Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : integrated of fisheries science

Struktur komunitas bivalvia pada ekosistem mangrove di Kelurahan Kladufu Distrik Sorong Timur Roger Tabalessy; Selviana Tulende; Aldomoro Siwabessy
INTEGRATED OF FISHERIES SCIENCE Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ifs.v1i1.53

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis, kepadatan dan indeks bivalvia. Penelitian dilakukan di daerah mangrove Kelurahan Kladufu Distrik Sorong Timur. Dengan jumlah stasiun pengamatan III yaitu, pada daerah mangrove dekat pemukiman warga, daerah mangrove samping muara sungai dan daerah mangrove ujung pantai muara sungai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode transek garis dan transek kuadrat kemudian di analisis. Hasil yang didapat adalah 6 jenis bivalvia, yaitu Polymesoda erosa yang terdapat pada stasiun I (15), II (23) dan III (1), Saccrostrea echinata yang terdapat pada stasiun II (50), Anadara granosa yang terdapat pada stasiun III (42), spesies yang belum dketahui terdapat pada stasiun III (3), Saccostrea cucullata yang terdapat pada stasiun III (30) dan Pilsbryoconcha exilis yang hanya terdapat pada stasiun II (1). Nilai kepadatan yang paling tinggi yaitu berjenis Saccostrea echinata dengan kepadatan mutlak 3,33 dan kepadatan relatif 67,56. Indeks keanekaragaman komunitas bivalvia berkisar antara 0–0, 52. Kisaran nilai tersebut menggambarkan bahwa komunitas bivalvia di kategorikan rendah. Indeks keseragaman yang di peroleh yaitu 0–0,51. Hal ini di kategorikan rendah. Indeks dominasi berkisar antara 0,0001–1. Kesimpulan yang di dapat yaitu, telah ditemukan 6 jenis bivalvia. Dari setiap jenis yang ditemukan, diperoleh kepadatan tertinggi pada jenis Saccostrea echinata. Keanekaragaman komunitas bivalvia berada dalam kondisi tidak stabil (parameter lingkungan dan substrat kurang mendukung). Indeks keseragaman yang di peroleh rendah artinya jenis bivalvia yang ditemukan pada tiap stasiun relatif seragam (variasi jenis yang ditemukan sangat rendah). Nilai dominasi mendekati 1 (C <0.5), mengindikasikan bahwa terdapat organisme tertentu yang mendominasi seperti Polymesoda erosa pada stasiun I saccostrea echinta pada stasiun II dan Anadara granosa pada stasiun III.
The Impact of the Moratorium Policy on Fishery Companies (PT) in Sorong City Arifin; Roger R. Tabalessy; Tessa Rakian
INTEGRATED OF FISHERIES SCIENCE Vol 3 No 2 (2024): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/xzxe5375

Abstract

This study aims to determine the impact of the moratorium on the operation of (PT) fishery in Sorong and for export activities of fisheries, especially commodities demersal fish and shrimp. The moratorium imposed on large ships over 30 GT, ship construction abroad, boats that use trawling gear and replace the court transhipment at sea. This research conducted in the area of Sorong by selecting the relevant agencies are performed in the unit supervisor PSDKP Sorong, Syahbandar fisheries, and fishing companies to conduct interviews and collect data relating to the object of research that matters concerning the company's operations and activities of fishery product exports. Of the results of research conducted, the impact of the moratorium on the operation of (PT) fishery is the discontinuation of the company's operations in Sorong area, the export of fishery products stalled, stalled enlargement levy export fishery products to the local government, the termination of employment of the crew, activities loading and unloading in the fishing port decreases. The impact of the moratorium is not profitable for the company (PT) fishery, income levies, the livelihood of the crew and the fishing port of Sorong city workers.
Condition of Live Stone Coral Cover on Suprau Beach, Maladoom Mes District, Sorong City Abdul Gofir; Roger R. Tabalessy; Tessa Rakian
INTEGRATED OF FISHERIES SCIENCE Vol 3 No 2 (2024): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/b0an2b84

Abstract

Coral reefs are tropical marine ecosystems that are very important for the sustainability of fishery resources and coastal protection. This study aims to evaluate the condition of live stony coral cover at Suprau Beach, Maladoom Mes District, Sorong City using the Point Intercept Transect (PIT) method. Observations were conducted at three stations at a depth of 3-5 meters. The results showed that the average live coral cover was 45.33%, which is classified as moderate. Specifically, Station I had excellent coral cover (80%) dominated by Non-Acropora corals of the Coral Branching type from the Porites family; Station II showed moderate conditions (34%) with a dominance of Non-Acropora corals of various life forms; and Station III was in a damaged condition (20%) with high coverage of dead corals covered with algae (52%) and sand (24%). Water quality conditions at all three stations still support coral growth, with parameters such as temperature (29-32°C), salinity (31-35 ppt), pH (7.5 ppt), and water clarity (4-8.5 m) within the optimal range. High sedimentation at Stations II and III is the main factor limiting coral growth, caused by community activities such as beach reclamation, pier construction, and hill excavation around the waters. This study provides basic information for the development of strategies for the rehabilitation and management of coral reef ecosystems in Sorong City.
Struktur komunitas bivalvia pada ekosistem mangrove di Kelurahan Kladufu Distrik Sorong Timur Roger Tabalessy; Selviana Tulende; Aldomoro Siwabessy
INTEGRATED OF FISHERIES SCIENCE Vol 1 No 1 (2022): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ifs.v1i1.53

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis, kepadatan dan indeks bivalvia. Penelitian dilakukan di daerah mangrove Kelurahan Kladufu Distrik Sorong Timur. Dengan jumlah stasiun pengamatan III yaitu, pada daerah mangrove dekat pemukiman warga, daerah mangrove samping muara sungai dan daerah mangrove ujung pantai muara sungai. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode transek garis dan transek kuadrat kemudian di analisis. Hasil yang didapat adalah 6 jenis bivalvia, yaitu Polymesoda erosa yang terdapat pada stasiun I (15), II (23) dan III (1), Saccrostrea echinata yang terdapat pada stasiun II (50), Anadara granosa yang terdapat pada stasiun III (42), spesies yang belum dketahui terdapat pada stasiun III (3), Saccostrea cucullata yang terdapat pada stasiun III (30) dan Pilsbryoconcha exilis yang hanya terdapat pada stasiun II (1). Nilai kepadatan yang paling tinggi yaitu berjenis Saccostrea echinata dengan kepadatan mutlak 3,33 dan kepadatan relatif 67,56. Indeks keanekaragaman komunitas bivalvia berkisar antara 0–0, 52. Kisaran nilai tersebut menggambarkan bahwa komunitas bivalvia di kategorikan rendah. Indeks keseragaman yang di peroleh yaitu 0–0,51. Hal ini di kategorikan rendah. Indeks dominasi berkisar antara 0,0001–1. Kesimpulan yang di dapat yaitu, telah ditemukan 6 jenis bivalvia. Dari setiap jenis yang ditemukan, diperoleh kepadatan tertinggi pada jenis Saccostrea echinata. Keanekaragaman komunitas bivalvia berada dalam kondisi tidak stabil (parameter lingkungan dan substrat kurang mendukung). Indeks keseragaman yang di peroleh rendah artinya jenis bivalvia yang ditemukan pada tiap stasiun relatif seragam (variasi jenis yang ditemukan sangat rendah). Nilai dominasi mendekati 1 (C <0.5), mengindikasikan bahwa terdapat organisme tertentu yang mendominasi seperti Polymesoda erosa pada stasiun I saccostrea echinta pada stasiun II dan Anadara granosa pada stasiun III.
Co-Authors Abdul Gofir Adnan Wantasen Agung S. Abadi Agung Setia Abadi Ahmad Fahrizal Aldomoro Siwabessy Alfonsina Klama Alvinmina Kocu Kocu Amir Mahmud Suruwaky Andrei Sakharov Maryen Angelberta Ivona Tuturop Ariani Pongoh Arief Firdani Arifin Arsthervina Widyastami Puspitasari Astrella N S Wairisal Wairisal Ayu Indah Kaya Bagas Prakoso Boby Ziliwu Charliany Hetharia Christina Bastian Clara N. Payung Dana Uli Sitorus Daniel Jawatana Disabella Dayera Dwi Indah Dwi Indah Widya Yanti Ebersela Bleskadit Bleskadit Edy Fitriawan Syahadat Efredina Yamase Enny Romanwati Ernawati Ernawati Ery Murniyasih Frengky Sentuf Hafel, Muhlis Halo H. V. Falon Hasri Rikola Hismayasari, Intanurfemi B I Nyoman Adi Putra Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilham Marasabessy Ilham Marasabessy Indah, Dwi Ismail Ismail Ivonne M Leiwakabessy Ivonne M. Leiwakabessy Jaharudin, Jaharudin Jean Anthoni Joelan Palemba Joelan Palemba Joshian N.W. Schaduw Kadarusman Krisna Mili Lanny Wattimena Ledyana V. Kocu Leiwakabessy, Ivonne M Leiwakabessy, Ivonne M. Lili Sarce Joi Sapari Lili Sarce Joi Sapari, Lili Sarce Joi Lili Sarce Joy Sapari Luluk Suryani M. Iksan Badarudin Mandela, Wennie Manoso, Marchel Frits Manurung, Melani Manurung, Tagor Marcelinus P. Saptono Marcelinus Petrus Saptono Marcelinus Saptono Masengi, Melisa C Masengi, Melisa Ch Meilani Manurung Melisa C Masengi Melisa CH Masengi Melisa Ch. Masengi Melisa Masengi Melisa Masengi, Melisa Michael Yosua Takasili Mohamad Iksan Badarudin Muh Arzad Muhamad Ali Ulat Munzir Munzir Mustamir Kamaruddin Muttaqin, Ahmad S Nasrul Fauzi Novalin Margaretha Syauta Prehadi ., Prehadi Puspitasari, Asthervina Widyastami Ratna Ratna Renouw, Ade Andriani Rezza Ruzuqi Rikola, Hasri Rosa O Sapulette Rosa Orpa Sapulette Rosina O. Warpopor Warpopor Sarlota M.P Osok Selviana Tulende Siswanto Siswanto Siwabessy, Aldomoro Sombo, Hendrik Syauta, Novalin Tessa Rakian Vicky Rizky A. Katili Wahyudin, Iman Widiarto, Santoso B