Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sekuritisasi Isu Pangan: Analisis Kebijakan Pangan Pemerintahan Prabowo Subianto Simbolon, Khairunnisa
Social Science Research Journal Vol. 3 No. 1 (2026): February
Publisher : Inovasi Saintific Review - Center of Policy Innovation and Social Politics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/ssrj.v3i1.50

Abstract

Studi ini menganalisis proses sekuritisasi dalam kebijakan pangan pada era pemerintahan Prabowo Subianto dengan pendekatan kualitatif melalui telaah literatur dan analisis dokumen kebijakan. Sekuritisasi pangan dipahami sebagai pembingkaian isu pangan sebagai ancaman strategis terhadap kedaulatan dan kemandirian nasional yang membenarkan penerapan langkah-langkah luar biasa. Penelitian ini berfokus pada identifikasi narasi dan speech acts, pemetaan aktor dan audiens, serta penentuan referent object dan mekanisme kebijakan yang dihasilkan, termasuk alokasi anggaran besar, pembentukan kelembagaan baru, dan keterlibatan militer. Dengan menggunakan kerangka teori sekuritisasi Copenhagen School, studi ini menunjukkan bahwa kebijakan pangan di era Prabowo tidak hanya berorientasi pada produksi dan gizi, tetapi juga merefleksikan pergeseran pangan menjadi instrumen keamanan nasional, yang membawa implikasi penting bagi tata kelola demokratis dan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.
OPTIMALISASI PERAN GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI ERA POST TRUTH Nizar, Moh; Simbolon, Khairunnisa; UTAMI, ANISA; Mahmud, Imam
Jurnal Mitrawarga Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL MITRAWARGA
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jmw.v4i2.102

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan generasi muda dalam menghadapi tantangan era post-truth, di mana informasi yang beredar sering kali bercampur antara fakta dan hoaks. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman generasi muda terhadap pentingnya verifikasi informasi dan kemampuan berpikir kritis, dengan rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta juga menunjukkan sikap lebih proaktif dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak serta berpartisipasi dalam penyebaran informasi yang akurat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan tangguh menghadapi arus informasi di era digital
THE INDONESIAN GOVERNMENT’S STRATEGY IN MITIGATING THE IMPACT OF GLOBAL CONFLICTS Khairunnisa Simbolon; Gita Karisma
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s national food security is at a critical point due to global supply chain disruptions, fluctuations in strategic commodity prices, and the impact of geopolitical conflicts. This analysis shows that the government’s response emphasizes a combination of domestic strategies and international diplomacy to mitigate these risks. At the domestic level, policies are directed toward food diversification, import substitution, agricultural modernization, optimization of idle land, and strengthening food reserves through food estate programs. However, their effectiveness is hampered by limited infrastructure, technological gaps, and potential environmental degradation. Meanwhile, at the international level, Indonesia is intensifying cooperation through ASEAN, BRICS, and other multilateral forums to secure supplies, expand financing access, and promote technology transfer. This approach aligns with the four pillars of food security defined by the FAO: availability, access, utilization, and stability, which are translated into policies on sustainable production, strengthened distribution and supply chains, nutrition improvement, and guaranteed food access for all social groups. This study underscores that the success of these strategies depends on consistent cross-sectoral implementation and policy synergy at local, regional, and global levels. The findings contribute to the food security literature by highlighting Indonesia’s strategic role in diplomacy to integrate domestic agendas with international cooperation, while also offering an adaptive policy framework in response to geopolitical dynamics and climate change.
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan: Edukasi Anti-Bullying di SMA/MA Diniyyah Putri Lampung Astiwi Inayah; Rara Gusnita Putri; Arie Fitria; Khairunnisa Simbolon; Simon Sumanjoyo H.
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelajar mengenai bentuk, dampak, serta mekanisme pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar SMA/MA Diniyyah Putri Lampung terkait pencegahan dan penanganan bullying melalui metode sosialisasi dan penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi secara langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Indikator evaluasi mencakup pemahaman peserta terhadap materi, tingkat antusiasme selama kegiatan, kemampuan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari, serta kejelasan penyampaian materi oleh pemateri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 6,48 sebelum sosialisasi menjadi 6,90 setelah sosialisasi, dengan kenaikan sebesar 0,42 poin. Nilai pre-test tertinggi tercatat sebesar 70 dan terendah 50, sedangkan pada post-test nilai tertinggi tetap 70 dan nilai terendah meningkat menjadi 60. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan dampak yang relatif positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta secara kognitif. Selain itu, dari aspek afektif, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam menerapkan tindakan pencegahan dan penanganan bullying dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan relatif efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran pelajar terhadap isu bullying, sekaligus memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif.