Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi Penanganan Luka Ringan yang Tepat pada Remaja di SMP Negeri 1 Kairatu Jusuf Leiwakabessy; Delsi Pattinasarany; Vallery Kustianti Marriot Masbait; Ibnu Salman Hasan; Sanfia Fella Masahe; Zhamira Azzahra Tuankotta; Laura Bianca Sylvia Huwae
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v5i2.619

Abstract

Minor wounds, such as abrasions, scratches, or small cuts, are commonly experienced by teenagers, especially in school environments. However, improper treatment of minor wounds can lead to infections and more severe complications. This study aims to raise awareness and educate students at SMP Negeri 1 Kairatu on the proper management of minor wounds. The research employs a descriptive approach with an interactive educational method involving presentations, discussions, and live demonstrations. Respondents in this study were students from grades 7 to 9. The results indicated that prior to the socialization, most students had inadequate knowledge regarding proper wound care, often resorting to inappropriate methods (e.g., using toothpaste or oil). After the educational intervention, there was an 85% increase in students’ understanding of proper wound management, such as cleaning wounds with clean water, applying antiseptics, and covering wounds with sterile bandages. The socialization program also successfully raised awareness among students about the importance of wound hygiene to prevent infections. Thus, this initiative proved effective in enhancing teenagers' knowledge of proper wound care practices.
Edukasi Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif pada Masyarakat Desa Allang Asaude Laury Marcia Ch. Huwae; Kezia Cornelia Klau; Pretty Mitra Kristina Zebua; Inri Chartini Johansz; Kezia Sovici Tuhuleruw; Evanthely N. Ch. M. Tahalele; Joshua Amstrong Leuwol; Gladys R. Pamesti; Laura Bianca Sylvia Huwae; Johan Bruiyf Bension; Ronald Darlly Hukubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v5i2.621

Abstract

The First 1000 Days of Life (HPK) period is a crucial time that greatly influences a child's physical and cognitive development. During this period, fulfilling nutritional needs, especially through exclusive breastfeeding and appropriate complementary feeding, is very important. This community service activity aims to improve mothers' understanding of the importance of exclusive breastfeeding for mothers and babies. This community service activity was carried out by providing education to 12 breastfeeding mothers at the Sinar Kasih Integrated Health Post, Allang Asaude Village, Waesala Health Center area, Huamual District, West Seram Regency, through the distribution of leaflets and interactive question and answer sessions. The results showed that this activity succeeded in improving the understanding of the counseling participants about the benefits of exclusive breastfeeding for babies and mothers. This education is expected to encourage better exclusive breastfeeding practices, which will have a positive impact on children's health in the future.
EDUKASI POLA MAKAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF Que, Bertha Jean; Lekatompessy, Jerome Constantine; Taihuttu, Yuniasih Mulyani Jubeliene; Noya, Farah Christina; Huwae, Laura Bianca Sylvia; Rahawarin, Halidah; Rutumalessy, Efatha Irene; Sutantie, Nerissa Alviana; Istia, Sean Semuel
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i1.15446

Abstract

Penyakit degeneratif, yang merupakan penyakit kronis tidak menular, seringkali disebabkan oleh penurunan fungsi sel tubuh seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi oleh pola makan serta gaya hidup modern. Di Desa Riring, akses terhadap informasi kesehatan terbatas, terutama untuk lansia, sehingga masyarakat rentan terhadap masalah kesehatan. Edukasi mengenai pola makan sehat sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit degeneratif, terutama dalam konteks perubahan gaya hidup yang negatif dan rendahnya pemahaman tentang gizi seimbang. Kegiatan edukasi diadakan pada 19 Oktober 2024, di gedung gereja setempat, dengan partisipasi 56 orang, mayoritas adalah perempuan dan kelompok usia 46-55 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memahami pentingnya pola makan sehat, serta kebutuhan mendesak akan informasi lebih lanjut tentang pencegahan penyakit. Rencana pengembangan selanjutnya mencakup peningkatan frekuensi edukasi dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau status gizi, serta kolaborasi dengan puskesmas untuk menjangkau lebih banyak warga. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Degenerative diseases, which are chronic non-communicable diseases, are often caused by a decline in cellular function as people age and are influenced by modern dietary patterns and lifestyles. In Riring Village, access to health information is limited, particularly for the elderly, making society vulnerable to health issues. Education on healthy eating is crucial for preventing the onset of degenerative diseases, especially in the context of negative lifestyle changes and a low understanding of balanced nutrition. The educational activity was held at the local church on October 19, 2024, with 56 participants, mostly women aged 46-55. The activity results indicated a high interest among the community in understanding the importance of healthy eating, as well as an urgent need for further information on disease prevention. Future development plans include increasing the frequency of education and routine health checks to monitor nutritional status, as well as collaborating with community health centers to reach more residents. With these steps, it is hoped that the community can become more educated and adopt healthier lifestyles
UPAYA PREVENTIF DAN PROMOTIF TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI SKRINING DAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT Johan Bruif Bension; Laura Bianca Sylvia Huwae; Stazia Noija
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7481

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit kronis menjadi beban global dengan meningkatnya angka mortalitas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengupayakan pencegahan terhadap timbulnya penyakit maupun komplikasinya. Pendekatan skrining dan edukasi pola hidup sehat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran individu akan risiko terjadinya PTM. Oleh sebab itu, pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan terhadap anggota Jemaat GPM Bethel Kota Ambon (lingkup terbatas) sebanyak 150 orang. Hasil skrining menunjukkan mayoritas partisipan memiliki hiperlipidemia. Edukasi pola hidup sehat dilakukan melalui penggunaan leaflet maupun komunikasi langsung secara individu terhadap setiap partisipan. Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini sangat baik. Upaya promotif dan preventif seperti halnya yang dilakukan pada kegiatan ini perlu dilanjutkan secara rutin dan menjangkau komunitas yang lebih luas.
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO-RHESUS PADA MASYARAKAT DI DESA RIRING KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Sutantie, Nerissa Alviana; Jean Que, Bertha; Taihuttu, Yuniasih Muyani Jubeline; Noya, Farah Christina; Huwae, Laura Bianca Sylvia; Rahawarin, Halidah; Rutumalessy, Efatha Irene; Lekatompessy, Jerome Constantine
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i1.607

Abstract

Golongan darah merupakan sebuah informasi medis penting bagi setiap individu. Keberhasilan dalam berbagai aspek medis teperti transfusi, transplantasi organ serta kehamilan sangat ditentukan oleh kompatibilitas golongan darah. Pemeriksaan golongan darah perlu dilakukan untuk mengetahui jenis golongan darah yang dimiliki dan berguna untuk memenuhi kebetuhan darah apabila diperlukan. Namun, terbatasnya alat pemeriksaan golongan darah di fasilitas kesehatan pedesaan menyebabkan banyak masyarakat belum mengetahui jenis golongan darahnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan golongan darah dan rhesus pada masyarakat di Desa Riring dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang golongan darah yang dimiliki oleh setiap individu. Kegiatan ini dilakukan dengan desain deskriptif observasional yaitu menggambarkan hasil pemeriksaan golongan darah berdasarkan hasil observasi di lapangan. Pemeriksaan golongan darah yang dilakukan menggunakan sistem ABO- Rhesus dengan Metode Slide.  Hasil pemeriksaan golongan darah pada total 93 orang responden menunjukan jenis golongan darah bervariasi pada setiap individu meliputi golongan darah A, B, AB dan O. Golongan darah terbanyak yang ditemukan adalah golongan darah A (36.6%), diiikuti golongan darah O (32.3%) dan golongan darah B (20.4%). Jenis golongan darah yang paling sedikit adalah AB (10.8%). Untuk hasil pemeriksaan rhesus yang ditemukan seluruhnya adalah Rhesus positif (Rh+). Hasil pemeriksaan golongan darah ini selanjutnya dapat digunakan sebagai identitas bagi masyarakat dan apabila diperlukan, dapat memenuhi kebutuhan darah individu dari jenis golongan darah yang telah diketahui.
TINGKAT PENCAPAIAN KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA Bension, Johan Bruiyf; Maruanaya, Samuel; Sylvia Huwae, Laura Bianca; Noija, Stazia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3466

Abstract

Clinical education constitutes a crucial phase in the development of professional competence among medical students. Evaluating the level of competency achievement during the clerkship phase is essential to ensure that the implementation of clinical education aligns with the Standa Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). This study aimed to assess the level of medical competency achievement among clerkship students at the Faculty of Medicine, Universitas Pattimura (FK UNPATTI).A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 171 clerkship students who had completed clinical rotations in the Departments of Obstetrics and Gynecology, Psychiatry, Ophthalmology, Otorhinolaryngology–Head and Neck, and Neurology in September 2024. Data were collected using a structured questionnaire based on the SKDI 2012 disease list and competency levels, employing a 1–5 frequency scale. Data analysis was performed using Microsoft Excel.The results showed that most respondents were from the 2018 batch (39.2%). The majority achieved competencies at level 3 (diagnosing, performing initial management, and referring) and level 4 (diagnosing and managing independently). The most frequently encountered cases included normal pregnancy (82.5%), tension headache, insomnia, and acute otitis media, whereas the least encountered cases were neurogenic bladder and complete spinal transaction.In conclusion, the overall competency achievement among FK UNPATTI clerkship students is satisfactory. These findings indicate that the clinical learning environment effectively supports the acquisition and consolidation of professional competencies among medical students.Keywords: medical competency, clinical education, SKDI, clerkship students