Claim Missing Document
Check
Articles

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANTARAN SUNGAI CITARUM SEKTOR 7 KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG Debby Maharani; Eva Nuriyah Hidayat; Gigin Ginanjar Kamil Basar
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.44923

Abstract

Penelitian ini berjudul “Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolan Bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung”. Peneliti mencoba mendeskripsikan bagaimana partisipasi masyarakat yang ada di dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7 dengan melihat 5 bentuk partisipasi, yaitu 1) partisipasi pemikiran, 2) partisipasi tenaga, 3) partisipasi keterampilan/keahlian, 4) partisipasi harta benda dan yang terakhir 5) partisipasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terlibat langsung dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk wilayah Bojongmalaka dan Andir masyarakat memberikan partisipasi secara sukarela dan sesuai kemampuannya melalui kelima bentuk partisipasi. Namun, di wilayah Rancamanyar masih kurangnya partisipasi yang diberikan oleh masyarakat, hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh tim satgas dan masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan Bantaran Sungai Citarum Sektor 7. Maka peneliti merekomendasikan untuk pemerintah bersama komunitas/organisasi lokal untuk melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh satgas, kemudian mengadakan diskusi yang dilakukan secara rutin antara masyarakat dengan para stakeholder, dan membuat pelatihan khusus dengan tujuan untuk memaksimalkan keterampilan yang ada di masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7.
NEGLECTED CHILDREN PROTECTION STANDARD IN INDONESIAN CHILD SOCIAL WELFARE INSTITUTIONS Gina Indah Permata Nastia; Sri Sulastri; Eva Nuriyah Hidayat
Sosiohumaniora Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v25i3.33286

Abstract

Low quality of service system is Indonesian orphanages problem. This is indicated by the orphanages function, which tend to provide access to education rather than as the last alternative care institution for children. Responding to these problems, the government designed a national standard of care to position orphanages as institutions that function as service centres for neglected children and their families, namely the Child Social Welfare Institution (CSWI). This literature study aims to provide an overview of the social service standard set in Indonesian CSWI, as an effort to address Indonesian neglected children and their families’ problems. The method of this research is descriptive analytical which aims to analyse the Regulation of Indonesian Minister of Social Affairs No. 30/2011 concerning Service Standards for CSWI and provide a description of the service standard based on the child neglect assessment and intervention guidelines by experts. The result shows that the neglected children protection standard in the Indonesian CSWI, is appropriate with the guidelines of child neglect assessment and intervention suggested by experts. Based on the regulation, the assessment process by the CSWI includes identification of the child condition, also the types and causal factors of neglect. In addition, besides providing alternative care services for neglected children, the institutions are also directed to provide services for families by increasing them family care capacity, to achieve reunification. However, further research is needed to examine whether the implementation of the service is in accordance with the Indonesian regulation concerning on the Service Standards for CSWI.
PENGEMBANGAN ECOBUSINESS BAGI PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) Eva Nuriyah Hidayat
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.36320

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh terhadap dunia bisnis, yakni adanya tuntutan bagi pelaku usaha untuk berorientasi pada lingkungan. Hal tersebut mencoba untuk menambah orientasi dunia bisnis selain untuk mencari dan memperoleh profit, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) merupakan potensi pelaku usaha yang menjadi ujung tombak selain bagi perekonomian juga bagi pelestarian lingkungan. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang terintegrasi dengan KKN Virtual Universitas Padjadjaran Tahun 2021merupakan respon pihak akademisi dalam mengembangkan usaha mikro agar dapat besaing secara global dengan judul “Pengembangan Eco-Business Bagi Pelaku UMKM”. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan melibatkan 40 UMKM yang tersebar di bandung, Jakarta, Majalengka, Tangerang dan Subang sebagai mitra binaan KKN Virtual 2021. Berdasarkan wawancara dan data sekunder dilakukan sosialisasi ecobusiness bagi pelaku UMKM. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini pelaku UMKM dapat mengetahui tentang ecobusiness dan dapat menerapkannya dalam mengembangkan usahanya agar dapat bersaing serta dapat menerapkan eco-business dalam usahanya.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM ADOPSI ANAK ANTAR NEGARA DI INDONESIA Faiza Afraluna Wiranegara; Rinaldo .; Eva Nuriyah Hidayat
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i1.40033

Abstract

Tulisan artikel yang dibuat ini membahas tentang peran pekerja sosial dalam pengangkatan anak antar negara yang biasa disebut sebagai adopsi anak internasional atau intercountry adoption yang terjadi di Indonesia. Anak yang diadopsi adalah anak dari negara yang kekurangan fasilitas untuk membesarkan anak-anak yang tidak terurus oleh orang tua kandungnya, baik itu yang masih ada maupun yang sudah tiada, sementara calon orang tua angkat berasal dari negara yang lebih maju atau keluarga yang lebih baik dalam memberikan fasilitas untuk tumbuh dan kembang anak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk dapat berusaha mengetahui dan mendeskripsikan permasalahan atau isu sosial yang diangkat yaitu peran profesi pekerja sosial dalam praktik menangani proses adopsi anak antar negara dari satu negara ke negara lainnya dengan melihat berbagai faktor-faktor dan unsur-unsur yang telah dituangkan dalam aturan pengangkatan anak internasional maupun kesejahteraan hak anak yang diangkat oleh orang tua angkatnya. Studi literatur ini menjelaskan bahwa pekerja sosial berhak menyetujui atau tidak menyetujui pengangkatan anak dari suatu negara oleh warga negara lainnya. Pekerja sosial bisa menjadi advokator untuk anak angkat dan broker untuk pihak-pihak yang terlibat. Pekerja sosial perlu mengetahui aturan-aturan mengenai pemenuhan hak anak dan pemenuhan hak anak yang diadopsi. Pekerja sosial juga perlu membangun hubungan baik dengan berbagai pihak yang terlibat, yaitu orang tua kandung, calon orang tua asuh, pemerintah kedua negara, dan lembaga penanganan adopsi anak antar negara yang terafiliasi dengan pemerintah di negara yang terkait. Tulisan ini dibuat menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan kemudian di analisis menggunakan deskriptif analitis.
INTERVENSI PEKERJA SOSIAL TERHADAP ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PERILAKU KEKERASAN PADA ANAK Eva Nuriyah Hidayat; Jihan Kamilla Azhar; Silva Amanda Durratul Hikmah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.40211

Abstract

Fenomena kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang tua setiap tahunnya selalu meningkat. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap bahwa kekerasan dalam rumah tangga, khususnya kekerasan yang dilakukan oleh orang tua pada anak, merupakan masalah internal yang tidak perlu untuk ikut campur. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui intervensi yang dapat dilakukan oleh pekerja sosial terhadap orang tua pelaku kekerasan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan metode  penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan, dimana penulis menggunakan berbagai bahan bacaan sebagai sumber referensi sebagai bahan acuan untuk penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kekerasan pada anak terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya mengenai pengetahuan dan latar belakang orang tua, sedangkan faktor eksternal diantaranya karena keadaan lingkungan yang tidak mendukung dan kondisi ekonomi yang buruk. Tindakan kekerasan memberikan dampak terhadap korban yaitu trauma kronis, bersifat agresif, depresif, destruktif, dan rendahnya rasa percaya diri. Pelaku kekerasan tentu mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya yaitu dapat mengalami hukuman penjara sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Peran pekerja sosial dalam intervensi orang tua dalam pencegahan perilaku kekerasan pada anak yaitu mendampingi orang tua dalam kelembagaan pemasyarakatan, memberikan informasi mengenai dampak kekerasan, dan pekerja sosial dalam menyediakan layanan treatment. Peran pekerja sosial dalam organisasi lokal dan internasional bagi korban kekerasan anak antara lain yaitu menyelenggarakan penyuluhan terhadap masyarakat, menyediakan trauma healing untuk mendampingi anak korban kekerasan dan membantu korban dalam mengadvokasi hukum peradilan. The phenomenon of child abuse committed by parents is increasing every year. One is that most Indonesians view domestic violence, especially violence perpetrated by parents on children, as an internal matter that is not necessary to interfere with. The purpose of this writing was to know what social workers can do to violent parents. The method used in writing is to use qualitative research methods using literature or literature study approaches, where writers use various reading materials as reference materials for writing. Studies have shown that the underlying factor in child violence is split into two internal and external factors. Some internal factors include knowledge and parental background, while external factors are due to unfavorable circumstances and poor economic conditions. Acts of violence affect victims of chronic trauma, aggressive, depressive, destructive, and low self-confidence. Perpetrators of violence certainly suffer the consequences of being able to experience prison sentences in accordance with the actions committed. The role of social workers in parental intervention in the prevention of violent behavior in children is in accompanying parents in correctional institutions, providing information concerning the effects of violence, and social workers in providing treatment services. The role of social workers in local and international organizations for victims of child violence includes organizing community counseling, providing trauma healing to assist with child abuse and assisting the victim in prosecuting legal matters.
THE IMPORTANCE OF CHILDREN CORRECTIONAL INSTITUTION PROGRAM EVALUATION: AN EFFORT TO FULFILL CHILDREN'S RIGHTS Adlia Rahma Maulida; Hadiyanto Abdul Rachim; Eva Nuriyah Hidayat
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35808

Abstract

Abstract. The process of evaluating the quality of a program is essential in a service organization. This research aims to evaluate the service program process for correctional students at LPKA Class II Jakarta. This research is based on the evaluation concept according to Pietrzak et al which consists of four dimensions of service process evaluation: best practice standards, agency policies, process goals, and client satisfaction. This research method uses a qualitative approach using non-participatory observation techniques, in-depth interviews and a literature study. The research results show that the quality of the Development Program services at LPKA Class II Jakarta in the best practice standard dimension is under the SOP, institutional policies are running according to provisions, and long-term and short-term process goals have been implemented. In client satisfaction, service quality has been met, and LPKA Class II Jakarta has implemented a sound education service management system by implementing fair and non-discriminatory coaching. It can be concluded that the ongoing coaching program has been run by applicable provisions and standards with the implementation of process objectives and the fulfilment of inclusive education services. In the absence of social workers in the correctional sector at LPKA Class II Jakarta, some roles are not being carried out. This research further recommends the application of social welfare science and the part of correctional social workers in the practice of developing students in correctional institutions.Keywords: Program evaluation; correctional;  children against the law Abstrak. Proses evaluasi kualitas suatu program sangat penting dalam suatu organisai pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses program layanan kepada correctional students pemasyarakatan di LPKA Kelas II Jakarta. Kajian ini didasarkan atas konsep evaluasi menurut Pietrzak, dkk yang terdiri dari empat dimensi evaluasi proses pelayanan; standar praktik terbaik, kebijakan lembaga, tujuan proses, dan kepuasan klien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Pembinaan di LPKA Kelas II Jakarta dalam dimensi standar praktik terbaik berjalan sesuai SOP, kebijakan lembaga berjalan sesuai ketentuan, pada tujuan proses jangka panjang dan jangka pendek sudah terlaksana. Dalam dimensi kepuasan klien kualitas layanan sudah terpenuhi dan pihak LPKA Kelas II Jakarta sudah menerapkan sistem manajemen pelayanan pendidikan yang baik dengan memberlakukan pembinaan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Dapat disimpulkan bahwa program pembinaan yang berlangsung sudah berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku dengan terlaksananya tujuan proses serta terpenuhinya pelayanan pendidikan yang inklusif. Dengan tidak adanya pekerja sosial di bidang koreksional pada LPKA Kelas II Jakarta, ada peran-peran yang tidak terlaksana. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan penerapan ilmu kesejahteraan sosial dan peran pekerja sosial koreksional dalam praktik pembinaan terhadap correctional students di lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Evaluasi program, Pembinaan, Anak berhadapan dengan hukum
PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PENERAPAN COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI LOKAL Mirajani, Inara; Aritonang, Johan Immanuel; Damayanty, Siska; Humaedi, Sahadi; Darwis, Rudi S.; Hidayat, Eva Nuriyah; Raharjo, Santoso Tri; Santoso, Meilanny Budiarti
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52787

Abstract

Desa wisata merupakan salah satu strategi pengembangan ekonomi lokal yang telah banyak diterapkan di berbagai negara. Pengembangan desa wisata tidak hanya melibatkan aspek pariwisata, tetapi juga perlu memperhatikan pemberdayaan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam pengembangan desa wisata adalah community development, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan dampak penerapan community development dalam pengembangan desa wisata terhadap peningkatan ekonomi lokal. Melalui tinjauan literatur, studi ini akan menjelaskan prinsip-prinsip dasar community development, strategi implementasi, dan pendekatan yang digunakan dalam konteks pengembangan desa wisata. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa penerapan community development dalam pengembangan desa wisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi lokal. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengambilan keputusan, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan pemanfaatan sumber daya lokal, desa wisata dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Village tourism is one of the local economic development strategies that has been widely implemented in various countries. The development of tourist villages not only involves aspects of tourism, but also needs to pay attention to the empowerment of local communities. The method used in the development of tourist villages is community development, which aims to increase community participation in the development and optimize local resources. This study aims to analyze the concept and impact of the application of community development in the development of tourist villages on improving the local economy. Through a literature review, this study will explain the basic principles of community development, implementation strategies, and approaches used in the context of tourism village development. The results of the literature review show that the application of community development in the development of tourism villages has great potential in improving the local economy. By involving local communities in the decision-making process, skills training, local business development, and utilization of local resources, tourist villages can become a sustainable source of income for local communities.
URGENSI INTERVENSI KRISIS PADA NARAPIDANA REMAJA DENGAN GANGGUAN MENTAL DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN Enggarati, Lanita; Santoso, Meilanny Budiarti; Hidayat, Eva Nuriyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.56378

Abstract

Intervensi krisis sangat penting bagi narapidana remaja dengan gangguan mental di lembaga pemasyarakatan karena mereka menghadapi kerentanan mental yang tinggi akibat kehilangan kebebasan  dan  kondisi  penjara  yang keras. Penelitian menunjukkan narapidana remaja lebih rentan terhadap stres, depresi, dan ideasi bunuh diri dibandingkan narapidana dewasa. Kajian ini menggunakan metode studi literatur, dengan mengumpulkan data sekunder dari penelitian terdahulu  tentang  intervensi  krisis  dan  gangguan  mental  pada narapidana remaja. Intervensi krisis membantu narapidana mengelola kondisi mental melalui langkah-langkah seperti mendefinisikan masalah, memastikan keselamatan, memberikan dukungan, mengeksplorasi alternatif, merencanakan tindakan, dan memastikan komitmen. Psychological First Aid (PFA) juga penting untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan. Program seperti Crisis Intervention Team (CIT) terbukti efektif dalam mengurangi stigma, meningkatkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan efikasi diri petugas dalam menangani gangguan mental. Implementasi intervensi krisis ini krusial untuk memastikan narapidana remaja dapat menjalani rehabilitasi dengan kondisi mental yang lebih baik, mengurangi risiko bunuh diri, memperbaiki gejala kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
ARBITRASE ADAT SEBAGAI PENYELESAIAN SENGKETA SUMBER DAYA ALAM ALTERNATIF Imamulhadi, Imamulhadi; Hidayat, Eva Nuriyah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.57070

Abstract

Penyelesaian sengketa terkait sumber daya alam di Indonesia yang diselesaikan secara alternatif di luar pengadilan berdasarkan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif. Namun terdapat beberapa kondisi tidak ideal bagi masyarakat adat apabila model penyelesaian sengketa arbitrase, mediasi, negosiasi, dan konsiliasi dipaksakan berlakunya kepada mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktipftif dengan pendekatan yuridis sosiologis untuk menjelaskan arbitrase adat  sebagai penyelesaian sengketa sumber daya alam alternatif. Kearifan masyarakat adat yang mengimplementasikan  falsafah adat dan prinsip-prinsip sebagai turunannya dalam peradilan adat, merupakan landasan kuat alasan diterimanya peradilan adat sebagai bagian dari penyelesaian sengketa sumber daya alam di luar pengadilan. Settlement of disputes related to natural resources in Indonesia which are resolved alternatively outside of court based on Law no. 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternatives. However, there are several conditions that are not ideal for indigenous peoples if the dispute resolution model of arbitration, mediation, negotiation and conciliation is imposed on them. This research uses a descriptive research method with a sociological juridical approach to explain customary arbitration as an alternative natural resource dispute resolution. The wisdom of indigenous peoples who implement customary philosophy and its derivative principles in customary justice is a strong basis for accepting customary justice as part of resolving natural resource disputes outside of court.
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENANGANI KASUS PERDAGANGAN MANUSIA PADA WANITA DAN ANAK-ANAK Azzahra, Aisyah Rasya Syafa; Peachilia, Ifally Pramesia Putri; Hidayat, Eva Nuriyah
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 4 No 2 (2022): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v4i2.705

Abstract

Criminal cases of human trafficking in women and children become an international spotlight. This cases that begin with a job seekers who migrate outside the region. Many factors cause this trade, including the lack of public knowledge about human trafficking information, poor families who come from remote or slum areas, limited education, family economic crisis, immigrant workers, school dropouts, victims family violence, women and street children, and sexual exploitation. Although this crime is still difficult and complicated to overcome. However, the social workers can help provide a protection and services to victims. There are several institutions that deal with this problem, including the Women's Social Protection House, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, and the Ministry of Law and Human Rights, Social Affairs, the National Agency for the Placement and Protection of Indonesian Migrant Workers (BNP2TKI), the Ministry of Social Affairs, the Indonesian Police and Attorney General's Office. This study aims to determine the role of social workers related to problems in handling cases of trafficking in women and children. The research method technique uses a literature review technique that contains theories that are relevant to the research problems. A social workers in practice have several roles that must be carried out, a role as a facilitator, a role as a broker, a role as a mediator, a role as a defender and a role as a protector, where are used in several interventions for handling the rehabilitation of human trafficking in women and children.
Co-Authors Adlia Rahma Maulida Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Aisyah Rasya Syafa Azzahra Angel Febriani Aritonang, Johan Immanuel Asmar Husein Azzahra, Aisyah Rasya Syafa Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Debby Maharani Enggarati, Lanita Fadilah Putri Fadilah Putri, Fadilah Faiza Afraluna Wiranegara Febriani, Angel Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina, Febry Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Suharto Febry Hizba Ahshaina Suharto, Febry Hizba Ahshaina Fikriryandi Putra Fikriryandi Putra, Fikriryandi Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gigin Ginanjar Kamil Basar Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Indah Permata Nastia Hetty krisnani Hetty Krisnani Hetty Krisnani, Hetty Ifally Pramesia Putri Peachilia Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Jihan Kamilla Azhar Jihan Kamilla Azhar Maulana Irfan, Maulana Maulida, Adlia Rahma Meilani, Lenny Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Mirajani, Inara Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Mr Imamulhadi Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Nabila Thifallya Regina Nadilla, Hanifah Fatwa Nunung Nurwati Nurwati, R. Nunung Peachilia, Ifally Pramesia Putri Rachim, Hadiyanto Abdul Rahma Putri, Nadila Auludya Rinaldo . Risna Resnawati Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Shakilla Dyah Ayu Nadira Silva Amanda Durratul Hikmah Soni Ahmad Nulhaqim Soni Ahmad Nulhaqim, Soni Ahmad Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Sri Sulastri Syammas Perdana Syammas Perdana, Syammas Tahir, Syarifah Mughniyah Thesalonika Thesalonika Tiara Rahmawati Tiara Salsabilla Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wiari Utaminingtias Wiari Utaminingtias, Wiari Winda Marienda Winda Marienda, Winda