Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tuhfah Al Mawdud bi Ahkam al Mawlud: Seni Mendidik Anak ala Ibn Qayyim al Jauziyah AR, Zaini Tamin; Mollah, Moch. Kalam; Mo'tasim, Mo'tasim
JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 7 No. 2 (2022): JOIES (Journal of Islamic Education Studies), December
Publisher : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/joies.2022.7.2.143-158

Abstract

“Seni mendidik anak”, sebagai sebuah istilah, mewakili urgensi pendidikan di lingkungan keluarga yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak. Terbukti bahwa dalam lingkungan keluarga, anak memang memperoleh berbagai pengetahuan, pengalaman, aktivitas dan mendapatkan pengasuhan dari orang tua. Dalam tulisan ini akan dianalisis seni mendidik anak dalam pandangan Ibn al Qayyim al Jauziyah yang masih relevan dengan kehidupan saat ini. Penelitian pustaka ini menemukan bahwa, menurut Ibn al Qayyim, mendidik anak harus sejak dini, dimulai dengan memahami fitrah anak, pemberian ASI eksklusif, melatih berbicara, mengatur pola makan, hingga menanamkan pendidikan akhlak. Dari pendapat tersebut, dapat disarikan bahwa terdapat tiga pendekatan dalam mendidik anak: pertama, biologis, dilakukan dengan memandang anak sebagai untuk entitas yang tumbuh. Sehingga beberapa upaya dilakukan untuk menopang pertumbuhannya. Kedua, psikologis, meniscayakan bahwa anak adalah manusia yang berkembang. Itu sebabnya anak harus diberikan stimulus positif untuk perkembangannya. Ketiga, pendekatan teologis, yang merupakan pangkal dari dua pendekatan sebelumnya. Melalui pendekatan ini, setiap anak harus dikenalkan dengan tauhid, disinari dengan ajaran agama dan diajarkan nilai-nilai akhlak. Maka, mendidik anak tidaklah mudah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ia membutuhkan proses yang harus dilalui secara bertahap, sinergis dan berkelanjutan.
Relasi Kuasa Kiai Pesantren dan Pejabat Publik dalam Merumuskan Kebijakan Pendidikan Islam di Madura (Analisis Teori Kekuasaan Michel Foucault) Rusydiyah, Evi; AR, Zaini Tamin
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.84 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.27-50

Abstract

One interesting political phenomenon today is the figure of the Kiai, who has a strong influence, both in communication and policy formulation. This study aims to analyze the relationship between pesantren Kiai and public officials in formulating Islamic education policies from the perspective of Michel Foucault. The method used in this research is qualitative by using naturalistic interpretative. Data collection techniques using interviews, observation, and capture literature. The results of this study reveal the relationship between pesantren Kiai and public officials are; 1) Patriarch. This relationship is a form of leadership that is based on relationships and leadership that is led. In social structure, Kiai is categorized as an elite structure. The Kiai has a strong formal and informal authority; 2) Collegial. This relationship is a bond or relationship like a partner or colleague (colleague). A collegial relationship occurs where several places can influence each other with different strengths. Both forms of relations in the Foucault’s opinion occur because the Kiai has the power of science and public power that has political power. Relations between the occur in the formality of the Madurese community.
Kontribusi Sekolah Ramah Anak terhadap Pencegahan Bullying Permatasari, Annisaa; AR, Zaini Tamin
An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taswirul Afkar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64469/an-nafah.v3i2.44

Abstract

Pada era globalisasi, terdapat banyak kasus bullying atau perundungan khususnya terjadi pada lingkungan sekolah. Faktanya kasus ini terjadi dalam bentuk perbuatan verbal, fisik, psikologis yang mengakibatkan korban merasa tidak nyaman. Isu ini sangat menarik untuk dibahas ditengah isu-isu tentang bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekitar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan mengenai seberapa berkontribusinya sekolah ramah anak dalam mencegah bullying. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode pengumpulan data pustaka (library research) tanpa melakukan penelitian secara langsung atau turun ke lapangan. Bullying dapat menyebabkan anak-anak kehilangan karakter, seperti egois, memiliki watak yang keras, sering marah dan emosi. Tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan pencegahan yang harus dilakukan pada lembaga-lembaga formal termasuk di sekolah.Selain itu, masyarakat juga harus mendukung kegiatan pencegahan tindakan perundungan ini dengan cara mewujudkan lingkungan masyarakat yang aman dan nyaman bagi anak-anak agar bisa meminimalisir terjadinya perundungan. Dengan hal ini penulisan artikel bertujuan untuk menghasilkan penjelasan tentang kontribusi sekolah ramah anak terhadap pencegahan bullying.
Problematika Implementasi Program Baca Tulis al-Qur’an di SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo Al-Farabi, Muhammad Abdul Aziz; Nashiruddin, Mohammad; AR, Zaini Tamin
An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taswirul Afkar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64469/an-nafah.v4i1.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika dalam implementasi Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa kendala baik dari sisi peserta didik maupun guru yang menghambat keberhasilan program BTQ. Beberapa problematika yang ditemukan diantaranya adalah keterlambatan siswa, kurangnya minat siswa, serta kekurangan guru pengajar BTQ. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan implementasi program BTQ di SMP Negeri 3 Waru Sidoarjo
Merajut Iman di Pulau Dewata: Pola Pendidikan Islam bagi Muallaf dalam Jaring Sosial-Kultural Bali Yafi, Muhammad Ali; Mahmud, Amir; AR, Zaini Tamin
An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taswirul Afkar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64469/an-nafah.v4i1.51

Abstract

Perkembangan jumlah muallaf di Indonesia tidak hanya mencerminkan dinamika sosial-keagamaan, tetapi juga menuntut perhatian serius dalam aspek pembinaan dan pendidikan agama Islam. Studi ini menyoroti pola pendidikan agama Islam bagi muallaf di Yayasan Muallaf Al-Yumna, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali strategi pembinaan muallaf melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembinaan muallaf di yayasan ini mengadopsi pendekatan multidimensional, yakni pendekatan psikologis, sosial-religius, dan pemberdayaan ekonomi. Pola pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui metode struktural, non-struktural, dan kultural, yang meliputi pengajian, kajian keIslaman, serta kegiatan sosial-keagamaan seperti tradisi kethok semprong dan rudat. Meskipun sebagian muallaf telah mampu menginternalisasi ajaran Islam secara utuh, masih terdapat tantangan dalam aspek praktik keagamaan sehari-hari, khususnya dalam pelaksanaan ibadah wajib. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pendampingan yang lebih komprehensif serta keterlibatan komunitas Muslim yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan pembinaan muallaf di Indonesia.