Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar Sebagai Pendahuluan Uji Terapi Ektrak Daun Bandotan: Description of Blood Glucose Levels In Wistar Rats as an Introduction to The Therapy Test of Bandotan Leaf Extract Kurniasiwi, Putri; Rosa, Hilari Rio; Nastiti, Nastiti; Maulana, Mochamad Rizal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7094

Abstract

Diabetes Melitus (DM) termasuk salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia maupun di dunia. Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dengan penderita diabetes sebanyak 10,7 juta pada tahun 2019 dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 13,7 juta pada tahun 2030 dan 16,6 juta pada tahun 2045 (1,2). Komplikasi yang terjadi pada penderita DM adalah karena kerusakan dan kematian sel yang disebabkan peningkatan stress oksidatif dan aktivitas mediator inflamasi temasuk interleukin-6 (Il-6). Pemberian obat hipoglikemi oral pada pasien DM tidak menunjukkan perbaikan pada stress oksidatif. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan untuk pasien DM yang dapat menurunkan stress oksidatif dan mediator inflamasi serta mendukung kerja antioksidan endogen. Daun bandotan merupakan tanaman yang mengandung antioksidan dan digunakan sebagai obat tradisional untuk pasien DM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar guloksa darah sebetlum terapi ekstrak daun bandotan. Penelitian ini menggunakan tikus wistar jantan yang diinduksi dengan streptozotocin (stz) untuk menjadi DM tipe 2. Kemudian diperiksa kadar glukosa darah pada hari ke lima setelah induksi stz. Hasil menunjukkan secara keseluruhan kadar glukosa darah telah mencapai lebih dari 200 mg/dl. Hal tersebut menunjukkan bahwa tikus telah mengalami hiperglikemi dan bisa dilanjutkan untuk perlakuan terapi.
The Effects of Sungkai Leaf and Cinnamon Bark Extracts on MDA and IL-10 in MSG Induced Chronic Kidney Disease in Wistar Rats Afrianti, Dina; Maulana, Mochamad Rizal; Sakdiah, Siti; Febriyani, Erisa; Wahyudi, Wahyudi; Ali, Irwan
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v11i2.661

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) is known to trigger oxidative stress and inflammation, contributing to kidney tissue damage. This study aimed to evaluate the protective effects of sungkai leaf extract (Peronema canescens Jack) and cinnamon bark extract (Cinnamomum burmannii) on kidney histology, as well as malondialdehyde (MDA) and interleukin-10 (IL-10) levels in male Wistar rats induced with excessive MSG. A total of 30 rats were divided into six groups: normal control, positive control (MSG only), and four treatment groups receiving MSG alongside sungkai leaf extract (28 mg or 56 mg) or cinnamon bark extract (4% or 8%) for 10 days. MDA and IL-10 levels were measured using ELISA, and kidney tissue was examined histologically. The results showed that both extracts significantly reduced MDA (P= 0,000)  levels and increased IL-10 (P= 0,000)   levels compared to the positive control. The most prominent protective effect was observed in the group treated with 56 mg of sungkai leaf extract, followed by the 8% cinnamon bark group. Histopathological analysis revealed notable improvements in kidney structure, approaching normal conditions in treated groups. These findings suggest that sungkai leaf and cinnamon bark extracts, particularly at higher doses, offer protective benefits against MSG-induced kidney damage through antioxidant and anti-inflammatory mechanisms.