INDONESIA Angel Febriani; Eva Nuriyah Hidayat
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i1.1

Abstract

Pendidikan menjadi pintu menuju manusia yang berkualitas. Sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan negara, setiap anggota masyarakat perlu mendapat pendidikan yang berkualitas yang sudah menjadi hak semua warga negara. Yayasan Sahabat Yatim Indonesia sebagai salah satu lembaga sosial yang bergerak pada pemberian program pendidikan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat menjalankan fungsinya dengan membuat program-program pendidikan keterampilan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Dalam perancangan program, tentu perlu adanya perencanaan program dan desain program yang matang agar dapat mencapai tujuan program dan menjadi gambaran bagi pelaksanaan program selanjutnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perencanaan, desain program, dan manajemen program sosial pada program Pendidikan Keterampilan di Yayasan Sahabat Yatim Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data dan informasi melalui studi literatur. Berdasarkan hasil analisis, program yang dilaksanakan telah sesuai dengan tahapan-tahapan perencanaan program sosial. Selain itu, manajemen program juga dapat dikatakan cukup baik dari berbagai aspek yang dianalisis
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI Nabila Thifallya Regina; Eva Nuriyah Hidayat
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i1.15

Abstract

Pola asuh merupakan tindakan atau perilaku orang tua yang berperan penting dalam membentuk kepribadian anak, di mana pola asuh yang positif dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang sehat dan mandiri. Anak usia dini didefinisikan sebagai anak yang berusia 0 sampai dengan 8 tahun yang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental. Masa kanak-kanak juga merupakan masa di mana anak-anak belum dapat sepenuhnya menyadari potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pola asuh pendidikan untuk mengoptimalkan semua unsur pertumbuhan, baik perkembangan fisik maupun psikis. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perilaku sosial pada anak usia dini dan agar orang tua dapat mengetahui serta dapat memilih, juga menerapkan pola asuh terhadap anaknya agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tahap perkembangannya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kepustakaan yang diharapkan dapat menjadi pengetahuan dan pemahaman kepada orang tua bahwa peran keluarga merupakan hal utama dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya, serta memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis pola asuh yang ada di masyarakat untuk membangun karakter anak. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Orang tua perlu memahami pola asuh yang baik dan benar agar perilaku sosial anak akan terbentuk, sehingga anak dapat mengklasifikasikan diri mereka dengan baik saat bersosialisasi di lingkungan masyarakat.
Co-Authors Adlia Rahma Maulida Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Aisyah Rasya Syafa Azzahra Angel Febriani Aritonang, Johan Immanuel Asmar Husein Azzahra, Aisyah Rasya Syafa Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Enggarati, Lanita Fadilah Putri Fadilah Putri, Fadilah Febriani, Angel Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina, Febry Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Suharto Febry Hizba Ahshaina Suharto, Febry Hizba Ahshaina Fikriryandi Putra Fikriryandi Putra, Fikriryandi Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gigin Ginanjar Kamil Basar Hetty Krisnani Hetty krisnani Hetty Krisnani, Hetty Ifally Pramesia Putri Peachilia Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Maulana Irfan, Maulana Maulida, Adlia Rahma Meilani, Lenny Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Mirajani, Inara Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Mr Imamulhadi MUHAMMAD FEDRYANSYAH Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Nabila Thifallya Regina Nadilla, Hanifah Fatwa nunung nurwati Nunung Nurwati Peachilia, Ifally Pramesia Putri Rachim, Hadiyanto Abdul Rachim, Hadiyanto Abdul Rahma Putri, Nadila Auludya Risna Resnawati Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo, Santoso Tri Soni Ahmad Nulhaqim Soni Ahmad Nulhaqim, Soni Ahmad Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Syammas Perdana Syammas Perdana, Syammas Tahir, Syarifah Mughniyah Thesalonika Thesalonika Tiara Rahmawati Tiara Salsabilla Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wiari Utaminingtias Wiari Utaminingtias, Wiari Winda Marienda Winda Marienda, Winda