Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengelolaan Usaha Kerajinan Bedeg Bali Ni Luh Putu Ening Permini; Made Ayu Desy Geriadi; I Gusti Made Sudika; Made Ratna Witari; Ni Ketut Sukanti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.2071

Abstract

Craft business is a business that is carried out by selling various handicraft products that have functions and economic value. Many Indonesian people have been involved in the craft industry, one of which is the bedeg craft industry, in Bali. However, during the implementation process, bedeg entrepreneurs experienced many obstacles such as a lack of ability to prepare financial report books, lack of marketing outreach, and a bedeg design that seemed to be monotonous. The purpose of implementing this trial is to help partners, namely Bedeg Sudiana Craftsmen, to overcome the problems they face. The process of implementing the program is carried out by carrying out 3 service activity programs including providing assistance and assisting in making bookkeeping and financial reports, making social media and providing assistance and assisting in product design development. The results of the implementation of this activity show that the partners are very enthusiastic in participating in the training and that there is an increase in the ability of partners to manage finances. In addition, with the training activities, the reach of partner businesses has become wider, resulting in an increase in the number of product orders. Partners hope that this service activity can be carried out in a sustainable manner because it can have a positive influence on business progress.
EVALUASI KERAPATAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN-RODDA PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI TUKAD AYUNG Ardana, Putu Doddy Heka; Soriarta, I Ketut; Gunawan, Gede Agus; Sudika, I Gusti Made; Suardika, I Made Dedi
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 02 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1687

Abstract

Pengembangan sumber daya air biasanya diawali dengan analisa hidrologi dan memerlukan data hidrologi yang cukup akurat agar pengembangan sumber daya air yang dilakukan efektif dan efisien. Data hidrologi yang dimaksud adalah data curah hujan, data debit air dan data iklim, semua data tersebut diperoleh dari pemantauan pos hidrologi yang tersebar dalam Daerah Aliran Sungai (DAS). Dibutuhkan sebaran letak stasiun hujan yang merata agar mendapatkan data yang akurat. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan pada DAS Tukad Ayung mempergunakan stasiun hujan yang berbeda-beda. Mempertimbangkan hal tersebut perlu dilakukan sebuah evaluasi jaringan stasiun hujan dari daerah hulu (up stream) sampai hilir (down stream) guna mendapatkan stasiun hujan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil analisa WMO (World Meteorogical Organization) 25 km2/stasiun hujan hanya 5 dari 14 stasiun yaitu Stasiun Catur, Stasiun Kintamani, Stasiun Pelaga, Stasiun Kerta dan Stasiun Abiansemal yang memenuhi kerapatan minimum. Dari hasil analisa Kagan-Rodda berdasarkan kesalahan perataan (Z1) = 5,101 %, kesalahan interpolasi (Z3) = 11,74 % dan panjang jaring L = 3,957 km didapat stasiun hujan untuk mewakili daerah hulu DAS yaitu Stasiun Catur, Stasiun Pelaga dan Stasiun Kerta. Daerah tengah DAS diwakili oleh Stasiun Tegallalang, Stasiun Petang, Stasiun Luwus dan Stasiun Abiansemal. Daerah hilir DAS dapat diwakili oleh Stasiun Celuk, Stasiun Penatih dan Stasiun Sumerta.