Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Matematika menggunakan Model Pembelajaran Think-Pair-Share Pokok Bahasan Kubus dan Balok pada Peserta Didik Kelas VIII SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena Borean, Sutarman; Mangguali, Merlindaros S.; Rombe, Amos; Rumpaisum, Christine M.; Napitupulu, Citra R.
INTELEKTIUM INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v5i1.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas VIII B SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena dalam mempelajari mata pelajaran matematika pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dapat meningkatkan prestasi belasar peserta didik. Jenis dan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data gabungan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa upaya meningkatkan prestasi belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran kooperatif think-pair-share dianggap telah berhasil sesuai dengan indikator penelitiaan dimana 80% peserta didik telah mencapai standar KKM. Sekalipun masih ada beberapa peserta didik dengan peningkatan prestasi belajarnya tidak sesuai dengan harapan namun dalam penelitian ini yang menjadi tolak ukurnya adalah adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari siklus I ke siklus II sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share berhasil meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas VIII B SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena.
Penguatan Konsep Geometri Siswa Sekolah Dasar Melalui Demonstrasi Simetri Lipat Dan Simetri Putar : Penelitian Mindo H.Sinambela; Sutarman Borean; Yeheskiel Lolopayung
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4065

Abstract

Matematika adalah pelajaran yang diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Penanaman konsep dasar matematika sangat penting diberikan kepada siswa sekolah dasar khusus pada bidang geometri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakt ini bertujuan untuk memperkuat konsep dasar geometri siswa melalui demonstrasi simetri lipat dan simetri putar serta untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan demonstrasi dengan partisipatif yang melibatkan 30 siswa SD Harapan Baliem kelas 4, dosen dan mahasiswa Pendidikan matematika. Kegiatan meliputi pengenalan bangun datar, pendemonstrasian simetri lipat dan simetri putar, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendemonstrasian simetri lipat dan simetri putar dapat memperkuat konsep geometri siswa hal ini terlihat siswa dapat melakukan penempelan bangun datar dan menentukan jumlah simetri dan simetri putar dengan benar.
Frasa Adjektiva dalam Bahasa Bolakme: Kajian Semantik Yohanes Lose Dasilva; Febronius Densius Naja; Amelia Kaisiepo; Sutarman Borean
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1539

Abstract

This research aims to analyze adjectival phrases in the Bolakme language from a semantic perspective. The main focus of this research is on the form, structure, and meaning of adjectival phrases, as well as their comparison with equivalents in Indonesian to reveal the distinctive nuances of meaning in the Bolakme language. This research uses a descriptive qualitative approach, with data sources consisting of 30 adjectival phrases obtained through interviews, direct observation, and documentation. The sample was taken using purposive sampling with a total of 10 native Bolakme speakers as informants. The analysis technique uses meaning and context analysis methods. The research results show that adjectival phrases in the Bolakme language have a wealth of forms and meanings. Some phrases are formed by the repetition of morphemes to emphasize meaning, such as arek-arek which means "suddenly”. Phrases like maluk ekerak (failed) depict a combination of the meanings "dishonorable" and "fall," indicating a total failure. The phrase in egen amberi, which means "original," reflects a strong cultural identity. The phrases porok jegerak (absorbed) and wagangge (accepted) have deep semantic meanings related to the processes of social and psychological acceptance. In some cases, a word like maluk has a dual meaning, namely "despicable," "ugly," or "damaged," depending on the context. Thus, it can be concluded that adjectival phrases in the Bolakme language not only contain descriptive information but also reflect the worldview, cultural values, and collective experiences of its speakers. This research is expected to contribute to the preservation of regional languages in Papua and enrich semantic studies in local linguistics.
Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis Yohanes Lose Dasilva; Sutarman Borean; Lemurah Wenda; Paramma Paramma
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1573

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur frasa negasi dalam bahasa Walak yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bahasa Walak sebagai salah satu khazanah bahasa daerah memiliki ciri sintaksis yang unik dan belum banyak dikaji secara ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada leksikon dasar atau sistem fonologi bahasa Walak, tetapi belum menyentuh aspek sintaksisnya, khususnya pada frasa negasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan pencatatan kosakata yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa tolakan dalam bahasa Walak terbentuk dengan menggabungkan kata-kata negasi seperti inggudlek, dlek, negen, atau madluk dengan kata sifat atau kata kerja. Terdapat struktur tetap dan struktur fleksibel dalam pembentukan frasa negasi yang mencerminkan logika tutur masyarakat Walak yang unik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa penolakan dalam bahasa Walak tidak hanya memiliki fungsi linguistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan hubungan sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi bahasa daerah dan menjadi rujukan sintaksis dalam kajian linguistik lokal.
Persepsi Siswa SMA Anugrah Gloria Terpadu Terhadap Keterampilan Mengajar Mahasiswa PPL Prodi Pendidikan Matematika: persepsi keterampilan mengajar Sutarman Borean; Mindo Hotmaida Sinambela; Yeheskiel Lolopayung; Citra Ratna Napitupulu; Christine Mersi Rumpaisum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2068

Abstract

This research aims to analyze the perceptions of students at SMA Gloria Terpadu regarding the teaching skills of PPL students from the Mathematics Education Study Program at STKIP Abdi Wacana Wamena. The type and approach in this research are mixed methods. This research adopts the concurrent embedded strategy described by Creswell as part of the concurrent/embedded mixed method where the researcher collects quantitative and qualitative data simultaneously. The research sample was determined using purposive sampling techniques with specific criteria as limitations. The data collection techniques were carried out through questionnaires, interviews, and documentation. The research results show that students' perceptions of the teaching skills of PPL students from the Mathematics Education Study Program at STKIP Abdi Wacana Wamena at SMA Anugrah Gloria Terpadu are generally in the "high" category, with an average student response percentage of 82.20%. The highest percentage is in the skill of explaining lessons, which falls into the "high" category with a student response percentage of 87.86%. The lowest percentage is the skill of providing reinforcement from student responses, which is 75.71%. Therefore, PPL program students in the education field, as prospective teachers, need to enhance and develop their competencies related to reinforcement skills and implement effective variations to create a positive learning environment and motivate students.
PENDAMPINGAN BELAJAR OPERASI HITUNG DASAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA CitraRatna Napitupulu; Mindo Hotmaida Sinambela; Sutarman Borean; Christine M. Rumpaisum; Marlince Siep
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.450

Abstract

Keterampilan berhitung adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa dan merupakan komponen yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berhitung ini, siswa dapat dilatih sejak kecil. Namun pada kenyataannnya di SMP Biji Sesawi ditemukan bahwa keterampilan berhitung siswa masih relatif rendah, diperkuat dari pernyataan guru matematika sekolah tersebut bahwa siswa mereka masih mengalami masalah pada penguasaan konsep hitung dasar matematika. Menurut beberapa siswa kelas VII, penyebabnya adalah cara penyampaian materi yang tidak menarik, dengan lebih banyak ceramah panjang lebar yang membuat siswa bosan dan hanya guru yang berpartisipasi secara aktif. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran baru yaitu dengan menggunakan metode jari tangan yang juga dikenal sebagai jarimatika. Dalam kegiatan ini, peserta menerima materi teoritis dan teknis tentang jarimatika, serta instruksi tentang cara melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan yang cepat dan benar dengan menggunakan jari tangan. Kegiatan prakteknya meliputi latihan dan praktik dasar pengenalan jarimatika serta praktek penggunaan jarimatika untuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Kegiatan PkM yang dilaksanakan diikuti oleh 22 orang siswa kelas VII B. Pada pertemuan pertama dan terakhir, siswa diberi soal pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman mereka tentang penggunaan metode jarimatika tentang operasi penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, nilai rata-rata siswa lebih tinggi saat belajar menggunakan metode jarimatika dan berdasarkan angket yang disebarkan menunjukkan bahwa siswa dan guru memberikan respon positif terhadap penggunaan jarimatika pada pembelajaran Matematika.
PENDAMPINGAN BELAJAR TKA (TES KOMPETENSI AKADEMIK) MATEMATIKA SISWA KELAS VI DI LINGKUNGAN GEREJA SHALLOM WAMENA Mindo H. Sinambela; Citra R. Napitupulu; Christine M. Rumpaisum; Sutarman Borean; Barthon Wenda; Andinus Yanengga
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.11927

Abstract

The Academic Competency Test (TKA), established under Permendikdasmen Number 9 of 2025, positions academic achievement as one of the key indicators for student admission to the next level of education. The implementation of TKA in mathematics presents considerable challenges due to the reasoning-based and Higher Order Thinking Skills (HOTS) demands of its questions, causing many students to experience difficulties and anxiety. This community service activity aimed to enhance the academic readiness of sixth-grade students in facing the Mathematics TKA through a coaching-based learning assistance program. The activity was conducted over eight days (March 16–24, 2026) at the Shallom Sunday School Building in Wamena, involving 9 participants aged 11–12 years from several primary schools in the Wamena area. The method encompassed three stages: preparation, implementation, and evaluation. Academic readiness was measured through 40 evaluation items aligned with the TKA framework within a 120-minute session, supported by observational assessment throughout the program. Results demonstrated improved conceptual understanding in number operations, measurement, and two- and three-dimensional geometry. Participants also grew more familiar with reasoning-based question types and exhibited increased motivation and confidence. The program received full support from the church and parents as implementation partners, confirming that coaching-based TKA preparation effectively enhances academic readiness while strengthening collaboration between higher education institutions and the community. ABSTRAK Tes Kemampuan Akademik (TKA) berdasarkan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 menjadikan capaian akademik sebagai salah satu indikator penerimaan peserta didik ke jenjang pendidikan berikutnya. Pelaksanaan TKA pada mata pelajaran matematika menghadapi tantangan signifikan karena karakteristik soal yang menuntut kemampuan penalaran dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), sehingga banyak siswa mengalami kesulitan dan kecemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan akademik siswa kelas VI dalam menghadapi TKA Matematika melalui program pendampingan belajar berbasis coaching. Kegiatan dilaksanakan selama delapan hari (16–24 Maret 2026) di Gedung Sekolah Minggu Shallom Wamena, melibatkan 9 peserta berusia 11–12 tahun dari beberapa sekolah dasar di wilayah Wamena. Metode yang digunakan mencakup tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kesiapan akademik diukur melalui 40 butir soal evaluasi sesuai kisi-kisi TKA dengan alokasi waktu 120 menit, serta didukung pengamatan selama proses pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep matematika pada materi operasi bilangan, pengukuran, serta geometri bangun datar dan ruang. Peserta juga semakin familiar dengan tipe soal berbasis penalaran serta menunjukkan peningkatan motivasi dan kepercayaan diri. Program ini mendapat dukungan penuh dari pihak gereja dan orang tua, membuktikan bahwa pendampingan berbasis coaching efektif meningkatkan kesiapan akademik sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas.
Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Matematika menggunakan Model Pembelajaran Think-Pair-Share Pokok Bahasan Kubus dan Balok pada Peserta Didik Kelas VIII SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena Sutarman Borean; Merlindaros S. Mangguali; Amos Rombe; Christine M. Rumpaisum; Citra R. Napitupulu
INTELEKTIUM INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v5i1.1515

Abstract

This study aims to improve the learning achievement of students of class VIII B SMP "Nurul Haq" Yapis Wamena in studying mathematics subjects on the subject of volume of cubes and beams. The formulation of the problem in this study is whether the cooperative learning model type think-pair-share can improve the achievement of students. The type and technique of data analysis in this research is descriptive qualitative and quantitative combined data analysis. Data collection was done through tests, observation, and documentation. Based on the results of the study, it was concluded that efforts to improve students' learning achievement using the think-pair-share cooperative learning model were considered successful in accordance with the research indicators where 80% of students had reached the KKM standard. Even though there are still some students with increased learning achievement not in accordance with expectations, in this study the benchmark is the increase in the average score of students from cycle I to cycle II so that it can be concluded that the use of cooperative learning model type think-pair-share succeeded in improving the learning achievement of students of class VIII B SMP "Nurul Haq" Yapis Wamena.
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Siswa SMK Kelas XI Menentukan Fungsi dan Bukan Fungsi: Penelitian Mindo H.Sinambela; Sutarman Borean; Yeheskiel Lolopayung
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5139

Abstract

Kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika masih merupakan masalah yang terus dialami oleh siswa. Kesulitan yang terjadi bisa diakibatkan karena rendahnya pemahaman konsep awal siswa terhadap materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesulitan pemahaman konsep siswa menentukan fungsi dan bukan fungsi dan untuk mengetahui faktor penyebab siswa mengalami kesulitan memahami konsep. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK YPPGI pada semester Ganjil Tahun 2025 sebanyak 11. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakuka dengan tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, display data, dan kesimplan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua subjek penelitian mengalami kesulitan dalam mengkategorikan mana yang disebut domain dan kodomain, menjelaskan kembali mana yang merupakan fungsi dan bukan fungsi pada pasangan berurutan maupun pada diagram panah. Faktor siswa mengalami kesulitan dalam menjawab soal yang ada adalah karena siswa tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan,jarang mengulang pelajaran di rumah, tidak memiliki buku pelajaran di rumah dan mempunyai kemampuan daya ingat rendah sehingga mudah lupa pada pelajaran yang sudah disampaikan.
Pengaruh Penggunaan LKS Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP PGRI Wamena Pada Materi Segitiga Lepinus Gombo; Mindo H. Sinambela; Sutarman Borean; Rianti Parapa
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 1 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v2i1.616

Abstract

Lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia untuk mampu bersaing di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi era globalisasi. Guru merupakan salah satu bagian dari lembaga pendidikan yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan siswa. Sehingga, guru harus memiliki berbagai strategi agar pelajaran yang diberikan dapat disenangi dan dipahami oleh siswa. Penggunaan LKS terhadap Hasil Belajar Siswa ini merupakan pembelajaran yang dimana siswa di tuntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran.Metode penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian ini eksperimen.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP PGRI Wamena. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII a. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar kerja siswa (LKS) dan Teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah uji t dengan hasil 1,278 dan Sehingga diperoleh bahwa < yang berarti Tidak ada pengaruh yang siginifikan dalam penggunaan LKS terhadap hasil belajar matematika pada materi segitiga siswa kelas VII SMP PGRI Wamena yang dapat disebabkan oleh masih sulitnya siswa memahami pelajaran matematikan dan kemampuan awal yang sangat rendah. Berdasarkan hasil tes data peneliti di temukan bahwa hasil belajar pada pre-test dengan skor rata-rata 24,6 dan meningkat pada post-test dengan skor rata-rata 67,5.