Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI POSDAYA BERBASIS MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN KLIDON DESA SUKOHARJO NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Yoga Mahendra; Nurisa Ainulhaq
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v6i1.1482

Abstract

Berdirinya posdaya berbasis Masjid Baiturrahman merupakan upaya melakukan pemberdayaan masyarakat yang menjadikan masjid tersebut sebagai pusat pemberdayaan dalam bidang ekonomi, agama, kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana optimalisasi posdaya berbasis masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui program-programnya yang menarik untuk dikaji. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Dusun Klidon, Sukoharjo Ngaglik Sleman. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Validasi data menggunakan triangulasi data dengan melakukan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi akuisisi data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posdaya berbasis masjid dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dusun melalui program bidang ekonomi berupa pendirian Koperasi Al-Barokah, bidang kesehatan berupa adanya Posyandu untuk Lansia dan Balita, bidang pendidikan berupa pendirian TK/PAUD, dan bidang lingkungan berupa pendirian kelompok tani ternak.
ART THERAPY SEBAGAI COPING STRESS PADA SISWA REMAJA Galuh Mulyawan; Yoga Mahendra; Nedi Kurnaedi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 4 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i4.575-579

Abstract

Remaja merupakan restrukturisasi atau juga disebut dengan masa penyempurnaan dari tahapan sebelumnya dalam hal ini ada juga yang mengartikan masa transisi atau masa perpindahan dari masa anak- anak  dan menuju pada masa dewasa, pada masa inilah remaja kerap mengalami stress yang dapat menggu pada masa perkembangannya sehigga diperlukan suatu copping untuk menanggulangi stress tersebut, salah satu cara dalam melakukan copping stress pada remaja dengan dilakukannya art therapy sebagai upaya untuk mereduksi stress yang dialami Art therapy proses kreatif untuk mengeksplorasi diri, meningkatkan keterampilan coping individu, mengelola stress, dan memperkuat rasa percaya diri. Selain itu art therapy sebagai aktivitas menciptakan sebuah karya seni untuk mencapai kebutuhan emosional serta psikilogis terhadap individu. Baik untuk individu yang mempunyai kemampuan dalam seni ataupun sebaliknya yang tidak mempunyai kemampuan terhadap seni. Terapi seni ini dapat memberi kesempatan pada suatu lingkungan yang mendukung dalam menjelajahi pikiran yang biasanya muncul dan perasaan menyakitkan yang terpendam. Art therapy juga sudah dibuktikan keefektifannya dengan beberapa penelitan yang mengatakan bahwa dengan terapi ini dapat mereduksi stress pada individu
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA SUKU BADUY LUAR: SEBUAH ANALISIS INTERAKSI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS Yoga Mahendra; Gustini Wulandari; Lilis Lilis
Jurnal Anak Bangsa Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Anak Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jas.v2i2.41

Abstract

The Outer Baduy community experiences relatively rapid social changes due to their less strict customary rules compared to the Inner Baduy. The purpose of this research is to describe how the Cultural and Social Changes of the Outer Baduy Tribe occur: An Analysis of the Interaction between Tradition and Modernity. The method employed in this research is the Descriptive research method with a qualitative approach, using observation sheets and documentation as research instruments. Data collection techniques used in this study include interviews and in-depth observations of the Outer Baduy community. The data sources consist of primary and secondary data. Data validation is conducted through data triangulation, and data analysis follows Miles and Huberman's model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that the most notable socio-cultural changes occur due to shifts in livelihoods from farming to trading and the use of electricity-requiring technology. These changes happen because of economic needs, leading the Outer Baduy community to choose non-farming occupations, such as tourism-related jobs or trading, to fulfill their needs and even make it their primary source of income. Consequently, the Outer Baduy community consciously accepts and understands the impacts of technological modernization, information, and communication, whether direct or indirect
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN KERAJINAN CINDERAMATA WISATA PANTAI GOPE KARANGANTU BANTEN Yoga Mahendra; Andi Hasryningsih Asfar; Nurisa Ainulhaq; Ika Pratiwi; Icin Quraysin; Afit Riyanto; Syafira Nur Fadillah; Siti Rohmah
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i4.2275

Abstract

Masyarakat sekitar wisata Pantai Gope selama ini adalah belum memahami potensi ekonomis yang terkandung dalam berbagai jenis dan bentuk limbah cangkang kerang, sehingga limbah ini hanya dianggap sebagai bahan pembuangan. Hal ini disebabkan kurangnya keterampilan dasar di kalangan penduduk Kelurahan Banten dalam mengubah limbah cangkang kerang menjadi produk seni kerajinan yang unik dan bernilai ekonomi. Penggunaan cangkang kerang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mereka dalam mengolah potensi limbah cangkang kerang menjadi karya seni kerajinan kreatif yang bisa menjadi cinderamata wisata. Mitra kegiatan berasal dari kelompok istri nelayan di wilayah Karangantu, Kelurahan Banten. Metode pelaksanaannya meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan pembinaan dalam pengembangan limbah kerang sebagai peluang usaha. Kegiatan pelatihan ini berhasil dilaksanakan karena peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam belajar seni kerajinan dari kerang. Hasilnya, berbagai macam produk dan model yang dihasilkan sangat beragam, termasuk kotak tisu, lonceng angin, tirai pintu/jendela, gantungan kunci, bohlam kamar, lampion, pot bunga, asbak, bros, gelang, gantungan tas, dan tali masker. Hasil dari kegiatan ini melibatkan: 1) keterampilan dalam memilah dan mengolah bahan baku cangkang kerang, termasuk teknik pembersihan, pemotongan, dan pemboran; 2) kemampuan dalam merancang bentuk dan desain, serta menghasilkan berbagai aksesori dari limbah cangkang; dan 3) respons positif dari kelompok ibu nelayan yang dengan antusias berkreasi menggunakan bahan yang tersedia. Kesimpulan dari upaya pemberdayaan ini adalah terbentuknya kelompok kerajinan yang terdiri dari istri-istri nelayan di Kelurahan Banten dalam rangka keberlangsungan kegiatan pelatihan.
KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CCE (COOPERATIVE CLASS EXPERIMENT) TIPE GROUP INVESTIGATION PADA KONSEP LARUTAN PENYANGGA Nurisa Ainulhaq; Yoga Mahendra
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v6i1.4210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pencapaian keterampilan generik sains siswa setelah pembelajaran menerapkan model pembelajaran CCE (Cooperative Class Experiment) Tipe Group Investigation pada konsep Larutan Penyangga. Metode Penelitian Kelas digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif melalui perbaikan proses belajar mengajar dan melakukan inovasi pada teori dan praktek pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran CCE Tipe Group Investigation secara keseluruhan dapat dilaksanakan dengan baik pada keenam tahapan pembelajarannya. Adapun pencapaian keterampilan generik sains siswa setelah pembelajaran berkembang dengan kategori kemampuan sangat baik pada indikator bahasa simbolik, dan kategori kemampuan baik pada indikator pemodelan matematik dan membangun konsep. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterampilan generik sains siswa dapat berkembang dengan baik melalui penerapan model pembelajaran CCE (Cooperative Class Experiment) Tipe Group Investigation.
PENDAMPINGAN EDU-TECHNOPRENEURSHIP BERBASIS AI PADA SANTRI PP AL-MUBAROK DENGAN PENDEKATAN NEURO COACHING MENUJU DAYA SAING DAN READINESS CAREER OPTION Basrowi; Endang Purwaningsih; Pertiwi Utami; Yoga Mahendra
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3815

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh santri di PP Al-Mubarok adalah keterbatasan akses terhadap teknologi dan sumber daya kewirausahaan, serta kurangnya personalisasi dalam pembelajaran yang menghambat perkembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Menggabungkan konsep edu-technopreneurship berbasis AI dengan pendekatan neuro coaching merupakan kombinasi antara pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan yang memungkinkan para santri untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia digital saat ini. Oleh karena itu, PKM ini penting untuk dilakukan guna mengeksplorasi bagaimana pendampingan edu-technopreneurship berbasis AI dengan pendekatan neuro coaching dapat diimplementasikan secara efektif di lingkungan pesantren. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pendampingan edu-technopreneurship berbasis ai pada santri PP Al-Mubarok dengan pendekatan neuro coaching. Hasil PkM menunjukkan pendampingan edu-technopreneurship berbasis AI dengan pendekatan neuro coaching memberikan dampak positif dalam mempersiapkan santri PP Al-Mubarok untuk menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. Integrasi AI dalam proses pembelajaran dan pengembangan kewirausahaan terbukti memberikan nilai tambah, seperti akses informasi yang lebih luas, peningkatan efisiensi produksi, dan kemampuan menganalisis data pasar secara lebih baik. Sementara itu, pendekatan neuro coaching berperan penting dalam memfasilitasi proses belajar santri, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan membangun resiliensi dalam menghadapi tantangan kewirausahaan.
TEACHER STRATEGIES IN STIMULATING THE CREATIVITY OF 5-6 YEAR-OLD CHILDREN THROUGH RECYCLING ACTIVITIES AT AL-HIKMAH PAUD, TANARA DISTRICT Haorah; Mahsiani Mina Laili; Yoga Mahendra; Yolanda Pahrul; Nuryati
Cakrawala Pedagogik Vol 9 No 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.810

Abstract

This study aims to describe the teacher’s strategies in stimulating the creativity of children aged 5-6 years through recycling activities at PA UD Al-Hikmah, Tanara District. Creativity in early childhood is an essential aspect that should be developed from an early age, encompassing the ability to take initiative, process materials, and produce original works. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The subjects consisted of teachers and Group B children. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that teachers implemented learning strategies based on play, experimentation, and projects. Through these activities, children were encouraged to explore various recyclable materials such as cardboard, plastic bottles, and used paper. These strategies effectively enhanced children’s creativity indicators, namely the emergence of initiative, skills in processing materials into functional products, and the ability to create unique and aesthetic works. Supporting factors included the availability of recyclable materials, active teacher involvement, and the supportive school environment. This study recommends the continuous use of recycling activities as an effective medium to stimulate creativity in early childhood