Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pekerja Sosial dalam Eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) Perikanan Thesalonika Thesalonika; Tiara Rahmawati; Eva Nuriyah Hidayat
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.9045

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiamana peran pekerja sosial dalam isu eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) perikanan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini bahwa Indonesia merupakan negara maritim dengan 17.499 pulau dan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. Potensi ini menjadikan Indonesia sebagai negara pemasok pekerja perikanan terbesar ketiga di dunia. Namun, hukum yang menaungi mereka, terutama Anak Buah Kapal (ABK) masih lemah. Hal ini terbukti dengan adanya 5.371 kasus penelantaran serta eksploitasi ABK Indonesia yang terlapor di tahun 2020. Kejahatan ini telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) ABK. Pekerja sosial sebagai profesi yang menempatkan HAM sebagai dasar praktiknya memiliki peran penting dalam masalah ini. Simpulan penelitian ini bahwa pekerja sosial dapat melaksanakan tugas dan perannya sebagai solusi dalam masalah ini melalui advokasi, praktik dengan pendekatan berbasis hak, intervensi penyebab terjadinya ekploitasi ABK, dan melalui layanan konseling kepada korban eksploitasi ABK. Kata Kunci: Anak Buah Kapal (ABK), Eksploitasi, Hak Asasi Manusia, Pekerja Sosial.
THE IMPORTANCE OF CHILDREN CORRECTIONAL INSTITUTION PROGRAM EVALUATION: AN EFFORT TO FULFILL CHILDREN'S RIGHTS Maulida, Adlia Rahma; Rachim, Hadiyanto Abdul; Hidayat, Eva Nuriyah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35808

Abstract

Abstract. The process of evaluating the quality of a program is essential in a service organization. This research aims to evaluate the service program process for correctional students at LPKA Class II Jakarta. This research is based on the evaluation concept according to Pietrzak et al which consists of four dimensions of service process evaluation: best practice standards, agency policies, process goals, and client satisfaction. This research method uses a qualitative approach using non-participatory observation techniques, in-depth interviews and a literature study. The research results show that the quality of the Development Program services at LPKA Class II Jakarta in the best practice standard dimension is under the SOP, institutional policies are running according to provisions, and long-term and short-term process goals have been implemented. In client satisfaction, service quality has been met, and LPKA Class II Jakarta has implemented a sound education service management system by implementing fair and non-discriminatory coaching. It can be concluded that the ongoing coaching program has been run by applicable provisions and standards with the implementation of process objectives and the fulfilment of inclusive education services. In the absence of social workers in the correctional sector at LPKA Class II Jakarta, some roles are not being carried out. This research further recommends the application of social welfare science and the part of correctional social workers in the practice of developing students in correctional institutions.Keywords: Program evaluation; correctional;  children against the law Abstrak. Proses evaluasi kualitas suatu program sangat penting dalam suatu organisai pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses program layanan kepada correctional students pemasyarakatan di LPKA Kelas II Jakarta. Kajian ini didasarkan atas konsep evaluasi menurut Pietrzak, dkk yang terdiri dari empat dimensi evaluasi proses pelayanan; standar praktik terbaik, kebijakan lembaga, tujuan proses, dan kepuasan klien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Pembinaan di LPKA Kelas II Jakarta dalam dimensi standar praktik terbaik berjalan sesuai SOP, kebijakan lembaga berjalan sesuai ketentuan, pada tujuan proses jangka panjang dan jangka pendek sudah terlaksana. Dalam dimensi kepuasan klien kualitas layanan sudah terpenuhi dan pihak LPKA Kelas II Jakarta sudah menerapkan sistem manajemen pelayanan pendidikan yang baik dengan memberlakukan pembinaan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Dapat disimpulkan bahwa program pembinaan yang berlangsung sudah berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku dengan terlaksananya tujuan proses serta terpenuhinya pelayanan pendidikan yang inklusif. Dengan tidak adanya pekerja sosial di bidang koreksional pada LPKA Kelas II Jakarta, ada peran-peran yang tidak terlaksana. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan penerapan ilmu kesejahteraan sosial dan peran pekerja sosial koreksional dalam praktik pembinaan terhadap correctional students di lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Evaluasi program, Pembinaan, Anak berhadapan dengan hukum
ANALISIS KONFLIK AL ZAYTUN DENGAN FORUM INDRAMAYU MENGGUGAT Nulhaqim, Soni Ahmad; Nadilla, Hanifah Fatwa; Rahma Putri, Nadila Auludya; Irfan, Maulana; Hidayat, Eva Nuriyah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i1.66109

Abstract

Konflik merupakan ketidaksesuaian antara dua pihak atau lebih sehingga, jika konflik tidak dikelola dengan baik maka dapat berdampak terhadap timbulnya kerusuhan dan kerusakan fisik maupun non fisik. Konflik yang marak terjadi saat ini yaitu konflik horizontal berbasis keagamaan salah satunya yaitu konflik antara Forum Indramayu Menggugat (FIM) dengan Pondok Pesantren Al-Zaytun yang disebabkan oleh tuntutan dari FIM terhadap penyimpangan ajaran agama Pondok Pesantren Al-Zaytun. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan resolusi konflik menurut Nulhaqim, et al. (2017) mengenai konflik antara Forum Indramayu Menggugat (FIM) dan Al-Zaytun meliputi peristiwa konflik, pemicu konflik, penyebab konflik, dan resolusi konflik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mencari berbagai sumber referensi melalui jurnal ilmiah serta website berita terkait topik penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa konflik antara FIM dengan Al-Zaytun terjadi karena tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh Al-Zaytun yang tidak sesuai ajaran agama dan FIM sebagai perwakilan masyarakat Indramayu melakukan tuntutan agar pimpinan Al-Zaytun dapat diselidiki secara hukum. Conflict is a mismatch between two or more parties so that, if the conflict is not managed well, it can have an impact on riots and physical and non-physical damage. The conflicts that are currently rife are religious-based horizontal conflicts, one of which is the conflict between the Forum Indramayu Menggugat (FIM) and the Al-Zaytun Islamic Boarding School which is caused by demands from the FIM regarding deviations from the Al-Zaytun Islamic Boarding School's religious teachings. The aim of this research is to describe and explain the stages of conflict resolution according to Nulhaqim, et al. (2017) regarding the conflict between the Forum Indramayu Mengguggat (FIM) and Al-Zaytun including conflict events, conflict triggers, conflict causes, and conflict resolution. This research method uses a literature study method by searching for various reference sources through scientific journals and news websites related to the research topic. The results of the research explain that the conflict between FIM and Al-Zaytun occurred due to deviant acts committed by Al-Zaytun which were not in accordance with religious teachings and FIM as a representative of the Indramayu community demanded that Al-Zaytun's leadership be legally investigated.
ANALISIS PROGRAM PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI YAYASAN SAHABAT YATIM INDONESIA Angel Febriani; Eva Nuriyah Hidayat
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i1.1

Abstract

Pendidikan menjadi pintu menuju manusia yang berkualitas. Sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan negara, setiap anggota masyarakat perlu mendapat pendidikan yang berkualitas yang sudah menjadi hak semua warga negara. Yayasan Sahabat Yatim Indonesia sebagai salah satu lembaga sosial yang bergerak pada pemberian program pendidikan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat menjalankan fungsinya dengan membuat program-program pendidikan keterampilan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Dalam perancangan program, tentu perlu adanya perencanaan program dan desain program yang matang agar dapat mencapai tujuan program dan menjadi gambaran bagi pelaksanaan program selanjutnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perencanaan, desain program, dan manajemen program sosial pada program Pendidikan Keterampilan di Yayasan Sahabat Yatim Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data dan informasi melalui studi literatur. Berdasarkan hasil analisis, program yang dilaksanakan telah sesuai dengan tahapan-tahapan perencanaan program sosial. Selain itu, manajemen program juga dapat dikatakan cukup baik dari berbagai aspek yang dianalisis
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI Nabila Thifallya Regina; Eva Nuriyah Hidayat
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i1.15

Abstract

Pola asuh merupakan tindakan atau perilaku orang tua yang berperan penting dalam membentuk kepribadian anak, di mana pola asuh yang positif dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang sehat dan mandiri. Anak usia dini didefinisikan sebagai anak yang berusia 0 sampai dengan 8 tahun yang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental. Masa kanak-kanak juga merupakan masa di mana anak-anak belum dapat sepenuhnya menyadari potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pola asuh pendidikan untuk mengoptimalkan semua unsur pertumbuhan, baik perkembangan fisik maupun psikis. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perilaku sosial pada anak usia dini dan agar orang tua dapat mengetahui serta dapat memilih, juga menerapkan pola asuh terhadap anaknya agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tahap perkembangannya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kepustakaan yang diharapkan dapat menjadi pengetahuan dan pemahaman kepada orang tua bahwa peran keluarga merupakan hal utama dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya, serta memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis pola asuh yang ada di masyarakat untuk membangun karakter anak. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Orang tua perlu memahami pola asuh yang baik dan benar agar perilaku sosial anak akan terbentuk, sehingga anak dapat mengklasifikasikan diri mereka dengan baik saat bersosialisasi di lingkungan masyarakat.
Stages of Self-Help Organization Development: Women Farmers Group D’Shafa in Malakasari Urban Village, Duren Sawit District, East Jakarta Shakilla Dyah Ayu Nadira; Binahayati Rusyidi; Eva Nuriyah Hidayat
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i2.9195

Abstract

The D’Shafa Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT D’Shafa) is a community-based self-help organization that has developed since its establishment in 2018 in RW 05, Malakasari Urban Village, Duren Sawit District, East Jakarta. Through various urban farming activities, the group focuses on food security and women’s empowerment within the local community. This study aims to describe the developmental stages of KWT D’Shafa using Katz’s organizational development theory (as cited in Adams, 2003), as well as to identify the internal and external factors that support its sustainability. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving the group’s leaders, administrators, members, and external partners. The findings show that KWT D’Shafa has gone through five developmental stages according to Katz, including origins, informal organization, emergence of leadership, beginning of formal organization, and progressing toward the stage of appointing paid staff and professional workers. However, the group has not fully reached the final stage, as it does not yet employ paid staff, and professionalization efforts still rely on voluntary collaboration with external experts. These findings indicate that the sustainability of KWT D’Shafa is supported by internal factors such as social interaction, participatory leadership, and member commitment, as well as external factors including government assistance and private-sector partnerships, which together enable the group to continue growing as a self-help organization in an urban environment.
STUDI LITERATUR : MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT Febriani, Angel; Hidayat, Eva Nuriyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 8, No 2 (2025): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v8i2.68802

Abstract

Sampah yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan berbagai permasalahan bagi kehidupan manusia. Bank sampah hadir sebagai salah satu upaya dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, di mana masyarakat memegang peran utama. Adapun dalam upaya kolektif ini, modal sosial dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya pengelolaan bank sampah. Meskipun aspek modal sosial telah banyak dikaji dalam pengelolaan bank sampah, kajian tersebut umumnya bersifat parsial dan berupa studi kasus. Artikel ini bertujuan mengkaji modal sosial dalam pengelolaan bank sampah dengan menitikberatkan pada unsur kepercayaan, norma, dan jaringan sosial sebagaimana dikemukakan oleh Putnam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian terkait modal sosial dalam pengelolaan bank sampah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan menjadi pendorong utama kerja sama, khususnya dalam aktivitas yang melibatkan nilai ekonomi. Norma sosial, baik formal maupun informal, berfungsi sebagai pedoman perilaku yang menjaga integritas, kedisiplinan, dan keberlanjutan pengelolaan bank sampah. Sementara itu, jaringan sosial memperluas partisipasi, memfasilitasi pertukaran informasi, serta membuka akses terhadap sumber daya dan dukungan kelembagaan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar penngelolaan bank sampah tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada strategi penguatan modal sosial.  Poorly managed waste poses significant challenges to human well-being. Waste banks represent a community-based approach to sustainable waste management in which social capital plays an important role. Although social capital has been widely discussed in previous studies, existing research remains fragmented and largely case-specific. This article aims to examine the role of social capital in waste bank management by focusing on trust, norms, and social networks as proposed by Putnam. Using a literature review of studies conducted in Indonesia, the findings show that trust is the primary driver of cooperation, particularly in economically oriented activities, while social norms and social networks support behavioral consistency, participation, and access to institutional resources. It is therefore recommended that waste bank management strategies strengthen social capital alongside technical interventions. 
Pendekatan Spiritual pada Orang Tua dengan Anak Penyakit Kronis di Rumah Singgah sebagai Faith-Based Organization Tahir, Syarifah Mughniyah; Rachim, Hadiyanto Abdul; Hidayat, Eva Nuriyah
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.62933

Abstract

Orang tua dengan anak penyakit kronis mengalami stres pengasuhan yang disebabkan oleh tugas tambahan untuk mengurus anak yang sakit. Orang tua merasa bahwa mereka gagal untuk melindungi anak dari penyakit. Adapun pendekatan spiritual dapat membantu coping orang tua dengan anak penyakit kronis menangani stres pengasuhan yang dialami. Rumah Singgah Al Fatih sebagai Faith-Based Organization, yakni lembaga pelayanan sosial yang berlandaskan pada agama islam memberikan layanan dengan pendekatan spiritual untuk memenuhi kebutuhan spiritual klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stres pengasuhan yang dialami orang tua dengan anak penyakit kronis, mengidentifikasi pelayanan dari Rumah Singgah yang menggunakan pendekatan spiritual, serta menganalisis penggunaan spiritual sebagai coping orang tua dengan anak penyakit kronis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan melalui pendekatan spiritual yang dilakukan oleh Rumah Singgah Al Fatih dapat membantu orang tua dengan anak penyakit kronis untuk mengatasi stres pengasuhannya.
PELIBATAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BANYURESMI, KECAMATAN SUKASARI, KABUPATEN SUMEDANG Sulastri, Sri; Hidayat, Eva Nuriyah; Basar, Gigin Ginanjar Kamil; Meilani, Lenny
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.69803

Abstract

Remaja memiliki faktor risiko dalam pencehagan stunting, diantaranya masih banyak terjadi penikahan anak. Fenomena ini terjadi di Desa Banyuresmi. Namun demikian, di sisi lain remaja juga memiliki sumberdaya untuk terlibat dalam pencegahan stunting sebagai edukator sebaya. Atas pertimbangan tersebut, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ditujukan untuk melibatkan remaja dalam pencegahan stunting. Kelompok sasaran kegiatan ini meliputi 12 remaja, yang berasal dari 6 Rukun Warga. Kegiatan yang dilakukan meniputi: 1) Pengembangan kapasitas remaja sebagai edukator sebaya melalui kegiatan pelatihan. Dari proses diskusi dan pengamatan selama kegiatan ini berlangsung, pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting dan keterampilan mengiidentifikasi masalah remaja bertambah. 2) Pengembangan media komunikasi yang dapat digunakan oleh remaja edukator sebaya untuk menjangkau remaja lainnya. Melalui kegiatan ini telah terbentuk whatsapp grup yang didalamnya terdapat remaja educator sebaya dan remaja lainnya. 3) Pelatihan pembuatan media informasi. Dalam kegiatan ini remaja berhasil merancang X banner sebagai media informasi yang ditempatkan di posyandu remaja. Kegiatan ini merupakan kegiatan rintisan. Pada kegiatan kedua dan ketiga, 12 remaja belum secara maksimal terlibat, karena terkendala kesibukan mereka untuk sekolah dan kuliah. Selanjutnya keterlibatan mereka dapat ditingkatkan melalui arahan dari Kader TPK dan Kader Posyandu
Co-Authors Adlia Rahma Maulida Agung Purwanto Agus Wahyudi Riana Ahmad Zulfa Styabudi Aisyah Rasya Syafa Azzahra Angel Febriani Aritonang, Johan Immanuel Asmar Husein Azzahra, Aisyah Rasya Syafa Binahayati Rusyidi Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Damayanty, Siska Darwis, Rudi S. Debby Maharani Enggarati, Lanita Fadilah Putri Fadilah Putri, Fadilah Faiza Afraluna Wiranegara Febriani, Angel Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Hizba Ahshaina, Febry Hizba Ahshaina Febry Hizba Ahshaina Suharto Febry Hizba Ahshaina Suharto, Febry Hizba Ahshaina Fikriryandi Putra Fikriryandi Putra, Fikriryandi Gabriela Chrisnita Vani Gabriela Chrisnita Vani, Gabriela Chrisnita Gigin Ginanjar Kamil Basar Gigin Ginanjar Kamil Basar Gina Indah Permata Nastia Hetty Krisnani Hetty krisnani Hetty Krisnani, Hetty Ifally Pramesia Putri Peachilia Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Jihan Kamilla Azhar Jihan Kamilla Azhar Maulana Irfan, Maulana Maulida, Adlia Rahma Meilani, Lenny Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Mirajani, Inara Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Mr Imamulhadi Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah Nabila Thifallya Regina Nadilla, Hanifah Fatwa Nunung Nurwati Nurwati, R. Nunung Peachilia, Ifally Pramesia Putri Rachim, Hadiyanto Abdul Rahma Putri, Nadila Auludya Rinaldo . Risna Resnawati Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Shakilla Dyah Ayu Nadira Silva Amanda Durratul Hikmah Soni Ahmad Nulhaqim Soni Ahmad Nulhaqim, Soni Ahmad Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Sri Sulastri Syammas Perdana Syammas Perdana, Syammas Tahir, Syarifah Mughniyah Thesalonika Thesalonika Tiara Rahmawati Tiara Salsabilla Wandi Adiansah Wandi Adiansah Wiari Utaminingtias Wiari Utaminingtias, Wiari Winda Marienda Winda Marienda, Winda