Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Sumber Vitamin C Sebagai Imunitas Pada Penyuluhan Kader PKK Desa Prambanan, Kebomas Gresik Sukma Sahadewa; Ayly Soekanto; Emillia Devi Dwi Rianti; Hardiyono Hardiyono; Putut Laksminto Emanuel; Putu Oky Ari Tania; Erny Erny; Agusniar Furkani Setiyawati; Fuad Ama
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistim Imunitas tubuh dapat ditingkatkan dengan salah satu cara memberikan makanan berupa vitamin dan makanan yang mengandung bahan flavonoid dimana menghambat histamin yang dilepaskan dengan menjaga kestabilan pembungkus sel lipid. Vitamin c yang masuk dalam plasma dapat berfungsi membuang radikal bebas kuat dan, melindungi sel dari zat oksidatif ROS(reactive oxygen species) dengan memperbaiki kondisi tubuh..Tujuan pengabdian masyarakat untuk memberikan Pengetahuan sumber Vitamin C sebagai Imunitas pada Kader PKK Desa Prambangan Kebomas Gresik. Sebanyak 26 orang yang ikut dalam pengabdian masyarakat ini, sebelum penyuluhan masih belum mengerti tentang kandungan vitamin c dan sesudah penyuluhan menjadi paham dan bertambah peningkatan pengetahuann kader Ibu PKK tentang vitamin c yang mengalami kenaikan dari 88,78 % menjadi 97,85%. Kenaikan prosentase tersebut diperoleh dari perbandingan hasil pre test dan post test yang diberikan pada kader PKK. Sehingga dapat disimpulkan Kader PKK Desa Prambanan Kebomas Gresik menjadi bertambah peningkatan Pengetahuannya tentang vitamin c yang mudah didapat pada buah buahan seperti kesemek, jeruk keprok, terong belanda yang bermanfaat untuk meningkatkan sistim imunitas.
Aktivitas Fisik pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Anyar Surabaya Emilia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari; Sukma Sahadewa
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi dari malnutrisi yang berhubungan dengan kepadatan tulang, aktivitas fisik pada anak. Salah satu faktor untuk menjadikan  perhatian pada anak yaitu aktivitas. Karena dengan aktivitas dengan  melakukan gerakan tubuh serta kerja otot – otot tubuh merupakan kerja motoric kasar. Motorik kasar merupakan salah satu dari perkembangan anak. Tujuan: pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui aktivitas fisik pada balita stanting di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Metode: menggunakan yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang stunting dan pemberian kuesioner tentang aktivitas. Hasil: aktivitas balita dengan melakukan lompat tali diperoleh data tertinggi 42 % dengan tidak melakukan aktivitas lompat tali, dan melakukan aktivitas 1-2 kali sebesar 18 %. Aktivitas melakukan berlari dalam 7 kali atau lebih sebesar 47 % dan aktivitas bersepeda yang tidak bersepeda 23 %, melakukan bersepeda 7 kali atau lebih 23 %. Kesimpulan: Aktivitas balita di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar lebih banyak berlari dengan 47 %  (8 balita) dan berlari dapat membantu memperbaiki kualitas otot untuk bergerak.  
Rumah Sehat Dalam Lingkungan Keluarga Guna Mencegah Penyakit Di Kelurahan Kendangsari Surabaya Raihan Hafizh Prasetyawan; Emilia Devi Dwi Rianti; Putu Eza Ananta Villareal Rinov; Daniel Okifrits Yeuwun; Davina Shofa Ari Agustina1; Wanda Zulaiha; Faise Riftika Agustin; Nur Syefiatur Rohmah; Puteri Salsabila; Geaneda Erli Inayah; Qorratul Aini; Maha Putri Dealofa Anugrah Illahu; Marsyanda Rambu Kirana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia salah satunya adalah rumah, yang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal agar yang ada didalamnya terlindung dari panas dan dingin. Kesempatan yang digunakan kali ini di Kelurahan Kendangsari Surabaya yang memiliki wilayah padat penduduk. Tujuan: mengedukasi tentang rumah sehat dalam lingkungan keluarga guna mencegah penyakit di Kelurahan Kendangsari Surabaya. Metode: memberikan edukasi kepada ibu-ibu kader Kelurahan Kendangsari Surabaya. Hasil: dari pengabdian masyarakat diketahui bahwa di Kelurahan Kendangsari Surabaya yang berada di wilawah kota Surabaya yang tepatnya di Kecamatan Tenggilis Mejoyo memiliki luas wilayah 131 Ha, dengan 5 Rukun Warga (RW) dan 34 Rukun Tetangga (RT). Wilayah ini merupakan wilayah industri dan berada di kawasan padat penduduk yang mayoritas bekerja disektor industri, pedagang dan sektor informasi. Berdasarkan profil Kelurahan Kendangsari menjelaskan jumlah kepala keluarga 4.156 dengan jumlah jiwa 15.089, berdasarkan usia jumlah jiwa terbanyak pada usia 35-39 tahun yaitu perempuan 694 dan laki-laki 664. Hasil data dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa 69 % menjawab pre tes dengan benar dan untuk post tes 58 % menjawab dengan benar. Kesimpulan: Warga Kelurahan Kendangsari Surabaya telah melaksanakan rumah sehat untuk mencegah penyakit berdasarkan 69 % menjawab pre tes dengan benar dan untuk post tes 58 % menjawab dengan benar.
PENGARUH TINGGI KONSENTRASI PROPOLIS TERHADAP EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT PADA BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Nurul Khasanah; Emillia Devi Dwi Rianti
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang merupakan bakteri flora normal pada kulit dan selaput mukosa manusia. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit pada manusia, salah satunya adalah penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus banyak terjadi di negara tropis seperti Indonesia. Penyakit infeksi karena Staphylococcus aureus biasanya diobati dengan antibiotik. Terapi yang tidak adekuat dapat mengakibatkan resistensi. Propolis merupakan suatu zat yang membentuk resin (seperti getah tumbuhan) diperoleh dari pucuk tanaman dan kulit kayu yang lebah kumpulkan, kemudian dicampur dengan lilin dan air liur lebah. Propolis mengandung flavonoid yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian menggunakan konsentrasi propolis 15%, 35%, 55%, 60%, dan 80% dengan metode difusi cakram. Penelitian untuk mengetahui pengaruh tingginya konsentrasi propolis terhadap efektivitas daya hambat pada bakteri Staphylococcus aureus. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan pendekatan post test only control group design. Hasil pengujian propolis dengan konsentrasi 15%, 35%, 55%, 60%, dan 80% memiliki daya hambat yang berbeda-beda, hasil pengujian menunjukan semakin tinggi konsentrasi semakin besar daya hambat, tetapi memiliki perbedaan yang tidak signifikan. Kesimpulan hasil penelitian membuktikan tingginya konsentrasi propolis berpengaruh terhadap efektivitas daya hambat bakteri Staphylococcus aureus.
EFEKTIVITAS TERAPI INFRAMERAH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS PUTIH JANTAN Rianti, Emillia Devi Dwi; Purbowati, Rini; Ama, fuad
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka insisi adalah salah satu luka terbuka yang disebabkan oleh pisau bedah, maka diperlukan pengobatan yang pada umumnya menggunakan obat konvensional salah satunya antibiotik secara topikal. Obat-obatan medis dalam penggunaannya dalam jangka panjang akan berefek samping bagi tubuh maka perlunya pemanfaatan pengobatan secara artenatif seperti penggunaan terapi inframerah. Metode, eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap dan populasi penelitian tikus putih wistar jantan sebanyak 24 ekor  dengan berat badan 250-300 gram, berusia 2-3 bulan. Luka insisi sepanjang 2 cm dan kedalaman 0,1 mm dan dibagi kedalam beberapa kelompok pemberian terapi,  dengan kelompok kontrol dan perlakuan.   analisa berdasarkan efektivitas penyembuhan luka insisi dengan menggunakan terapi inframerah dan Skor Nagaoka memiliki tiga kriteria dalam menilai penyembuhan luka. Jika waktu penyembuhan luka 14 hari didapatkan skor nagaoka 1 (lambat). Hasil, kelompok kontrol penyembuhan pada hari ke-11 dengan panjang luka 0,5 cm. Kelompok perlakuan P1 (24 cm) pada hari ke-8 dengan panjang luka 0,4 cm, P2 (16 cm) pada hari ke-7 dengan panjang luka 0,5 dan P3 (7 cm) pada hari ke-9 dengan panjang luka 0,5 cm. Skor penilaian Nagaoka, penyembuhan luka P1 : skor 2, P2: skor 2 dan P3 :skor 2.Kesimpulan, pemberian terapi inframerah sangat efektif didalam penyembuhan luka insisi tikus putih jantan dan hasil skor menunjukkan penyembuhan sedang. Penyembuhan dengan terapi inframerah tidak terjadi granulasi yang dapat menimbulkan infeksi. 
THE HEAVY LOAD OF THE BACKPACK ON THE SHOULDER POSITION AT THE AGE OF 12-15 YEARS AT SMPN 56 SURABAYA Emilia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari; Ayly Soekanto
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i1.375

Abstract

Using backpacks causes many problems for the body and has a negative impact on the user. Continuous use of a backpack will cause irreversible changes to the user. The heavy load on a backpack doesn't just have an impact on shoulder pain. Analytical observational method with a cross-sectional approach, the research was carried out by weighing the bag, distributing questionnaires to assess the length of time the bag was used and age, and measuring the position of the right and left shoulders using a measuring scale. Results; bag weighing ± 3.52 kg with a minimum bag weight of 1.90 kg and a maximum of 7.6 kg. using the bag on average ±27.25 minutes, with a minimum time of 5 minutes and a maximum time of 120 minutes. The average left shoulder posture is ± 124.28, the minimum value is 108 and the maximum value is 145. The average right shoulder posture is ± 123.50, the minimum value is 107 and the maximum value is 141. Conclusion; there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's right shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.607 <0.05, there is no relationship between the weight of the bag used by the respondent and the posture of the respondent's left shoulder, as evidenced by the resulting significance value of 0.848 < 0.05, the weight of the bag used is still normal and has a value below 10% of the student's body weight.
A ANALISIS PENGGUNAAN ELECTRONIC HAND DYNAMOMETER UNTUK MENGUKUR KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN USIA 35-50 TAHUN Devi Dwi Rianti, Emillia; Yulianto S, David; Sobina, Boing; Solbiyah; Aisyah, Yeti
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.162

Abstract

Kekuatan otot adalah penggunaan otot sebagai indikator dalam diagnosis medis, seperti terjadinya penurunan kekuatan otot yang terjadi pada salah satu sisi tubuh sehingga dapat menjadi tanda terjadinya stroke pada seseorang. Tujuan penelitian menganalisis penggunaan alat electronic hand dynamometer untuk mengukur kekuatan genggaman tangan pada responden berusia 35 – 50 tahun. Metode dalam penelitian menggunakan deskriptif analitik dan dengan program SPSS versi 20, sampel sebanyak 30, teknik penelitian total sampling dengan karakteristik subyek penelitian , yaitu usia, kekuatan genggaman tangan, jenis kelamin. Penelitian menggunakan alat, electronic hand dynamometer, meja, dan kursi, pelaksanaan penelitian dengan melakukan genggaman tangan pada alat electronic hand dynamometer dengan posisi duduk, tangan diletakkan diatas meja dengan posisi 900. Hasil berdasarkan jenis kelamin wanita yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan sebanyak 12 orang (40%) berjenis kelamin pria, untuk usia antara 46-50 tahun sebanyak 15 orang (50%), 12 orang (40%) berusia 35-40 tahun, dan 3 orang (10%) usia 41-45 tahun. Kesimpulan, adanya pengaruh antara usia dan jenis kelamin dengan kekuatan genggaman tangan, maka jenis kelamin pria berusia produktif pada 35-50 tahun memiliki kekuatan genggaman rata-rata responden mempunyai kekuatan genggam sebesar 47,89 ± 14,63 Kg.
Tingkat Pemahaman Remaja Terhadap Pentingnya Vitamin D Sebagai Suplemen Imunitas Kesehatan Rongga Mulut dan Tulang Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emillia Devi Dwi; Sahadewa, Sukma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin D adalah mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh, bersifat larut dalam lemak. Vitamin D memiliki peran esensial dalam proses mineralisasi tulang dan meningkatkan imunitas tubuh. Defisiensi vitamin D pada remaja remaja dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk pertumbuhan yang terganggu, tulang yang rapuh, dan peningkatan risiko penyakit kronis. Tujuan rangkaian pengabdian masyarakat ini tidak lain sebagai langkah preventif dan menambahkan ilmu pengetahuan tentan defisiensi vitamin D. Metode yang digunakan melibatkan 70 siswa terdiri dari 35 laki-laki dan 35 perempuan, usia 12-15 tahun diambil secara acak dari 212 peserta kelas 7 SMPN 56 Surabaya. Responden mengisi kuesioner     pre-post dan post-test mengenai pemahaman vitamin D sebagai suplemen imunitas kesehatan rongga mulut dan tulang. Didapatkan peningkatan pemahaman dimana sebelum dan sesudah diadakannya edukasi, kategori pemahaman baik dari 47,14% menjadi 80%, kategori pemahaman sedang mengalami penurunan yaitu dari 30% menjadi 15,71%, dan kategori pemahaman yang buruk juga mengalami penurunan 22,86% menjadi tinggal 4,29%. Hal ini menunjukkan edukasi dinilai berhasil dan efektif. Remaja memahami pentingnya vitamin D sebagai suplemen daya tahan tubuh atau imunitas k     esehatan rongga mulut dan tulang.
Edukasi Konsumsi Makanan Manis pada Usia 9-13 Tahun di Desa Sukorejo, Kabupaten Gresik Dwi Rianti, Emillia Devi; Parmasari, Wahyuni Dyah; Sahadewa, Sukma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6591

Abstract

Kecenderungan masyarakat mengkonsumsi makanan manis yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, salah satunya diabetes melitus.  Pemeriksaan kadar gula darah menjadi penanda seseorang menderita diabetes. Tujuan memberi edukasi tentang makanan manis yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Metode,  menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan metode survei deskriptif untuk mengumpulkan data  mengenai   konsumsi makanan manis. Dalam mengedukasi siswa dengan memberikan paparan pengertian kadar gula darah, diabetes, makanan manis, serta jenis-jenis makanan manis, serta penyebab makanan manis, dan pengganti makanan manis. Semua paparan dikemas dalam fitur PowerPoint , dan selesai paparan siswa diberi kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa dalam penerimaan dari edukasi. Hasil, responden paham mengkonsumsi  makanan manis manis dapat menyebabkan penyakit  sebesar 87,8 %, dan sebesar 90,3 %  responden paham makan tinggi serat lebih sehat. Kesimpulan, hasil edukasi kepada siswa  yang menunjukkan  siswa dapat memahamin akibat dari   konsumsi makanan manis yang dapat menimbulkan penyakit, dan makanan serat tinggi sebagai pengganti makanan manis dapat menyehatkan. Kesimpulan, pemahaman  siswa MI desa Sukorejo akan  dampak konsumsi  makanan manis dapat meninkatkan kadar gula darah hingga menimbulkan penyakit diabetes, pemilihan makanan manis  lebih diutamakan dengan cara mengurangi makanan seperti coklat, permen dan cake, peningkatan pengetahuan siswa MI tentang  makan yang bergizi, dan kaya akan serat tinggi dapat mengurangi kadar gula darah tinggi.
The Overview of the Effectiveness of Infrared on the Healing Rate of Incision and Burn Wounds in Male White Rats Ama, Fuad; Purbowati, Rini; Rianti, Emillia Devi Dwi
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v5i2.235

Abstract

Infrared rays have low energy and their use does not cause toxic effects on the environment, so that infrared rays can balance and activate cells in the body, thin the blood, break down water molecules, and inhibit bacteria or fungi. Inhibition of bacterial or fungal growth in skin wounds that are often experienced and cause damage to epithelial tissue. The purpose of the study provides an overview of the effectiveness of infrared on the healing rate of incision wounds and burns in Wistar rats. The method with an experiment with a completely randomized design method, the sample used was 48 male white rats with 24 with incision wounds and 24 with burns. The results of the incision wound on the 12th day showed that there was a reduction in the length of the wound at P1 (0.1 cm), P2 (0.1 cm) and P3 (0.2 cm) so that with a wound length of 0.1 means healing has occurred. Burns on the 12th day there was a decrease in the diameter of the burn wound both at P1 = P2 = P3 = 0.3 cm. Conclusion The use of infrared therapy in the healing process of incision wounds and burns on days 9-12. Infrared wavelength 940 nm as near infrared produces heat, so the healing process is less than 14 days.
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam A F Listyawati Achmad Fathor Rosyid Agung Budi Setiawan Agung Budi Setiawan3 Agusniar Furkani Listyawati Aisyah, Yeti akhmad sudibya, akhmad Alvina, Adella Ama, Fuad Anias Farida Aryan Rafly Firdausy Ayly Soekanto Azka, Andra Agnes Al Boing Sobina Buana, Cikal Septy Candra Rini Hasanah Putri Danendra, I Made Dalu Daniel Okifrits Yeuwun David Yulianto S Davina Shofa Ari Agustina1 Dorta Simamora Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Enny Willianti, Enny Erny Erny Erny Erny Faise Riftika Agustin Fuad Ama Fuad Ama Furkani Lystyawati Geaneda Erli Inayah Handy Arief Hardiyanti, Anindya Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono HARMAN AGUSAPUTRA Hidayat, Muhamad Hutami, Gandes Indah Widyaningsih Indah Widyaningsih Jordhy Akbar Raja Krisnanda Juwono, Benedictus Prayogi Putera Kadek Berlia Narayani Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Lalu Ezi Maulana Putra Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Lilis Sulistyorini Maha Putri Dealofa Anugrah Illahu Marsyanda Rambu Kirana Meivy Isnoviana Muhammad Rifky Ramadhan Narayani, Kadek Berlia Ni Luh Ayu Citra Mutiarahati Ni Made Kharisma Triloka Nugraha, Wima Handika Nugroho Eko Wirawan Budianto NUGROHO EKO WIRAWAN BUDIANTO Nur Syefiatur Rohmah Nurachmawati Meindah Sari Nursanti, Paramitha Dwi Nurul Khasanah P O A Tania Pranaya, Randy Hadyan Puteri Salsabila Putri, Resa Putu Denny Tanaya, Putu Denny Putu Eza Ananta Villareal Rinov Putu Oky Ari Tania Putut Laksminto Emanuel Qorratul Aini R. Azizah Rachmat Widiyasningsi Raihan Hafizh Prasetyawan Ramadhany Nugroho Retno Wati Rini Purbowati Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Ryan Aditya Pratama Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sobina, Boing Solbiyah Solbiyah Sukma Sahadewa, Sukma Suryaningtyas, Andhini Della Syintia, Vindy Triloka, Ni Made Kharisma Wahyuni Dyah Parmasari, Wahyuni Dyah Wanda Zulaiha Yeti Aisyah Yulianto S, David