Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pancasila and the Challenge of Morality: A Response to the LGBT Phenomenon in Higher Education Environments Hudi, Ilham; Matang; Lisman, Muhammad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i2.64748

Abstract

LGBT phenomena in the campus environment are not in line with the values of Pancasila as a nation's moral guideline and cause various debates in society. This study explores how Pancasila can be used as a basis for responding to LGBT phenomena in the campus environment. With a qualitative approach and phenomenological method, this research collects data through in-depth interviews with students and observations on campus. The results showed that the values of Pancasila applied by students in responding to LGBT phenomena by not supporting their existence in the campus environment. Students conduct socialization activities that reject LGBT, hold discussions on their negative impacts, embrace their friends who have fallen into the moral values of Pancasila, and engage in various activities aimed at maintaining social and moral norms that are in line with the values of Pancasila. Based on research findings, policy regulations are needed that become guidelines for the campus in addressing the LGBT phenomenon.
The Role of Teachers in Instilling Digital Citizenship Education Matang, Matang; Lisman, Muhammad; Simah Bengi, Elsi
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 2 No. 4 (2025): October-December
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/10.70310/jet.2025.02041215

Abstract

Purpose-The development of digital technology presents challenges in shaping the character of citizens, especially for the younger generation growing up in a digital environment. Digital Citizenship Education is a strategic effort to prepare students to use technology responsibly, critically, and ethically. Research Methodology/Design/Approach-This study aims to analyze the role of teachers in instilling digital citizenship values ​​in educational settings. Result-Through literature analysis, it was found that teachers play a role as facilitators, role models, and curriculum developers capable of integrating digital literacy values, social media ethics, and legal awareness in the digital world into the learning process. Therefore, teachers are required to improve their digital competencies to provide guidance relevant to the needs of the times. Originality / Value-The success of digital citizenship education in schools depends heavily on teachers' readiness and commitment to internalizing citizenship values ​​appropriate to the context of the digital era.  
Sinkronisasi Kurikulum Mata Kuliah Wajib Umum Pancasila, Kewarganegaraan, dan Agama di Perguruan Tinggi Dalam Melawan Radikalisme Zulkarnain, ZULKARNAIN; Basri, Basri; Matang, Matang; Wiranata, Irawan Hadi
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 7 No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v7i1.16140

Abstract

This paper wants to explain the efforts that lecturers should make in universities tofight and prevent the development of radicalism in universities by synchronizing thecurriculum in general compulsory subjects such as Pancasila, Citizenship, andReligious education. This research uses a descriptive qualitative method with a casestudy approach. This research was conducted at the internal quality assurance centerof the Politeknik Negeri Balikpapan in curriculum development for general coursesin fighting radicalism and the civic education lecturer team outside the PoliteknikNegeri Balikpapan. The results of the study would like to recommend curriculumsynchronization, among others: first, synchronizing the design of semester learningmaterials about radicalism in Pancasila, Citizenship, and Religious Education,secondly implementing a hidden curriculum in countering the development ofradicalist ideology, third conducting joint evaluations and research on thedevelopment of radicalism in higher education. Sustainable.
Pendidikan Politik di Partai Politik yang Impoten: Kajian Kritis Fenomena Calon Tunggal pada Pilkada Aba, Akbar; Suryadi, Karim; Matang, Matang
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 8 No 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v8i2.19593

Abstract

The single candidate for regional elections continues to increase. This study aims to describe the factors that cause the occurrence of a single candidate, theories and models that can explain this phenomenon, and the position of democracy in the election of a single candidate. Using Harzing's Publish or Perish software, 195 articles were obtained from 2013-2022. Through the Systematic Literature Review method, 50 journal articles were then analyzed. The results of the study explain that political education in political parties fails to cause a single candidate. Pragmatism of political parties, high political dowries, and failure of regeneration. Finally, make political parties form a grand coalition with a single candidate. Several theories can explain this phenomenon, such as Coalition Theory, Exchange Theory, Interest Groups Theory, Oligarchy Theory, Hegemony Theory, Deliberative Democracy, and others. In the study of democracy, a single candidate ultimately has an impact on the quality of democracy. This research opens up space for further research discussed in this article.
Penguatan Pendidikan Karakter Anti-Radikalisme Melalui Program Sekolah Damai di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Matang; Naldi, Revana Aulia; Helmi, Zaki Muhammad; Fazila, Nazara Dwi Putri; Jonita, Engla Marsha; Putri, Monica Daryanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme kini telah berkembang menjadi ancaman nyata yang secara agresif menargetkan generasi muda, menyusup melalui celah interaksi media sosial dan lingkungan pergaulan sehari-hari. Dalam situasi krusial ini, institusi pendidikan memegang mandat vital sebagai benteng pertahanan utama untuk melindungi siswa dari paparan berbagai ideologi ekstrem. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi "Program Sekolah Damai" sekaligus menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam upaya penguatan pendidikan karakter anti-radikalisme di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif yang ketat. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi komprehensif, meliputi observasi partisipan, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan sepuluh informan kunci yang dipilih secara purposive, termasuk kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data kemudian diproses menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa program ini sangat efektif dalam merekonstruksi pemahaman siswa. Terjadi transformasi persepsi yang signifikan, di mana pandangan siswa yang semula reduksionis dan terbatas pada aksi terorisme fisik, berkembang menjadi kesadaran kritis terhadap bahaya intoleransi dan kekerasan verbal di ruang digital. Meski ekosistem religius sekolah menjadi pendukung utama, penetrasi media sosial tetap menjadi hambatan dominan. Disimpulkan bahwa internalisasi nilai luhur Pancasila sukses memperkokoh ideologi siswa, namun mutlak memerlukan sinergi pengawasan digital berkelanjutan antara sekolah dan orang tua.
PEMBENTUKAN KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS NILAI-NILAI KENUSANTARAAN Eni Kurniawati; Matang
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode dalam pembentukan karakter warga negara muda agar memiliki semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu: 1) pembentukan karakter warga negara muda melalui pembelajaran wawasan kebangsaan yang meliputi cinta tanah air, nasionalisme dan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan. 2) penanaman wawasan kejuangan berupa sikap pantang menyerah, patriotis dan rela berkorban. 3) wawasan kebudayaan yang merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia dan menghargai kebudayaan yang multikultural. 4) pembentukan karakter juga didukung oleh guru yang berperan sebagai pamong yang menerapkan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu pengayoman, pengajaran, pengasuhan, dan keteladanan. Proses pembentukan karakter kebangsaan berbasis nilai-nilai kenusantaraan membentuk pribadi warga negara muda di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah menjadi lebih nasionalis, dan patriotik. This study aims to find methods in building the character of young citizens so that they have a national spirit. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is located at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using data triangulation techniques. The results of this study are: 1) the formation of the character of young citizens through learning national insight which includes love for the motherland, nationalism and the importance of a sense of unity and oneness. 2) the cultivation of fighting insights in the form of unyielding, patriotic and self-sacrifice attitudes. 3) cultural insight which is an attitude of upholding the noble values of the Indonesian nation and respecting multicultural culture. 4) character building is also supported by teachers who act as tutors who apply Ki Hajar Dewantara's educational philosophy, namely protection, teaching, nurturing, and exemplary. The process of forming a national character based on archipelagic values forms the personality of young citizens at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java, to become more nationalist and patriotic.
Edukasi Kesadaran Anti-Bullying Verbal untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMP Al-Ulum Islamic School di Pekanbaru Matang, Matang; Baihaqi, Sulthan Alif; Monita, Revania Putri; Archanna, Mutiara Rama; Dinanty, Dhara; D, Ratu Pinky Indah Lestari.; Riyanti, Aulia Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36347

Abstract

Bullying verbal merupakan bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan kerap dianggap sebagai candaan, sehingga sulit disadari oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan edukasi anti-bullying verbal, nilai-nilai yang ditekankan dalam kegiatan sosialisasi, perubahan pemahaman dan sikap siswa terhadap candaan berlebihan, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan edukasi di SMP Al-Ulum Islamic School Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying verbal mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai batasan bercanda, menumbuhkan empati, dan mendorong sikap komunikasi yang lebih sehat. Namun demikian, normalisasi ejekan dan pengaruh teman sebaya masih menjadi hambatan dalam pencegahan bullying verbal.
Analisis Program Makan Siang Gratis terkait Implementasi, Respon Masyarakat, dan Tantangan Pelaksanaan Pat Kurniati; Rizky Bintang Setiawan; Tias Sil Romansyah; Muhammad Rizal Fahmi; Matang
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/m5dcm167

Abstract

This literature study aims to analyze the Free Lunch Program (MBG) in Indonesia, one of the campaign promises of the President-elect. MBG is one of the flagship programs of Mr. Prabowo Subianto. Nearing one year into his administration, the program's implementation, public response, and challenges are being investigated. This research is based on a review of 150 articles obtained through Google Scholar, with 53 selected journal articles subjected to in-depth analysis. The study results indicate that the implementation of the MBG program has an impact on improving student nutrition, attendance, and academic achievement. The program contributes to food security and human resource development. Public responses are quite diverse, ranging from positive sentiment supporting the program's objectives to criticism of potential budget misuse and program effectiveness. Media framing also contributes to shaping public perception of the MBG program. Challenges to program implementation include budgeting, cross-sector coordination, and program sustainability after five years in office. This study recommends that further studies examine the effectiveness of the MBG program through a quantitative approach based on field data, given the limited research related to evaluating the impact of this policy.
Parenting Practices on Social Media in The Digital Era: A Systematic Literature Review Matang, Matang; Rahmad, Abdul; Murthada, Murthada; Raya, Aqshal Arlian; Astina, Syahputra Perdana
THUFULA Vol 13, No 2 (2025): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v13i2.34470

Abstract

This study aims to analyse parenting styles and practices on social media in the digital era. The research focuses on how social media influences parent–child interactions, the forms of parenting practices that emerge, and the positive and negative impacts involved. The method used is a systematic literature review, examining 170 articles from Google Scholar published in the last five years. After selection based on thematic relevance, quality, and relation to the research topic, 45 articles were further analysed. The findings show that parenting practices have transformed alongside the widespread use of social media. Social media has become a space for communication and interaction between parents and children, for sharing experiences, receiving support, and engaging with parenting content. However, social media also brings challenges such as sharenting, mom shaming, child privacy violations, digital addiction, and cyberbullying among adolescents. On the other hand, parents’ digital literacy, healthy interpersonal communication, and support for moral, religious, and community values are key factors in optimising parenting practices in the digital era. This study concludes that parenting on social media is ambivalent. Opportunities for strengthening parenting, as well as risks to anticipate through adaptive, wise, and digital-literate parenting.
UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN ANTI-BULLYING MELALUI SOSIALISASI DI SMPN 7 PEKANBARU Matang Matang; Sarahfina Sarahfina; Selvi Irene Claudia; Muhammad Aprialdi Pratama; Yoga Tri Ananda; Alifa Manda Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54091

Abstract

Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sosialisasi anti-bullying dalam meningkatkan kesadaran siswa di SMPN 7 Pekanbaru, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keberhasilan sosialisasi, serta memahami persepsi siswa, guru, dan pihak sekolah terkait pentingnya sosialisasi anti-bullying. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek 15 siswa kelas VII dan 3 guru yang berperan dalam pembinaan karakter. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi anti-bullying efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, mendorong perilaku lebih positif, dan membentuk lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Keberhasilan sosialisasi dipengaruhi oleh peran guru sebagai teladan, keterlibatan orang tua, serta integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa sosialisasi anti-bullying harus bersifat berkelanjutan dan terintegrasi dengan pembinaan karakter untuk menciptakan budaya sekolah yang aman dan inklusif.