Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Overview of the Effectiveness of Infrared on the Healing Rate of Incision and Burn Wounds in Male White Rats Ama, Fuad; Purbowati, Rini; Rianti, Emillia Devi Dwi
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v5i2.235

Abstract

Infrared rays have low energy and their use does not cause toxic effects on the environment, so that infrared rays can balance and activate cells in the body, thin the blood, break down water molecules, and inhibit bacteria or fungi. Inhibition of bacterial or fungal growth in skin wounds that are often experienced and cause damage to epithelial tissue. The purpose of the study provides an overview of the effectiveness of infrared on the healing rate of incision wounds and burns in Wistar rats. The method with an experiment with a completely randomized design method, the sample used was 48 male white rats with 24 with incision wounds and 24 with burns. The results of the incision wound on the 12th day showed that there was a reduction in the length of the wound at P1 (0.1 cm), P2 (0.1 cm) and P3 (0.2 cm) so that with a wound length of 0.1 means healing has occurred. Burns on the 12th day there was a decrease in the diameter of the burn wound both at P1 = P2 = P3 = 0.3 cm. Conclusion The use of infrared therapy in the healing process of incision wounds and burns on days 9-12. Infrared wavelength 940 nm as near infrared produces heat, so the healing process is less than 14 days.
Mapping Perubahan Anatomi Musculus Face Pada Pemberian Paparan Inframerah dengan Akupuntur Soekanto, Ayly; Rianti, Emillia Devi Dwi; Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Hardiyono, Hardiyono
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.835 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i3.990

Abstract

Relaksasi pada otot wajah dapat melancarkan metabolisme tubuh dan mekanisme otot serta dapat menghilangkan kelelahan. Adanya kelelahan pada wajah memunculkan pengaruh pada anatomi musculus face (otot wajah). Terapi untuk mengurangi kelelahan yang tampak pada musculus face dapat berupa terapi inframerah dan akupuntur. Penelitian ini membandingkan diantara kedua jenis terapi tersebut. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik. Populasi terdiri dari pasien yang mengalami kelelahan. Sampel diperoleh dari 30 pasien, yaitu 15 orang terapi inframerah dan 15 akupuntur. Hasil data pasien menunjukkan terapi akupuntur seminggu 2 kali selama 30 menit, minimal 3 kali dan selama waktu 2 minggu menunjukkan hasil pada musculus face mengalami relaksasi dan terasa lebih elastis, gerakan motorik otot wajah terasa lebih lentur dan lebih sehat dibandingkan dengan terapi inframerah dengan penyinaran berjarak 50 cm, dalam seminggu 2-3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian paparan inframerah dengan akupuntur, pada musculus face lebih cepat mengalami relaksasi, otot lebih kenyal dan lentur dibandingkan yang mendapatkan terapi inframerah.
Efektivitas Paparan Sinar Inframerah dengan Variasi Waktu Paparan Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Listyawati, Agusniar Furkani; Rianti, Emillia Devi Dwi; Tania, Putu Oky Ari
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2022): Volume 7 Nomor 4, November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.844 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i4.1112

Abstract

Paparan sinar inframerah Near Infra Red (NIR) mengandung efek panas dengan panjang gelombang 0.78 – 3 μm. Penelitian ini bertujuan melihat kemampuan NIR menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan menggunakan variasi waktu paparan terhadap hambatan pertumbuhan. Metode penelitian eksperimental acak lengkap digunakan dengan empat kelompok perlakuan dari biakan Escherichia coli, yaitu K0, K1, K2 dan K3. Kelompok dibedakan berdasarkan waktu paparan infra merah dalam menit. Pada perlakuan 1(K1) yaitu diberikan paparan selama 25 menit, K2 diberikan paparan 30 menit, dan K3 diberi paparan 35 menit, sedangkan kelompok kontrol (K0) tanpa diberikan paparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan K3, jumlah bakteri Escherichia coli yang tumbuh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sebesar 131 koloni. Uji statistik dengan ANOVA didapatkan p value sebesar 0,000 yang berarti ada pemberian infra merah berbagai variasi waktu berpengaruh terhadap jumlah koloni Escherichia coli. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka waktu paparan terbaik yang diberikan paparan NIR adalah selama 35 menit.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Konsumsi Vitamin C Dan D Guna Meningkatkan Sistem Imunitasi Di Masa Pandemi Covid-19 Narayani, Kadek Berlia; Triloka, Ni Made Kharisma; Rianti, Emillia Devi Dwi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 2 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i2.687

Abstract

Virus Covid-19 yang berwujud sekelompok virus RNA (asam ribonukleat) strain tunggal positif yang terenkapsulasi dan memiliki banyak varian. Kesembuhan penderita Covid-19 dipengaruhi oleh sistem imun tubuhnya, tindakan pencegahan menjadi faktor utama. Tujuan yaitu, mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai konsumsi Vitamin C dan D guna meningkatkan sistem imunitas di masa pandemik. Metode penelitian deskriptif secara online dengan menggunakan googleform dengan total sampel penelitian sebanyak 103 sampel. Hasil data tingkat pengetahuan mengenai konsumsi vitamin C dan D sebesar 82,52% untuk vitamin C dan vitamin D sebesar 86,4%. Simpulan dari penelitian adalah responden sebagin besar tidak positive covid-19, dan telah melakukan Vaksin covid-19 dosis pertama dan kedua. Untuk tingkat pengetahuan masyarakat terhadap mengkonsumsi vitamin C dan D masuk dalam kategori Baik , artinya masyarakat banyak yang sudah paham manfaat dari mengkonsumsi vitamin C dan D bagi tubuh di masa pandemi.
Gambaran Hipertensi pada Pendampingan Lansia di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik Widyaningsih, Indah; Wirawan Budianto, Nugroho Eko; Arief, Handy; Dwi Rianti, Emillia Devi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30546

Abstract

Hipertensi  memiliki nilai presentase terbesar dan menjadi nomor 3 dari penyakit yang ditemukan pada usia lanjut, dengan tekanan darah 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui kondisi lansia yang mengalami hipertensi pada kegiatan pendampingan lansia di desa  Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat  bersifat deskriptif, dengan memberi gambaran suatu keadaan secara objektif, populasi lansia, sampel yang digunakan sebesar 33 responden atau total sampling.Hasil yang diperoleh, jenis kelamin wanita 24 orang (72,7%) responden dan 9 orang (27,3%) laki-laki, usia di atas 60 tahun yaitu sebanyak 19 orang (57,6%) dan 14 orang (42,4%)  berusia di bawah 60 tahun. Rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg.Kesimpulan, kondisi lansia pada kegiatan pendampingan lansia sebanyak 33 lansia, dan berdasarkan jenis kelamin; wanita sebanyak 24 (72,7 %), laki-laki 9 (27,3%) dengan usia diatas 60 tahun sebanyak 19 (57,6%), dan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg. Kondisi desa Sukorejo yang berada dipesisi laut dan luas wilayah desa Sukorejo yaitu sebesar 0,16 km2 dari luas wilayah kecamatan Kebomas 30,06 km2 .
Indeks DMF-T sebagai Faktor Risiko Terjadinya Maloklusi pada Anak Usia 9–12 Tahun di Kota Gresik Parmasari, Wahyuni Dyah; Devi Dwi Rianti, Emillia; Sahadewa, Sukma; Pranaya, Randy Hadyan; Salsabila, Puteri; Latifunisa, Shabira Hasna
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kerusakan gigi biasanya ditentukan dengan indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth), yang menunjukkan jumlah gigi permanen yang rusak, hilang, atau ditambal. Nilai DMF-T yang lebih tinggi menandakan kondisi kesehatan gigi anak yang semakin buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran indeks DMF-T sebagai faktor risiko terjadinya maloklusi pada anak usia 9–12 tahun di Kota Gresik. Metode: metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan subjek anak usia 9-12 tahun sebanyak 51 anak dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: dari responden memiliki kategori DMF-T ringan (47,1%), diikuti sedang (41,2%), dan berat (11,8%), dan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh nilai p = 0,002 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,428, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: anak dengan indeks DMF-T sedang dan berat memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami maloklusi dibandingkan anak dengan DMF-T ringan.
A ANALISIS PENGGUNAAN ELECTRONIC HAND DYNAMOMETER UNTUK MENGUKUR KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN USIA 35-50 TAHUN Emillia Devi Dwi Rianti; David Yulianto S; Boing Sobina; Solbiyah; Yeti Aisyah
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.162

Abstract

Kekuatan otot adalah penggunaan otot sebagai indikator dalam diagnosis medis, seperti terjadinya penurunan kekuatan otot yang terjadi pada salah satu sisi tubuh sehingga dapat menjadi tanda terjadinya stroke pada seseorang. Tujuan penelitian menganalisis penggunaan alat electronic hand dynamometer untuk mengukur kekuatan genggaman tangan pada responden berusia 35 – 50 tahun. Metode dalam penelitian menggunakan deskriptif analitik dan dengan program SPSS versi 20, sampel sebanyak 30, teknik penelitian total sampling dengan karakteristik subyek penelitian , yaitu usia, kekuatan genggaman tangan, jenis kelamin. Penelitian menggunakan alat, electronic hand dynamometer, meja, dan kursi, pelaksanaan penelitian dengan melakukan genggaman tangan pada alat electronic hand dynamometer dengan posisi duduk, tangan diletakkan diatas meja dengan posisi 900. Hasil berdasarkan jenis kelamin wanita yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan sebanyak 12 orang (40%) berjenis kelamin pria, untuk usia antara 46-50 tahun sebanyak 15 orang (50%), 12 orang (40%) berusia 35-40 tahun, dan 3 orang (10%) usia 41-45 tahun. Kesimpulan, adanya pengaruh antara usia dan jenis kelamin dengan kekuatan genggaman tangan, maka jenis kelamin pria berusia produktif pada 35-50 tahun memiliki kekuatan genggaman rata-rata responden mempunyai kekuatan genggam sebesar 47,89 ± 14,63 Kg.
PEMBERIAN TERAPI AKUPUNKTUR PADA NYERI OTOT DI REGIO EXTREMITAS INFERIOR Widiyasningsi, Rachmat; Putra, Lalu Ezi Maulana; Farida, Anias; Wati, Retno; Rianti, Emillia Devi Dwi
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2217

Abstract

Muscle pain in the inferior extremities (leg region) is a musculoskeletal complaint that is often found, both due to excessive physical activity and blood circulation disorders. Acupuncture therapy has long been used as a non-pharmacological alternative to pain management. The purpose of this journal is to examine the effectiveness of acupuncture therapy at six key points: ST 36, SP 10, SP 6, SP 3, LI 4 and SJ 5 (TB 5),  in reducing the intensity of leg muscle pain. The research method uses an evidence-based literature review that refers to research in Indonesia and internationally. The results showed that stimulation at these points significantly increased the pain threshold through the mechanism of endorphin release, improvement of microcirculation, and energy regulation (Qi). It was concluded that the combination of distal and local points exerted an optimal analgesic effect on the inferior extremities
THE EFFECT OF AGE ON HAND GRIP STRENGTH IN THE ELDERLY IN KEDANYANG VILLAGE, KEBOMAS DISTRICT, GRESIK REGENCY Aryan Rafly Firdausy; Rianti, Emillia Devi Dwi; Willianti, Enny
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/e981rz27

Abstract

Background: According to UNICEF (United Nations International Children Fund), Indonesia is a country with an increasing elderly population structure, and survey results show that the number of elderly people in Indonesia from 1990 to 2025 has increased. Factors that affect the quality of life of the elderly are physical health, psychological health, environment, and social relationships. The health of the elderly has a status with declining health conditions that are affected by age. Objectives: To find out the influence age on hand grip strength in the elderly in Keldanyang Village, Kebomas District, Gresik Regency. Methods: The sampling technique uses the total sampling technique. The independent variable in this study is the strength of the hand grip and the dependent variable is balance. The control variables in this study included age, gender, BMI (Body Mass Index), and the place where the research data was taken. This study is a type of observational analytical research and uses a research design with a Cross-Sectional approach. Results The results of the correlation test also showed that there was a significant relationship between age and hand grip strength, as evidenced by an r-value of -0.272 and a significance of 0.049 ± 0.05. Conclusions: This means that there is a significant relationship between the age of the respondents and the strength of the hands of the elderly in Kedanyang Village, Kebomas District, Gresik Regency.2. In the results of the respondents' descriptions based on Table V.7, it can be seen that the average grip strength of the hands of men is 33,863 kg, while the average of women is 18,939 kg. However, at an average age of 57.21 years, both men and women fall into the normal category for hand grip strength.
HUBUNGAN USIA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENINGKATAN TEKANAN DARAH Juwono, Benedictus Prayogi Putera; Rianti, Emillia Devi Dwi; Budianto, Nugroho Eko Wirawan
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Usia mempunyai hubungan dengan peningkatan tekanan darah, di mana risiko hipertensi dan kecemasan akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan: mengetahui hubungan usia dengan tingkat kecemasan pada peningkatan tekanan darah. Metode: Penelitian dengan kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dan rancangan cross sectional, metode pengambilan sampel dengan cara incidental sampling yaitu atas pertimbangan jumlah peserta yang datang berobat pada pemeriksaan posyandu lansia, sampel sebanyak 33. Hasil : responden mempunyai tekanan darah terkontrol yaitu sebanyak 22 orang (66,7%) responden dan sebanyak 11 orang (33,3%) responden lainnya mempunyai tekanan darah tidak terkontrol. Hasil uji chi square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga ada hubungan antara usia dengan tekanan darah. Untuk tingkat kecemasan berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,606 > 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kecemasan dengan tekanan darah. Kesimpulan: penelitian ini terdapat hubungan usia dengan tingkat kecemasan pada peningkatan tekanan darah di posyandu lansia. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang disertai kecemasan ialah pihak posyandu lansia melakukan penyuluhan rutin dan tepat sasaran.