Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Pembuatan Nugget Sayur dan Buah Sebagai Makanan Alternatif untuk Kecukupan Konsumsi Harian Sayur dan Buah Balita Pascabencana pada Masyarakat Kelurahan Duyu Kota Palu Putri, Linda Ayu Rizka; Hijra, HIjra; Septianindi, Septianindi; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Bandong, Nelton Marcelino
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1024

Abstract

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Selain menyediakan zat gizi, sayur dan buah juga memiliki senyawa fitokimia yang dapat berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan senyawa fungsional lain seperti glikemik yang rendah. Pengolahan sayur dan buah menjadi nugget dikalangan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada anak balita. Namun, praktik pembuatan nugget sayur dan buah ini belum umum dilakukan secara mandiri di rumah tangga termasuk di Kelurahan Duyu. Tingkat pendidikan dan pendapatan yang tersegmentasi menjadi salah satu karakteristik masyarakat di Kelurahan Duyu, selain itu prevalensi stunting di kelurahan ini juga masih membutuhkan intervensi serius. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta dan melakukan demo pembuatan nugget sayur dan buah. Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat mengetahui cara membuat aneka nugget berbasis sayur dan buah yang lebih menarik, bervariatif dan bergizi, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Duyu Kota Palu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah: 1) Metode demo : digunakan untuk menjelaskan materi dan melakukan demo cara membuat nugget. 2) Metode praktik : digunakan bagi peserta untuk membuat nugget sebagaimana yang telah didemokan . 3) Metode Diskusi : Dilakukan setelah kegiatan selesai kegiatan pelatihan untuk mengetahui respon peserta. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah masyarakat Kelurahan Duyu Kota Palu. Hasil pengabdian berupa terlaksananya edukasi pembuatan nugget, serta demo dan pembagian nugget kepada masyarakat Kelurahan Duyu, Kota Palu.
Barriers to Oral Proficiency: Exploring Causes of Speaking Inhibition in EFL Learners Hijra, Hijra; Rahim, Titin Rahmiatin; Syarif, Andi Rachmawati
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 2 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i2.1168

Abstract

This study investigates the underlying factors contributing to speaking inhibition among English as a Foreign Language (EFL) learners, with a particular focus on barriers to oral proficiency. Despite the increasing emphasis on communicative competence in language education, many EFL students experience significant challenges when it comes to speaking English fluently and confidently. Through a qualitative approach, this research explores factors that hinder students' oral proficiency from both signs of inhibition and internal factors include language anxiety, lack of self-confidence, and fear of making mistakes. Data were collected through classroom observation and interviews involving thirteen (13) EFL learners who were taking Basic Speaking Course. The findings from observation reveal that mostly students showed less eye contact more often than other inhibition signs such as rubbing the palms and staggered voice during their speaking practice at classroom. While from interview result, it was found that students mostly experienced the inhibition factor in a combination of language barriers and psychological problems such as anxiety and fear of making mistakes. This paper discusses these elements in detail and offers recommendations for educators to create a more supportive and conducive environment for developing students' oral proficiency. By addressing these barriers, educators can better facilitate EFL learners' ability to communicate effectively in English.