Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERENCANAAN FASILITAS SISI UDARA UNTUK PELAYANAN PENERBANGAN BISNIS BANDAR UDARA LETKOL WISNU BALI Sumarda, Gede; Sudika, I Gusti Made; Pasoepati, I Gusti Putu Agung Giga
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.740

Abstract

peningkatan jumlah pergerakan yang signifikan seperti jumlah pesawat udara, penumpang dan kargo. Namun demikian, perluasan atau perpanjangan runway maupun apron yang ada tidak memungkinkan karena bandara tersebut dekat dengan kawasan padat penduduk dan lingkungan perairan. Selain itu, jadwal penerbangan juga terganggu akibat adanya delay di apron yang mengakibatkan pesawat yang baru tiba harus mengantri di taxiway atau holding di udara akibat antrian penggunaan runway. Mengingat pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak memungkinkan, maka untuk mengatasi kepadatan lalulintas penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai tersebut, perlu ada alternatif lain yaitu dengan memanfaatkan Bandara Letkol Wisnu sebagai bandar udara khusus untuk pesawat kategori nonkomersial. Dalam proses perencanaan, metodologi yang digunakan adalah metode observasi, studi pustaka, wawancara dan perhitungan. Adapun data- data yang dibutuhkan adalah data survey lingkungan bandara, airport information publicer dan annual departure. Dari perhitungan analisis dengan metode peramalan regresi dan analisis jumlah kebutuhan parking stand didapatkan hasil pergerakan pesawat sejumlah 3 pergerakan/jam, sehingga dibutuhkan 18 parking stand disertai 3 taxiway. Panjang runway yang dibutuhkan adalah 2340 meter dan tebal perkerasan flexible terhadap pesawat kritis (PCN ≥ ACN) total adalah 96,5 cm. Hasil perencanaan ketebalan perkerasan tersebut selanjutnya digunakan untuk tebal perkerasan pada masing-masing fasilitas sisi udara.
Performance of Reinforced Concrete Structures With The Effect Of Door And Window Holes Nonlinear Static Pushover Method Silvi, Ni Putu; Partama, I Gusti Ngurah Eka; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i02.p03

Abstract

Bricks are generally used as infilled walls or as room dividers in reinforced concrete structural frames. In structural modeling, brick walls are generally modeled as a load. But in reality, infilled walls contribute significantly to the framework of reinforced concrete structures. For this reason, it is necessary to include a wall model in the modeling. In this analysis, 3 models have been made, namely Model M1 is a model without infilling walls (open frame), model M2 is Fully Infilled Wall Frame and model M3 is Fully Infilled Wall Frame with door openings 24.8% and windows 41.6%. The purpose of this study was to determine the performance of reinforced concrete structures with and without the influence of door and window holes in the walls due to lateral loads. The analytical method used is Pushover nonlinear static method. The results showed that the open frame model with the IO (Immediate Occupancy) performance level has the ability to accept smaller lateral loads of 32.77% and 31.31% respectively against the Fully Infilled Wall Frame model and the Fully Infilled Wall Frame model with openings doors 24.8% and windows 41.6% with LS (Life Safety) performance levels due to earthquake loads in the X and Y directions.
PKM Kerajinan Anyaman Bambu Di Desa Belok Sidan Kecamatan Petang Kabupaten Badung Kartika, I Made; Sumada, I Made; Sudika, I Gusti Made; Suwandana, I Made Adi; Sedana, I Dewa Gede Putra
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.143

Abstract

Kelompok usaha pengerajin anyaman bambu terutama penjor sebagai sarana upakara memiliki suatu prospek yang baik. Solusi kegiatan dengan memberikan bantuan dalam produksi berupa mesin paku tembak yang akan dikombinasikan dengan mesin kompresor. Hal ini ditujukan untuk mempermudah pembentukan kerangka dan mempercepat proses pembuatan kerangka sanggah penjor yang akan diproduksi. Pada bidang pemasaran diberikan penyuluhan berbasis teknologi 4.0 yaitu pemasaran memakai media elektronik dan media sosial. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan di Desa Belok Sidan pada bulan Oktober-November 2023. Metode yang digunakan yaitu: penyuluhan dan pelatihan pada pendampingan pembuatan anyaman bambu sebagai aksesoris kelengkapan upacara berupa penjor. Hasil kegiatan kelompok usaha pengrajin anyaman bambu Desa Belok Sidan menunjukkan peningkatan dari 50 buah menjadi 150 buah per hari. Model manajemen operasional yang telah dilakukan pada proses produksi dapat mempercepat waktu kerja, sehingga biaya operasional pekerjaan menjadi murah dan penggunaan tenaga kerja serta waktu yang efesien. Manfaat kegiatan ini dapat melestarikan tanaman bambu di sekitar lahan penduduk, memperkenalkan hasil kerajina anyaman bambu, serta mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pendapatan kelompok usaha pengerajin pengerajin dan masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat dapat mengambil peran aktif dalam menciptakan lapangan kerja dengan memanfaatkan sumberdaya lokal
Analisis Kuat Tekan Berdasarkan Nilai Pantulan Palu Menggunakan Spesimen Kubus Beton Agregat Lokal Bali Partama, I Gusti Ngurah Eka; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.59107

Abstract

Terdapat dua metode pengujian kuat tekan beton yaitu Non-Destructive Test (NDT) dan Destructive Test (DT). DT dilakukan dengan Compression Testing Machine (CTM) sedangkan NDT dapat menggunakan Hammer Test (HT). Agregat lokal Bali mempunyai sifat yang spesifik, sehingga metode pengujian yang lazim perlu disesuaikan. Spesimen yang dicetak di lokasi pekerjaan diuji tekan menggunakan CTM di laboratorium pada umur tertentu yang diinginkan, sehingga perlu dimobilisasi untuk mengujinya. Lokasi pekerjaan yang jauh menjadi kendala tatkala informasi kuat tekan harus ditetapkan secepatnya. Alat HT bentuknya kecil, ringan, mudah dioperasikan, hasilnya cepat namun dianggap kurang akurat perlu dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi memberikan informasi kuat tekan (f’ck) yang representatif, dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan spesimen kubus 15x15x15cm3. Nilai pantul (Rn) ditentukan berdasarkan rerata 3 sisi yang tidak dalam satu sumbu, sedangkan f’ck ditentukan menggunakan CTM. Korelasi keduanya ditentukan berdasarkan analisa regresi, untuk r2 terbesar, f’ck selalu positif serta korelasi Rn-f’ck yang selalu selaras adalah formulasi yang direkomendasikan. Kuat tekan beton agregat lokal Bali dapat ditentukan dengan HT (a=0o), spesimen kubus 15x15x15cm3 dan formulasi f’ck=0,0644Rn2-0,9261Rn+6,0725; Rn=rerata 5 nilai pantul pada 3 sisi kubus yang tidak satu sumbu. Formulasi tersebut untuk spesimen kubus pada umur 3-28 hari dan diatas 28 hari perlu kajian tersendiri.
PENYIAPAN DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERMOHONAN BANTUAN DANA DAK FISIK PENUGASAN BIDANG PENDIDIKAN SMK BINTANG PERSADA DENPASAR I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gusti Made Sudika; Ni Kadek Astariani; Made Sudarma; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2748

Abstract

SMK Bintang Persada Denpasar dinaungi oleh Yayasan Bintang Persada (YBP) memanfaatkan Program DAK Fisik Penugasan Bidang Pendidikan SMK Kota Denpasar Tahun 2020, untuk melanjutkan pembangunan gedung sekolahnya memerlukan dokumen hasil kajian struktural untuk melengkapi proposalnya. YBP bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) dalam menyiapkan dokumen tersebut dalam suatu Surat Perjanjian Kerjasama dengan melibatkan 5 dosen dan 4 mahasiswa untuk membantu aktifitas kajian dan menggambar hasil kajian. Survei dilakukan untuk pengumpulan data terkait bangunan eksisting, penyelidikan tanah dan pengujian mutu beton. Data yang didapat merupakan data masukan dalam analisa struktur pembangunan lanjutan gedung menjadi 4 lantai. Hasil kajian mendapatkan mutu bahan dan struktur gedung eksisting dinyatakan layak untuk dilanjutkan menjadi 4 lantai dengan ketentuan yang disajikan dalam gambar rencana. Dokumen hasil penyelidiakn tanah, Hammer test, laporan analisa struktur, laporan hasil kajian dan gambar rencana selanjutnya diserahkan ke YBP dan SMK BPD.
Comparison of Design and Cost of Reinforced Concrete Structures in Buildings with Brick, Brick and Light Brick Walls in front of SD No. 9 Benoa Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Triatmaja, Putu Arif Prabawa
ASTONJADRO Vol. 14 No. 2 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i2.17207

Abstract

In building structures, the accepted dead load is the load of the elements in the building, including reinforced concrete, rebated concrete, specs, ceramics, tiles, ceilings, MEP, walls and others. The wall load depends on what material is used on the wall. Bricks with half masonry provide a load of 250 kg/m2 (PPIUG, 1983). A pair of hollow brick walls weighs 120 kg/m2 (PPIUG, 1983) for HB 10. Light brick is concrete where air bubbles are caused by chemical reactions, AAC (Autoclaved Aerated Concrete) mixture generally consists of quartz sand, cement, lime, a little gypsum, water, and aluminum paste as a developer. Has a weight of 60 kg/m2 for the type with a thickness of 10 cm. Research is needed to compare the calculation results and structural costs of sloofs, beams, columns, ring beams and foundations in structures that use brick walls, concrete blocks and lightweight bricks. In this research, three structural models were created, namely those using brick walls, concrete blocks and lightweight bricks. Analysis was assisted using the SAP2000 Version 14.2.2 computer program. which refers to SNI-1726-2012 and SNI-2847-2013. In this research, a three-story school building located in Benoa, South Kuta Badung was studied. The results of the analysis resulted in a comparison of material requirements for the structural model with brick walls: In the overall structure, it was found that the concrete requirement in the model with brick walls was 15.71% smaller, while in the model with lightweight bricks it was 16.50% smaller. And the iron requirement for the model with bricks is 5.85% smaller, while for the model with lightweight bricks it is 6.69% smaller. The comparison of structural costs to the structural model with brick walls was found to be 8.67% smaller for the model with brick walls, and 9.26% smaller for the model with lightweight brick walls.
ANALISIS STRUKTUR BAJA BERDASARKAN SNI 1726-2002 DAN SNI 1726-2012 PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PENELITIAN PERIKANAN TUNA DENPASAR – BALI Nurjaya, Made Satriya; Sudika, I Gusti Made; Astariani, Ni Kadek
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki intensitas tinggi terhadap kejadian gempa bumi. Indonesia memiliki peraturan yang mengatur tentang tata cara perencanaan ketahanan terhadap gempa, yaitu SNI 1726-2002. Namun setelah 10 tahun, tata cara ini dirubah dengan peraturan baru yang termuat dalam SNI 1726-2012. Gedung Kantor Penelitian Perikanan Tuna yang terletak di kota Denpasar merupakan struktur gedung yang direncanakan sebagai struktur baja pada kondisi tanah lunak. Tugas Akhir ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara kedua tata cara tersebut ditinjau dari perubahan gaya geser dasar seismik serta perubahan besarnya gaya dalam pada elemen struktur. Pada Tugas Akhir ini penulis menggunakan program ETABS 2013 versi 13.1.1 dalam melakukan anlisis. Hasil analisis dinamik, gaya geser dasar arah-X SNI 1726-2002 lebih besar 40,23% daripada gaya geser dasar arah-X SNI 1726-2012. Gaya geser dasar arah-Y SNI 1726-2002 lebih besar 37,99% daripada SNI 1726-2012. Hasil komparasi nilai simpangan antar lantai arah-X dan arah-Y SNI 1726-2002 lebih besar rata-rata 51,71% daripada SNI 1726-2012. Analisis momen dan gaya geser maksimum SNI 1726-2002 lebih besar dibandingkan SNI 1726-2012. Sebanyak 69,17% memiliki nilai momen maksimun lebih besar dan sebanyak 75,19% memiliki nilai gaya geser maksimum lebih besar. Sedangkan sebanyak 30,83% memiliki nilai momen maksimum yang sama dan sebanyak 24,81% memiliki nilai gaya geser maksimum yang sama. Pada penelitian ini struktur baja dibangun dengan Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada kondisi tanah lunak dan wilayah gempa 5 berdasarkan SNI 1726-2002, masih aman dan memenuhi syarat jika di analisis ulang berdasarkan SNI 1726-2012.
Kajian Penentuan Kuat Tekan Beton Berdasarkan Nilai Pantul Palu dengan Memvariasikan Pola Titik Pantul Partama, I Gusti Ngurah Eka; Silvi, Ni Putu; Sudika, I Gusti Made
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.838

Abstract

Abstrak Indikasi kekuatan tekan beton dapat ditentukan dengan Destructive Test (DT) dan Non-Destruktive Test (NDT). Core Drill (CD) termasuk DT dapat menyebabkan perlemahan kekuatan elemen struktur namun hasilnya dapat menginformasikan mutu beton yang representatif. Hammer Test (HT) relatif mudah dilaksanakan namun hasilnya sering dipertanyakan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi kuat tekan dalam fungsi nilai pantul palu dengan eksperimen menggunakan pelat beton ukuran 30x75x15 cm dengan komposisi berat 1PCC:2,697Ps:2,201 Kr, w/c sebesar 0,5. HT pola segiempat dan radial dilakukan setelah beton mengeras. Spesimen silinder 80x150 mm diambil dengan CD pada umur 14, 21, 28 dan 35 hari selanjutnya diuji tekan. Penelitian ini menyimpulkan untuk HT α sebesar 90o pola segiempat, kuat tekan dengan formulasi , Rn rerata nilai pantul pusat dan empat pada sudut bujur sangkar dengan sisi minimum 3,6 cm, serta dalam pola radial dengan formulasi , Rn rerata nilai pantul pada pusat pengujian dan 4 lainnya keliling merata dalam radius minimum 2,5cm dari pusat. Kata kunci: Kuat tekan beton, hammer test, core drill, destructive test, non- destructive test  Abstract Indication of concrete compressive strength can be determined by Destructive Test (DT) and Non-Destructive Test (NDT). Core Drill (CD) including DT can cause a weakening of the strength of structural elements, but the results can inform representative concrete quality. The Hammer Test (HT) is relatively easy to perform, but the results are often questionable. This study aims to obtain the formulation of compressive strength in terms of hammer reflection value, by experimenting with a concrete plate measuring 30x75x15 cm with a weight composition of 1PCC:2.697Ps:2.201Kr, w/c as 0.5. HT rectangular and radial patterns are carried out after the concrete hardens. Cylindrical specimens of 80x150 mm were taken with a CD at the age of 14, 21, 28 and 35 days and then compressed. This study concludes that for HT α as-90o quadrilateral pattern, compressive strength with the formulation   , Rn mean central and four reflected values at the corners of a square with a minimum side of 3.6cm, as well as in a pattern radial with the formulation , Rn is the average reflectance value at the center of the test and the other 4 circumferences evenly within a minimum radius of 2.5cm from the center. Keywords:   Concrete compressive strength, Hammer Test, Core drill, Destructive Test, Non-Destructive Test.
Menuju Masyarakat Ramah Lingkungan: Sosialisasi Inovatif Pengolahan Sampah dengan Teba Modern di Dusun Riang Ancut Pamungkas, Tri Hayatining; Sudika, I Gusti Made; Sumarda, Gede; Erlangga, Ida Bagus Weda; Warsana, Kadek Budhi
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 1 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v5i1.33368

Abstract

Tabanan tepatnya di Desa Riang Gede, Dusun Riang Ancut pengelolaan sampah masyarakat dapat dibilang belum optimal terutama dalam penanganan sampah organik. Untuk mengurangi dampak negatif dari sampah organik yang tidak dikelola dengan baik, maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi dan sosialisasi penerapan pengolahan sampah dengan basis teba modern. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode deskriptif evaluatif yang dilaksanakan dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis situasi kondisi lahan yang digunakan serta dimaksimalkan dengan kegiatan sosialisasi tentang cara pengolahan sampah berbasis teba modern.  Hasil dari kegiatan tersebut memberikan hasil sangat baik yang ditandakan dengan apresiasi masyarakat terhadap program pengolahan sampah organik dengan teba modern melalui pengisian kuisioner evaluasi kegiatan yang disebar kepada perwakilan warga.
Evaluasi Mutu Beton Proyek Pembangunan Gedung di Desa Pesagi Kabupaten Tabanan-Bali I Gusti Ngurah, Eka Partama; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5175

Abstract

Pekerjaan beton struktural pada Mayakhosa Pesagi Project dalam Pembangunan Gedung Soul Centre Healing & Retreat dikerjakan oleh PT. Karya Laksana Gemilang berdasarkan job mix design yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Bali dengan mutu beton rencana K-225 (f’c=18,68MPa). Analisis diperlukan untuk mendapatkan informasi mutu beton yang dikerjakan berdasarkan spesimen yang telah disiapkan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi mutu beton yang dikerjakan berdasarkan SNI 2847:2019 pasal 26.12.3. Evaluasi mutu beton dilakukan berdasarkan 16 spesimen silinder 150x300mm yang disiapkan saat pengecoran, 8 spesimen pada Pelat Timur dan 8 lainnya dari Pelat Barat. Analisis penerimaan mutu beton yang dikerjakan mengacu pada 2 ketentuan dalam standar tersebut. Syarat pertama: mutu beton dapat diterima jika rerata kuat tekan 3 spesimen berurutan tidak boleh kurang dari f’c dan syarat kedua: untuk mutu beton sampai f’c=35MPa setiap spesimen tidak boleh memiliki kuat tekan lebih rendah (f’c-3,5)MPa. Hasil evaluasi menyimpulkan mutu beton hasil pengecoran Pelat Barat memenuhi K-225 sedangkan Pelat Timur tidak memenuhi, yang ditunjukkan oleh 2 spesimen tidak memenuhi kuat tekan yang disyaratkan. Tiga parameter penting untuk mencapai mutu beton yang disyaratkan yaitu: material yang sesuai rancangan, pelaksanaan yang benar dan sumberdaya manusia yang memadai.