Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERENCANAAN PENINGKATAN DAYA DUKUNG PERKERASAN RUNWAY BANDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI I Gusti Made Sudika; I Gusti Ngurah Eka Partama; Akbar Agung Ramadiansyah
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.738

Abstract

Number (PCN) sebesar 83 F/C/X/T. Saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, melayani beberapa tipe pesawat udara, salah satunya adalah pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki Aircraft Clasification Number (ACN) sebesar 86. Nilai ACN yang lebih besar dari PCN ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan dan menurunnya daya dukung runway. Kajian kondisi perkerasan eksisting dan perencanaan untuk meningkatkan nilai PCN runway diperlukan untuk dapat melayani operasional sejenis pesawat Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan. Data-data yang dikumpulkan sebagai parameter dan variabel dalam menentukan kondisi dan merencanakan perkerasan runway yaitu persentase jenis dan persentase kerusakan, tebal lapis perkerasan runway, Nilai California Bearing Ratio (CBR), karakteristik pesawat udara dan annual departure. Hasil analisa menggunakan software FAARFIELD dan COMFAA mendapatkan Pavement Classificasion Index (PCI) runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali adalah 65,83 termasuk kondisi cukup (fair). Kondisi ini mengindikasikan bahwa runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali dalam keadaan kelelahan (fatique). Hasil analisis juga mendapatkan, untuk meningkatkan daya dukung runway sehingga mampu melayani pesawat sejenis Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan (sampai Tahun 2030), diperlukan tebal lapis tambahan (overlay) 10,41 cm. Overlay senilai tersebut menjadikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali memiliki runway dengan PCN 121 F/C/X/T.
PERENCANAAN FASILITAS SISI UDARA UNTUK PELAYANAN PENERBANGAN BISNIS BANDAR UDARA LETKOL WISNU BALI Gede Sumarda; I Gusti Made Sudika; I Gusti Putu Agung Giga Pasoepati
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.740

Abstract

peningkatan jumlah pergerakan yang signifikan seperti jumlah pesawat udara, penumpang dan kargo. Namun demikian, perluasan atau perpanjangan runway maupun apron yang ada tidak memungkinkan karena bandara tersebut dekat dengan kawasan padat penduduk dan lingkungan perairan. Selain itu, jadwal penerbangan juga terganggu akibat adanya delay di apron yang mengakibatkan pesawat yang baru tiba harus mengantri di taxiway atau holding di udara akibat antrian penggunaan runway. Mengingat pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak memungkinkan, maka untuk mengatasi kepadatan lalulintas penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai tersebut, perlu ada alternatif lain yaitu dengan memanfaatkan Bandara Letkol Wisnu sebagai bandar udara khusus untuk pesawat kategori nonkomersial. Dalam proses perencanaan, metodologi yang digunakan adalah metode observasi, studi pustaka, wawancara dan perhitungan. Adapun data- data yang dibutuhkan adalah data survey lingkungan bandara, airport information publicer dan annual departure. Dari perhitungan analisis dengan metode peramalan regresi dan analisis jumlah kebutuhan parking stand didapatkan hasil pergerakan pesawat sejumlah 3 pergerakan/jam, sehingga dibutuhkan 18 parking stand disertai 3 taxiway. Panjang runway yang dibutuhkan adalah 2340 meter dan tebal perkerasan flexible terhadap pesawat kritis (PCN ≥ ACN) total adalah 96,5 cm. Hasil perencanaan ketebalan perkerasan tersebut selanjutnya digunakan untuk tebal perkerasan pada masing-masing fasilitas sisi udara.
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG GUNUNG TANGKUBAN PERAHU - TEUKU UMAR BARAT DI KOTA DENPASAR Gede Sumarda; I Gusti Made Sudika; Kadek Bela Wirawan
Jurnal Teknik Gradien Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v14i1.834

Abstract

Simpang Gunung Tangkuban Perahu – Teuku Umar Barat terletak pada wilayah Denpasar Barat merupakan salah satu simpang dengan volume lalu lintas tinggi karena merupakan jalan penghubung arus lalu lintas. Menurut pengamatan awal saat melakukan survei, permasalahan pada Simpang Gunung Tangkuban Perahu – Teuku Umar Barat adalah berupa kemacetan lalu lintas dengan panjang antrian kendaraan bisa mencapai ratusan meter. Kemacetan pada ruas ini terjadi antara pukul 07.00 - 08.00 WITA, 14.00 - 16.30 WITA dimana pada jam tersebut merupakan jam keberangkatan dan pulang dari aktifitas. Pada ruas jalan tersebut belum adanya pengoperasian rambu atau sinyal lalu lintas yang menambah parah kemacetan yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja dan memberikan alternatif pemecahan masalah pada Simpang Gunung Tangkuban Perahu – Teuku Umar Barat yang ada saat ini. Dari penelitian di dapatkan hasil bahwa kinerja simpang Jalan Gunung Tangkuban Perahu – Teuku Umar Barat dengan system tak bersinyal memiliki tingkat pelayanan simpang D dengan Volume lalu lintas maksimum terjadi pada pagi hari yaitu 8.215 kend/jam, Kapasitas maksimal terjadi pada jam puncak pagi yaitu 4.366 smp/jam serta Derajat Kejenuhan maksimal pada jam puncak sore = 1,065. Dimana tingkat pelayanan simpang termasuk kategori buruk. Setelah dilakukan analisa dengan pelebaran pada kaki simpang C Jalan Teuku Umar Barat (Timur) dari lebar awal 6,3 m menjadi 10 m, Derajat kejenuhan mengalami penurunan menjadi 0,998, tetapi masih lebih dari >0,75.
PENATAAN DAN PROMOSI EKOWISATA SUBAK UMA LAMBING DI DESA SIBANG KAJA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG I Gusti Made Sudika; Ni Ketut Sukanti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i10.1587

Abstract

Objek Ekowisata Subak Uma lambing terletak di Desa Sibang kaja, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Propinsi Bali. Objek Ekowisata ini menyajikan pemandangan asri dan asli area pertanian dengan aktifitas-aktifitas petani yang masih natural. Di tempat ini para wisatawan akan diajak larut dalam kehidupan petani di sawah, dimana saat musim panen juga langsung bisa ikut memanen padi serta menjemurnya untuk selanjutnya bisa di proses menjadi beras. Permasalahan prioritas yang dihadapi oleh Pengelola Ekowisata Subak Uma lambing di Desa Sibang Kaja adalah: Belum tersedianya parkir mobil pengunjung yang dekat dengan Objek Ekowisata; Belum adanya penunjuk arah, peta lokasi pada area jogging track; Masih rendahnya kualitas SDM pengelola; dari sisi pemasaran masih terbatas dari mulut ke mulut. Luaran yang ingin dicapai dari PKM ini adalah; melengkapi beberapa sarana penunjang seperti peta lokasi dan penunjuk arah; peningkatan pengetahuan pengelola dibidang manajemen keuangan.
PENGARUH PENAMBAHAN ADMIXTURE ADHESIVE MANUFACTURER 78 (AM 78) TERHADAP KUAT TEKAN BETON I Gede Subambang Kanca; I Gusti Made Sudika; Ni Kadek Astariani
Jurnal Teknik Gradien Vol 9 No 2 (2017): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat tekan beton yang tinggi merupakan salah satu parameter utama pada beton. Dalam beton salah satu faktor yang mempengaruhi kuat tekan adalah bahan tambah (admixture). Dengan ini dilakukan penelitian terhadap bahan tambah admixture AM 78, yang mana nantinya tujuannya mengetahui pengaruh bahan tambah admixture AM 78 terhadap kuat tekan beton yang diuji pada umur 21 hari dan dikonversikan ke umur 28 hari. Penelitian ini menggunakan material berasal dari Karangasem, Semen Portland Tipe I dan Admixture AM 78. Metode perencanaan beton yang digunakan menurut SNI 03–2834-2000. Persentase penambahan admixture AM 78 yang digunakan adalah 0%, 0,5%, 1%, 1,2% dan 1,5% terhadap berat semen dengan pengurangan air 15%. Benda uji dibuat dalam bentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai. Penambahan admixture AM 78 pada penelitian ini dapat meningkatkan kuat tekan beton yang melebihi mutu beton rencana fc’= 20 MPa yaitu pada 0,5% dengan kuat tekan betonnya 20,66 MPa, 1% dengan kuat tekan betonnya 22,65 MPa, 1,2% dengan kuat tekan betonnya 23,24 MPa dan 1,5% dengan kuat tekan betonnya 26,82 MPa.
RASIONALISASI JARINGAN STASIUN CURAH HUJAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI TUKAD MATI Putu Doddy Heka Ardana; I Gusti Made Sudika; I Wayan Angga Hadinata
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.12.1.6212.85-96

Abstract

The hydrological component is the main component in planning water infrastructure. The quality and quantity of rainfall data recorded at each rain post is the most crucial component in hydrological analysis, so it is necessary to analyze the rationalization of the rain station network to obtain an effective and efficient one. This research was conducted in the Tukad Mati Watershed, which has an area of 44,667 km2, with the length of the main river reaching 22,429 km, and there are six rain stations spread across the watershed. Rationalization analysis was carried out using two methods, namely the WMO (World Meteorological Organization) and Kagan-Rodda methods. The analysis using the WMO standard found that all rain stations were less than the minimum density. Meanwhile, from the results of the analysis using the Kagan-Rodda method with a smoothing error (Z1) of 9.069% and an interpolation error (Z3) of 7.989%, it is recommended that four selected rain stations out of six rain stations, namely Ngurah rain station, Sanglah rain station, Sading rain station, and Kapal rain station.
Analisis Analisis Kuat Tekan Berdasarkan Pengujian Beton Inti dan Nilai Pantul Palu dalam Arah Vertikal I Gusti Ngurah Eka Pratama; Ni Putu Silvi; I Gusti Made Sudika
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2023): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v8i1.921

Abstract

Abstrak Hammer test dianggap kurang akurat karena hanya menginformasikan kuat tekan beton pada permukaan saja. Hammer test pada pelat beton arah vertikal ke atas dilakukan untuk menghindari pembongkaran penutup lantai. Jumlah titik pantul sesuai ketentuan dalam standar minimal 10, diupayakan untuk dikurangi tanpa mengabaikan tingkat akurasi dengan variasi pola titik pantul segiempat dan radial. Eksperimen dilakukan bertujuan untuk menentukan kuat tekan pelat beton berdasarkan hammer test vertikal ke atas. Pelat beton ukuran 30x75x15cm disiapkan dengan komposisi perbandingan berat 1PCC:2,697Ps:2,201Kr, w/c=0,5 yang di-core drill untuk mengetahui kuat tekan dan di-hammer test pola segiempat dan radial umur 14, 21, 28 dan 35 hari untuk mendapatkan nilai pantul dan ditentukan korelasinya. Kesimpulan: kuat tekan pelat beton (fcm) berdasarkan hammer test vertikal keatas dapat ditentukan dalam tiga persamaan dalam fungsi Rn: untuk Rn<35: fcm=1,6534Rn-26,08; 35£Rn£39: fcm=5,0852Rn-153,27 dan Rn>39: fcm=1,7726Rn-30,49; Rn=rerata 5 nilai pantul arah vertikal pada pusat bidang pengujian
Pengelolaan Usaha Kerajinan Bedeg Bali Ni Luh Putu Ening Permini; Made Ayu Desy Geriadi; I Gusti Made Sudika; Made Ratna Witari; Ni Ketut Sukanti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.2071

Abstract

Craft business is a business that is carried out by selling various handicraft products that have functions and economic value. Many Indonesian people have been involved in the craft industry, one of which is the bedeg craft industry, in Bali. However, during the implementation process, bedeg entrepreneurs experienced many obstacles such as a lack of ability to prepare financial report books, lack of marketing outreach, and a bedeg design that seemed to be monotonous. The purpose of implementing this trial is to help partners, namely Bedeg Sudiana Craftsmen, to overcome the problems they face. The process of implementing the program is carried out by carrying out 3 service activity programs including providing assistance and assisting in making bookkeeping and financial reports, making social media and providing assistance and assisting in product design development. The results of the implementation of this activity show that the partners are very enthusiastic in participating in the training and that there is an increase in the ability of partners to manage finances. In addition, with the training activities, the reach of partner businesses has become wider, resulting in an increase in the number of product orders. Partners hope that this service activity can be carried out in a sustainable manner because it can have a positive influence on business progress.
Analisis ANALISIS SISA BESI TULANGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE CUTTING OPTIMIZATION PRO PADA KONSTRUKSI GEDUNG I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gusti Made Sudika; Ega Louis Bagus Saputra
Jurnal Teknik Gradien Vol 15 No 02 (2023): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v15i02.1075

Abstract

Making a bar bending schedule is one of the efforts to control the waste material of reinforcing steel, but in calculating the waste material manually it is still not optimal. In order to reduce the waste material, it is attempted to use software namely Cutting Optimization Pro (SCOP) which produces the output in the form of the most optimal pattern of cutting of reinforcing steel. The research object for the Villa Stilo Development Project was chosen because in the concrete structure work process there was quite a lot of steel material left over. The purpose of this study is to determine the needs and total costs, the percentage of waste and the waste cost of steel reinforcement. The method used is descriptive analytic, with the data used in the form of working drawings and budget plans. The need for steel is calculated using Bar Bending Schedule (BBS) method, for the waste of the material is analyzed using manual calculations (conventional) and compared using SCOP. The results of the analysis showed that the need for reinforcing steel in the Villa Stilo Development Project was 1,205 rods of Ø8 steel, 103 rods of Ø10 steel, 75 rods of D10 steel, 882 rods of D13 steel, 21 sheets of M7 wiremesh and 18 sheets of M10 wiremesh. With a total cost of steel needs of Rp. 225,937,460.00. The percentage of waste generated by using the conventional method is 9.43%, while using SCOP is 4.36%. For waste costs using the conventional method of Rp. 19,937,700, while using SCOP of Rp. 9,693,760.00 or the waste cost using the conventional method is 105.68% bigger than using SCOP.
PERENCANAAN PENINGKATAN DAYA DUKUNG PERKERASAN RUNWAY BANDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI Sudika, I Gusti Made; Partama, I Gusti Ngurah Eka; Ramadiansyah, Akbar Agung
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.738

Abstract

Number (PCN) sebesar 83 F/C/X/T. Saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, melayani beberapa tipe pesawat udara, salah satunya adalah pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki Aircraft Clasification Number (ACN) sebesar 86. Nilai ACN yang lebih besar dari PCN ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan dan menurunnya daya dukung runway. Kajian kondisi perkerasan eksisting dan perencanaan untuk meningkatkan nilai PCN runway diperlukan untuk dapat melayani operasional sejenis pesawat Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan. Data-data yang dikumpulkan sebagai parameter dan variabel dalam menentukan kondisi dan merencanakan perkerasan runway yaitu persentase jenis dan persentase kerusakan, tebal lapis perkerasan runway, Nilai California Bearing Ratio (CBR), karakteristik pesawat udara dan annual departure. Hasil analisa menggunakan software FAARFIELD dan COMFAA mendapatkan Pavement Classificasion Index (PCI) runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali adalah 65,83 termasuk kondisi cukup (fair). Kondisi ini mengindikasikan bahwa runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali dalam keadaan kelelahan (fatique). Hasil analisis juga mendapatkan, untuk meningkatkan daya dukung runway sehingga mampu melayani pesawat sejenis Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan (sampai Tahun 2030), diperlukan tebal lapis tambahan (overlay) 10,41 cm. Overlay senilai tersebut menjadikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali memiliki runway dengan PCN 121 F/C/X/T.