Claim Missing Document
Check
Articles

Mapping Perubahan Anatomi Musculus Face Pada Pemberian Paparan Inframerah dengan Akupuntur Soekanto, Ayly; Rianti, Emillia Devi Dwi; Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Hardiyono, Hardiyono
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.835 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i3.990

Abstract

Relaksasi pada otot wajah dapat melancarkan metabolisme tubuh dan mekanisme otot serta dapat menghilangkan kelelahan. Adanya kelelahan pada wajah memunculkan pengaruh pada anatomi musculus face (otot wajah). Terapi untuk mengurangi kelelahan yang tampak pada musculus face dapat berupa terapi inframerah dan akupuntur. Penelitian ini membandingkan diantara kedua jenis terapi tersebut. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik. Populasi terdiri dari pasien yang mengalami kelelahan. Sampel diperoleh dari 30 pasien, yaitu 15 orang terapi inframerah dan 15 akupuntur. Hasil data pasien menunjukkan terapi akupuntur seminggu 2 kali selama 30 menit, minimal 3 kali dan selama waktu 2 minggu menunjukkan hasil pada musculus face mengalami relaksasi dan terasa lebih elastis, gerakan motorik otot wajah terasa lebih lentur dan lebih sehat dibandingkan dengan terapi inframerah dengan penyinaran berjarak 50 cm, dalam seminggu 2-3 kali. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian paparan inframerah dengan akupuntur, pada musculus face lebih cepat mengalami relaksasi, otot lebih kenyal dan lentur dibandingkan yang mendapatkan terapi inframerah.
Efektivitas Paparan Sinar Inframerah dengan Variasi Waktu Paparan Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Listyawati, Agusniar Furkani; Rianti, Emillia Devi Dwi; Tania, Putu Oky Ari
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2022): Volume 7 Nomor 4, November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.844 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i4.1112

Abstract

Paparan sinar inframerah Near Infra Red (NIR) mengandung efek panas dengan panjang gelombang 0.78 – 3 μm. Penelitian ini bertujuan melihat kemampuan NIR menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan menggunakan variasi waktu paparan terhadap hambatan pertumbuhan. Metode penelitian eksperimental acak lengkap digunakan dengan empat kelompok perlakuan dari biakan Escherichia coli, yaitu K0, K1, K2 dan K3. Kelompok dibedakan berdasarkan waktu paparan infra merah dalam menit. Pada perlakuan 1(K1) yaitu diberikan paparan selama 25 menit, K2 diberikan paparan 30 menit, dan K3 diberi paparan 35 menit, sedangkan kelompok kontrol (K0) tanpa diberikan paparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan K3, jumlah bakteri Escherichia coli yang tumbuh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sebesar 131 koloni. Uji statistik dengan ANOVA didapatkan p value sebesar 0,000 yang berarti ada pemberian infra merah berbagai variasi waktu berpengaruh terhadap jumlah koloni Escherichia coli. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka waktu paparan terbaik yang diberikan paparan NIR adalah selama 35 menit.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Konsumsi Vitamin C Dan D Guna Meningkatkan Sistem Imunitasi Di Masa Pandemi Covid-19 Narayani, Kadek Berlia; Triloka, Ni Made Kharisma; Rianti, Emillia Devi Dwi
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 1 No. 2 (2022): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v1i2.687

Abstract

Virus Covid-19 yang berwujud sekelompok virus RNA (asam ribonukleat) strain tunggal positif yang terenkapsulasi dan memiliki banyak varian. Kesembuhan penderita Covid-19 dipengaruhi oleh sistem imun tubuhnya, tindakan pencegahan menjadi faktor utama. Tujuan yaitu, mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai konsumsi Vitamin C dan D guna meningkatkan sistem imunitas di masa pandemik. Metode penelitian deskriptif secara online dengan menggunakan googleform dengan total sampel penelitian sebanyak 103 sampel. Hasil data tingkat pengetahuan mengenai konsumsi vitamin C dan D sebesar 82,52% untuk vitamin C dan vitamin D sebesar 86,4%. Simpulan dari penelitian adalah responden sebagin besar tidak positive covid-19, dan telah melakukan Vaksin covid-19 dosis pertama dan kedua. Untuk tingkat pengetahuan masyarakat terhadap mengkonsumsi vitamin C dan D masuk dalam kategori Baik , artinya masyarakat banyak yang sudah paham manfaat dari mengkonsumsi vitamin C dan D bagi tubuh di masa pandemi.
Indeks DMF-T sebagai Faktor Risiko Terjadinya Maloklusi pada Anak Usia 9–12 Tahun di Kota Gresik Parmasari, Wahyuni Dyah; Devi Dwi Rianti, Emillia; Sahadewa, Sukma; Pranaya, Randy Hadyan; Salsabila, Puteri; Latifunisa, Shabira Hasna
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kerusakan gigi biasanya ditentukan dengan indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth), yang menunjukkan jumlah gigi permanen yang rusak, hilang, atau ditambal. Nilai DMF-T yang lebih tinggi menandakan kondisi kesehatan gigi anak yang semakin buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran indeks DMF-T sebagai faktor risiko terjadinya maloklusi pada anak usia 9–12 tahun di Kota Gresik. Metode: metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan subjek anak usia 9-12 tahun sebanyak 51 anak dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil: dari responden memiliki kategori DMF-T ringan (47,1%), diikuti sedang (41,2%), dan berat (11,8%), dan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh nilai p = 0,002 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,428, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: anak dengan indeks DMF-T sedang dan berat memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami maloklusi dibandingkan anak dengan DMF-T ringan.
A ANALISIS PENGGUNAAN ELECTRONIC HAND DYNAMOMETER UNTUK MENGUKUR KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN USIA 35-50 TAHUN Emillia Devi Dwi Rianti; David Yulianto S; Boing Sobina; Solbiyah; Yeti Aisyah
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.162

Abstract

Kekuatan otot adalah penggunaan otot sebagai indikator dalam diagnosis medis, seperti terjadinya penurunan kekuatan otot yang terjadi pada salah satu sisi tubuh sehingga dapat menjadi tanda terjadinya stroke pada seseorang. Tujuan penelitian menganalisis penggunaan alat electronic hand dynamometer untuk mengukur kekuatan genggaman tangan pada responden berusia 35 – 50 tahun. Metode dalam penelitian menggunakan deskriptif analitik dan dengan program SPSS versi 20, sampel sebanyak 30, teknik penelitian total sampling dengan karakteristik subyek penelitian , yaitu usia, kekuatan genggaman tangan, jenis kelamin. Penelitian menggunakan alat, electronic hand dynamometer, meja, dan kursi, pelaksanaan penelitian dengan melakukan genggaman tangan pada alat electronic hand dynamometer dengan posisi duduk, tangan diletakkan diatas meja dengan posisi 900. Hasil berdasarkan jenis kelamin wanita yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan sebanyak 12 orang (40%) berjenis kelamin pria, untuk usia antara 46-50 tahun sebanyak 15 orang (50%), 12 orang (40%) berusia 35-40 tahun, dan 3 orang (10%) usia 41-45 tahun. Kesimpulan, adanya pengaruh antara usia dan jenis kelamin dengan kekuatan genggaman tangan, maka jenis kelamin pria berusia produktif pada 35-50 tahun memiliki kekuatan genggaman rata-rata responden mempunyai kekuatan genggam sebesar 47,89 ± 14,63 Kg.
THE EFFECT OF AGE ON HAND GRIP STRENGTH IN THE ELDERLY IN KEDANYANG VILLAGE, KEBOMAS DISTRICT, GRESIK REGENCY Aryan Rafly Firdausy; Rianti, Emillia Devi Dwi; Willianti, Enny
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/e981rz27

Abstract

Background: According to UNICEF (United Nations International Children Fund), Indonesia is a country with an increasing elderly population structure, and survey results show that the number of elderly people in Indonesia from 1990 to 2025 has increased. Factors that affect the quality of life of the elderly are physical health, psychological health, environment, and social relationships. The health of the elderly has a status with declining health conditions that are affected by age. Objectives: To find out the influence age on hand grip strength in the elderly in Keldanyang Village, Kebomas District, Gresik Regency. Methods: The sampling technique uses the total sampling technique. The independent variable in this study is the strength of the hand grip and the dependent variable is balance. The control variables in this study included age, gender, BMI (Body Mass Index), and the place where the research data was taken. This study is a type of observational analytical research and uses a research design with a Cross-Sectional approach. Results The results of the correlation test also showed that there was a significant relationship between age and hand grip strength, as evidenced by an r-value of -0.272 and a significance of 0.049 ± 0.05. Conclusions: This means that there is a significant relationship between the age of the respondents and the strength of the hands of the elderly in Kedanyang Village, Kebomas District, Gresik Regency.2. In the results of the respondents' descriptions based on Table V.7, it can be seen that the average grip strength of the hands of men is 33,863 kg, while the average of women is 18,939 kg. However, at an average age of 57.21 years, both men and women fall into the normal category for hand grip strength.
HUBUNGAN USIA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENINGKATAN TEKANAN DARAH Juwono, Benedictus Prayogi Putera; Rianti, Emillia Devi Dwi; Budianto, Nugroho Eko Wirawan
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Usia mempunyai hubungan dengan peningkatan tekanan darah, di mana risiko hipertensi dan kecemasan akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan: mengetahui hubungan usia dengan tingkat kecemasan pada peningkatan tekanan darah. Metode: Penelitian dengan kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dan rancangan cross sectional, metode pengambilan sampel dengan cara incidental sampling yaitu atas pertimbangan jumlah peserta yang datang berobat pada pemeriksaan posyandu lansia, sampel sebanyak 33. Hasil : responden mempunyai tekanan darah terkontrol yaitu sebanyak 22 orang (66,7%) responden dan sebanyak 11 orang (33,3%) responden lainnya mempunyai tekanan darah tidak terkontrol. Hasil uji chi square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga ada hubungan antara usia dengan tekanan darah. Untuk tingkat kecemasan berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,606 > 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kecemasan dengan tekanan darah. Kesimpulan: penelitian ini terdapat hubungan usia dengan tingkat kecemasan pada peningkatan tekanan darah di posyandu lansia. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang disertai kecemasan ialah pihak posyandu lansia melakukan penyuluhan rutin dan tepat sasaran.
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Sakri , Brian Manggala; 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam; Nugraha, Wima Handika; Buana, Cikal Septy; Latifunnisa, Shabira Hasna; Rinov, Putu Eza Ananta Villareal; Rianti, Emillia Devi Dwi; Parmasari, Wahyuni Dyah
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berkurangnya melakukan olahraga, banyak dilakukan oleh lansia dengan segala alasan, seperti malas, tidak ada kesempatan. Lansia dengan fungsi dan kemampuan tubuh berkurang, maka perlunya melakukan olahraga, aktivitas fisik, mengkonsumsi vitamin sehingga mampu mencegah penyakit dan penurunan fungsi tubuh Tujuan: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Metode: mengetahui hubuangan olahraga dengan peningkatan tekanan darah pada lansia Hasil: pengukuran tekanan darah menunjukkan bahwa, dari 33 sampel yang digunakan dalam penelitian ini rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum 170/110 mmHg. sebagian besar responden terbiasa berolahraga dengan jalan santai minimal 30 menit dalam sehari yaitu sebanyak 23 orang (69,7%) responden dan sebanyak 10 orang (30,3%) responden lainnya tidak berolahraga rutin.Kesimpulan: tekanan darah terkontrol dan melakukan aktivitas olahraga secara teratur selama minimal 30 menit maka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,061 > 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kebiasaan olahraga dengan tekanan darah.
PERILAKU KONSUMSI AIR MINERAL PADA REMAJA USIA 13-15 TAHUN DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH DI SURABAYA Suryaningtyas, Andhini Della; Rianti, Emillia Devi Dwi; Pratama, Ryan Aditya
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang membutuhkan kecukupan hidrasi untuk mendukung fungsi fisiologis dan kognitif. Namun, banyak remaja yang belum memenuhi kebutuhan cairan harian dan cenderung memilih minuman manis dibandingkan air mineral. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi serta gangguan kesehatan jangka panjang. Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku konsumsi air mineral pada remaja usia 13–15 tahun di salah satu sekolah menengah di Surabaya serta menganalisis hubungan antara usia dan frekuensi konsumsi air mineral. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang terhadap 51 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai frekuensi konsumsi air mineral (sering/jarang). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden (94,1%) jarang mengonsumsi air mineral, sedangkan hanya 5,9% yang mengonsumsi secara sering. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan frekuensi konsumsi air mineral (p = 0,885). Kesimpulan: Perilaku konsumsi air mineral pada remaja masih tergolong rendah dan tidak dipengaruhi oleh faktor usia. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi dan promosi kesehatan terkait hidrasi yang adekuat bagi remaja.
ANALISIS DESKRIPTIF INDEKS DMF-T DAN MALOKLUSI PADA REMAJA USIA 13–14 TAHUN DI KOTA SURABAYA Parmasari, Wahyuni Dyah; Rianti, Emillia Devi Dwi; Sahadewa, Sukma; Kusuma, I Gusti Bagus Dharma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut pada remaja merupakan indikator penting dalam evaluasi status kesehatan masyarakat, khususnya melalui penilaian indeks DMF-T dan gambaran maloklusi. Remaja usia 13–14 tahun berada pada fase transisi dentisi yang rentan terhadap peningkatan angka karies serta perkembangan maloklusi yang dapat memengaruhi fungsi stomatognatik dan kualitas hidup. Tujuan: Total 50 rersMendeskripsikan tingkat indeks DMF-T serta pola maloklusi pada remaja usia 13–14 tahun di Kota Surabaya. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk data epidemiologis yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program promotif dan preventif kesehatan gigi, sekaligus sebagai acuan bagi tenaga kesehatan gigi dalam upaya deteksi dini dan intervensi yang lebih efektif. Metode: Peneliti memeriksa kelas 8A dan 8C total 50 orang siswa SMPN 56 Surabaya. Responden diperiksa secara klinis oleh seorang dokter gigi. Diamati dengan indeks DMF-T yaitu derajat keparahan gigi yang karies, hilang, dan tambalan. Kemudian dicatat derajat maloklusinya ringan, sedang, parah. Hasil: Nilai signifikansi uji Chi-Square sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks DMF-T dan kejadian maloklusi pada anak usia 14–15 tahun. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat DMF-T dan distribusi maloklusi yang signifikan pada kelompok usia tersebut, sehingga diperlukan strategi pencegahan yang lebih terarah serta peningkatan edukasi kesehatan gigi pada populasi remaja di Surabaya.
Co-Authors 'Izzuddin, Muhammad 'Azzam A F Listyawati Achmad Fathor Rosyid Agung Budi Setiawan Agung Budi Setiawan3 Agusniar Furkani Listyawati Aisyah, Yeti akhmad sudibya, akhmad Alvina, Adella Ama, Fuad Anias Farida Aryan Rafly Firdausy Ayly Soekanto Azka, Andra Agnes Al Boing Sobina Buana, Cikal Septy Candra Rini Hasanah Putri Danendra, I Made Dalu Daniel Okifrits Yeuwun David Yulianto S Davina Shofa Ari Agustina1 Dorta Simamora Emanuel, Endrayana Putut Laksminto Enny Willianti, Enny Erny Erny Erny Erny Faise Riftika Agustin Fuad Ama Fuad Ama Furkani Lystyawati Geaneda Erli Inayah Handy Arief Hardiyanti, Anindya Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono Hardiyono HARMAN AGUSAPUTRA Hidayat, Muhamad Hutami, Gandes Indah Widyaningsih Indah Widyaningsih Jordhy Akbar Raja Krisnanda Juwono, Benedictus Prayogi Putera Kadek Berlia Narayani Kusuma, I Gusti Bagus Dharma Lalu Ezi Maulana Putra Latifunisa, Shabira Hasna Latifunnisa, Shabira Hasna Lilis Sulistyorini Maha Putri Dealofa Anugrah Illahu Marsyanda Rambu Kirana Meivy Isnoviana Muhammad Rifky Ramadhan Narayani, Kadek Berlia Ni Luh Ayu Citra Mutiarahati Ni Made Kharisma Triloka Nugraha, Wima Handika Nugroho Eko Wirawan Budianto NUGROHO EKO WIRAWAN BUDIANTO Nur Syefiatur Rohmah Nurachmawati Meindah Sari Nursanti, Paramitha Dwi Nurul Khasanah P O A Tania Pranaya, Randy Hadyan Puteri Salsabila Putri, Resa Putu Denny Tanaya, Putu Denny Putu Eza Ananta Villareal Rinov Putu Oky Ari Tania Putut Laksminto Emanuel Qorratul Aini R. Azizah Rachmat Widiyasningsi Raihan Hafizh Prasetyawan Ramadhany Nugroho Retno Wati Rini Purbowati Rinov, Putu Eza Ananta Villareal Ryan Aditya Pratama Sakri , Brian Manggala Salsabila, Puteri Sobina, Boing Solbiyah Solbiyah Sukma Sahadewa, Sukma Suryaningtyas, Andhini Della Syintia, Vindy Triloka, Ni Made Kharisma Wahyuni Dyah Parmasari, Wahyuni Dyah Wanda Zulaiha Yeti Aisyah Yulianto S, David