Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Profil Kemampuan Awal Matematis Mahasiswa Baru Pendidikan Matematika STKIP Abdi Wacana Wamena Tahun Ajaran 2024/2025 Prodi Pendidikan Matematika Sinambela, Mindo H.; Napitupulu, Citra R.; Borean, Sutarman
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana profil kemampuan awal matematis mahasiswa baru pendidikan matematika tahun ajaran 2024/2025 dalam penguasaan materi SD, SLTP dan SMA. Jenis penelitian adalah deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes berupa pilihan berganda sebanyak 50 soal yang terdiri dari materi SD, SMP dan SMA. Subjek penelitian adalaha calon mahasiswa baru pendidikan matematika yang mengikuti tes seleksi penerimaan mahasiswa baru STKIP Abdi Wacana Wamena. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kemampuan awal matematis mahasiswa  tergolong kategori sangat rendah. Untuk materi tingkat SD kemampuan awal yang diterima 28 %, untuk Materi SD 25 % dan Untuk matri tingkat SMA 27 %.
Penerapan Pembelajaran Menyenangkan menggunakan Media Bantu Sederhana terhadap Anak-Anak di Kawasan Kopi-Kopi Honelama Rumpaisum, Christine M.; Sinambela, Mindo H.; Borean, Sutarman; Napitupulu, Citra R.; Wanimbo, Kojo
KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/kangmas.v5i1.1519

Abstract

Community Service activities of STKIP Abdi Wacana are carried out as a form of concern for educational conditions and at the same time as the implementation of the Tridharma of Higher Education. The characteristics of children at the age of pre-school, elementary school to junior high school in the Papua Mountains tend to be more interested in concrete things so that they need a more tangible learning tool. Learning habits experienced at school by taking notes make children uninterested in learning so that after school, they will spend their free time just playing without learning at all. Creating a fun learning atmosphere by utilising a simple learning aid and the concept of jarimatika is one option in attracting children's interest and motivation to learn. This is what underlies the Community Service activities by lecturers and students of STKIP Abdi Wacana Wamena. The implementation of Community Service activities is located in the Honelama Coffee area. Based on the results of brief oral interviews with the children who participated in the activities, it turned out that they were very happy with the new learning experience and different from what they experienced at school. In addition, the response of the children's parents was very positive where they hoped that children in the Honelama Coffee-Coffee Area could be given guidance on a regular basis.
Analisis Kesalahan Penyelesaian Soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (Spltv) Pada Siswa Kelas X Sma Pgri Wamena borean, Sutarman
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 4 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i4.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dalam mengerjakan soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) pada kelas X SMA PGRI Wamena. Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasiil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa kelas X SMA PGRI Wamena dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) yakni kesalahan pemahaman konsep dengan jumlah 8 (delapan) kesalahan yang dikategorikan “tinggi”, sedangkan untuk kesalahan prosedural dan kesalahan memahami soal cerita ditemukan dengan jumlah yang sama sebanyak 7 (tujuh) kesalahan dan berada pada kateori “rendah”. Kesalahan pemahaman konsep pada siswa dalam menerjemahkan soal berbentuk cerita kedalam bentuk persamaan linear, sering terkecoh dalam memahami simbol matematika, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan perhitungan dan berakhir pada jawaban hasil akhir yang tidak tepat dan kurang lengkap. Hal ini disebabkan karena kebiasaan belajar matematika siswa dimana lebih kepada menghafal serta berorientasi pada nilai sehingga kurang memahami konsep, prosedur, dan dalam memahami soal cerita pada materi SPLTV.
PENDAMPINGAN BELAJAR OPERASI HITUNG DASAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA Napitupulu, CitraRatna; Mindo Hotmaida Sinambela; Sutarman Borean; Christine M. Rumpaisum; Marlince Siep
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.450

Abstract

Keterampilan berhitung adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa dan merupakan komponen yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berhitung ini, siswa dapat dilatih sejak kecil. Namun pada kenyataannnya di SMP Biji Sesawi ditemukan bahwa keterampilan berhitung siswa masih relatif rendah, diperkuat dari pernyataan guru matematika sekolah tersebut bahwa siswa mereka masih mengalami masalah pada penguasaan konsep hitung dasar matematika. Menurut beberapa siswa kelas VII, penyebabnya adalah cara penyampaian materi yang tidak menarik, dengan lebih banyak ceramah panjang lebar yang membuat siswa bosan dan hanya guru yang berpartisipasi secara aktif. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran baru yaitu dengan menggunakan metode jari tangan yang juga dikenal sebagai jarimatika. Dalam kegiatan ini, peserta menerima materi teoritis dan teknis tentang jarimatika, serta instruksi tentang cara melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan yang cepat dan benar dengan menggunakan jari tangan. Kegiatan prakteknya meliputi latihan dan praktik dasar pengenalan jarimatika serta praktek penggunaan jarimatika untuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Kegiatan PkM yang dilaksanakan diikuti oleh 22 orang siswa kelas VII B. Pada pertemuan pertama dan terakhir, siswa diberi soal pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman mereka tentang penggunaan metode jarimatika tentang operasi penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, nilai rata-rata siswa lebih tinggi saat belajar menggunakan metode jarimatika dan berdasarkan angket yang disebarkan menunjukkan bahwa siswa dan guru memberikan respon positif terhadap penggunaan jarimatika pada pembelajaran Matematika.
Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Matematika menggunakan Model Pembelajaran Think-Pair-Share Pokok Bahasan Kubus dan Balok pada Peserta Didik Kelas VIII SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena Borean, Sutarman; Mangguali, Merlindaros S.; Rombe, Amos; Rumpaisum, Christine M.; Napitupulu, Citra R.
INTELEKTIUM INTELEKTIUM
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/int.v5i1.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas VIII B SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena dalam mempelajari mata pelajaran matematika pada pokok bahasan volume kubus dan balok. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dapat meningkatkan prestasi belasar peserta didik. Jenis dan teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data gabungan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa upaya meningkatkan prestasi belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran kooperatif think-pair-share dianggap telah berhasil sesuai dengan indikator penelitiaan dimana 80% peserta didik telah mencapai standar KKM. Sekalipun masih ada beberapa peserta didik dengan peningkatan prestasi belajarnya tidak sesuai dengan harapan namun dalam penelitian ini yang menjadi tolak ukurnya adalah adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari siklus I ke siklus II sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share berhasil meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas VIII B SMP “Nurul Haq” Yapis Wamena.
Analisis Faktor Preferensi Mahasiswa dalam Memilih Kampus STIKIP Abdi Wacana Wamena Berbasis Marketing Mix 7P: Analysis of Student Preference Factors in Choosing STKIP Abdi Wacana Wamena Campus Based on Marketing Mix 7P Paramma; Dasilva, Yohanes Lose; Kaisiepo, Amelia; Borean, Sutarman; Naja, Febronius Densius; Cahyo, Septian Tri
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1540

Abstract

Tingginya kompetisi di sektor pendidikan tinggi swasta menuntut perguruan tinggi menerapkan strategi pemasaran yang efektif, terutama dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi preferensi calon mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelompokkan faktor dominan preferensi mahasiswa dalam memilih STKIP Abdi Wacana Wamena berdasarkan konsep Marketing Mix 7P. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 94 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Abdi Wacana Wamena tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (32 butir pernyataan) dan dianalisis menggunakan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) dengan bantuan SPSS. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan secara bertahap untuk memurnikan instrumen. Dari 32 butir pernyataan awal, proses eliminasi CFA menghasilkan 8 butir valid (nilai KMO-MSA akhir 0.566 dan Cronbach's Alpha 0.937). Analisis faktor selanjutnya (metode Principal Component Analysis dan rotasi Varimax) berhasil mereduksi 8 butir valid tersebut menjadi 3 faktor utama yang memengaruhi preferensi mahasiswa, yaitu: (1) Faktor Orang (People), diwakili oleh kualitas dosen dan intensitas interaksi langsung kampus dengan calon mahasiswa; (2) Faktor Promosi (Promotion), diwakili oleh efektivitas kegiatan promosi kampus dan faktor sumber daya manusia yang terlibat; dan (3) Faktor Citra/Reputasi (Image), diwakili oleh citra, reputasi, kredibilitas kampus, dan faktor proses pelayanan. Faktor yang paling dominan dalam memengaruhi preferensi mahasiswa STKIP Abdi Wacana Wamena adalah Faktor Orang (People), yang menyerap varians terbesar sebesar 23.489%. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, terutama dosen, merupakan keunggulan kompetitif utama dan penentu keputusan bagi calon mahasiswa. Perguruan tinggi disarankan memprioritaskan investasi pada kualitas dan kompetensi dosen serta memperkuat interaksi personal dalam strategi penerimaan mahasiswa baru.
Penguatan Konsep Geometri Siswa Sekolah Dasar Melalui Demonstrasi Simetri Lipat Dan Simetri Putar : Penelitian Mindo H.Sinambela; Sutarman Borean; Yeheskiel Lolopayung
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4065

Abstract

Matematika adalah pelajaran yang diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Penanaman konsep dasar matematika sangat penting diberikan kepada siswa sekolah dasar khusus pada bidang geometri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakt ini bertujuan untuk memperkuat konsep dasar geometri siswa melalui demonstrasi simetri lipat dan simetri putar serta untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan demonstrasi dengan partisipatif yang melibatkan 30 siswa SD Harapan Baliem kelas 4, dosen dan mahasiswa Pendidikan matematika. Kegiatan meliputi pengenalan bangun datar, pendemonstrasian simetri lipat dan simetri putar, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendemonstrasian simetri lipat dan simetri putar dapat memperkuat konsep geometri siswa hal ini terlihat siswa dapat melakukan penempelan bangun datar dan menentukan jumlah simetri dan simetri putar dengan benar.
Frasa Adjektiva dalam Bahasa Bolakme: Kajian Semantik Yohanes Lose Dasilva; Febronius Densius Naja; Amelia Kaisiepo; Sutarman Borean
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1539

Abstract

This research aims to analyze adjectival phrases in the Bolakme language from a semantic perspective. The main focus of this research is on the form, structure, and meaning of adjectival phrases, as well as their comparison with equivalents in Indonesian to reveal the distinctive nuances of meaning in the Bolakme language. This research uses a descriptive qualitative approach, with data sources consisting of 30 adjectival phrases obtained through interviews, direct observation, and documentation. The sample was taken using purposive sampling with a total of 10 native Bolakme speakers as informants. The analysis technique uses meaning and context analysis methods. The research results show that adjectival phrases in the Bolakme language have a wealth of forms and meanings. Some phrases are formed by the repetition of morphemes to emphasize meaning, such as arek-arek which means "suddenly”. Phrases like maluk ekerak (failed) depict a combination of the meanings "dishonorable" and "fall," indicating a total failure. The phrase in egen amberi, which means "original," reflects a strong cultural identity. The phrases porok jegerak (absorbed) and wagangge (accepted) have deep semantic meanings related to the processes of social and psychological acceptance. In some cases, a word like maluk has a dual meaning, namely "despicable," "ugly," or "damaged," depending on the context. Thus, it can be concluded that adjectival phrases in the Bolakme language not only contain descriptive information but also reflect the worldview, cultural values, and collective experiences of its speakers. This research is expected to contribute to the preservation of regional languages in Papua and enrich semantic studies in local linguistics.
Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis Yohanes Lose Dasilva; Sutarman Borean; Lemurah Wenda; Paramma Paramma
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1573

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur frasa negasi dalam bahasa Walak yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bahasa Walak sebagai salah satu khazanah bahasa daerah memiliki ciri sintaksis yang unik dan belum banyak dikaji secara ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada leksikon dasar atau sistem fonologi bahasa Walak, tetapi belum menyentuh aspek sintaksisnya, khususnya pada frasa negasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan pencatatan kosakata yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa tolakan dalam bahasa Walak terbentuk dengan menggabungkan kata-kata negasi seperti inggudlek, dlek, negen, atau madluk dengan kata sifat atau kata kerja. Terdapat struktur tetap dan struktur fleksibel dalam pembentukan frasa negasi yang mencerminkan logika tutur masyarakat Walak yang unik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa penolakan dalam bahasa Walak tidak hanya memiliki fungsi linguistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan hubungan sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi bahasa daerah dan menjadi rujukan sintaksis dalam kajian linguistik lokal.
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Siswa SMK Kelas XI Menentukan Fungsi dan Bukan Fungsi: Penelitian Mindo H.Sinambela; Sutarman Borean; Yeheskiel Lolopayung
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5139

Abstract

Kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika masih merupakan masalah yang terus dialami oleh siswa. Kesulitan yang terjadi bisa diakibatkan karena rendahnya pemahaman konsep awal siswa terhadap materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesulitan pemahaman konsep siswa menentukan fungsi dan bukan fungsi dan untuk mengetahui faktor penyebab siswa mengalami kesulitan memahami konsep. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK YPPGI pada semester Ganjil Tahun 2025 sebanyak 11. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakuka dengan tes dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, display data, dan kesimplan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua subjek penelitian mengalami kesulitan dalam mengkategorikan mana yang disebut domain dan kodomain, menjelaskan kembali mana yang merupakan fungsi dan bukan fungsi pada pasangan berurutan maupun pada diagram panah. Faktor siswa mengalami kesulitan dalam menjawab soal yang ada adalah karena siswa tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan,jarang mengulang pelajaran di rumah, tidak memiliki buku pelajaran di rumah dan mempunyai kemampuan daya ingat rendah sehingga mudah lupa pada pelajaran yang sudah disampaikan.