Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Usia Kehamilan, Jarak Kehamilan dan Komplikasi Kehamilan, Antenatal Care dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Silaban, Verawaty Fitrinelda; Masniar, Masniar; Masna, Masna; Marwani, Marwani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14497

Abstract

ABSTRACT One of the causes of newborn deaths is low birth weight (LBW) babies. LBW babies have a greater risk of experiencing morbidity and mortality than babies born with normal weight. The aim of this study was to determine the relationship between gestational age, pregnancy distance and pregnancy complications, antenatal care with the incidence of low birth weight (LBW) babies. The design used in this research is a case control study design. The population in this study was 56 mothers who had babies at the Harapan Kita Dian Center Clinic, Batam City. The sampling technique uses saturated sampling or total sampling. Research data analysis was univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the study explain that there is a relationship between gestational age and the incidence of low birth weight babies (LBW) with a p-value of 0.004, there is a relationship between pregnancy distance and the incidence of low birth weight babies (LBW) with a p-value of 0.000, there is a relationship between pregnancy complications and the incidence. Low birth weight (LBW) babies with a p-value of 0.023 and there is a relationship between antenatal care and the incidence of low birth weight (LBW) babies with a p-value of 0.004. The conclusion of the research is that there is a relationship between gestational age, pregnancy distance and pregnancy complications, antenatal care with the incidence of low birth weight (LBW) babies. Keywords: Gestational Age, Pregnancy Spacing, Complications, Antenatal Care, LBW  ABSTRAK Salah satu penyebab kematian bayi baru lahir adalah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami morbiditas dan mortalitas daripada bayi lahir yang memiliki berat badan normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan usia kehamilan, jarak kehamilan dan komplikasi kehamilan, antenatal care dengan kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancang bangun studi case control (kasus kontrol). Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi sebanyak 56 orang di Klinik Harapan Kita Dian Center Kota Batam. Tehnik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh atau total sampling. Analisa data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada hubungan Usia Kehamilan dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,004, ada hubungan jarak kehamilan dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,000, ada hubungan komplikasi kehamilan dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,023 dan ada hubungan antenatal care dengan Kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai p-value 0,004. Kesimpulan penelitian adalah ada Hubungan usia kehamilan, jarak kehamilan dan komplikasi kehamilan, antenatal care dengan kejadian Bayi berat Lahir Rendah (BBLR). Kata Kunci: Usia Kehamilan, Jarak Kehamilan, Komplikasi, Antenatal Care, BBLR
STRATEGI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KECAMATAN ENREKANG KABUPATEN ENREKANG Masna, Masna
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3551

Abstract

Sanitasi sebagai aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena terkait dengan kesehatan, gaya hidup, kondisi lingkungan hunian, dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Sanitasi merupakan faktor yang erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan.Sanitasi seringkali dianggap sebagai masalah sekunder, sehingga seringkali terpinggirkan dari masalah lainnya, namun seiring tuntutan peningkatan standar kualitas hidup masyarakat, peningkatan tingkat polusi lingkungan dan keterbatasan daya dukung lingkungan itu sendiri membuat sanitasi menjadi aspek pembangunan yang harus diperhatikan. Masih sering ditemukan bahwa aspek pembangunan sanitasi, yaitu air limbah yang dilengkapi dengan sampah padat masih belum optimal. Kondisi ini berdampak buruk terhadap lingkungan. Berbagai penyakit yang penyebarannya melalui media air (water borne disease) pernah diderita oleh masyarakat, seperti penyakit diare, typhus dan lainnya.  Hal ini merupakan indikasi rendahnya kualitas lingkungan. Dengan keterbatasan saran dan prasarana sanitasi diperlukan penelitian untuk mendapatkan rumusan strategi pengelolaan air limbah domestik di Kecamatan Enrekang.  Berdasarkan permasalahan diatas maka penelitian ini difokuskan pada strategi bagaimana upaya dalam pengelolaan air limbah domestik. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan menggunakan studi kasus. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan pengumpulan dokumen, data primer diperoleh melalui pengamatan lapangan (survey) dan penyebaran kuesioner.Aspek yang ditinjau dari penelitian ini adalah aspek teknis dan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek teknis adalah tersusunnya suatu teknologi yang tepat dalam pengelolaan air limbah domestik. Sedangkan aspek pemberdayaan masyarakat adalah bagaimana meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik.    Kata Kunci : Air limbah domestik, aspek teknis, Diare, aspek pemberdayaan masyarakat.