Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Pembuatan Nugget Sayur dan Buah Sebagai Makanan Alternatif untuk Kecukupan Konsumsi Harian Sayur dan Buah Balita Pascabencana pada Masyarakat Kelurahan Duyu Kota Palu Putri, Linda Ayu Rizka; Hijra, HIjra; Septianindi, Septianindi; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Bandong, Nelton Marcelino
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1024

Abstract

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Selain menyediakan zat gizi, sayur dan buah juga memiliki senyawa fitokimia yang dapat berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan senyawa fungsional lain seperti glikemik yang rendah. Pengolahan sayur dan buah menjadi nugget dikalangan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak balita. Namun, praktik pembuatan nugget sayur dan buah ini belum umum dilakukan secara mandiri di rumah tangga termasuk di Kelurahan Duyu. Tingkat pendidikan dan pendapatan yang tersegmentasi menjadi salah satu karakteristik masyarakat di Kelurahan Duyu, selain itu prevalensi stunting di kelurahan ini juga masih membutuhkan intervensi serius. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta dan melakukan demo pembuatan nugget sayur dan buah. Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat mengetahui cara membuat aneka nugget berbasis sayur dan buah yang lebih menarik, bervariatif dan bergizi, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Duyu Kota Palu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah: 1) Metode demo : digunakan untuk menjelaskan materi dan melakukan demo cara membuat nugget. 2) Metode praktik : digunakan bagi peserta untuk membuat nugget sebagaimana yang telah didemokan . 3) Metode Diskusi : Dilakukan setelah kegiatan selesai kegiatan pelatihan untuk mengetahui respon peserta. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah masyarakat Kelurahan Duyu Kota Palu. Hasil pengabdian berupa terlaksananya edukasi pembuatan nugget, serta demo dan pembagian nugget kepada masyarakat Kelurahan Duyu, Kota Palu.
Barriers to Oral Proficiency: Exploring Causes of Speaking Inhibition in EFL Learners Hijra, Hijra; Rahim, Titin Rahmiatin; Syarif, Andi Rachmawati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 2 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i2.1168

Abstract

This study investigates the underlying factors contributing to speaking inhibition among English as a Foreign Language (EFL) learners, with a particular focus on barriers to oral proficiency. Despite the increasing emphasis on communicative competence in language education, many EFL students experience significant challenges when it comes to speaking English fluently and confidently. Through a qualitative approach, this research explores factors that hinder students' oral proficiency from both signs of inhibition and internal factors include language anxiety, lack of self-confidence, and fear of making mistakes. Data were collected through classroom observation and interviews involving thirteen (13) EFL learners who were taking Basic Speaking Course. The findings from observation reveal that mostly students showed less eye contact more often than other inhibition signs such as rubbing the palms and staggered voice during their speaking practice at classroom. While from interview result, it was found that students mostly experienced the inhibition factor in a combination of language barriers and psychological problems such as anxiety and fear of making mistakes. This paper discusses these elements in detail and offers recommendations for educators to create a more supportive and conducive environment for developing students' oral proficiency. By addressing these barriers, educators can better facilitate EFL learners' ability to communicate effectively in English.
Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Keterampilan Berbicara Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Pongtiku II Hijra, Hijra; Hamsiah, Andi; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6219

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II di UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui tes lisan, observasi, dan dianalisis dengan uji-t berpasangan serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan berbicara sebesar 3,15 poin, meskipun nilai N-Gain rata-rata tergolong rendah yaitu 0,01060. Peningkatan terjadi pada indikator kelancaran, kejelasan pengucapan, penggunaan kosakata, dan keberanian berbicara. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara secara bertahap. Temuan ini memperkuat teori perkembangan kognitif dan sosial yang relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hasil, pendekatan ini dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa sejak dini. Speaking skill is a crucial component of language acquisition that must be developed from the elementary school level. This study aims to examine the effectiveness of the scientific approach in improving the speaking skills of second-grade students at UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. The method employed is an experimental design using a one group pre-test-post-test model. The research subjects consisted of 27 students selected through simple random sampling. Data were collected using oral tests and observation sheets, and analyzed through paired t-tests and N-Gain calculations. The results revealed an increase of 3.15 points in speaking performance, although the average N-Gain score was relatively low at 0.01060. Improvement was noted in fluency, clarity of pronunciation, vocabulary usage, and speaking confidence. The scientific approach enabled students to be actively engaged in observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating, which gradually enhanced their speaking proficiency. These findings support relevant cognitive and social development theories within the context of Indonesian language learning. Despite some limitations in the magnitude of improvement, the scientific approach proves to be an effective alternative instructional strategy for fostering communication skills in early education.
IMPLEMENTASI POMPA AIR TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN PENDAPATAN: KASUS KELOMPOK TANI WANITA ADELWEIS, KELOMPOK MAWA, KOTA PALOPO Rahmawati, Hilda; Suhardi, Suhardi; Sohriati, Eva; Hijra, Hijra
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3019

Abstract

Food security is a fundamental aspect of rural development, particularly for smallholder farming groups that rely heavily on natural resources. The Adelweis Farmer Group, consisting of ten women farmers located in Mawa Subdistrict, Sendana District, Palopo City, has long struggled with limited agricultural productivity due to reliance on manual irrigation and unfavorable market conditions. In response, a training and mentoring program was initiated to utilize Solar Power Plants (PLTS) as an alternative energy source to operate water pumps for irrigation. The initiative also included capacity building in resource management, product packaging, and marketing strategies. This study aims to evaluate the effectiveness of PLTS implementation in enhancing crop productivity, particularly water spinach (Ipomoea aquatica), and its impact on increasing farmer income. A qualitative-descriptive method was employed through field observations, in-depth interviews, and documentation. Findings revealed that the use of solar energy not only reduced operational costs but also expanded cultivated areas and increased harvesting frequency. Consequently, farmers’ income significantly improved, and agricultural product distribution became more efficient. These results highlight the critical role of integrating renewable energy technologies in small-scale agriculture as a strategy for sustainability and local food security.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN DI KEPOLISIAN RESOR KOTA BESAR MAKASSAR Hijra, Hijra; Renggong, Ruslan; Madiong , Baso
Indonesian Journal of Legality of Law Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Legality of Law, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ijlf.v8i1.6692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penegakan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sebagai pelaku tindak pidana kekerasan di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan anak dalam tindak pidana tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar terhadap anak pelaku tindak pidana kekerasan mencakup tahapan penyelidikan, penyidikan, penangkapan, penahanan, penggeledahan, serta penyitaan, yang dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip perlindungan hukum bagi anak. Aparat penegak hukum juga berupaya memenuhi hak-hak anak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta menjalin kerja sama dengan lembaga terkait seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Adapun faktor yang menyebabkan anak melakukan tindak pidana kekerasan antara lain faktor keluarga, pendidikan, dan ekonomi. Oleh karena itu, penegakan hukum terhadap anak harus dilakukan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Peningkatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi hal penting dalam mencegah keterlibatan anak dalam tindak pidana serta mendukung pelaksanaan sistem peradilan pidana anak yang berkeadilan dan restoratif. This study aims to analyze the form of law enforcement against children in conflict with the law as perpetrators of violent crimes in the jurisdiction of the Makassar City Police (Polrestabes), and to identify the factors underlying the involvement of children in these crimes. The research method used is normative legal research, with a statutory and conceptual approach. The data are sourced from primary, secondary, and tertiary legal materials and analyzed qualitatively. The results of the study indicate that law enforcement carried out by the Makassar Police against child perpetrators of violent crimes includes the stages of investigation, inquiry, arrest, detention, search, and confiscation, all carried out in accordance with the principles of legal protection for children. Law enforcement officers also strive to uphold children's rights in accordance with the provisions of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, and collaborate with relevant institutions, such as the Correctional Center (Bapas) and the Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children (P2TP2A). Factors that cause children to commit violent crimes include family, educational, and economic factors. Therefore, law enforcement against children must be carried out professionally, humanely, and oriented toward the child's best interests. Enhancing the roles of families, schools, and communities is crucial to preventing children from engaging in crime and to supporting the implementation of a just and restorative juvenile criminal justice system.
Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Keterampilan Berbicara Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Negeri Pongtiku II Hijra, Hijra; Hamsiah, Andi; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6219

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pendekatan saintifik dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas II di UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test-post-test. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui tes lisan, observasi, dan dianalisis dengan uji-t berpasangan serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan berbicara sebesar 3,15 poin, meskipun nilai N-Gain rata-rata tergolong rendah yaitu 0,01060. Peningkatan terjadi pada indikator kelancaran, kejelasan pengucapan, penggunaan kosakata, dan keberanian berbicara. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara secara bertahap. Temuan ini memperkuat teori perkembangan kognitif dan sosial yang relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam hasil, pendekatan ini dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa sejak dini. Speaking skill is a crucial component of language acquisition that must be developed from the elementary school level. This study aims to examine the effectiveness of the scientific approach in improving the speaking skills of second-grade students at UPT SPF SD Negeri Pongtiku II, Makassar. The method employed is an experimental design using a one group pre-test-post-test model. The research subjects consisted of 27 students selected through simple random sampling. Data were collected using oral tests and observation sheets, and analyzed through paired t-tests and N-Gain calculations. The results revealed an increase of 3.15 points in speaking performance, although the average N-Gain score was relatively low at 0.01060. Improvement was noted in fluency, clarity of pronunciation, vocabulary usage, and speaking confidence. The scientific approach enabled students to be actively engaged in observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating, which gradually enhanced their speaking proficiency. These findings support relevant cognitive and social development theories within the context of Indonesian language learning. Despite some limitations in the magnitude of improvement, the scientific approach proves to be an effective alternative instructional strategy for fostering communication skills in early education.